
"syukurlah kalau begitu, mama ikut seneng dengernya. maaf ya Fitri. udah tiap hari di repotin sama anak tante."
"iya gak papa kok Tante, orang sekalian saya masak banyak. kan mubazir kalo gak di makan."
mereka pun kembali melanjutkan makan siang.
setelah semuanya selesai makan, Fitri membantu Bu Halimah membersihkan semua makanan yang tersisa dan mencuci piring.
"sudahlah kamu kesana saja ngobrol bareng Ahmad dan papanya. biarin tante aja yang bersihin semua."
"gak papa kok tante, biarin aja Fitri bantuin."
"baiklah. makasih ya udah di bantuin."
kata Bu Halimah sambil mengangkat piring kotor ke dapur untuk di cuci.
"sama-sama Tante."
jawab Fitri sambil mengelap meja makan.
"nih anak emang baik atau cuma cari muka di depan aku sih?? ah gak papa deh, yang penting dia mau bantuin. oh ya, sebentar lagi aku ajak shopping aja kali ya. coba lihat seleranya kaya gimana?? apa barang branded atau yang biasa aja. atau dia malah cari kesempatan." batin Bu Halimah
Bu Halimah langsung melanjutkan aksi bersih-bersihnya.
setelah selesai, dia langsung menghampiri kedua laki-laki kesayangannya.
"sebentar ya Fitri, Tante mau ngomong dulu sama Ahmad bentar." berlalu meninggalkan Fitri yang masih membereskan piring yang sudah dicuci.
"iya Tante, silahkan."
__
di taman, Ahmad sedang ngobrol dengan ayahnya.
"Nak, papa lihat-lihat kayaknya Fitri gadis yang baik. dia juga sopan dan sederhana."
"iya pa, selama aku kenal sama Fitri, dia juga bukan gadis yang manja. dia mandiri. bahkan dia juga suka masak sendiri."
"iya masakannya juga enak, papa gak nyangka lho tadi dia semua yang masak."
"makanya aku juga ketagihan masakan dia, orang masakannya juga enak. bisa pas gitu di lidah aku."
"dia juga cantik dan manis."
"makanya Ahmad jatuh cinta sama dia pa, doain ya pa biar Fitri segera Nerima lamaran Ahmad."
"pasti dong sayang, asal kamu bahagia."
"pasti bahagia pah. aku gak mau sedih-sedih lagi."
"nah gitu dong semangat, itu baru anak papa."
saat mereka sedang asyik ngobrol berdua, tiba-tiba sang nyonya besar muncul mengagetkan mereka.
"hai semua."
"eh, mama bikin kaget aja sih. mana Fitri ma??" tanya Ahmad sambil celingukan mencari keberadaan Fitri.
"tuh masih di dapur."
"jangan bilang kalo mama ngerjain dia." kata Pak Hakim
__ADS_1
"gak dong pah, mana mungkin. mama cuma tinggal sebentar kok. mau minta ijin sama papa dan minta tolong sama Ahmad."
"minta.ijin apa mah??"
"iya mama mau shopping bentar ke mall, ngajak Fitri. bolehkan pah."
"ya boleh dong ma, asal Fitri nya juga mau." Pak Hakim
"terus mama katanya mau minta tolong apa mah sama Ahmad.??"
"mama mau minta tolong kamu buat anterin kita ke mall. kamu mau kan."
"ya mau dong mah. asal sama Fitri."
"jadi kalo berdua sama mama gak mau nih. maunya harus ada Fitri gitu??" ujar Bu Halimah marah.
"bukan gitu mama ku sayang. ih mama sukanya salah paham kok."
"habisnya kamu gitu sih."
"kan Ahmad juga cuma bercanda mama. jangan marah dong."
"iya deh. ya udah kalo gitu mama mau ke dapur bentar buat ngomong sama Fitri ya."
"oke deh mah." kata Ahmad
"ya udah kalo gitu aku juga mau siap-siap dulu ya pah. biar makin ganteng." kata Ahmad berlalu meninggalkan papanya seorang diri di taman.
sedangkan Bu Halimah pergi ke dapur untuk mengajak Fitri jalan-jalan ke Mall.
"Fitri, temenin Tante jalan-jalan yuk ke mall." ajak Bu Halimah
"udah gak usah malu, kamu sekarang ganti baju dulu yuk di kamar. kebetulan di rumah ini tante masih nyimpen baju-baju anak Tante yang kuliah di luar kota."
"nanti dia marah Tante."
" enggak kok, orang udah gak kepake juga sama dia. masih bagus. yuk ke kamarnya." kata Bu Halimah sambil menggandeng tangan Fitri akan menaiki tangga.
"bentar Tante, Fitri ambil tas dulu di sofa."
"oke, tante tunggu di atas ya."
"baik tante."
Fitri lalu berjalan menuju sofa di ruang tamu untuk mengambil tasnya. lalu dia kembali dan menaiki tangga. karena Bu Halimah sudah menunggunya dia atas.
"yuk, sekarang masuk."
Bu Halimah mengajak Fitri masuk ke kamar anak perempuannya yang sedang mencari ilmu di luar kota. ya karena dulu sang anak perempuannya pernah tinggal di rumah sang kakak sebentar untuk menemani sang kakak sebelum dia kuliah.
Bu Halimah lalu membuka lemari pakaian. di dalam sana tersusun rapi dress dengan banyak warna dan model. Fitri sampai di buat takjub akan banyaknya baju di lemari tersebut.
"orang kaya mah bebas mau ngabisin duit buat apa aja." batin Fitri.
",sini nak, kamu pilih mau yang model dan warna yang gimana.,??"
"Fitri pun mendekati Bu Halimah yang ada di depan lemari pakaian tersebut."
"terserah Tante aja mau minjemin baju yang mana."
"ini semua udah lama gak kepake Fitri tapi tetep bersih. udah pilih aja mana yang kamu suka."
__ADS_1
" baiklah Tante."
Fitri memilih beberapa baju yang sekiranya cocok dengan dia. lalu meminta pertimbangan mama Ahmad untuk menilai penampilannya.
"gimana Tante, bagus yang warna peach, blue sky atau yang warna maroon."
"emm... menuntut Tante bagus yang warna peach deh. coba kamu pake. tuh disana ada ruang ganti." kata Bu Halimah sambil menunjuk ruangan kecil di dekat kamar mandi.
"oke tante, Fitri ganti dulu ya."
Fitri lalu mengganti pakaiannya dengan dress berwarna peach yang tadi di pilihkan oleh Bu Halimah.
tak lama kemudian, Fitri sudah keluar dengan memakai dress tersebut.
"wah cantik banget kamu nak."
"makasih Tante."
"sini duduk disini, biar Tante touch up dulu kamu."
"gak usah Tante, aku bisa sendiri kok."
"udah gak usah nolak, gak papa. Tante bakal dandanin kamu senatural mungkin. percaya deh."
"oke deh. Fitri nurut "
dress peach yang Fitri kenakan saat mau pergi ke mall dengan Bu Halimah dan juga Ahmad.
Bu Halimah lalu melepaskan kepang rambut Fitri dan membuat Curly di ujung rambut. dia lalu menyemprotkan hairsprai agar lebih tahan lama.
Dia juga mendandani Fitri se natural mungkin. agar wajah Fitri yang fresh tidak tertutup dengan make up tebal.
"nah, sudah selesai, sekarang kamu semprot minyak wangi. nih Tante udah siapkan."
Fitri lalu berbalik badan menghadap ke cermin. karena tadi dia tidak menghadap cermin sama sekali. dan terkejut dengan penampakan di depan cermin.
"wah, cantik banget tante. apa ini aku?? aku gak salah lihat kan."
"iya dong, ini memang kamu. kamu lebih cocok kalo dandan kaya gini. kamu kan pada dasarnya cantik alami. jadi Tante hanya menambah sedikit make up."
"makasih ya Tante."
"sama-sama Fitri. ya sudah kamu tunggu disini dulu ya, Tante juga mau ganti baju dulu di kamar sebelah. masak iya mau ke mall tapi bau dapur. ya kan."
"hehe iya Tante."
"bener juga kata Tante Halimah masa sih aku ke mall tapi bajuku bau asap dapur . kan gak mungkin." batin Fitri.
dia lalu menunggu Bu Halimah di kamar tersebut. tak beberapa lama Bu Halimah sudah datang dan mengajaknya turun ke lantai bawah...
bersambung...
terima kasih yang masih stay tune sama novel aku..
sebisa mungkin bisa update tiap hari...
jangan lupa untuk selalu like... coment...dan vote...
follow juga ya .🤗🤗🤗☺️☺️☺️
__ADS_1