
Keesokan harinya, Bella terbangun
kemudian dia segera bangun dan menuju ke dapur karena kelaparan.
“Kamu sudah bangun sayang, kamu
pasti lapar ya. Duduklah, aku sudah membuatkan makanan untukmu.” Kata Bastian.
“Aku ingin kita berpisah.” Kata
Bella.
“Kamu bicara apa sih sayang?
Apakah kamu masih membenciku? Aku mohon ikhlaskan dan mari kita berusaha untuk
memilikinya lagi. Jangan bicara seperti itu, aku tidak bisa hidup tanpamu
sayang.” Kata Bastian.
“Aku kecewa denganmu dan aku
tidak bisa hidup bersama lagi denganmu.” Kata Bella.
“Kenapa? Apa yang kamu alami
kemarin bukan sepenuhnya salahku, seandainya kamu mengatakan kepadaku pasti aku
juga tidak akan seperti itu padamu sayang.” Kata Bastian.
“Pokoknya aku ingin berpisah, aku
tidak peduli dengan semua pembelaanmu. Semarah-marahnya kamu, pasti tidak akan
sekasar itu padaku.” Kata Bella.
“Aku hanya mendorongmu saja kan,
lagipula kamu masih baik-baik saja saat ini.” Kata Bastian.
“Baik-baik saja kamu bilang? Aku
kehilangan dia kamu bilang baik-baik saja? Kamu benar-benar sudah berubah, aku
kecewa denganmu. Kenapa kamu tidak mendengarkan semua penjelasanku dulu? Kamu
meluapkan emosimu terlebih dahulu. Kamu pikir aku jadi artis itu bisa seenaknya
__ADS_1
begitu? Aku juga bisa menjaga diriku.” Kata Bella.
“Apakah Wiliam mengajakmu untuk berkencan
atau menyuruhmu berpisah denganku? Dari awal aku sudah curiga dengannya kalau
dia menyukaimu ditambah lagi dengan kalian berdua bermain film dewasa seperti
itu, meskipun kamu bilang ada pemeran pengganti tapi kalian juga pasti saling
melihat satu sama lain kan tapi aku diam saja.” Kata Bastian.
“Jaga ucapanmu, kamu baru saja
merendahkanku. Pokoknya aku ingin berpisah.” Kata Bella.
“Coba pikirkan baik-baik
keputusanmu, apa kamu tidak ingat janji kita dulu masa-masa indah yang kita
lalui bersama, kita sama-sama berjuang agar bisa bersatu tapi sekarang kamu
justru ingin berpisah. Aku tidak ingin berpisah denganmu.” Kata Bastian.
“Aku tidak peduli dengan semua
pembelaanmu saat ini, pokoknya aku ingin kita berpisah. Jangan khawatir,
“Tidak, sampai kapanpun aku tidak
akan pernah setuju dengan hal itu.” Kata Bastian.
“Aku akan segera mengurus berkas
perpisahan kita jadi kamu tidak perlu repot-repot.” Kata Bella.
“Aku tidak akan menendatangani
surat tersebut.” Kata Bastian.
“Terserah, sekarang pun aku tidak
menganggapmu sebagai suamiku lagi.” Kata Bella lalu dia pergi dan masuk kedalam
kamar.
Bella mengemasi barang miliknya
__ADS_1
dan memilih untuk keluar dari rumah namun dicegah oleh Bastian.
“Aku mohon jangan pergi, aku
tidak bisa hidup tanpamu sayang.” Kata Bastian sambil memeluk istrinya dan tak
terasa dia meneteskan air matanya.
“Lepaskan aku, ini keputusanku
dan aku mohon jangan halangi aku.” Kata Bella.
“Aku tidak akan pernah
melepaskanmu sayang, apa mau kamu? Aku akan menuruti semua keinginanmu.” Kata Bastian.
“Keinginanku saat ini adalah
berpisah darimu, bisakah kamu mengabulkannya?” Tanya Bella.
“Jangan sayang, tolong pikirkan
lagi ucapanmu barusan. Jangan tinggalkan aku sayang.” Kata Bastian.
“Sudah cukup, aku tidak ingin
terluka lagi. Aku ingin fokus dengan diriku dan aku juga akan pensiun dari
karirku. Aku bisa juga pergi dan tinggal di luar negeri agar tidak bertemu
denganmu.” Kata Bella.
“Aku tidak mau, aku bahkan tidak
bisa hidup tanpa melihatmu sedetikpun.” Kata Bastian.
“Tidak perlu berlebihan, kamu
tampan, kaya raya dan memiliki segalanya pasti mudah mendapatkan seorang wanita
yang jauh lebih baik dibandingkan diriku.” Kata Bella.
“Hanya kamu wanita satu-satunya
pilihanku, aku mohon jangan pergi.” Kata Bastian.
“Lepaskan aku, aku tidak akan
__ADS_1
goyah dengan keputusanku.” Kata Bella. Akhirnya Bella pergi dari rumah
tersebut.