Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 episode 9


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian setelah


film Bella rilis, muncul berita terkait hubungan Bella dan William dengan isu


perselingkuhan. Bella membantah berita tersebut karena dia tidak memiliki


perasaan dengan lawan mainnya sedangkan pihak William membenarkan berita


tersebut bahwa memang William dan Bella saling menyukai. Bastian mendengar


berita tersebut dan marah besar dengan istrinya, bahkan dia mengamuk ke


istrinya padahal istrinya sedang sakit karena kelelahan akibat promosi film.


“Bangun kamu.” Kata Bastian.


“Mas, itu berita tidak benar. Aku


sama sekali tidak menyukainya, aku yakin dia sedang menjebakku. Tolong percayalah


padaku.” Kata Bella.


“Selama ini aku memberimu ijin


untuk berkarir tapi ini yang kamu lakukan padaku. Kamu diam-diam bermain di


belakangku, dasar istri tidak tau diri.” Kata Bastian.


“Aku sama sekali tidak memiliki


perasaan dengan William.” Kata Bella.


“Lalu foto itu apa? Kamu diam-diam


tengah menikmati waktu berdua bersama dia bahkan bermesraan dengannya.” Kata Bastian.


“Dengarkan penjelasanku dulu mas,


aku saat itu sedang makan bersamanya dan aku berani bersumpah karena aku tidak


bersalah. Aku hanya makan bersama karena dia memaksaku. Jangan hanya


menyalahkanku saja mas, tapi salahkan juga si William.” Kata Bella.


“Aku tidak sanggup lagi hidup


denganmu, apalagi di film itu juga ada adegan seperti itu, aku yakin kalau kamu


telah selingkuh dengannya. Aku ingin kita berpisah.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Apa? Tidak bisa dan aku tidak


mau mas. Aku mohon jangan bertindak gegabah seperti itu. Aku sama sekali tidak


menyukainya mas.” Kata Bella.


“Lepaskan tanganku.” Kata Bastian


sambil mendorong istrinya.


“Ah ah aduh aduh perutku sakit.” Kata


Bella merintih kesakitan kemudian dia pingsan.


**


Dirumah sakit.


“Bagaimana keadaan istri saya


dok?” Tanya Bastian.


“Istri bapak mengalami keguguran


akibat benturan, perutnya mengalami benturan pak.” Kata dokter.


“Apa? Jadi istri saya sedang


“Iya, dia sedang hamil usia dua


minggu.” Kata dokter.


Bastian pun syok dan dia


menyalahkan dirinya.


“Kamu pembunuh Bastian, kamu


telah membunuh anakmu sendiri karena keegoisanmu. Istriku sedang hamil tapi aku


justru memarahinya dan mendorongnya. Aku bukan suami yang baik untuknya,


maafkan aku.” Kata Bastian sambil menangis didepan istrinya yang sedang


berbaring karena belum sadarkan diri. Tiba-tiba Vania datang.


“Aku sudah membereskan semuanya,


aku sudah memberikan konfirmasi bahwa Bella tidak bersalah dan tidak memiliki

__ADS_1


hubungan dengan William. Memang William menyukai Bella namun Bella menolaknya.”


Kata Vania.


“Apakah kamu tau bahwa Bella


sedang hamil?” Tanya Bastian.


“Apa? Aku tidak mengetahuinya


sama sekali.” Kata Vania.


“Ini semua salahku, aku


mendorongnya karena aku sangat marah dengannya. Dia mengalami keguguran, aku


seorang pembunuh dan bukan suami apalagi ayah yang baik untuknya. Aku merasa


sangat bersalah padanya.” Kata Bastian menangis.


“Sudahlah, ini cobaan bagi kita. Ini


semua bukan keinginan kita. Untuk sementara tolong jaga Bella ya, karena aku


juga harus menghadapi reporter dan aku harus menutupi berita ini dari para


reporter.” Kata Vania.


“Tolong bereskan semuanya dan


jangan sampai berita ini menyebar.” Kata Bastian.


“Baik, saya permisi dulu kalau


begitu.” Kata Vania.


Bastian masih setia menunggu


istrinya sampai sadar, dia tak hentinya memohon doa demi kesembuhan istrinya


sambil meneteskan air matanya karena rasa bersalahnya pada istrinya.


“Maafkan aku istriku, aku


benar-benar bersalah padamu. Kamu boleh marah padaku atau bahkan menamparku


berkali-kali. Aku akan menerimanya. Aku suami yang buruk, kenapa aku tidak


percaya denganmu bahkan aku dengan tega mendorongmu. Maafkan aku sayang.” Kata Bastian.

__ADS_1



__ADS_2