Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 44


__ADS_3

Setibanya di stasiun, Bella dan Bastian segera turun dari kereta.


“Masih jauh tidak tempatnya?” Tanya Bastian.


“Aku tidak tau tempatnya, apa jangan-jangan kita salah turun stasiun ya.” Kata Bella.


“Apa? Astaga kita sudah berjam-jam loh perjalanan dan kamu bilang tidak tau tempatnya.” Kata Bastian kesal.


“Jadi kamu menyalahkanku? Kamu keterlaluan sekali.” Kata Bella kesal.


“Bukan begitu, maksud aku.” Kata Bastian.


“Sudahlah, kita kembali pulang saja. Percuma pergi denganmu justru membuatku kesal.” Kata Bella, dia benar-benar kesal dengan ekspresi sedihnya.


Akhirnya Bastian bertanya kepada warga lokal, dan dia pun diberi petunjuk lokasi kafe tersebut.


“Ikut aku.” Ajak Bastian.


“Lepaskan aku, aku mau kembali ke bandara saja.” Kata Bella.


“Aku sudah tau lokasinya, kita sama sekali tidak salah stasiun kok. Lokasinya sudah dekat, kita hanya tinggal berjalan kaki sebentar. Ayo ikut aku.” Ajak Bastian.


Tidak lama kemudian, mereka pun tiba didepan kafe yang sangat di inginkan Bella. Bella segera masuk dan memesan menu yang dia inginkan.


Tidak lama kemudian datanglah menu pesanan mereka.

__ADS_1


“Astaga banyak sekali pesanan kamu.” Kata Bastian.


“Menu di kafe ini sangat enak dan terkenal, kamu pasti menyukainya.” Kata Bella sambil menyantap makanannya.


“Aku senang melihatmu bisa tertawa dan bahagia seperti ini, tapi aku merasa tersiksa.” Gerutu Bastian.


“Jangan berlebihan, anggap saja berlibur.” Kata Bella.


“Percuma berlibur kalau tidak bisa bercinta, bahkan tidur denganmu saja susahnya minta ampun.” Gerutu Bastian.


“Kenapa sih yang ada di pikiranmu selalu bercinta.” Kata Bella.


“Tentu saja, wajar karena aku seorang laki-laki. Jika kamu tidak ingin melayaniku, aku juga tidak bisa memenuhi semua keinginanmu.” Kata Bastian.


“Aku tidak minta apapun darimu, setelah ini kita langsung kembali pulang ke Indonesia kok.” Kata Bella.


“Jadi kamu sekarang seperti ini, kalau begitu temui saja teman SMP kamu yang genit itu.” Kata Bella kesal.


“Jadi kamu cemburu dengannya gara-gara kejadian di rumah sakit? Astaga kenapa sih kamu tidak bilang saja kalau cemburu, kenapa harus menyiksaku seperti ini.” Kata Bastian.


“Apa kamu bilang? Aku cemburu? Aku sama sekali tidak cemburu.” Kata Bella.


“Jujur saja, buktinya setelah itu kamu benar-benar kesal dan dingin terhadapku lalu kamu menyiksaku dengan pergi ke luar negeri seketika tanpa ada persiapan.” Kata Bastian.


“Dengar ya, aku sama sekali tidak cemburu. Kamu dan temanmu memang sama-sama genit dan suka menggoda.” Kata Bella, lalu dia berdiri dan pergi meninggalkan Bastian, namun Bastian menarik tangan Bella hingga Bella hampir terjatuh, beruntung Bastian segera menangkapnya dan memeluknya di pangkuannya. Seketika seluruh pengunjung kafe pun melihat mereka berdua dan mengambil foto mereka yang sangat romantis tersebut. Para pengunjung tersipu dan takjub karena adegan mereka yang romantis layaknya drama. Bahkan ada salah satu pengunjung yang berteriak kepada Bella Bastian untuk melakukan adegan kissing layaknya di drama. Akhirnya semua pengunjung pun ikut berteriak “Kiss Kiss Kiss”. Bella dan Bastian benar-benar tersipu malu namun Bastian snagat senang.

__ADS_1


“Apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan aku, kamu membuatku malu saja.” Bisik Bella.


“Aku akan melepaskanmu jika kamu menciumku atau aku akan mencium kamu.” Bisik Bastian.


“Jangan kurang ajar ya kamu.” Kata Bella.


“Jika kamu menolak, aku tidak akan melepaskanmu, kamu akan tetap duduk di pangkuanku dan aku akan memelukmu seperti ini, aku tidak peduli. Semua keputusan ada di tanganmu sayang.” Bisik Bastian. Akhirnya tanpa banyak bicara Bella pun mencium bibir Bastian, seketika pula seluruh pengunjung sangat bahagia dan memberikan ucapan selamat untuk Bella dan Bastian.


“Congratulations, wish u happy ever after.”


Setelah itu Bella dan Bastian segera pergi dari kafe tersebut.


“Sekarang kita kemana?” Tanya Bella.


“Lebih baik kita menginap disini untuk beberapa hari, aku akan segera memesan penginapan.” Kata Bastian.


Setelah Bastian memesan penginapan, mereka berdua segera menuju ke hotel tempat mereka menginap yang tidak jauh dari kafe tersebut. Setibanya di hotel, mereka segera masuk kedalam kamar.


“Aku sangat lelah.” Kata Bastian membaringkan tubuhnya di atas kasur.’


“Aku mau tambah kasur lagi, aku tidak mau tidur satu kasur denganmu. Atau lebih baik kamu tidurlah di sofa atau pesankan satu kamar lagi sendiri untukku.” Kata Bella.


“Aku tidak akan memesankan kamar untukmu, sudah saatnya kita tidur satu kasur berdua. Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak akan menyentuhmu tanpa ijin darimu.” Kata Bastian.


“Bagaimana aku bisa mempercayai laki-laki yang satu kamar dengan wanita. Kamu kan suka mencari kesempatan dalam kesempitan.” Gerutu Bella.

__ADS_1


“Aku tidak ingin berdebat denganmu, lebih baik kita tidur lebih awal agar besok kita tidak kesiangan saat bangun.” Kata Bastian.


__ADS_2