
Pagi ini udara di kota Bandung sangat dingin. membuat siapa saja enggan beraktivitas. mereka lebih betah berada di balik selimut sambil tertidur.
tapi tidak untuk keluarga Pak Hakim. pagi-pagi sekali mereka sudah melaksanakan aktivitas seperti biasanya. setelah melaksanakan kewajiban kepada Tuhan, mereka kemudian kembali ke aktivitas selanjutnya. Pak sopir kembali membersihkan mobil dan memanaskan mesin. Bi Inah kembali ke dapur untuk mempersiapkan makan pagi. Ahmad dan kedua orang tuanya memilih untuk berolahraga di ruang gym.
sedangkan Fitri dan Aurel berjoging di area taman sekitar rumah.
"mbak, beneran mbak mau pulang nanti siang??" tanya Aurel.
"iya dek. kenapa emangnya??." kata Fitri.
"kenap gak besok aja sih mbak. kan aku jadi kesepian disini."
"ya gak kesepian dong dek. kan ada mama, papa dan yang lainnya."
" ya maksudnya bukan gitu mbak. aku jadi gak ada temen curhat yang seumuran."
"kan ada temen kamu yang tempo hari ketemu di alun-alun pas kita lagi minum wedang ronde itu."
"ah mbak. apaan sih. dia kan cowok."
"lha terus apa salahnya kalo cowok?? kan enak juga di ajak curhat."
"kita kan baru ketemu juga mbak. masa iya langsung main curhat-curhatan aja."
"ya udah deh kalo kamu kesepian. mendingan kamu ikut mbak pulang ke kampung mbak aja. gimana??"
"emang boleh mbak??"
"ya boleh dong. tapi kan kamu juga harus ijin sama mama dan papa."
"iya deh nanti aku coba tanyain ke mereka boleh apa gak ikut sama kalian."
"oke deh."
mereka berdua lalu beristirahat dan mengelap keringat yang keluar dari dahi masing-masing.
"duh, joging gini aja capek banget ya mbak."
"itu tandanya kamu jarang olahraga dek."
"hehe...iya mbak. gak sempet soalnya. aku biasanya olahraga jari alias ngetik di depan laptop."
"ah kamu ini."
mereka kemudian mengambil air dan meminumnya untuk mengurangi dahaga di tenggorokan.
tak lama kemudian, Bu Halimah datang untuk mengajak mereka sarapan.
__ADS_1
"eh kalian disini. mama cariin dari tadi juga."
"iya mah. kita barusan joging di sini." kata Aurel.
''ya udah yuk masuk dulu. siap-siap buat sarapan. tu tadi bi Inah udah selesai masak."
"iya deh mah. tapi kita keringetan."
"dilap dulu keringetnya. nanti kalo udah ke ruang makan ya. mama tunggu disana "
"oke mah." kata Fitri.
setelah selesai menuntaskan keringat, mereka berdua langsung masuk menuju meja makan. disana sudah ada Bu Halimah, Pak Hakim dan juga Ahmad yang sudah menunggu.
mereka berdua lalu duduk di kursi masing-masing. bau masakan bi Inah membuat perut mereka menjadi keroncongan.
mereka semua memulai sarapan pagi ini dengan ceria. walaupun semuanya belum mandi karena habis olahraga pagi.
menu sarapan pagi ini adalah tumis cumi lada hitam, dan juga ca brokoli wortel. mereka semua makan dengan lahap tanpa bersuara. hanya ada suara sendok beradu dengan garpu di atas piring.
selesai makan, Aurel memulai pembicaraan. dia akan meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk ikut Fitri dan Ahmad pergi ke Cimahi.
"mah, pah. aku mau ngomong sama kalian." kata Aurel.
"kamu mau ngomong apa sayang??" tanya Bu Halimah.
"iya ngomong aja dek." kata Ahmad.
"kamu serius mau kesana??" tanya Pak Hakim.
"iya serius. boleh ya pa, ma." kata Aurel merayu.
"lebih baik kamu di rumah aja dek. besok dua hari lagi kita juga kesana."
"ih mas Ahmad mah gitu. masak gak boleh sih."
"ya bukannya gak boleh dek. tapi kan mas disana juga cuma nginep satu hari terus pulang lagi ke sini. nanti kamu capek di jalan loh."
"kan jarak dari Cimahi ke Bandung juga gak jauh banget kok mas. gak sampe tuh 5 jam."
"iya tahu. tapi apa kamu gak kasian sama mama sendirian di rumah." kata Ahmad.
"alah bilang aja supaya gak ada yang gangguin mas kan. biar bisa mesra-mesraan gitu."
"bukan begitu dek." kata Fitri.
"terus aku di ijinin gak nih sebenarnya??"
__ADS_1
"gak boleh sayang. biar mereka berdua dekat dulu. menikmati waktu bersama. kamu gak boleh ganggu mereka. biar mereka bisa secepatnya menyusun rencana lamaran." kata Bu Halimah.
"ya deh mah. nurut."
"iya dong harus nurut. mendingan kamu juga di rumah. bantuin mama buat ngurusin acara lamaran kakak kamu itu."
"bukannya udah beres ya mah."
"belum. ada beberapa hal lagi yang perlu kita selesaikan."
"oke deh. siap."
setelah perbincangan itu, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan beres-beres. Bi Inah kembali merapikan piring kotor yang ada di atas meja makan untuk di cuci. beserta dengan lauk yang masih tersisa lalu menyimpannya.
Fitri kembali masuk ke dalam kamar untuk mandi dan langsung bersiap-siap untuk membereskan semua barang-barangnya. dia akan pulang kampung nanti siang. jadi dia mulai mengemas semua barang-barangnya dari dalam kamar itu.
setelah selesai berkemas, dia keluar kamar dan berjalan menuju gazebo yang ada di taman. melihat sekeliling ada banyak bunga anggrek warna-warni yang bermekaran. dan juga ada kolam ikan koi yang jernih. melihat ikan meliuk-liuk bebas di dalam air membuat Fitri jadi ingin berenang. tapi sayangnya dia tidak bisa berenang.
Ahmad uang yang tahu jika sang pujaan hati berada di gazebo taman sambil melamun langsung mendekatinya dan memeluknya dari belakang secara diam-diam.
Fitri yang merasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang langsung memberontak dan menengok ke belakang. ternyata sang kekasih yang sedang memeluknya.
"ih apaan sih mas. lepasin gak??." kata Fitri.
"gak. salah siapa ngelamun sendirian di gazebo. lagi ngelamunin apa sih emangnya??"
"gak papa kok. udah sekarang lepasin. malu dilihatin orang."
"pokoknya gak bakal aku lepasin."
"ih kamu ya. nanti dikiranya aku cewek gampangan. kamu juga sih main peluk-peluk sembarangan." kata Fitri cemberut.
"idih. marah ni ye.. kaya gitu aja marah. ya udah deh aku lepasin." Ahmad mulai melepaskan pelukannya lalu ikut duduk di gazebo.
"kamu ngapain disini??" tanya Ahmad.
"gak ngapa-ngapain. lha mas ngapain ke sini???" tanya Fitri.
"kan aku kesini gara-gara lihat kamu ngelamun. apa ada yang ganggu pikiran kamu?? coba ceritain ke aku."
"gak kok mas. gak papa."
"kamu mah gitu. selalu main rahasia-rahasiaan."
"gak ah. kata siapa aku kaya gitu."
"kata aku barusan." Ahmad.
__ADS_1
"gak. aku tadi cuma lihatin bunga sama ikan yang ada disini."
bersambung....