
Malam pertama Bastian dan Vania.
Vania mendekati Bastian dan memeluknya, namun Bastian sibuk didepan laptop.
“Sayang tutuplah laptopmu dan
kita fokus dengan kita berdua.” Kata Vania.
“Aku sedang sibuk, ada proposal
yang harus aku cek dan harus aku kirim sekarang. Tidurlah dulu dan jangan
menungguku.” Kata Bastian.
“Kita ini pasangan yang baru saja
menikah loh, kamu tega sekali memperlakukanku seperti ini.” Kata Vania.
“Ini kan keinginanmu dan kamu
terus memaksa orang tuaku agar pesta ini segera digelar. Jangan ganggu aku.”
Kata Bastian.
“Kamu jahat mas, aku sangat
kecewa denganmu. Pasti kamu sengaja kan memperlakukanku seperti ini karena kamu
masih menyukai mantan istrimu.” Kata Vania, namun Bastian tidak peduli dengan
perkataan Vania.
Vania tidak putus asa, kali ini
dia menggoda Bastian dengan mengenakan pakaian kurang bahan. Vania mendekati
Bastian sambil berlenggak lenggok untuk membuat Bastian tergoda, namun Bastian
tetap fokus dengan pekerjaannya.
“Sayang, ayo kita tidur bersama.”
Kata Vania duduk di pangkuan Bastian.
“Aku sedang sibuk, bahkan Bella
saja masih bisa mengerti keadaanku saat aku sedang sibuk.” Kata Bastian.
“Jadi kamu membandingkanku dengan
Bella? Dia bahkan tidak pernah mengurusmu, dia hanya sibuk dengan karirnya.
Memangnya pernah dia memasakkan makanan untukmu? Pernahkah dia meluangkan waktu
untukmu? Bukankah selama ini dia hanya sibuk dengan karirnya seperti syuting
dan pemotretan. Bahkan sampai digosipkan dengan banyak laki-laki. Setibanya
dirumah dia kelelahan langsung tidur, sedangkan kamu yang selalu melayaninya,
kamu bahkan memasak untuknya. Wanita seperti itu tidak pantas untukmu.” Kata
Vania.
“Jaga ucapanmu, kamu tidak tau
apa-apa tentang dia. Dia memang jarang memasak karena ada mbak art dan aku
melarangnya karena takut dia kelelahan. Setidaknya masakan dia jauh lebih enak
dibandingkan masakanmu. Dia memang sibuk dengan karirnya tapi setidaknya dia
selalu mengirim pesan dan menelfonku hanya untuk bertanya apakah aku sudah
__ADS_1
makan, kamu sedang apa, dan selalu mengingatkanku akan hal-hal kecil. Setiap
malam setelah dia pulang kerja, kamu tau apa yang dia lakukan padaku? Dia
memperlakukanku layaknya seorang raja, dia memijatku dan melayaniku sepenuh
hati meskipun dia sangat lelah saat itu. Meskipun aku sedang sibuk, dia selalu
disampingku menemaniku bukannya malah marah-marah tidak jelas sepertimu. Kalau
dia mulai mengantuk barulah aku berhenti dan kita tidur bersama. Aku jauh lebih
tau seperti apa dia, jadi jangan menyimpulkan hal-hal yang belum tentu benar.
Padahal dulu kamu sahabatnya, manajer sekaligus asisten pribadinya tapi apa
yang kamu ketahui tentangnya. Asal kamu tau ya, dia selalu memikirkanmu, dia
juga sering cerita padaku tentangmu. Aku benar-benar kesal dan kecewa denganmu,
aku mau keluar dan jangan berani menelfonku.” Kata Bastian, kemudian dia pergi
sambil membawa laptopnya, Bastian meninggalkan ponselnya di laci.
Vania membuka ponsel Bastian,
kemudian dia melihat isi galeri di ponsel Bastian.
“Dia masih menyimpan semua foto
mereka berdua, tapi tetap saja Bella membuatku kesal dengan ucapannya tadi. Dia
benar-benar membuatku semakin murka. Sampai kapanpun aku tidak boleh kehilangan
Bastian. Aku tidak peduli meskipun dia masih menyukai Bella, dia tetaplah
suamiku.” Kata Vania.
**
Bastian kembali ke kamar hotel.
“Kamu dari mana semalam?” Tanya
Vania.
“Dari kantor.” Kata Bastian.
“Jadi kamu menginap semalam di
kantor?” Tanya Vania.
“Aku mau mandi lalu sarapan.”
Kata Bastian.
“Baiklah, aku siapkan bajumu.”
Kata Vania.
Setelah itu, mereka turun ke
bawah untuk sarapan bersama.
Bastian fokus makan sedangkan
Vania asyik mengambil gambar dirinya bersama Bastian.
“Jangan mengambil fotoku.” Kata
Bastian.
“Memangnya kenapa? Lagipula
__ADS_1
sekarang kita kan sepasang suami istri.” Kata Vania.
“Tapi aku tidak nyaman saja.”
Kata Bastian.
“Kenapa? Bukannya dulu kamu
sangat suka dengan foto-foto bahkan selalu foto bersama Bella.” Gerutu Vania.
“Bisakah kamu tidak membahas masa
lalu? Kamu benar-benar membuatku kesal, aku kehilangan selera makan.” Kata
Bastian, lalu dia pergi meninggalkan Vania.
“Sayang sayang kamu mau kemana?
Tunggu aku.” Teriak Vania.
Bastian terus berjalan tanpa
memperdulikan Vania yang mengejar di belakangnya. Tiba-tiba Bastian menabrak seorang
wanita.
“Maaf, saya terburu-buru.” Kata
Bastian.
“Bastian.” Kata Bella.
“Bella, sedang apa kamu disini?”
Tanya Bastian dengan perasaan penuh bahagia.
“Aku sedang ada pertemuan dengan
salah satu pemilik fashion store. Dia menawariku untuk menjadi modelnya..” Kata
Bella.
“Benarkah? Wah selamat ya
untukmu. Kamu menginap juga disini berarti?” Tanya Bastian.
“Tentu saja, maaf aku
terburu-buru. Happy honeymoon.” Bisik Bella. Kemudian Bella segera pergi
meninggalkan Bastian. Bastian sangat bahagia karena Bella juga menginap di
hotel yang sama dengannya.
“Seharusnya aku bertanya dia
menginap di kamar berapa.” Kata Bastian dalam hati.
“Mas, kamu kenapa sih tiba-tiba
meninggalkanku.” Kata Vania tiba-tiba.
“Aku mau kembali ke kamar.” Kata
Bastian.
“Mas kita berenang bersama yuk.”
Ajak Vania.
“Aku tidak ingin renang, kita
kembali saja ke kamar.” Kata Bastian sambil menggandeng Vania.
__ADS_1
“Astaga dia menggandeng tanganku.
Senang sekali rasanya.” Kata Vania dalam hati.