
Bella dan Bastian kembali ke
Jakarta, mereka kembali memulai hidup baru sebagai pasangan suami istri. Pagi
itu Bella memasak untuk sarapan suaminya.
“Masak apa sayang?” Tanya
Bastian.
“Aku memasak ayam bakar bumbu
rujak.” Kata Bella.
“Wah sepertinya enak, aku coba
ya.” Kata Bastian.
“Jangan dimakan.” Kata Bella
sambil menghalangi suaminya.
“Loh kenapa memangnya?” Tanya
Bastian.
“Aku ragu masakanku enak atau
tidak, aku belikan makanan diluar aja ya.” Kata Bella.
“Enak atau tidak masakan istri
itu pasti paling enak, tidak apa-apa aku akan tetap memakannya. Tolong ambilkan
di piring ya.” Kata Bella.
“Hmmm baiklah.” Kata Bella. Lalu
Bella mengambilkan makanan untuk suaminya, dia ragu dengan rasanya sehingga dia
menutup matanya karena takut jika masakan buatannya tidak enak dan tidak akan
dimakan oleh suaminya.
“Kenapa ditutup sih matanya? Buka
dong matanya.” Kata Bella.
“Aku takut makanannya tidak enak
dan kamu tidak mau memakannya.” Kata Bella. Lalu Bastian menggenggam tangan
Bella dan mengatakan “Makanannya enak kok, lihat aku mau memakannya kan.”
“Benarkah? Syukurlah kalau
__ADS_1
begitu.” Kata Bella.
“Ada yang kurang nggak mas?”
Tanya Bella kembali.
“Hanya bumbunya saja yang kurang
seasoning terus ayamnya kurang empuk sedikit, selebihnya sangat enak.” Kata
Bastian.
“Ah syukurlah kalau begitu, aku
dari subuh sudah mencari resep di internet, ini masakan pertamaku untukmu mas
maaf ya kalau kurang memuaskan tapi aku akan belajar lagi kok.” Kata Bella.
“Iya aku bisa mengerti kok
sayang, aku berangkat sekarang ya.” Kata Bastian.
“Oh yam as nanti belikan kue
untuk staff kamu ya, anggap saja itu rasa terima kasih kamu karena kemarin ikut
meramaikan pesta pernikahan kita, atau traktir mereka makan siang.” Kata Bella.
“Oh iya ya, aku sama sekali tidak
punya pikiran sampai sana. Ok nanti aku akan mentraktir mereka makan siang
“Iya aku usahakan untuk bisa
datang, hari ini aku free, aku sengaja hiatus dulu. Aku sudah bilang juga ke
Vania kalau sementara aku akan hiatus, mungkin aku bisa bantu kamu dari
belakang dan mensuport kamu sayang.” Kata Bella. Lalu Bastian mencium Bella.
“Astaga, masih belum puas juga
ya, cepat berangkat sana mas. Hati-hati dijalan ya, nanti aku menelfonmu kalau
mau kesana.” Kata Bella.
“I love u istriku.” Kata Bastian.
“I love u too suamiku, hati-hati
ya.” Kata Bella.
**
Vania datang ke rumah Bella.
__ADS_1
“Ada apa? Oh ya sudah kamu urus
semua kan kalau sementara aku akan hiatus dulu.” Kata Bella.
“Sudah kok, tenang saja. Nikmati
saja dulu menjadi seorang istri dan juga pengantin baru ciye. Wajahmu makin
berseri-seri deh aura bahagia selalu terpancar dari wajahmu.” Kata Vania.
“Apaan sih kamu berlebihan deh.”
Kata Bella.
“Aku lapar, ada makanan tidak?”
Tanya Vania.
“Ada didapur, makan saja.” Kata
Bella.
Lalu Vania memakan makanan yang
sama seperti yang dimakan oleh Bastian.
“Makanan apa ini? Keras banget
ayamnya, rasanya hambar.” Kata Vania.’
“Apa kamu bilang? Kata Bastian
enak kok.” Kata Bella.
“Memangnya kamu tidak mencobanya?
Coba saja sendiri.” Kata Vania. Bella kemudian mencicipi masakannya sendiri.
“Rasanya aneh, keras banget
dagingnya.” Kata Bella.
“Ini buatanmu ya?” Tanya Vania.
“Iya Van, berarti tadi Bastian
memakan makanan ini dong. Dia menghabiskan satu piring Van, aduh aku jadi
merasa nggak enak sama dia. Aduh bagaimana ini, pasti dia kecewa denganku.”
Kata Bella.
“Tentu saja tidak, ya namanya
juga baru pertama kali wajar dong kalau hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
__ADS_1
Lain kali kalau masak jangan lupa dicicip dulu makanya hmmmm Bella Bella.” Kata
Vania.