
mereka berempat melihat kepergian Aurel dari ruang keluarga. setelah itu langsung melanjutkan obrolan yang tadi di meja makan.
"gimana kamu setuju gak tentang seminar Pra nikah yang mama usulin." tanya Bu Halimah pada sepasang calon pengantin itu.
"ya aku sih nurut aja mah. kalo demi kebaikan kita." kata Ahmad.
"kalo kamu gimana sayang??" tanya Bu Halimah pada calon mantunya.
"emm. kalo seminar pranikah nya disini berarti kita seminggu sekali kesini dong." tanya Fitri.
"iya. kamu gak keberatan kan??" tanya Bu Halimah.
"ya nanti lah ma. aku pikir-pikir dulu." kata Fitri.
"oke lah. mama bisa paham. apalagi kamu kan ASN jadi agak susah ya ngatur waktunya."
Mereka mengganti topik pembicaraan yang lain. Bu Halimah tahu jika Fitri masih keberatan mengenai rencana untuk menghadiri seminar pranikah yang biasanya di adakan setiap seminggu sekali di Bandung.
Lama mereka ngobrol, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aurel sudah siap dengan celana jeans, sweater dan juga tas selempangnya. dia tidak mau rencana untuk wisata kuliner malam gagal. makanya bersiap-siap sejak awal.
Aurel lalu turun menuju ruang keluarga menghampiri mereka semua yang masih asyik bercengkrama.
"hai semua." kata Aurel.
"eh kamu dek udah rapi aja. emangnya jadi mau kulineran ya??" goda Pak Hakim.
"ya harus jadi dong pah. kan aku udah ngiler banget pengen jajan di kota sendiri." Aurel.
"ya udah mbak siap-siap dulu ya di kamar." kata Fitri sambil beranjak dari tempat duduknya.
"oke mbak, jangan lama-lama ya. nanti keburu tutup tukang dagangnya." Aurel.
"oke deh."
Fitri lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengganti baju dan juga membawa tas selempangnya.
"ya udah Abang juga ganti baju dulu di atas ya dek. masa iya keluar cuma pake celana kolor." Ahmad.
"iya deh sana bang, cepetan gak pake lama. nanti keburu cacing-cacing di perutku demo minta makan." Aurel.
"iya..iya.. bawel.."ujar Ahmad.
Ahmad lalu naik ke lantai atas untuk berganti pakaian.
__ADS_1
sepuluh menit berselang, Ahmad sudah rapi dengan hem lengan panjang dan celana jeans sobek-sobek tak lupa juga sneakers.
"yuk berangkat." kata Ahmad.
"bentar bang, calon bini Lo belum keluar dari kamarnya. tungguin dia dulu." kata Aurel.
"oke, ya udah gue manasin mobil dulu mendingan." kata Ahmad sambil pergi menuju garasi.
tak lama setelah Ahmad keluar menuju garasi, Fitri juga keluar dari kamarnya. dia menggunakan sweater dan juga celana jeans. tak lupa menggunakan sneakers kesayangannya dan juga tas selempang.
"ayok dek berangkat, eh Abang kamu mana??" tanya Fitri.
"udah di depan kok mba. lagi manasin mobil. ya udah yuk berangkat." kata Aurel.
tak lupa mereka berdua berpamitan kepada bapak dan ibu Hakim yang masih setia duduk di ruang keluarga.
setelah mereka berpamitan dan menyalami keduanya,
"jangan lupa oleh-olehnya ya dek." kata Pak Hakim.
"oke pah, papa mau dibawain apa emangnya??" tanya Aurel.
"martabak manis sama martabak telur juga boleh dek." kata Bu Halimah.
"ya gapapa, kan bisa di panasin terus di makan besok pagi." kata Pak Hakim.
"ya udah kalo gitu nanti Aurel beliin deh pah, ma. papa sama Mama mau pesen apa lagi??." tanya Aurel.
"gak ah itu aja,"
"ya udah kalo gitu kita berangkat dulu ya pah, ma." ucap Aurel.
"iya nak, hati-hati di jalan ya. jangan pulang sampe larut malem." ucap Bu Halimah.
"tenang aja mah. kan ada bang Ahmad sama mba Fitri."
"Fitri, mama titip Aurel ya. soalnya dia kadang suka ngilang gak jelas kalo liat makanan enak dikit." pesan Bu Halimah pada Fitri.
"oke ma. siap. akan Fitri awasin nih Aurel."
"oke. sebelumnya makasih ya."
"sama-sama." kata Fitri sambil tersenyum.
__ADS_1
mereka langsung pergi keluar dan menghampiri Ahmad.
Sampai di depan rumah, mereka langsung masuk mobil. dan mobil meluncur menuju alun-alun kota Bandung. udara di perumahan cukup dingin. membuat Ahmad juga mengecilkan AC mobilnya.
perjalanan menuju alun-alun tidak memakan waktu yang lama hanya sekitar tiga puluh menit mereka sampai di alun-alun kota Bandung.
sampai di dekat alun-alun, Ahmad mencari parkiran di area tersebut, Ahmad memarkirkan mobilnya di depan masjid dekat dengan alun-alun kota Bandung.
setelah selesai memarkirkan mobilnya, mereka bertiga kemudian keluar dari mobil dan berjalan beriringan menuju food court tempat aneka jajanan tersedia di sana.
Aurel dibuat takjub dengan keindahan alun-alun kota pada malam hari. banyak lampu warna warni berkelap-kelip menghiasi pepohonan.
"wah indah banget bang, tahun lalu kayaknya gak kaya gini deh." kata Aurel terkagum - kagum.
"iya dek, sekarang banyak yang berubah dari tempat ini. ya udah yuk sekarang kamu pengen jajan makanan apa??" tanya Ahmad.
"bentar bang, mendingan kita muter-muter aja dulu bentar biar agak laperan dikit terus makan deh." ucap Aurel.
"nanti aja muter-muternya ini udah jam setengah sepuluh malam dek. nanti keburu tutup pedagangnya." saran Fitri.
"ya udah deh, kita pesen banyak makanan dulu di bungkus, nanti makannya belakangan."
"terserah kamu lah dek." ucap Ahmad.
mereka bertiga kemudian berkeliling di area food court sambil melihat makanan apa yang akan mereka makan. lalu mereka bertiga membagi tugas untuk membeli makanan masing-masing.
Aurel memesan baso Aci 3 porsi, lalu Fitri memesan cimol, cakue dan cireng yang juga tiga porsi. sedangkan Ahmad memesan martabak manis dan martabak telor masing-masing dua porsi.
sementara Ahmad menunggu martabak matang, dia memesan 3 gelas minuman. jus mangga, coklat Oreo, dan juga ice cappucino latte..
setelah pesanan siap, mereka berkumpul di meja nomor 20. mereka duduk saling berhadapan.
martabak manis dan telur masing-masing satu porsi untuk oleh-oleh papa dan mamanya sudah siap. sekarang mereka tinggal menyantap makanan yang ada di depan mereka.
karena cuaca yang sedikit dingin, mereka makan bakso Aci di campur dengan cireng. lalu setelah selesai memakan bakso Aci, mereka makan cimol dan cakue sambil ngobrol-ngobrol santai.
lama mereka duduk karena kekenyangan, setelah setengah jam berlalu, mereka akhirnya bangun dari tempat duduknya masing-masing dan berjalan berkeliling di sekitar alun-alun sambil menikmati udara malam kota Bandung.
lama mereka berkeliling, setelah dirasa capek, mereka berhenti sejenak di trotoar sambil duduk melihat aneka mobil berlalu lalang. hiruk pikuk kota yang tak pernah sepi hingga tengah malam datang.
bersambung....
jangan lupa untuk selalu vote....like... coment...dan follow author ya.....
__ADS_1
Miss you...😘😘