
Bastian datang bersama Bella.
Bella tampil menggunakan gaun putih dan terlihat sangat cantik dan elegan.
Semua tamu termasuk orang tua Bastian dan Carly syok melihat kedatangan Bastian
dan Bella.
“Dia sangat cantik.” Kata kakak
Bastian dalam hati.
Lalu Bastian segera berdiri tepat
didepan para tamu sedangkan Bella berdiri di samping Bastian.
“Maaf jika saya datang terlambat.
Sebelumnya saya mohon maaf karena tidak bisa melanjutkan untuk bertunangan
dengan Carly, karena ini bukanlah kehendak dan kemauan saya melainkan kemauan
orang tua saya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena saya juga telah
melamar seorang wanita pilihan saya dan kami berdua saling mencintai.” Kata
Bastian sambil menggandeng tangan Bella sambil menunjukkan cincin pasangan mereka
berdua.
“Apa maksud semua ini?” Tanya
ayah Carly sangat marah.
“Ini bukanlah kemauan saya
melainkan orang tua saya yang memaksa saya untuk menikah dengan Carly, dari
awal saya menolaknya namun kedua orang tua saya tetap memaksa saya. Maafkan
saya.” Kata Bastian.
“Kurang ajar kamu, kamu telah
mempermainkan putriku.” Kata ayah Carly sambil meremas jas Bastian dan hampir
memukulnya namun Bella menarik tangan Bastian sehingga ayah Carly gagal memukul
Bastian.
“Kamu benar-benar membuat malu
keluarga. Mulai saat ini juga aku akan menghapus nama mu dari keluarga.” Kata
__ADS_1
ayah Bastian.
“Tidak apa-apa memang itulah
resikonya, aku dengan senang hati menerimanya tapi papi dan mami tidak berhak
melarangku untuk menikahi wanita pilihanku. Aku tetap berpendirian teguh untuk
menikahi Bella.” Kata Bastian.
“Mami kecewa denganmu, mami
sampai kapanpun tidak pernah menyetujui pernikahanmu dengan gadis miskin dan
tidak tau diri itu.” Kata ibu Bastian.
“Permisi, aku akan pergi. Jaga
diri mami dan papi dengan baik. Aku pergi dulu kak.” Kata Bastian.
Lalu Bastian dan Bella pergi.
Bella pun menangis.
“Kenapa kamu menangis?” Tanya
Bastian sambil mengusap air mata Bella.
“Haruskah kita seperti ini?
jadi dibenci oleh orang tuamu, aku tidak ingin kamu jadi anak yang tidak
berbakti dengan orang tua karena aku.” Kata Bella smabil menangis.
“Hei jangan bicara seperti itu,
inilah pilihanku dan aku siap dengan semua resikonya, aku akan berusaha agar
orang tuaku bisa menerima kita ya, sudahlah jangan menangis, aku jadi semakin
seidh kalau melihatmu mennagis, aku tidak tega melihatmu menangis seperti ini.”
Kata Bastian.
“Bastian.” Panggil kakak Bastian.
“Kak Alice.” Kata Bastian, lalu
Bastian memeluk kakaknya.
“Kemarilah Bella.” Kata Alice.
Lalu Alice memeluk Bella juga.
__ADS_1
“Kapan kakak datang kemari?”
Tanya Bastian.
“Kemarin, dimana apartemenmu? Ayo
kita kesana saja.” Kata Alice.
“Kakak ku sudah tau hubungan kita
dan dia sangat menyukaimu.” Kata Bastian kepada Bella.
“Akhirnya ada yang menyukaiku
selain kamu.” Kata Bella tersipu malu.
“Aku sangat bangga padamu Bas,
akhirnya kamu bisa menentang keinginan mami dan papi. Aku tidak ingin kamu
seperti kakak.” Kata Alice.
“Kakak jangan bicara seperti itu,
semua orang berhak bahagia dengan caranya dan jalannya masing-masing kok.” Kata
Bella.
“Iya kamu benar Bell, memang
Bastian tidak salah memilihmu dan Bastian beruntung bisa mendapat wanita
sepertimu yang baik hati dan sangat cantik. Aku sungguh iri dengan kalian
berdua.” Kata Alice.
“Oh ya kak lalu bagaimana dengan
keluarga Carly tadi? Aku sangat membencinya karena sifatnya yang seperti itu,
dia kasar dan tidak punya empati sama sekali bahkan dia juga hanya mengandalkan
semuanya dengan uang. Aku sangat membenci wanita seperti itu.” Kata Bastian.
“Sudahlah jangan membahas
keburukannya, biarkan saja.” Kata Bella.
“Iya sayang.” Kata Bastian.
“Carly tadi masih syok, mami dan
papi juga sangat kecewa denganmu tapi aku juga tidak bisa banyak membantu
__ADS_1
makanya aku menghampiri kalian.” Kata Alice.