Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
BAB 9


__ADS_3

Papa dan Mama pun tersenyum, dengan berkata kepada Charlie " Tolong jaga Cantika kelak kamulah pengganti kami nak "


Charlie yang mendengarnya hanya tersenyum.


Berhari-hari Danendra masih koma, dan belum ada donor Ginjal, sampai Akhirnya Cantika datang ke rumahsakit untuk berbicara kepada Papa Danendra.


" Papa, jika untuk kebaikan kakak, cantika ikhlas mendonorkan ginjal, asalkan kakak sembuh itu saja sudah Alhamdulillah ".


Mendengar itu Paa dan Mama langsung memeluk Cantika, dan berkata " tetapi sebentsr lagi kamu akan menikah nak, tak mungkin untuk kesehatanmu ".


Cantika menjawab " mama dan papa, jika Kakak Danendra semakin memburuk itu tidak baik buat kita, bisa-bisa Kakak Danendra meninggalkan kita semua, karena penyakitnya ".


Dari kejauhan Bundo yng melihatnya tak kuasa menahan tangis, entah apa yang di rasakan Bundo.


Kabar Operasi dari dokterpun sampai kepada Charlie, besok Cantika harus segera mendonorkan Ginjalnya.


Saat Charlie di rumahsakit, di sambut Cantika dengan terpasang Infus di tangan, melihatnya membuat Charlie menyimpan airmata, dia begitu kawatir dan sedih.

__ADS_1


Semalam suntuk Charlie menemani Cantika hingga esok tibalah Cantika di bawa ke ruang Operasi.


2 jam berlalu Cantika keluar dari kamar Operasi dengan penuh kekawatiran Charlie ikut mengantar sampai kamar inap,Di kamar Inap VVIP Cantika masih dalam kondisi belum sadar, Mama dan Papa Danendra juga kawatir karena wajah cantika terlihat begitu pucat.


Di lain Kamar ada Danendra, kondisinya sama belum sadar, posisi kamar Danendra dan Cantika bersebelahan karena Mama dan Papa ingin memastikan kesehatan mereka berdua.


1 jam kemudian Danendra sadar, Mama mendekati Danendra, dan....Danendra menyebut Cantika, sontak mama kaget, Mama pun meminta Danendra beristirahat dahulu.


Kondisi Cantika sudah agak membaik, dan di posisi Charlie masih kawatir karena kesehatan Cantika.


Danendra secara perlahan bisa berjalan dan di anjurkan pulang, setelah sampai di rumah Mama dan Paa menceritakan pelan-pelan soal Cantika dan siapa pendonor ginjalnya.


Sedangkan Cantika masih di rawat di rumahsakit karena harus bed rest, dengan sabar Charlie berada di samping Cantika.


Charlie bahkan menunda semua rencananya karena demi kesehatan Cantika.


Cantika merasa senang karena Charlie terus berada di sampingnya, suatu ketika Cantika mengalami Drop sehingga tidak di perbolehkan pulang, Cantika tidak boleh melakukan aktifitas yang berlebihan, dan itu membuat Cantika bosan.

__ADS_1


Charlie hari ini agak siang ke rumahsakit karena dia ingin membelikan bunga untuk Cantika bunga Mawar Pink yang indah


Visual Pink Rose



Hari-hari di lewati Cantika dengan suka-cita karena dia akan pulang dalam beberapa hari kedepan dan akan menghadapi Ujian Nasional, yang membuat Cantika bahagia adalah Charlie selalu ada bersamanya.


Saat di sekolah Charlie pernah berkata kepada Cantika " MAUKAH KITA MENUA BERSAMA ", Cantika hanya terdiam dan menitihkan airmata kebahagiaan.


Di sekolahpun Cantika terlihat bahagia, tetapi Charlie yang melihat sangat kawatir karena wajah Cantika terlihat Pucat.


Sepulang sekolah Cantika masih tinggal dengan Bundo di rumah, dia ingin tinggal sememtara di situ, tetapi Danendra.semakin menjauh, dan menghindar karena merasa bersalah kepada adiknya tersebut.


Danendra tidak pernah terlihat karena dia ingin sendiri dulu, Danendra belum mau menerima semua yang terjadi kepada dirinya.


To Be Continue Guys

__ADS_1


🙏🙏🙏💙💙💙


__ADS_2