Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bastian menolak Carly


__ADS_3

Bastian datang bersama Bella.


Bella tampil menggunakan gaun putih dan terlihat sangat cantik dan elegan.


Semua tamu termasuk orang tua Bastian dan Carly syok melihat kedatangan Bastian


dan Bella.


“Dia sangat cantik.” Kata kakak


Bastian dalam hati.


Lalu Bastian segera berdiri tepat


didepan para tamu sedangkan Bella berdiri di samping Bastian.


“Maaf jika saya datang terlambat.


Sebelumnya saya mohon maaf karena tidak bisa melanjutkan untuk bertunangan


dengan Carly, karena ini bukanlah kehendak dan kemauan saya melainkan kemauan


orang tua saya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena saya juga telah


melamar seorang wanita pilihan saya dan kami berdua saling mencintai.” Kata


Bastian sambil menggandeng tangan Bella sambil menunjukkan cincin pasangan mereka


berdua.


“Apa maksud semua ini?” Tanya


ayah Carly sangat marah.


“Ini bukanlah kemauan saya


melainkan orang tua saya yang memaksa saya untuk menikah dengan Carly, dari


awal saya menolaknya namun kedua orang tua saya tetap memaksa saya. Maafkan


saya.” Kata Bastian.


“Kurang ajar kamu, kamu telah


mempermainkan putriku.” Kata ayah Carly sambil meremas jas Bastian dan hampir


memukulnya namun Bella menarik tangan Bastian sehingga ayah Carly gagal memukul


Bastian.


“Kamu benar-benar membuat malu


keluarga. Mulai saat ini juga aku akan menghapus nama mu dari keluarga.” Kata

__ADS_1


ayah Bastian.


“Tidak apa-apa memang itulah


resikonya, aku dengan senang hati menerimanya tapi papi dan mami tidak berhak


melarangku untuk menikahi wanita pilihanku. Aku tetap berpendirian teguh untuk


menikahi Bella.” Kata Bastian.


“Mami kecewa denganmu, mami


sampai kapanpun tidak pernah menyetujui pernikahanmu dengan gadis miskin dan


tidak tau diri itu.” Kata ibu Bastian.


“Permisi, aku akan pergi. Jaga


diri mami dan papi dengan baik. Aku pergi dulu kak.” Kata Bastian.


Lalu Bastian dan Bella pergi.


Bella pun menangis.


“Kenapa kamu menangis?” Tanya


Bastian sambil mengusap air mata Bella.


“Haruskah kita seperti ini?


jadi dibenci oleh orang tuamu, aku tidak ingin kamu jadi anak yang tidak


berbakti dengan orang tua karena aku.” Kata Bella smabil menangis.


“Hei jangan bicara seperti itu,


inilah pilihanku dan aku siap dengan semua resikonya, aku akan berusaha agar


orang tuaku bisa menerima kita ya, sudahlah jangan menangis, aku jadi semakin


seidh kalau melihatmu mennagis, aku tidak tega melihatmu menangis seperti ini.”


Kata Bastian.


“Bastian.” Panggil kakak Bastian.


“Kak Alice.” Kata Bastian, lalu


Bastian memeluk kakaknya.


“Kemarilah Bella.” Kata Alice.


Lalu Alice memeluk Bella juga.

__ADS_1


“Kapan kakak datang kemari?”


Tanya Bastian.


“Kemarin, dimana apartemenmu? Ayo


kita kesana saja.” Kata Alice.


“Kakak ku sudah tau hubungan kita


dan dia sangat menyukaimu.” Kata Bastian kepada Bella.


“Akhirnya ada yang menyukaiku


selain kamu.” Kata Bella tersipu malu.


“Aku sangat bangga padamu Bas,


akhirnya kamu bisa menentang keinginan mami dan papi. Aku tidak ingin kamu


seperti kakak.” Kata Alice.


“Kakak jangan bicara seperti itu,


semua orang berhak bahagia dengan caranya dan jalannya masing-masing kok.” Kata


Bella.


“Iya kamu benar Bell, memang


Bastian tidak salah memilihmu dan Bastian beruntung bisa mendapat wanita


sepertimu yang baik hati dan sangat cantik. Aku sungguh iri dengan kalian


berdua.” Kata Alice.


“Oh ya kak lalu bagaimana dengan


keluarga Carly tadi? Aku sangat membencinya karena sifatnya yang seperti itu,


dia kasar dan tidak punya empati sama sekali bahkan dia juga hanya mengandalkan


semuanya dengan uang. Aku sangat membenci wanita seperti itu.” Kata Bastian.


“Sudahlah jangan membahas


keburukannya, biarkan saja.” Kata Bella.


“Iya sayang.” Kata Bastian.


“Carly tadi masih syok, mami dan


papi juga sangat kecewa denganmu tapi aku juga tidak bisa banyak membantu

__ADS_1


makanya aku menghampiri kalian.” Kata Alice.


__ADS_2