Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Obrolan di Meja Makan


__ADS_3

mereka berdua kemudian masuk ke dalam rumah kebetulan pak Hakim baru saja selesai mandi dan turun ke bawah.


"dari tadi papa cariin kok gak ada kemana aja sih mah??"


"ini baru ngobrol sama calon mantu di saung samping rumah. biasalah kalo perempuan lagi ngobrol gak inget apa-apa."


"ya udah yuk ma, kita shalat berjamaah dulu di musholla, sekalian panggilin Ahmad sama Aurel buat shalat magrib bareng."


"iya pah, bentar mama panggilin. Fitri kamu wudhu dulu sana. tuh mushollanya ada di belakang. minta anterin bi Inah dulu kalo gak tau."


"iya ma. ya udah Fitri kesana dulu ya."


"oke."


Bu Halimah lalu naik ke atas untuk memanggil dua anak kesayangannya yang sedang ada di dalam kamar masing-masing.


sepuluh menit kemudian, mereka bertiga sudah ada di dalam musholla, menyusul pak Hakim selaku imam. saat azan magrib berkumandang, mereka mendengarkan dengan khidmat dan tak lama kemudian mereka melakukan shalat berjamaah.


selesai shalat berjamaah mereka semua mendengarkan kultum sejenak, sedangkan bi Inah menyusun makanan di meja makan. lalu mereka semua menuju meja makan untuk makan malam.


kebetulan malam ini bi Inah tidak masak banyak karena Aurel sudah berpesan agar tidak memasak terlalu banyak sebab dia akan pergi berwisata kuliner di sekitar alun-alun Bandung.


"mba, nanti jadi kan ke alun-alunnya??" tanya Aurel kepada Fitri.


"ya terserah kamu aja, mba cuma ngikut aja kok." kata Fitri.


"ya udah berarti jadi ya, mas Ahmad nanti anterin kita keliling kota Bandung ya. plissss." kata Aurel memohon.


"ih ogah ah, capek tau. mas kan baru sampe sini tadi siang. suruh supir aja buat Anterin."


"ya udah kalo gak mau gak papa kok, nanti calon istrimu aku culik biar gak jadi nikah sekalian. jadi kakak kok jahat banget sama adiknya.


"hush .. jangan ngomong kaya gitu. gak boleh . pamali tau."


"maaf ma, aku gak tau." kata Aurel dengan muka sedihnya.


"udah belum makannya?! jangan banyak-banyak juga ya makannya kan katanya mau wiskul." kata Pak Hakim.

__ADS_1


"hah?? wiskul?? apaan tuh pah??" tanya mereka semua.


"wisata kuliner lho. gitu aja gak tau. ah payah kalian." kata Pak Hakim.


" ya maklum pah. itu kayaknya singkatan baru yang papa bikin sendiri kan." kata Aurel.


"hehe. iya sayang." kata Pak Hakim sambil nyengir tanpa dosa.


"ah papa kaya ABG aja pake singkatan segala." ujar Bu Halimah.


"emangnya gak boleh ma?? gini-gini papah juga emang masih muda kok. buktinya papah belum punya cucu." sindir Pak Hakim.


"eh iya juga ya pah." kata Bu Halimah sambil melirik Ahmad sambil tersenyum.


"ya udah secepatnya nanti Ahmad bikinin cucu deh. biar gak ngaku muda terus. ya kan sayang." kata Ahmad sambil memandang Fitri yang ada didepannya.


Fitri yang mendengarnya hanya tersenyum malu sambil menunduk.


"heh jangan main bikin-bikin aja, nikah aja belum kok." kata Bu Halimah.


"hooh tuh bener kata mamamu. halalin aja dulu. jangan nabung dulu."


"emang kamu maunya nikah kapan??" tanya Pak Hakim.


"secepatnya. ya kan sayang." ujar Ahmad meminta persetujuan Fitri.


Fitri yang diajak bicara hanya menjawab sekenanya. "jangan buru-buru mas. takut nanti jadi fitnah karena kita nikahnya buru-buru."


"terus kamu maunya kapan Fitri??" tanya Bu Halimah.


"ya mungkin dua atau tiga bulan dari sekarang. nikah itu kan juga butuh persiapan ma." kata Fitri.


"iya mama tahu maksud kamu. gimana kalau kalian ikut seminar pranikah aja. biar mama daftarin."


"emang ada ma??" tanya Ahmad.


"ada dong kalau disini. tapi kalo di Jakarta mama gak tau juga."

__ADS_1


"ya udah mendingan daftarin aja mereka berdua ma. biar tiap Minggu bisa kesini. sembari nengokin kita." kata Pak Hakim.


Aurel yang dari tadi diam dan memperhatikan mereka berbicara akhirnya juga ikut menimpali obrolan mereka karena dari tadi dia lihat mereka hanya fokus pada obrolan itu saja. tidak fokus pada piring dan makanan yang ada di depan mereka.


"eh udah-udah dilanjutin dulu makannya nanti keburu gak enak tuh makanan kalo cuma diaduk-aduk terus." timpal Aurel.


"eh iya bener juga sayang. ya udah kita terusin makannya dulu yuk. nanti baru ngobrol lagi." kata Bu Halimah.


mereka semua kemudian meneruskan makan malam yang tertunda itu. benar kata Aurel makanan yang mereka ambil ternyata sudah hambar karena dari tadi hanya diaduk-aduk tanpa di makan.


tapi jika mereka tidak menghabiskan makanan tersebut sangat disayangkan. karena keluarga Hakim memang pantang untuk membuang-buang makanan. mereka berfikir bahwa masih banyak orang yang kurang beruntung di luar sana yang membutuhkan makanan. sedangkan kita orang yang serba berkecukupan malah membuangnya secara percuma.


setelah mereka semua selesai makan, Pak Hakim mengajak mereka untuk duduk di ruang keluarga. membahas rencana seminar pranikah yang diusulkan oleh sang istri.


"yuk kita lanjut ngobrol lagi di ruang keluarga sambil nonton tv."


"ah papa, kan aku mau ngajak mas Ahmad dan mba Fitri buat wisata kuliner nanti keburu malem." kata Aurel merajuk pada sang ayah.


"ya nanti aja agak maleman dikit. kita juga baru makan malem kan. biar nasinya turun dulu. kalo kamu malah maksa buat berangkat sekarang jadinya nanti gak seru . soalnya pas tiba-tiba sampe sana kamu udah kekenyangan duluan. ya kan bang." kata Bu Halimah.


"iya betul banget tuh Aurel. mendingan agak nantian dikit berangkatnya. biar bisa makan banyak nanti disana." kata Ahmad.


"ya udah deh nurut." kata Aurel yang agak sedikit kecewa.


tapi jika dipikir-pikir memang benar omongan sang mama. lebih baik mereka berangkat sekitar pukul 9 malam. agar bisa wisata kuliner malam. bukannya jika di Bandung semakin malam malah semakin rame anak-anak pada nongkrong.


"ya udah aku naik duluan deh kalo gitu, mau searching di google makanan apa yang pengen aku makan nanti." kata Aurel lalu menaiki tangga.


"oke. jangan sampe ketiduran ya nanti malah gak jadi pergi." kata Ahmad.


"oke beres kak pokoknya." kata Aurel dari atas tangga.


Aurel kemudian terus naik ke atas dan memasuki kamarnya di lantai dua rumah itu. sedangkan Bapak dan Ibu Hakim, Ahmad dan Fitri masih ada di ruang keluarga. Bi Inah masih sibuk membereskan semua makanan yang ada di meja makan tadi.


bersambung...


jangan lupa untuk selalu vote, like dan coment ya... jangan lupa juga follow me...😊😊😉

__ADS_1


maaf banget ya udah tiga hari ini gak update karena disibukkan dengan berbagai macam kegiatan...😊😊


__ADS_2