
Bastian membawa Bella kedalam
kamarnya, dia menunggu disampingnya. Akhirnya Bella tersadar, Bastian sangat
lega.
“Syukurlah kamu sudah sadar, tadi
dokter datang untuk memeriksamu dan kondisimu baik-baik saja, kamu hanya butuh
istirahat dan tidak boleh kelelahan apalagi berpikir terlalu keras. Minumlah
air putih dulu.” Kata Bastian, Bella pun meminumnya.
“Aku ingin sendiri, pergilah.”
Kata Bella.
“Aku akan menunggumu disini,
jangan khawatir.” Kata Bastian.
“Tinggalkan aku sendiri.” Kata
Bella.
“Baiklah, kalau butuh sesuatu
panggil aku ya.” Kata Bastian.
Setelah Bastian pergi dari kamar
Bella, Bella segera bangun dan berniat untuk kabur dari apartemennya.
“Lebih baik aku kabur dari sini
tapi ini kan apartemen milikku. Aku tidak peduli, lagipula aku bisa menyewa
apartemen lagi. Tapi bagaimana caraku untuk kabur, aku harus menunggu dia
sampai tidur.” Kata Bella dalam hati.
Jam menunjukkan pukul 1 malam,
Bella diam-diam keluar dari kamarnya dan Bastian tertidur di sofa ruang tamu.
“Bagus dia sudah tidur, aku cukup
membawa tas kecil saja. Jangan sampai dia terbangun.” Kata Bella dalam hati.
Dan Bella pun berhasil membuka
pintu, namun sayang dia justru tersandung akhirnya menimbulkan suara berisik,
__ADS_1
tentu saja Bastian terbangun. Akhirnya Bella buru-buru membuka pintu dan
keluar. Bastian yang melihat Bella keluar pun segera mengejarnya.
Bella tiba di parkiran, dia pun
segera masuk kedalam mobil, Bastian mencegah Bella didepan mobil Bella sehingga
Bella kebingungan.
“Minggir atau aku akan
menabrakmu.” Kata Bella.
“Silahkan jika kamu ingin
menabrakku, aku mohon keluarlah dan kita bicarakan dengan baik.” Kata Bastian.
“Aku tidak percaya denganmu.” Kata
Bella.
“Aku akan menjelaskan semuanya
kepadamu dan setelah itu terserah apa keputusanmu, aku akan mengikuti
keputusanmu tapi tolong dengarkan dulu penjelasanku.” Kata Bastian.
Bella pun mematikan mesin
“Aaaaaaaaaaa kenapa aku harus
kehilangan ingatanku, apa yang harus aku lakukan.” Teriak Bella sambil memukul
kepalanya dan membenturkan kepalanya ke setir mobil.
“Cepat buka pintunya, jangan
menyakiti dirimu sendiri.” Teriak Bastian sambil mengetuk pintu mobil Bella. Bella
pun akhirnya membuka pintu mobilnya, Bastian segera memeluknya. Bella menangis
histeris.
“Jangan menyakiti dirimu, lebih
baik pukul saja aku sesuka hatimu sampai kamu puas.” Kata Bastian.
“Lepaskan aku.” Kata Bella sambil
menangis.
“Sekarang kita masuk kedalam yuk,
__ADS_1
diluar sangat dingin nanti kamu masuk angin. Astaga kakimu berdarah kena apa
memangnya? Naiklah ke punggungku, aku akan menggendongmu.” Kata Bastian.
“Aku bisa jalan sendiri, lepaskan
aku.” Kata Bella.
“Tapi kakimu terluka, cepat
naiklah ke punggungku.” Kata Bastian. Karena Bella tetap berjalan dengan
kakinya yang terluka, Bastian pun menggendongnya dari belakang.
“Aku bisa berjalan sendiri.” Kata
Bella.
“Aku tidak ingin kakimu semakin
terluka, setibanya di apartemen nanti kita obati ya lukanya.” Kata Bastian
sambil menggendong Bella.
“Kenapa dia begitu perhatian
padaku? Bahkan dia tidak ingin aku terluka tapi Vania bilang padaku bahwa dia
bukan laki-laki yang baik. Tuhan tolong kembalikan ingatanku tentang dia, aku
tersiksa dengan semua ini. Siapakah yang harus aku percaya, bahkan ayah ibuku
tidak memberitahuku tentang dia, mereka hanya ingin aku secepatnya sembuh.” Kata
Bella dalam hati.
Setibanya di apartemen.
“Turunkan aku.” Kata Bella.
“Duduklah, aku akan mengambil
kotak obat lalu kita obati lukamu.” Kata Bastian.
“Aku tidak apa-apa, duduklah
sepertinya kamu kelelahan menggendongku.” Kata Bella.
“Sebentar, aku ambil kotak obat
dulu.” Kata Bastian. Bella menarik tangan Bastian.
“Duduklah, aku ingin mendengar
__ADS_1
semua penjelasanmu.” Kata Bella.