
Bella akhirnya tersadar dari
pingsan. Namun kondisinya masih sangat lemas.
“Sayang, akhirnya kamu sadar
juga. Sayang mana yang sakit?” Tanya Bastian.
“Lepaskan tanganku.” Kata Bella.
“Sebentar aku akan memanggil
dokter dulu ya.” Kata Bastian.
Dokter pun datang untuk mengecek
kondisi Bella.
“Syukurlah, kondisi pasien
baik-baik saja, saya sarankan agar pasien banyak istirahat dan makan yang
bergizi. Jika sudah membaik, pasien bisa sedikit bergerak seperti berjalan atau
sekedar menghirup udara segar.” Kata dokter.
“Bagaimana kondisi bayiku? Apakah
dia baik-baik saja?” Tanya Bella.
“Eh maaf sebelumnya tapi nyonya
mengalami keguguran.” Kata dokter.
“Apa?” Tanya Bella, dia pun
menangis tak henti-hentinya. Lalu Bastian pun memeluk istrinya.
“Sabar sayang, ini cobaan untuk
kita.” Kata Bastian.
“Lepaskan aku, ini semua
gara-gara kamu mas. Kalau saja kamu tidak mendorongku pasti aku tidak akan
kehilangan bayiku. Kamu telah membunuhnya mas, lepaskan aku dan pergi dari
sini. Aku tidak mau melihatmu lagi.” Bentak Bella sambil menangis histeris.
“Maafkan aku sayang, aku tidak
tau jika kamu sedang hamil. Seharusnya kamu memberitahuku jika kamu sedang
hamil.” Kata Bastian.
“Saat itu aku akan memberi kabar
bahagia itu tapi kamu justru marah kepadaku tanpa mendnegar semua penjelasanku.
Aku muak melihatmu mas, pergi dari sini pergi kamu pergi.” Teriak Bella sambil
membuang semua barang-barang yang berada di dekatnya. Vania pun berusaha
__ADS_1
menenangkan hati Bella.
“Tenang Bella tenang, kondisimu
memang sedang tidak fit saat itu, mungkin itu juga penyebab kamu keguguran.” Kata
Vania sambil memeluk Bella.
“Tidak, ini semua karena ulah
Bastian. Dia memarahiku dan mendorongku hingga terjatuh. Aku bahkan belum selesai
menjelaskan masalah yang terjadi namun dia justru marah padaku. Pergi kamu
pergi dari sini.” Kata Bella.
“Maafkan aku sayang, aku tau aku
memang bersalah.” Kata Bastian.
“Van, cepat usir dia dari sini. Aku
tidak mau melihatnya lagi.” Kata Bella.
“Iya iya sekarang kamu tenang ya.”
Kata Vania.
“Lebih baik kamu pergi dulu ya
agar Bella tenang. Nanti aku akan menelfonmu.” Kata Vania.
“Baiklah, titip Bella. Segera telfon
aku saja.” Kata Bastian.
“Tidak, lebih baik kamu kembali
pulang saja karena diluar banyak reporter. Jika mereka melihatmu berada diluar
pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan.” Kata Vania.
“Apa yang kamu klarifikasi kepada
para reporter?” Tanya Bastian.
“Aku menyangkal semua berita itu.”
Kata Vania.
“Mereka semua tidak tau kan
tentang berita Bella keguguran?” Tanya Bastian.
“Tidak tau karena aku sendiri
juga tidak tau. Aku bilang pada mereka bahwa Bella tidak ada hubungan dengan
Wiliam. Sebentar lagi juga berita ini akan mereda. Pergilah dan jangan sampai
ada reporter yang mengetahuinya.” Kata Vania.
“Baik, tolong jaga dia.” Kata Bastian.
__ADS_1
“Iya, tenang saja dia pasti
baik-baik saja kok. Kondisi dia hanya tidak stabil dan syok dengan kabar ini.”
Kata Vania.
Lalu Bastian pun pergi sedangkan
Vania menjaga Bella.
“Tadi dokter menyuruhmu untuk
banyak istirahat. Tidurlah dulu agar kondisimu membaik.” Kata Vania.
“Mana bisa aku tidur setelah
kehilangan anakku. Ini semua salahku, seandainya aku memberitahu Bastian pasti
dia tidak akan mendorongku. Tapi dia juga tidak seharusnya mendorngku dan
memarahiku seperti itu. Arghhhhhhh.” Kata Bella.
“Sabar, ini cobaan untukmu. Kamu masih
bisa kok memiliki anak lagi.” Hibur Vania.
“Aku ibu yang gagal menjaga anakku
sendiri, aku ibu yang buruk.” Kata Bella, dia pun melepas selang infusnya
dengan paksa dan sambil mengamuk.
“Bella jangan lakukan itu, aku
mohon.” Kata Vania sambil memeluk Bella.
Bella pun semakin menangis
histeris.
“Maafkan ibu nak, ibu benar-benar
buruk karena tidak bisa menjagamu dengan baik huhuhu. Aku gagal menjadi ibu
yang baik huhuhu.” Kata Bella.
“Tenang dan sabar, jangan
menyalahkan dirimu ya. Sekarang kamu yang tenang, aku akan menjagamu disini. Jika
kondisimu semakin membaik kamu juga akan bisa secepatnya kembali pulang.
“Pulang? Aku bahkan tidak ingin
bertemu dengan Bastian.” Kata Bella.
Karena kondisi Bella semakin
memburuk dan terus berusaha menyalahkan dirinya dan tidak bisa tenang akhirnya
dokter memberikan obat tidur kepada Bella dan tidak lama kemudian Bella
tertidur dengan nyenyak.
__ADS_1