
Ahmad dan keluarganya langsung memarkirkan mobil di halaman, setelah itu mereka keluar dari mobil menuju ke tempat Pak Sumarno dan keluarganya berada.
sementara itu Doni dan Aurel serta dua orang supir membantu mengeluarkan semua hantaran untuk dibawa masuk ke dalam rumah orang tua Fitri.
"Assalamualaikum" kata Pak Hakim.
"Waalaikumsalam. silahkan masuk Pak." jawab Pak Sumarno mempersilahkan semua tamunya untuk masuk.
sedangkan Fitri kembali ke dalam untuk memanggil ibunya agar segera keluar menemui calon besannya.
mereka semua saling berjabat tangan lalu masuk ke dalam rumah. di dalam rumah juga sudah ada beberapa orang dari pihak keluarga Fitri.
setelah semuanya masuk ke dalam rumah, mereka saling berkenalan dan mengenalkan semua anggota keluarga yang ikut di acara lamaran tersebut. termasuk dua orang sopir yang ikut bersama mereka. begitu juga dengan Pak Sumarno yang memperkenalkan semua yang ada di rumah tersebut.
Keluarga Pak Hakim menyampaikan maksud kedatangannya kepada keluarga Pak Sumarno yang di wakili oleh Pak Hakim sendiri.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu." kata Pak Hakim membuka pembicaraan.
"Waalaikumsalam warahmatullaahi wabarakatu." jawab semua orang yang ada di sana.
"maksud kedatangan keluarga kami kemari ingin melamar putri bapak dan ibu yang bernama Ananda Nurfitriyah untuk putra kami tercinta Ahmad Nur Hakim." kata Pak Hakim.
"kami semua sangat menerima kedatangan keluarga bapak semua. semua jawaban kami serahkan kepada putri kami tercinta Fitri." kata Pak Sumarno.
Pak Sumarno kemudian menanyakannya kepada Fitri secara langsung. apakah dia mau menerima lamaran Ahmad atau tidak.
sedangkan Fitri hanya menunduk sambil tersenyum malu-malu. dia lalu
menjawab pertanyaan dari ayahnya itu.
"i...iya.. saya mau." jawab Fitri sambil tersenyum malu.
__ADS_1
keluarga Ahmad pun sangat senang mendengar jawaban Fitri. kini tiba saatnya Ahmad menyematkan cincin di jari manis Fitri yang sebelah kiri, begitu juga sebaliknya dengan Fitri yang menyematkan cincin di jari manis sebelah kiri milik Ahmad.
"ayo sekarang pasang dong cincinnya di jari manis Fitri sayang." kata Bu Halimah kepada Ahmad.
"iya mah." kata Ahmad langsung berdiri dan menghampiri Fitri.
sedangkan Fitri masih saja duduk di tempatnya dengan posisi malu-malu. Ahmad datang sambil membawa kotak cincin lalu mengulurkan tangannya di hadapan Fitri.
Fitri yang menerima uluran tangan Ahmad langsung berdiri. mereka sekarang berhadapan satu sama lain.
tamu yang melihat langsung mengabadikan momen tersebut.
setelah itu mereka langsung memasang cincin di jari manis satu sama lain. saat cincin sudah terpasang, semua orang bertepuk tangan. sepasang kekasih itu lalu kembali duduk.
kini tinggal om dari Ahmad yang menyeletuk.
"nah, sekarang kan udah lamaran. kapan nih nikahnya???"
"jangan lama-lama ya mas mbak, aku juga pengen punya keponakan." kata Aurel.
"iya sayang, mama juga pengen cepet-cepet punya cucu." goda Bu Halimah.
"kalo itu nanti kita berdua bicarakan dulu ya mah. tapi untuk waktu dekat ini belum." jawab Ahmad menanggapi omongan beberapa orang.
"kalo bisa jangan nunggu lama-lama ya nak." kini giliran Pak Sumarno yang berbicara.
"iya pak." kata Fitri.
"oh ya, silahkan di minum dan di makan camilanya." kata Bu Sundari.
"iya buk. jadi ngerepotin kalian nih." kata Bu Halimah.
__ADS_1
"ah tidak. sekarang kalian kan sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. jadi jangan sungkan-sungkan ya pak, buk." kata Pak Sumarno.
"baik pak."
setelah acara inti selesai, kini giliran Pak Sumarno dan Bu Sundari mengajak semua tamu untuk makan bersama dengan menu yang telah tersedia. karena tamu mereka memang dari jauh. dan perjalanan yang mereka tempuh juga tidak sebentar. jadi alangkah baiknya jika keluarga Pak Sumarno menyuruh tamunya untuk makan.
"ayo silahkan sekarang kita makan siang dulu." kata Pak Sumarno kepada para tamu yang datang.
"ah, anda jangan repot-repot begini. kami jadi sangat sungkan." kata Pak Hakim.
"tidak apa-apa. kalian kan baru saja menempuh jarak yang cukup jauh untuk Sampai ke sini." kata Pak Sumarno.
"ya sudah lah pah. ayo makan." kata Ahmad yang mulai berdiri dan menuju ke sebuah meja yang berisi beraneka macam makanan.
makanan memang di letakkan di atas sebuah meja panjang seperti prasmanan. para tamu memilih sendiri apa saja makanan yang akan mereka ambil dan makan.
mereka semua kemudian mengikuti Ahmad untuk berdiri dan berbaris untuk mengambil makanan. setelah selesai mengambil makanan, mereka kembali duduk dan menikmati makanan yang ada di hadapan masing-masing.
"ini masakannya enak banget. siapa yang masak buk,??" tanya Bu Halimah.
"ah masak sih buk. padahal ini hanya masakan kampung biasa loh." jawab Bu Sundari.
"iya beneran enak kok buk."
'' ini yang masak semuanya saya di bantu dengan Fitri. berdua "
"hanya berdua buk???" tanya Bu Halimah.
"iya bener."
bersambung....
__ADS_1