
Ahmad keluar dari rumah sakit dan langsung menuju mobilnya. Dia menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumah. Ya rumah. karena sejak satu Minggu ini dia bahkan tidak pulang ke rumah. dia selalu menginap di rumah sakit untuk menjaga Fitri.
Tak beberapa lama Ahmad sudah sampai di depan pintu gerbang rumahnya dan langsung mengklakson . agar pak Maman segera membuka pintu gerbang.
Badannya serasa pegal-pegal karena selama seminggu ini dia kurang istirahat.
Pak Maman langsung membuka pintu gerbang lebar-lebar. memberi ruang agar mobil sang majikan masuk kedalam halaman rumah.
"Kemana aja Tuan?? kok selama seminggu ini tidak pulang ke rumah?"
"iya pak, temen saya sakit di rumah sakit, jadi saya menunggunya di sana. ya sudah ya pak, saya capek mau istirahat dulu di kamar. jangan lupa tutup pintu gerbangnya." kata Ahmad sambil berlalu memasuki rumahnya.
Rumah yang selama seminggu ini tidak dia tempati. Dia masuk ke kamar dan langsung mengambil handuk di gantungan.
"mandi dulu ah, biar seger. habis itu baru istirahat." batinnya
Dia langsung masuk ke kamar mandi, 20 menit kemudian keluar dan berganti pakaian. dia mengenakan celana pendek selutut dan kaos putih.
Langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang empuk.
"aduh, gue rindu kasur." tak disangka dia sudah terlelap masuk dalam alam bawah sadarnya.
*di rumah sakit
setelah Ahmad pergi berpamitan dan meninggalkan mereka. Mereka berempat pun juga langsung pulang menuju kontrakan Fitri.
Mereka mengendarai mobil Pak Sumarno. hanya 15 menit perjalanan langsung sudah sampai di depan pintu kontrakan.
suasana di kontrakan masih sepi karena ini jam kerja, jadi mereka semua penghuni kontrakan masih berada di tempat kerja masing-masing.
Pak Sumarno membuka pintu kontrakan Fitri, mereka semua masuk kecuali Pak Sumarno. karena beliau masih harus membawa barang-barang yang mereka bawa masuk ke dalam rumah.
Vina mengantarkan Fitri masuk ke dalam kamar, sedangkan Bu Sundari masuk ke dapur untuk membuat teh hangat.
Barang-barang masih ada di teras depan karena di dalam ada 2 buah motor milik Vina dan Fitri. kemudian mengeluarkan motornya menuju parkiran kontrakan.
Bu Sundari langsung memberikan teh hangat kepada Fitri terlebih dahulu. dan meletakkan sisanya di ruang depan.
Lalu bergegas ke dapur lagi untuk memasak menu makan siang. Bu Sundari mengambil barang makanan di dalam lemari es. meskipun bahan-bahan makanan tersebut tidak di masak, tapi tidak busuk karena Fitri sudah membersihkannya dan meletakkannya di masing-masing wadah yang tersedia.
Bu Sundari memilih memasak pecel lele dan tumis buncis. karena menurut beliau cukup simpel.
__ADS_1
Satu jam berlalu, akhirnya masakan pun sudah siap. Vina membantu menyiapkan makanan di ruang depan.
Fitri pun langsung menghampiri mereka di ruang depan. karena mencium bau masakan yang lezat.
"wah, kayaknya enak banget ini buk," kata Fitri
"ya jelas dong, kan masakan ibu." balas Sundari.
Setelah mereka berempat berkumpul semua, mereka akhirnya makan bersama. Untuk sekian lamanya akhirnya dia menyantap masakan buatan ibunya. Karena sudah lama dia tak pulang kampung. mengingat beberapa bulan ini dia disibukkan dengan berbagai pekerjaan di kantor.
"Masakan ibu emang the best. Fitri jadi pengen nambah lagi."
"sini, ibu bantu ambilin nasinya."kata Sundari sambil menyendokkan nasi ke dalam piring Fitri
"udah buk, cukup jangan banyak-banyak. nanti aku kekenyangan." kata Fitri diikuti tawa Vina dan Pak Sumarno
"Bu, nanti malam masakin balado terong sama rendang ya. udah lama banget Fitri gak makan rendang buatan ibu."
"siap tuan putri. pokoknya mau minta dimasakin apa aja ibu selalu siap."
"makasih Bu, ibu emang ibu terbaik sedunia" sambil memeluk ibunya
"ih Fitri, main peluk-peluk tante aja, aku kan jadi kangen sama ibu aku." kata Vina sedih.
"sini peluk juga gak papa, Tante udah anggap kamu kaya anak sendiri. dan mulai sekarang panggil ibu bukan Tante lagi." balas Bu Sundari
"ah ibu,,," Vina pun memeluk ibu Fitri juga.
Pak Sumarno yang memandang tiga wanita itu tersenyum bahagia.
"semoga kamu selalu bahagia nak." batinnya
"Fitri, bapak sama ibu disini cuma tinggal tiga hari aja. terus pulang kampung karena ada pekerjaan yang harus bapak selesaikan sendiri tanpa bisa diwakilkan." kata Pak Sumarno
"yah bapak, baru aja sebentar ketemu. kok udah mau pergi aja." kata Fitri sedih
"kan besok kapan-kapan kita bisa ketemu lagi nak," kata Bu Sundari
"ya tapi kan Bu, Fitri juga masih kangen sama kalian."
"ya mau gimana lagi, besok kapan-kapan kamu pulang deh ke kampung gantian jengukin bapa sama ibu." kata Bu Sundari
__ADS_1
"udah ah sedih-sedih nya. kamu sekarang fokus sama kesembuhan kamu. jangan mikir macem-macem. bapak gak mau kamu kenapa-napa lagi."
"iya pak,"
Fitri pun bangkit dari tempat duduknya dan akan membereskan piring kotor bekas makan tadi tapi Vina melarangnya..
"dah sana, Lo cuci tangan terus istirahat jangan lupa minum obat . ini biar gue yang beresin." kata Vina
",iya deh. ngalah." berdiri dan menuju wastafel untuk cuci tangan dan langsung masuk kamar.
Sementara di dapur Vina membantu Bu Sundari untuk mencuci piring dan membereskan tempat bekas makan tadi.
"Vin, makasih ya udah jadi sahabat yang baik buat Fitri. kalo ada apa-apa sama Fitri kamu telpon ibu aja."
"iya Bu, makasih juga karena ibu dah anggap Vina seperti anak sendiri."
"iya nak " sambil mengelus rambut Vina
Sementara Pak Sumarno sedang bersantai di depan sambil menonton TV.
Vina mengintip ke dalam kamar Fitri apakah dia sudah tidur atau belum. ternyata sudah tidur. Lalu dia berjalan di ruang depan menghampiri Pak Sumarno yang sedang menonton TV. Disusul Bu Sundari.
"Pak, Bapak tadi ngomong apa sih sama temen laki-laki Fitri tadi. kayaknya serius banget." tanya Bu Sundari
"Oh, sama Ahmad ya. bapak cuma ngucapin terima kasih karena dia udah nolongin anak kita. udah jaga anak kita selama di rumah sakit. udah tanggung biaya perawatannya juga."
"iya ya pak, kenapa dia baik banget. apa ada maksud lain??." tanya Bu Sundari
"jangan suudzon Bu, tapi yang bapak lihat dia itu suka sama anak kita. makanya dia baik banget.,"
"oh jadi Ahmad suka sama Fitri ya pak." tanya Vina
" iya nak, Fitri pernah cerita sesuatu gak sama kamu tentang dia." tanya Pak Sumarno
bersambung.....
Jangan lupa like, vote dan coment ya....
nantikan update terbaru....
semoga bisa update setiap hari...😊😊😊
__ADS_1