Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Kembali ke Indonesia


__ADS_3

Bastian dan Bella pulang ke


Indonesia.


“Kita berapa hari disana? Atau


kita akan tinggl di Indonesia selamanya atau bagaimana kak?” Tanya Bella.


“Kita lihat nanti saja, pokoknya


kamu harus ikut kemanana pun aku pergi.” Kata Bastian.


“Apa kamu bilang? Memangnya aku


istrimu kemana-kemana harus ikut denganmu.” Kata Bella.


“Iya iya aku pasti akan


menikahimu kok.” Kata Bastian yang membuat Bella jadi salah tingkah.


Lalu mereka segera naik pesawat


dan terbang ke Indonesia. Setibanya disana.


“Aku pulang ke rumah kapan kak?”


Tanya Bella.


“Jangan hari ini, kamu masih


capek setelah penerbangan. Lebih baik besok atau lusa saja, aku akan


mengantarkanmu.” Kata Bastian.


“Ya tentu saja kamu harus


mengantarkanku.” Kata Bella.


“Hmmmm baiklah.” Kata Bastian


hanya bisa menuruti perkataan Bella.


“Sebentar aku akan menelfon


Vania, tadi sih dia bilang sudah di bandara tapi kenapa belum juga terlihat.


Kak jangan lepas masker dan kacamata kamu, takutnya ada wartawan yang melihat.”


Kata Bella.


“Wah kamu sekarang sudah populer


ya sudah terkenal.” Kata Bastian.


“Apaan sih, aku kan hanya model


amatiran alias endorse saja.” Kata Bella.


“Tapi sudah banyak yang


mengenalmu saat ini.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Sudahlah jangan banyak bicara,


lebih baik cari dimana Vania.” Kata Bella.


“Itu bukan yang pakai jaket warna


biru.” Kata Bastian sambil menunjuk ke arah yang dimaksud.


“Oh iya sepertinya itu Vania, ayo


kita kesana.” Kata Bella.


Lalu Bella dan Bastian


menghampiri Vania.


“Vaniaaaa.” Panggil Bella.


“Bella? Kak Bastian?” Kata Vania


sambil langsung memeluk Bella.


“Hei hei lepaskan, ini tempat


umum.” Kata Bella.


“Kamu itu lama sekali tinggal


disana, gara-gara kamu, aku jadi repot mengubah jadwalmu. Hai kak Bastian, apa


kabar? Lama tidak bertemu kak Bastian.” Kata Vania.


“Kabarku tentu saja baik, terima


“Sama-sama kak, ayo kita langsung


berangkat saja.” Kata Vania. Mereka menuju ke rumah Bella yang ada di Jakarta.


“Kenapa orang tuamu tidak tinggal


denganmu di Jakarta?” Tanya Bastian.


“Tidak mau kak, aku sudah bilang


pada ibu dan ayahku tapi mereka tidak suka tinggal di kota, mereka lebih suka


tinggal di desa.” Kata Bella.


“Kita mau makan dulu atau


langsung ke rumah? Oh ya kak Bastian mau menuju kemana?” Tanya Vania.


“Tentu saja ke rumah Bella.” Kata


Bastian.


“Apa? Kak Bastian mau tinggal


bersama dengan Bella? No, no tidak boleh. Belum waktunya kakak tinggal bersama


Bella, aku akan mengantar kak Bastian ke hotel saja.” Kata Vania.

__ADS_1


“Sudah turuti saja apa kata kak


Bastian. Ayo berangkat sekarang.” Kata Bella.


“Hmmm baiklah, tapi kalian berdua


belum pernah tidur berdua kan?” Tanya Vania.


Bella kaget dengan pertanyaan


Vania.


“Sembarangan kamu kalau bicara,


meskipun aku tinggal disana tapi aku tinggal terpisah dengan kak Bastian.” Kata


Bella.


“Padahal aku ingin tinggal


bersama.” Kata Bastian.


Bella pun mencubit Bastian dengan


keras.


“Jangan ngomong sembarangan deh.”


Bisik Bella.


“Stop stop, aku tidak tahan


melihat kalian berdua. Demi keamanan dan kenyamanan aku akan tetap mengantarkan


kak Bastian ke hotel. Kak Bastian tidak boleh menolak, ini demi Bella ok.”


Ancam Vania.


“Kamu keterlaluan sekali Van, aku


harus selalu berada di sampingnya.” Kata Bastian.


“Memangnya kau sedang hamil


Bell?” Tanya Vania.


“Hei jaga ucapanmu, kamu


keterlaluan sekali kalau ada yang mendnegar bagaimana. Tidak mungkin aku hamil


sebelum menikah. Kau ini ya bikin suasana jadi kacau saja.” Gerutu Bella.


“Makanya kalian berdua cepatlah


menikah saja, aku lihat sepertinya kak Bastian sudah tidak tahan denganmu Bell


haha, dan kenapa wajahmu semakin bersinar Bell? Aku jadu curiga sama kalian


berdua deh.” Kata Vania sambil tertawa.


Bella dan Bastian hanya diam

__ADS_1


karena tersipu malu dan tidak tau harus melakukan apa.


__ADS_2