
“Aku akan
menjelaskannya semuanya kepadamu, tapi satu permintaanku percayalah kepadaku.”
Kata Bastian.
“Jadi siapa
wanita itu?” Tanya Bella.
“DIa adik ipar
kak Alice, namanya Lily. Dia kuliah disana dan dia juga bekerja disana,
tepatnya dia kerja di sebuah bar. Aku dengannya memang dekat tapi hanya sebatas
teman dan bisa dibilang aku dengannya masih ada ikatan saudara karena dia adik
ipar kak Alice. Bahkan dia sudah memiliki kekasih, mereka sudah bertunangan.
Selama aku tinggal disana dia sering menyuruhku untuk mampir ke bar nya dan
disana juga ada pacarnya si Lily. Kenapa aku dekat dengan mereka dan sering
bertemu? Karena Lily dan pacarnya banyak membantuku selama tinggal disana,
misalnya dia membantuku mencarikanku apartemen, membantuku mencarikan beberapa
info apapun karena mereka berdua telah lama tinggal disana, oh ya satu hal lagi
saat ini Lily sudah menikah dengan pacarnya itu. Kak Alice yang menyuruh Lily untuk
sering membantuku. Jadi apakah kamu mempercayaiku?” Tanya Bastian.
“Tapi kenapa
foto kalian sangat mesra?” Tanya Bella.
“Jadi kamu
cemburu, kamu tau sendiri gaya hidup disana seperti apa, Lily juga bekerja di
sebuah bar pasti kamu tau bagaimana gaya hidupnya dan kebiasaannya kan, dunia
malam disana seperti apa pasti kamu sudah bisa membayangkannya, Lily tau kalau
aku menjalin hubungan denganmu begitu juga dengan Lily yang sudah memiliki
pacar, aku sering cerita tentangmu kepada Lily dan pacarnya jadi aku dengan
Lily tidak ada hubungan special apapun.” Kata Bastian.
“Oh gitu.” Kata
Bella sambil menyantap makanan.
“Makanya aku
tidak mengijinkanmu untuk bertemu dengan Dio yak arena dia ingin merusak
hubungan kita dan merebutmu dariku.” Kata Bastian.
“Iya iya.” Kata
__ADS_1
Bella.
“Cepat mandi
kalau sudah selesai makan.” Kata Bastian.
“Hari ini aku
tidak ada kerjaan dan hanya dirumah jadi untuk apa buru-buru untuk mandi, nanti
saja.” Kata Bella.
“Cepat mandi,
ayo kita pergi setelah ini.” Kata Bastian.
“Kemana memangnya?”
Tanya Bella.
“Rahasia,
makanya cepat mandi lalu kita keluar.” Kata Bastian.
Setelah itu
Bastian mengajak Bella untuk pergi ke suatu tempat.
“Mau kemana
sih?” Tanya Bella.
“Sudah lihat
saja nanti.” Kata Bastian.
kemudian, mereka tiba di studio photo.
“Studio photo?
Kamu mau foto?” Tanya Bella.
“Ayo kita
masuk.” Kata Bastian.
Mereka segera
masuk kedalam, jadi Bastian mengajak Bella untuk melakukan sesi foto pra
wedding. Bella pun sempat bingung dan bahagia.
“Jadi kamu
mengajakku untuk foto pra wedding? Kenapa tidak bilang? Apakah kita tidak
terlalu buru-buru? Sebentar, kamu yakin akan menikahiku, aku benar-benar
bingung.” Kata Bella.
“AKu serius
denganmu, aku akan menikahimu. Aku juga telah mendaftarkan pernikahan kita.”
__ADS_1
Kata Bastian.
“Apa? Kita
bahkan belum menentukan tanggal dan kedua orang tua juga belum saling bertemu.”
Kata Bella.
“Aku akan
mengaturnya, lagipula kita sudah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak.”
Kata Bastian.
“Memangnya kedua
orang tuamu menyetujuiku?” Tanya Bella.
“Sudah kok, ibu
dan ayahku sangat menyukaimu. Jadi saat aku pergi ke kebun bersama ayahmu, aku
meminta ijin untuk menikahimu bahkan ayahmu langsung menyetujuinya, ayahmu
bahkan ingin pernikahan ini segera berlangsung.” Kata Bastian.
“Aku masih
sedikit bingung kenapa tiba-tiba kamu melakukan ini, apakah aku siap menjadi
seorang istri untukmu, aku bahkan tidak tau apakah aku siap menjadi seorang ibu
bagi anak-anakmu nanti.” Kata Bella sambil menunduk karena terharu dengan
keseriusan Bastian.
“Lihatlah aku,
aku serius akan menikahimu. Kamu tidak perlu mengatur dan memikirkan hal ini,
biar aku yang mengurus semuanya.” Kata Bastian sambil meyakinkan Bella. Bella
pun mengangguk. Setelah itu mereka segera melakukan pengambilan foto pra
wedding.
“Setelah ini
ikut ke rumahku.” Kata Bastian.
“Untuk apa?”
Tanya Bella.
“Ibu dan ayahku
ingin bertemu dengan kita.” Kata Bastian.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa like nya readers biar author makin makin makin semangat buat update, terima kasih.