
Bastian dan Bella pulang ke
Indonesia.
“Kita berapa hari disana? Atau
kita akan tinggl di Indonesia selamanya atau bagaimana kak?” Tanya Bella.
“Kita lihat nanti saja, pokoknya
kamu harus ikut kemanana pun aku pergi.” Kata Bastian.
“Apa kamu bilang? Memangnya aku
istrimu kemana-kemana harus ikut denganmu.” Kata Bella.
“Iya iya aku pasti akan
menikahimu kok.” Kata Bastian yang membuat Bella jadi salah tingkah.
Lalu mereka segera naik pesawat
dan terbang ke Indonesia. Setibanya disana.
“Aku pulang ke rumah kapan kak?”
Tanya Bella.
“Jangan hari ini, kamu masih
capek setelah penerbangan. Lebih baik besok atau lusa saja, aku akan
mengantarkanmu.” Kata Bastian.
“Ya tentu saja kamu harus
mengantarkanku.” Kata Bella.
“Hmmmm baiklah.” Kata Bastian
hanya bisa menuruti perkataan Bella.
“Sebentar aku akan menelfon
Vania, tadi sih dia bilang sudah di bandara tapi kenapa belum juga terlihat.
Kak jangan lepas masker dan kacamata kamu, takutnya ada wartawan yang melihat.”
Kata Bella.
“Wah kamu sekarang sudah populer
ya sudah terkenal.” Kata Bastian.
“Apaan sih, aku kan hanya model
amatiran alias endorse saja.” Kata Bella.
“Tapi sudah banyak yang
mengenalmu saat ini.” Kata Bastian.
__ADS_1
“Sudahlah jangan banyak bicara,
lebih baik cari dimana Vania.” Kata Bella.
“Itu bukan yang pakai jaket warna
biru.” Kata Bastian sambil menunjuk ke arah yang dimaksud.
“Oh iya sepertinya itu Vania, ayo
kita kesana.” Kata Bella.
Lalu Bella dan Bastian
menghampiri Vania.
“Vaniaaaa.” Panggil Bella.
“Bella? Kak Bastian?” Kata Vania
sambil langsung memeluk Bella.
“Hei hei lepaskan, ini tempat
umum.” Kata Bella.
“Kamu itu lama sekali tinggal
disana, gara-gara kamu, aku jadi repot mengubah jadwalmu. Hai kak Bastian, apa
kabar? Lama tidak bertemu kak Bastian.” Kata Vania.
“Kabarku tentu saja baik, terima
“Sama-sama kak, ayo kita langsung
berangkat saja.” Kata Vania. Mereka menuju ke rumah Bella yang ada di Jakarta.
“Kenapa orang tuamu tidak tinggal
denganmu di Jakarta?” Tanya Bastian.
“Tidak mau kak, aku sudah bilang
pada ibu dan ayahku tapi mereka tidak suka tinggal di kota, mereka lebih suka
tinggal di desa.” Kata Bella.
“Kita mau makan dulu atau
langsung ke rumah? Oh ya kak Bastian mau menuju kemana?” Tanya Vania.
“Tentu saja ke rumah Bella.” Kata
Bastian.
“Apa? Kak Bastian mau tinggal
bersama dengan Bella? No, no tidak boleh. Belum waktunya kakak tinggal bersama
Bella, aku akan mengantar kak Bastian ke hotel saja.” Kata Vania.
__ADS_1
“Sudah turuti saja apa kata kak
Bastian. Ayo berangkat sekarang.” Kata Bella.
“Hmmm baiklah, tapi kalian berdua
belum pernah tidur berdua kan?” Tanya Vania.
Bella kaget dengan pertanyaan
Vania.
“Sembarangan kamu kalau bicara,
meskipun aku tinggal disana tapi aku tinggal terpisah dengan kak Bastian.” Kata
Bella.
“Padahal aku ingin tinggal
bersama.” Kata Bastian.
Bella pun mencubit Bastian dengan
keras.
“Jangan ngomong sembarangan deh.”
Bisik Bella.
“Stop stop, aku tidak tahan
melihat kalian berdua. Demi keamanan dan kenyamanan aku akan tetap mengantarkan
kak Bastian ke hotel. Kak Bastian tidak boleh menolak, ini demi Bella ok.”
Ancam Vania.
“Kamu keterlaluan sekali Van, aku
harus selalu berada di sampingnya.” Kata Bastian.
“Memangnya kau sedang hamil
Bell?” Tanya Vania.
“Hei jaga ucapanmu, kamu
keterlaluan sekali kalau ada yang mendnegar bagaimana. Tidak mungkin aku hamil
sebelum menikah. Kau ini ya bikin suasana jadi kacau saja.” Gerutu Bella.
“Makanya kalian berdua cepatlah
menikah saja, aku lihat sepertinya kak Bastian sudah tidak tahan denganmu Bell
haha, dan kenapa wajahmu semakin bersinar Bell? Aku jadu curiga sama kalian
berdua deh.” Kata Vania sambil tertawa.
Bella dan Bastian hanya diam
__ADS_1
karena tersipu malu dan tidak tau harus melakukan apa.