
Dua jam kemudian mereka sudah kembali ke dalam restoran menemui Bu Halimah yang sedang mengecek data pembukuan.
jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Aurel mengajak Bu Halimah pulang karena dia merasa lelah dan juga sore ini barang-barang perlengkapan hantaran akan di antarkan oleh petugas toko dan juga untuk menghias hantaran.
Mereka kemudian turun ke tempat parkir setelah sebelumnya pak sopir pulang dulu untuk meletakkan semua barang-barang di rumah. dan sekarang dia kembali menjemput nyonya besarnya dan juga dua nona muda di Mall Artagraha.
mereka menunggu cukup lama di tempat parkir karena kebetulan jalanan macet karena jam pulang kantor.
pukul setengah lima mereka bertiga sudah sampai di rumah keluarga Ahmad. kebetulan tak lama kemudian mobil yang mengantar perlengkapan hantaran sudah datang bersama seorang pekerja yang bertugas untuk menghias hantaran.
setelah mempersilahkan petugas pengantar perlengkapan hantaran masuk dan membawa semua perlengkapan yang sudah di beli Bu Halimah, Bu Halimah kemudian menyuruh bi Inah dan juga pak sopir untuk membawa semua hantaran yang akan di bungkus dan di hias.
kebetulan barang-barang hantaran tersebut di letakkan di kamar tamu oleh pak sopir.
setelah semua barang hantaran sudah di letakkan di ruang tamu, petugas penghias hantaran langsung saja menghias hantaran dan memasukkannya ke dalam kotak yang sudah Bu Halimah beli tadi.
sedangkan Fitri dan Aurel langsung pergi ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan rebahan sejenak. karena dari tadi kaki mereka berdua terasa sangat pegal seharian berkeliling di mall.
Ahmad yang sedari tadi berada di dalam kamarnya langsung saja keluar dan turun menuju ke ruang tamu. dia penasaran kenapa ada suara berisik di bawah.
"ada apa sih ma?? kok kedengarannya berisik banget??" tanya Ahmad kepada Bu Halimah.
Bu Halimah yang mendengar suara Ahmad langsung menoleh ke sumber suara.
"eh kamu. gak papa kok. cuma ini persiapan buat acara lamaran kamu aja." kata Bu Halimah menjelaskan.
"oh gitu. terus sekarang Fitri kemana??"
''lagi di kamar. mau bersih-bersih terus istirahat katanya."
"emang mama sama Fitri dan Aurel habis beli ini semua??"
"iya."
"kenapa gak bilang aku sih ma. kan aku juga bisa anterin mama."
"kan mama tadi sekalian pergi ke Restoran mama yang ada di mall itu. dan mama juga sebenarnya gak berencana buat beli ini semua. tapi tiba-tiba aja mama kepikiran buat beli sekarang. jadi mama beli sekalian. biar Fitri juga bisa milih sendiri apa yang dia suka."
__ADS_1
"aduh. mama alesan aja sih."
"bukan mama alesan sayang. tapi emang kaya gitu kejadiannya. ya udah ah mama mau mandi dulu. kamu disini aja ya nungguin petugasnya beresin ini semua."
"ya udah deh mah. mama sana mandi dulu. biar aku disini. sekalian lihat-lihat hantaran apa aja yang mau di bawa di acara lamaran besok."
Ahmad lalu duduk di sofa dan memperhatikan petugas penghias hantaran sedang bekerja.
"mbak, kalo biasanya hantaran pernikahan itu ada berapa kotak sih???" tanya Ahmad.
"em tergantung mas. mau yang paket komplit atau paket hemat."
"kalo paket komplit biasanya ada sekitar sepuluh sampai lima belas macem."
"banyak banget mbak." kata Ahmad terkejut.
"iya biasanya segitu mas."
"kalo paket hemat berapa macem??"
"biasanya sih 5 macem."
"nih kalo mama saya pesen kotaknya ada berapa??"
Ahmad lalu memperhatikan semuanya dan melihat berbagai perlengkapan untuk menghias kotak hantaran tersebut. dia yakin betul karena pilihan mamanya pasti yang bagus dan terbaik. dia tidak akan memilih sesuatu yang jelek untuk anaknya.
"oh gitu."
hingga setengah jam kemudian, petugas tadi sudah selesai dengan pekerjaannya lalu pamit untuk pulang. sementara kotak-kotak hantaran yang sudah rapi di taruh kembali ke dalam kamar tamu yang tadi oleh Pak sopir di bantu Ahmad.
semua total ada sepuluh kotak. seperti, : satu set untuk kotak perhiasan, satu set untuk baju kebaya couple, satu kotak untuk dress, sepatu hak tinggi, pakaian dalam, handuk, skin care, perlengkapan mandi, perlengkapan ibadah , dan juga selimut.
semuanya sudah tersusun rapi. tinggal membawa semua barang-barang hantaran ini ke rumah calon mertuanya.
"aduh gak sabar aku mau ke rumah calon istri." batin Ahmad sambil melamun.
Bu Halimah yang sudah selesai mandi langsung turun dan kembali ke ruang tamu. tapi semua sudah bersih tak ada lagi orang yang menghias hantaran.
"pada kemana ini orangnya??" batin Bu Halimah.
__ADS_1
tapi kemudian Bu Halimah masuk ke dalam kamar tamu yang tadi tempat meletakkan barang-barang hantaran sebelum di hias.
saat membuka pintu kamar, Bu Halimah terkejut kenapa Ahmad ada di dalam kamar itu dan melamun. Bu Halimah langsung masuk pelan-pelan tanpa disadari oleh Ahmad. dan menepuk pundak anak laki-lakinya perlahan.
"hayo..ngelamunin apa???"
"eh mama. sejak kapan mama ada di sini??" tanya Ahmad gelagapan.
"sejak kamu melamun."
"ah mama. aku gak ngelamun kok. cuma lagi merenung aja."
"emangnya merenungi apa sih??"
"gak papa mah. cuma gak nyangka aja bentar lagi aku mau ngelamar anak orang."
"terus kamu udah siap belum??"
"siap dong mah." kata Ahmad tegas.
"eh iya, hantarannya udah selesai semuanya kan ya??"
"udah mah. terus tadi selesai ngehias ini semua orangnya langsung pamit pulang. aku sama pak sopir langsung beresin ini semua dan masukin semuanya ke sini."
"ya udah kalo gitu gak papa. jadi bagus ya sayang seserahannya."
"iya mah. ini pasti mama beli barang-barang branded ya mah."
"lalu apa salahnya sayang?? kan mama mau yang terbaik untuk anak mama. masak iya mama ngasih barang-barang yang jelek untuk calon menantu mama. kan gak mungkin. nanti yang jelek juga keluarga kita."
"iya deh ma. nurut. berapa semuanya mah?? biar Ahmad ganti biaya seserahannya."
"apaan sih kamu nak. ya gak usah di ganti lah. itu kan kewajiban orang tua."
"tapi kan aku dah kerja mama. dan penghasilan aku juga udah lebih dari cukup kalo cuma buat beli seserahan aka. nanti di kiranya aku anak yang gak bisa mandiri. apa-apa tergantung sama orang tua."
"bukan kaya gitu juga nak. ya udah ah yang penting semuanya beres dan lusa kamu kan mau lamaran. pokoknya persiapkan dirimu ya sayang."
"oke mah."
__ADS_1
adzan magrib pun berkumandang. sekarang tiba saatnya mereka akan melaksanakan ibadah shalat magrib. Bu Halimah dan Ahmad langsung bergegas keluar dari kamar tamu dan masuk menuju musholla di belakang rumah..
bersambung....