Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 35


__ADS_3

Bastian membawa Bella kedalam


kamarnya, dia menunggu disampingnya. Akhirnya Bella tersadar, Bastian sangat


lega.


“Syukurlah kamu sudah sadar, tadi


dokter datang untuk memeriksamu dan kondisimu baik-baik saja, kamu hanya butuh


istirahat dan tidak boleh kelelahan apalagi berpikir terlalu keras. Minumlah


air putih dulu.” Kata Bastian, Bella pun meminumnya.


“Aku ingin sendiri, pergilah.”


Kata Bella.


“Aku akan menunggumu disini,


jangan khawatir.” Kata Bastian.


“Tinggalkan aku sendiri.” Kata


Bella.


“Baiklah, kalau butuh sesuatu


panggil aku ya.” Kata Bastian.


Setelah Bastian pergi dari kamar


Bella, Bella segera bangun dan berniat untuk kabur dari apartemennya.


“Lebih baik aku kabur dari sini


tapi ini kan apartemen milikku. Aku tidak peduli, lagipula aku bisa menyewa


apartemen lagi. Tapi bagaimana caraku untuk kabur, aku harus menunggu dia


sampai tidur.” Kata Bella dalam hati.


Jam menunjukkan pukul 1 malam,


Bella diam-diam keluar dari kamarnya dan Bastian tertidur di sofa ruang tamu.


“Bagus dia sudah tidur, aku cukup


membawa tas kecil saja. Jangan sampai dia terbangun.” Kata Bella dalam hati.


Dan Bella pun berhasil membuka


pintu, namun sayang dia justru tersandung akhirnya menimbulkan suara berisik,

__ADS_1


tentu saja Bastian terbangun. Akhirnya Bella buru-buru membuka pintu dan


keluar. Bastian yang melihat Bella keluar pun segera mengejarnya.


Bella tiba di parkiran, dia pun


segera masuk kedalam mobil, Bastian mencegah Bella didepan mobil Bella sehingga


Bella kebingungan.


“Minggir atau aku akan


menabrakmu.” Kata Bella.


“Silahkan jika kamu ingin


menabrakku, aku mohon keluarlah dan kita bicarakan dengan baik.” Kata Bastian.


“Aku tidak percaya denganmu.” Kata


Bella.


“Aku akan menjelaskan semuanya


kepadamu dan setelah itu terserah apa keputusanmu, aku akan mengikuti


keputusanmu tapi tolong dengarkan dulu penjelasanku.” Kata Bastian.


Bella pun mematikan mesin


“Aaaaaaaaaaa kenapa aku harus


kehilangan ingatanku, apa yang harus aku lakukan.” Teriak Bella sambil memukul


kepalanya dan membenturkan kepalanya ke setir mobil.


“Cepat buka pintunya, jangan


menyakiti dirimu sendiri.” Teriak Bastian sambil mengetuk pintu mobil Bella. Bella


pun akhirnya membuka pintu mobilnya, Bastian segera memeluknya. Bella menangis


histeris.


“Jangan menyakiti dirimu, lebih


baik pukul saja aku sesuka hatimu sampai kamu puas.” Kata Bastian.


“Lepaskan aku.” Kata Bella sambil


menangis.


“Sekarang kita masuk kedalam yuk,

__ADS_1


diluar sangat dingin nanti kamu masuk angin. Astaga kakimu berdarah kena apa


memangnya? Naiklah ke punggungku, aku akan menggendongmu.” Kata Bastian.


“Aku bisa jalan sendiri, lepaskan


aku.” Kata Bella.


“Tapi kakimu terluka, cepat


naiklah ke punggungku.” Kata Bastian. Karena Bella tetap berjalan dengan


kakinya yang terluka, Bastian pun menggendongnya dari belakang.


“Aku bisa berjalan sendiri.” Kata


Bella.


“Aku tidak ingin kakimu semakin


terluka, setibanya di apartemen nanti kita obati ya lukanya.” Kata Bastian


sambil menggendong Bella.


“Kenapa dia begitu perhatian


padaku? Bahkan dia tidak ingin aku terluka tapi Vania bilang padaku bahwa dia


bukan laki-laki yang baik. Tuhan tolong kembalikan ingatanku tentang dia, aku


tersiksa dengan semua ini. Siapakah yang harus aku percaya, bahkan ayah ibuku


tidak memberitahuku tentang dia, mereka hanya ingin aku secepatnya sembuh.” Kata


Bella dalam hati.


Setibanya di apartemen.


“Turunkan aku.” Kata Bella.


“Duduklah, aku akan mengambil


kotak obat lalu kita obati lukamu.” Kata Bastian.


“Aku tidak apa-apa, duduklah


sepertinya kamu kelelahan menggendongku.” Kata Bella.


“Sebentar, aku ambil kotak obat


dulu.” Kata Bastian. Bella menarik tangan Bastian.


“Duduklah, aku ingin mendengar

__ADS_1


semua penjelasanmu.” Kata Bella.


__ADS_2