Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Bagian 26


__ADS_3

Malam pertama Bastian dan Vania.


Vania mendekati Bastian dan memeluknya, namun Bastian sibuk didepan laptop.


“Sayang tutuplah laptopmu dan


kita fokus dengan kita berdua.” Kata Vania.


“Aku sedang sibuk, ada proposal


yang harus aku cek dan harus aku kirim sekarang. Tidurlah dulu dan jangan


menungguku.” Kata Bastian.


“Kita ini pasangan yang baru saja


menikah loh, kamu tega sekali memperlakukanku seperti ini.” Kata Vania.


“Ini kan keinginanmu dan kamu


terus memaksa orang tuaku agar pesta ini segera digelar. Jangan ganggu aku.”


Kata Bastian.


“Kamu jahat mas, aku sangat


kecewa denganmu. Pasti kamu sengaja kan memperlakukanku seperti ini karena kamu


masih menyukai mantan istrimu.” Kata Vania, namun Bastian tidak peduli dengan


perkataan Vania.


Vania tidak putus asa, kali ini


dia menggoda Bastian dengan mengenakan pakaian kurang bahan. Vania mendekati


Bastian sambil berlenggak lenggok untuk membuat Bastian tergoda, namun Bastian


tetap fokus dengan pekerjaannya.


“Sayang, ayo kita tidur bersama.”


Kata Vania duduk di pangkuan Bastian.


“Aku sedang sibuk, bahkan Bella


saja masih bisa mengerti keadaanku saat aku sedang sibuk.” Kata Bastian.


“Jadi kamu membandingkanku dengan


Bella? Dia bahkan tidak pernah mengurusmu, dia hanya sibuk dengan karirnya.


Memangnya pernah dia memasakkan makanan untukmu? Pernahkah dia meluangkan waktu


untukmu? Bukankah selama ini dia hanya sibuk dengan karirnya seperti syuting


dan pemotretan. Bahkan sampai digosipkan dengan banyak laki-laki. Setibanya


dirumah dia kelelahan langsung tidur, sedangkan kamu yang selalu melayaninya,


kamu bahkan memasak untuknya. Wanita seperti itu tidak pantas untukmu.” Kata


Vania.


“Jaga ucapanmu, kamu tidak tau


apa-apa tentang dia. Dia memang jarang memasak karena ada mbak art dan aku


melarangnya karena takut dia kelelahan. Setidaknya masakan dia jauh lebih enak


dibandingkan masakanmu. Dia memang sibuk dengan karirnya tapi setidaknya dia


selalu mengirim pesan dan menelfonku hanya untuk bertanya apakah aku sudah

__ADS_1


makan, kamu sedang apa, dan selalu mengingatkanku akan hal-hal kecil. Setiap


malam setelah dia pulang kerja, kamu tau apa yang dia lakukan padaku? Dia


memperlakukanku layaknya seorang raja, dia memijatku dan melayaniku sepenuh


hati meskipun dia sangat lelah saat itu. Meskipun aku sedang sibuk, dia selalu


disampingku menemaniku bukannya malah marah-marah tidak jelas sepertimu. Kalau


dia mulai mengantuk barulah aku berhenti dan kita tidur bersama. Aku jauh lebih


tau seperti apa dia, jadi jangan menyimpulkan hal-hal yang belum tentu benar.


Padahal dulu kamu sahabatnya, manajer sekaligus asisten pribadinya tapi apa


yang kamu ketahui tentangnya. Asal kamu tau ya, dia selalu memikirkanmu, dia


juga sering cerita padaku tentangmu. Aku benar-benar kesal dan kecewa denganmu,


aku mau keluar dan jangan berani menelfonku.” Kata Bastian, kemudian dia pergi


sambil membawa laptopnya, Bastian meninggalkan ponselnya di laci.


Vania membuka ponsel Bastian,


kemudian dia melihat isi galeri di ponsel Bastian.


“Dia masih menyimpan semua foto


mereka berdua, tapi tetap saja Bella membuatku kesal dengan ucapannya tadi. Dia


benar-benar membuatku semakin murka. Sampai kapanpun aku tidak boleh kehilangan


Bastian. Aku tidak peduli meskipun dia masih menyukai Bella, dia tetaplah


suamiku.” Kata Vania.


**


Bastian kembali ke kamar hotel.


“Kamu dari mana semalam?” Tanya


Vania.


“Dari kantor.” Kata Bastian.


“Jadi kamu menginap semalam di


kantor?” Tanya Vania.


“Aku mau mandi lalu sarapan.”


Kata Bastian.


“Baiklah, aku siapkan bajumu.”


Kata Vania.


Setelah itu, mereka turun ke


bawah untuk sarapan bersama.


Bastian fokus makan sedangkan


Vania asyik mengambil gambar dirinya bersama Bastian.


“Jangan mengambil fotoku.” Kata


Bastian.


“Memangnya kenapa? Lagipula

__ADS_1


sekarang kita kan sepasang suami istri.” Kata Vania.


“Tapi aku tidak nyaman saja.”


Kata Bastian.


“Kenapa? Bukannya dulu kamu


sangat suka dengan foto-foto bahkan selalu foto bersama Bella.” Gerutu Vania.


“Bisakah kamu tidak membahas masa


lalu? Kamu benar-benar membuatku kesal, aku kehilangan selera makan.” Kata


Bastian, lalu dia pergi meninggalkan Vania.


“Sayang sayang kamu mau kemana?


Tunggu aku.” Teriak Vania.


Bastian terus berjalan tanpa


memperdulikan Vania yang mengejar di belakangnya. Tiba-tiba Bastian menabrak seorang


wanita.


“Maaf, saya terburu-buru.” Kata


Bastian.


“Bastian.” Kata Bella.


“Bella, sedang apa kamu disini?”


Tanya Bastian dengan perasaan penuh bahagia.


“Aku sedang ada pertemuan dengan


salah satu pemilik fashion store. Dia menawariku untuk menjadi modelnya..” Kata


Bella.


“Benarkah? Wah selamat ya


untukmu. Kamu menginap juga disini berarti?” Tanya Bastian.


“Tentu saja, maaf aku


terburu-buru. Happy honeymoon.” Bisik Bella. Kemudian Bella segera pergi


meninggalkan Bastian. Bastian sangat bahagia karena Bella juga menginap di


hotel yang sama dengannya.


“Seharusnya aku bertanya dia


menginap di kamar berapa.” Kata Bastian dalam hati.


“Mas, kamu kenapa sih tiba-tiba


meninggalkanku.” Kata Vania tiba-tiba.


“Aku mau kembali ke kamar.” Kata


Bastian.


“Mas kita berenang bersama yuk.”


Ajak Vania.


“Aku tidak ingin renang, kita


kembali saja ke kamar.” Kata Bastian sambil menggandeng Vania.

__ADS_1


“Astaga dia menggandeng tanganku.


Senang sekali rasanya.” Kata Vania dalam hati.


__ADS_2