
Beberapa bulan kemudian setelah
film Bella rilis, muncul berita terkait hubungan Bella dan William dengan isu
perselingkuhan. Bella membantah berita tersebut karena dia tidak memiliki
perasaan dengan lawan mainnya sedangkan pihak William membenarkan berita
tersebut bahwa memang William dan Bella saling menyukai. Bastian mendengar
berita tersebut dan marah besar dengan istrinya, bahkan dia mengamuk ke
istrinya padahal istrinya sedang sakit karena kelelahan akibat promosi film.
“Bangun kamu.” Kata Bastian.
“Mas, itu berita tidak benar. Aku
sama sekali tidak menyukainya, aku yakin dia sedang menjebakku. Tolong percayalah
padaku.” Kata Bella.
“Selama ini aku memberimu ijin
untuk berkarir tapi ini yang kamu lakukan padaku. Kamu diam-diam bermain di
belakangku, dasar istri tidak tau diri.” Kata Bastian.
“Aku sama sekali tidak memiliki
perasaan dengan William.” Kata Bella.
“Lalu foto itu apa? Kamu diam-diam
tengah menikmati waktu berdua bersama dia bahkan bermesraan dengannya.” Kata Bastian.
“Dengarkan penjelasanku dulu mas,
aku saat itu sedang makan bersamanya dan aku berani bersumpah karena aku tidak
bersalah. Aku hanya makan bersama karena dia memaksaku. Jangan hanya
menyalahkanku saja mas, tapi salahkan juga si William.” Kata Bella.
“Aku tidak sanggup lagi hidup
denganmu, apalagi di film itu juga ada adegan seperti itu, aku yakin kalau kamu
telah selingkuh dengannya. Aku ingin kita berpisah.” Kata Bastian.
__ADS_1
“Apa? Tidak bisa dan aku tidak
mau mas. Aku mohon jangan bertindak gegabah seperti itu. Aku sama sekali tidak
menyukainya mas.” Kata Bella.
“Lepaskan tanganku.” Kata Bastian
sambil mendorong istrinya.
“Ah ah aduh aduh perutku sakit.” Kata
Bella merintih kesakitan kemudian dia pingsan.
**
Dirumah sakit.
“Bagaimana keadaan istri saya
dok?” Tanya Bastian.
“Istri bapak mengalami keguguran
akibat benturan, perutnya mengalami benturan pak.” Kata dokter.
“Apa? Jadi istri saya sedang
“Iya, dia sedang hamil usia dua
minggu.” Kata dokter.
Bastian pun syok dan dia
menyalahkan dirinya.
“Kamu pembunuh Bastian, kamu
telah membunuh anakmu sendiri karena keegoisanmu. Istriku sedang hamil tapi aku
justru memarahinya dan mendorongnya. Aku bukan suami yang baik untuknya,
maafkan aku.” Kata Bastian sambil menangis didepan istrinya yang sedang
berbaring karena belum sadarkan diri. Tiba-tiba Vania datang.
“Aku sudah membereskan semuanya,
aku sudah memberikan konfirmasi bahwa Bella tidak bersalah dan tidak memiliki
__ADS_1
hubungan dengan William. Memang William menyukai Bella namun Bella menolaknya.”
Kata Vania.
“Apakah kamu tau bahwa Bella
sedang hamil?” Tanya Bastian.
“Apa? Aku tidak mengetahuinya
sama sekali.” Kata Vania.
“Ini semua salahku, aku
mendorongnya karena aku sangat marah dengannya. Dia mengalami keguguran, aku
seorang pembunuh dan bukan suami apalagi ayah yang baik untuknya. Aku merasa
sangat bersalah padanya.” Kata Bastian menangis.
“Sudahlah, ini cobaan bagi kita. Ini
semua bukan keinginan kita. Untuk sementara tolong jaga Bella ya, karena aku
juga harus menghadapi reporter dan aku harus menutupi berita ini dari para
reporter.” Kata Vania.
“Tolong bereskan semuanya dan
jangan sampai berita ini menyebar.” Kata Bastian.
“Baik, saya permisi dulu kalau
begitu.” Kata Vania.
Bastian masih setia menunggu
istrinya sampai sadar, dia tak hentinya memohon doa demi kesembuhan istrinya
sambil meneteskan air matanya karena rasa bersalahnya pada istrinya.
“Maafkan aku istriku, aku
benar-benar bersalah padamu. Kamu boleh marah padaku atau bahkan menamparku
berkali-kali. Aku akan menerimanya. Aku suami yang buruk, kenapa aku tidak
percaya denganmu bahkan aku dengan tega mendorongmu. Maafkan aku sayang.” Kata Bastian.
__ADS_1