
"hah pelakor??. siapa yang kalian sebut pelakor itu??." tanya Vina.
"ya temen kamu lah. siapa lagi kalo bukan dia."
"mana mungkin dia pelakor, orang dia juga single dan cowoknya juga single kok."
"heh, lebih tau mana aku sama kamu??" tanya Rini.
"ya lebih tahu aku lah, orang aku sahabatnya dia kok."
"heh bilangin ya sama temen Lo, jangan suka ngambil punya orang lain. nanti kena karma baru tau rasa."
"ngambil punya orang lain siapa?? setahuku dia gak kaya gitu."
Perdebatan pun makin panas.
"asal kamu tahu ya, tuh cowok yang suka anter jemput sahabatmu itu, pacar sahabat aku."
"ah itu dulu kali. orang mereka kenal juga baru-baru ini aja kok."
"Lo terlalu percaya sama dia, orang jelas-jelas dia ngerebut cowok itu dari temen gue."
"au ah. males ngomong sama perawan tua. bawaannya sensi mulu." kata Vina yang langsung pergi dari situ, daripada harus aduul mulut dengan seniornya.
Rini memang terkenal sebagai perawan tua selain di cap sebagai ratu gosip. karena usianya yang hampir menginjak kepala tiga tapi masih belum menikah juga.
mungkin laki-laki yang mendekatinya takut kali, orang terkenal dengan mulut yang pedes.. sepedes dicampakkan mantan..wkwkwk..😅
"heh apa kamu bilang barusan??."
"makanya jaga tuh mulut biar gak dipake buat gosipin orang aja. jadi males kan cowok yang mau deket sama kamu. takut di gosipin terus."
Orang-orang yang mendengar perdebatan Vina dengan Rini langsung berbisik-bisik di belakang mereka.
"iya juga ya, mungkin cowok yang mau deket sama mbak Rini jadi takut. orang dia ratu gosip." kata April kepada Nurul.
"mungkin. ya udah yok kerja lagi. takut bos curiga kita rame-rame di sini."
__ADS_1
mereka semua akhirnya membubarkan diri. Rini yang di skakmat oleh Vina hanya bisa menahan malu karena ucapan Vina.
"bisa-bisanya dia ngatain gue perawan tua. awas aja besok bakal gue bales." batin Rini sambil mengepalkan tangannya.
Anis yang mengetahui sahabatnya itu sedang menahan amarah lalu mengajak Rini pergi dari situ.
Rini pun hsnya menurut ketika Anis membawanya. pergi dan kembali ke ruangannya adalah solusi yang cukup tepat.
setelah kejadian itu, Vina menceritakan semuanya pada Fitri. sehingga sekarang Fitri bertanya-tanya. Siapakah Salsa itu?? apakah kekasih dari Ahmad??? tapi dia kan calon istrinya. kenapa Ahmad tidak menceritakan semua tentang masa lalu padanya. hingga kini dia diliputi rasa serba salah.
"apa yang sebenarnya terjadi?? apakah aku ini pelakor??" tapi keluarga Ahmad pun tidak pernah menceritakan seorang perempuan yang dekat dengan dirinya. apa keluarga Ahmad terkesan menutup-nutupi sebuah rahasia besar??
Fitri tidak mau itu semua terjadi. lebih baik sebelum semuanya terlambat, akan dia tanyakan saat pulang kerja nanti pada orang yang bersangkutan.
Dia tidak mau terus di fitnah atau di cap sebagai pelakor. karena memang dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Ahmad dan wanita bernama Salsa itu. yang katanya sahabat dari Rini senior di kantornya.
"huh kenapa serba salah gini sih." batin Fitri.
Seharian ini, dia tidak fokus bekerja. dia lebih sering melamun memikirkan hal itu. kata-kata pelakor masih terus terngiang-ngiang di otaknya.
dan sekarang, jam pulang kantor pun tiba. dia akan menanyakan itu semua kepada Ahmad.
"oh jadi gitu ceritanya??." kata Ahmad yang baru tahu ternyata dirinya sedang menjadi gosip di kantor tempat Fitri bekerja.
"iya. aku sekarang mau tanya sama kamu mas."
" tanya aja."
Fitri pun menanyakan tentang Salsa kepada Ahmad secara langsung. agar dirinya tidak dilanda kecemasan yang berlebihan akibat dicap sebagai pelakor.
"kamu kenal Salsa?? ada hubungan apa kamu sama dia??."
Ahmad yang mendengar pertanyaan tentang Salsa langsung mengerem mobilnya secara mendadak. Fitri pun menjadi terkejut dibuatnya.
apa bener ada hubungan spesial antara calon suaminya dan juga wanita yang namanya Salsa itu. Kenapa Ahmad malah kaget mendengar pertanyaan Fitri?? apa yang sebenarnya terjadi??.
"Salsa itu mantan pacar aku beberapa tahun yang lalu sayang. kamu gak usah bingung gitu."
__ADS_1
"tapi kenapa kamu kaget kaya gitu pas aku tanya nama dia?? aku jadi curiga deh."
"ya kaget aja. emang gak boleh??." Ahmad balik bertanya kepada Fitri.
"tapi aneh aja. aku yakin kamu pasti punya kenangan yang mendalam sama dia ya kan. jujur deh."
"i..iya juga sih. tapi itu dulu sayang. aku kan udah punya kamu."
"aku tetep gak percaya sama kamu. kamu masih ada rasa kan sama dia."
"aku harus ngomong gimana lagi sih sayang. jujur dari hatiku yang paling dalam aku itu udah gak punya perasaan sama dia. karena dia udah khianatin kepercayaan yang aku berikan."
" tapi kata Vina yang dia dengar dari mbak Rini . si Salsa itu diputusin sama kamu. katanya kamu yang selingkuhin dia. jadi aku harus percaya sama yang mana??."
"percaya sama aku lah. sumpah demi Tuhan semua itu gak bener. aku itu jadi korban dan kejadian itu udah hampir 3 tahun yang lalu sayang. kamu harus inget ya sayang. kunci dalam sebuah hubungan itu adalah kepercayaan dan komunikasi. jika salah satunya gampang terhasut oleh orang lain dan tidak mempercayai pasangannya, maka tidak ada yang abadi dalam sebuah hubungan."
"iya tapi aku masih ragu aja."
"apa yang kamu raguin sayang?? mama juga udah tahu semuanya tentang mantan aku. jadi kamu gak usah khawatir sama aku."
"aku gak khawatir, cuma was-was dan curiga aja. aku takut di labrak orang."
"siapa yang berani sama kamu??"
"ya temennya mantan pasangan kamu dulu lah. dia kan senior aku. jadi aku cuma gak mau terjadi keributan terus di kantor. nanti aku malah yang di pecat."
"mendingan kita ketemu aja sama perempuan itu. biar jelas apa maunya. gimana sayang??."
"besok coba aku ngomong sama mbak Rini. mana tahu dia mau ngobrol dan nyelesein masalah ini baik-baik. aku capek di sindir terus. mana di sindir pelakor lagi. aku kan malu."
"ya udah ah, jangan dengerin kata orang. yang penting kamu gak ngelakuin hal itu.
"oke."
Ahmad lalu mengalihkan perhatian Fitri dengan mengajak berbicara tentang perpustakaan kota tempat pertama kali mereka bertemu.
Fitri juga baru menyadari bahwa dia sudah jarang berkunjung ke perpustakaan tersebut. terlebih lagi ada buku yang masih belum dikembalikan oleh Fitri.
__ADS_1
Karena sejak kecelakaan di mall waktu itu Fitri sering di antar jemput oleh Ahmad sehingga dia jarang berkunjung ke sana. apa kabar dengan Bu Dina?? dan apa kabar dengan buku yang kemarin dia pinjam??