Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Episode 10


__ADS_3

Bella akhirnya tersadar dari


pingsan. Namun kondisinya masih sangat lemas.


“Sayang, akhirnya kamu sadar


juga. Sayang mana yang sakit?” Tanya Bastian.


“Lepaskan tanganku.” Kata Bella.


“Sebentar aku akan memanggil


dokter dulu ya.” Kata Bastian.


Dokter pun datang untuk mengecek


kondisi Bella.


“Syukurlah, kondisi pasien


baik-baik saja, saya sarankan agar pasien banyak istirahat dan makan yang


bergizi. Jika sudah membaik, pasien bisa sedikit bergerak seperti berjalan atau


sekedar menghirup udara segar.” Kata dokter.


“Bagaimana kondisi bayiku? Apakah


dia baik-baik saja?” Tanya Bella.


“Eh maaf sebelumnya tapi nyonya


mengalami keguguran.” Kata dokter.


“Apa?” Tanya Bella, dia pun


menangis tak henti-hentinya. Lalu Bastian pun memeluk istrinya.


“Sabar sayang, ini cobaan untuk


kita.” Kata Bastian.


“Lepaskan aku, ini semua


gara-gara kamu mas. Kalau saja kamu tidak mendorongku pasti aku tidak akan


kehilangan bayiku. Kamu telah membunuhnya mas, lepaskan aku dan pergi dari


sini. Aku tidak mau melihatmu lagi.” Bentak Bella sambil menangis histeris.


“Maafkan aku sayang, aku tidak


tau jika kamu sedang hamil. Seharusnya kamu memberitahuku jika kamu sedang


hamil.” Kata Bastian.


“Saat itu aku akan memberi kabar


bahagia itu tapi kamu justru marah kepadaku tanpa mendnegar semua penjelasanku.


Aku muak melihatmu mas, pergi dari sini pergi kamu pergi.” Teriak Bella sambil


membuang semua barang-barang yang berada di dekatnya. Vania pun berusaha

__ADS_1


menenangkan hati Bella.


“Tenang Bella tenang, kondisimu


memang sedang tidak fit saat itu, mungkin itu juga penyebab kamu keguguran.” Kata


Vania sambil memeluk Bella.


“Tidak, ini semua karena ulah


Bastian. Dia memarahiku dan mendorongku hingga terjatuh. Aku bahkan belum selesai


menjelaskan masalah yang terjadi namun dia justru marah padaku. Pergi kamu


pergi dari sini.” Kata Bella.


“Maafkan aku sayang, aku tau aku


memang bersalah.” Kata Bastian.


“Van, cepat usir dia dari sini. Aku


tidak mau melihatnya lagi.” Kata Bella.


“Iya iya sekarang kamu tenang ya.”


Kata Vania.


“Lebih baik kamu pergi dulu ya


agar Bella tenang. Nanti aku akan menelfonmu.” Kata Vania.


“Baiklah, titip Bella. Segera telfon


aku saja.” Kata Bastian.


“Tidak, lebih baik kamu kembali


pulang saja karena diluar banyak reporter. Jika mereka melihatmu berada diluar


pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan.” Kata Vania.


“Apa yang kamu klarifikasi kepada


para reporter?” Tanya Bastian.


“Aku menyangkal semua berita itu.”


Kata Vania.


“Mereka semua tidak tau kan


tentang berita Bella keguguran?” Tanya Bastian.


“Tidak tau karena aku sendiri


juga tidak tau. Aku bilang pada mereka bahwa Bella tidak ada hubungan dengan


Wiliam. Sebentar lagi juga berita ini akan mereda. Pergilah dan jangan sampai


ada reporter yang mengetahuinya.” Kata Vania.


“Baik, tolong jaga dia.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Iya, tenang saja dia pasti


baik-baik saja kok. Kondisi dia hanya tidak stabil dan syok dengan kabar ini.”


Kata Vania.


Lalu Bastian pun pergi sedangkan


Vania menjaga Bella.


“Tadi dokter menyuruhmu untuk


banyak istirahat. Tidurlah dulu agar kondisimu membaik.” Kata Vania.


“Mana bisa aku tidur setelah


kehilangan anakku. Ini semua salahku, seandainya aku memberitahu Bastian pasti


dia tidak akan mendorongku. Tapi dia juga tidak seharusnya mendorngku dan


memarahiku seperti itu. Arghhhhhhh.” Kata Bella.


“Sabar, ini cobaan untukmu. Kamu masih


bisa kok memiliki anak lagi.” Hibur Vania.


“Aku ibu yang gagal menjaga anakku


sendiri, aku ibu yang buruk.” Kata Bella, dia pun melepas selang infusnya


dengan paksa dan sambil mengamuk.


“Bella jangan lakukan itu, aku


mohon.” Kata Vania sambil memeluk Bella.


Bella pun semakin menangis


histeris.


“Maafkan ibu nak, ibu benar-benar


buruk karena tidak bisa menjagamu dengan baik huhuhu. Aku gagal menjadi ibu


yang baik huhuhu.” Kata Bella.


“Tenang dan sabar, jangan


menyalahkan dirimu ya. Sekarang kamu yang tenang, aku akan menjagamu disini. Jika


kondisimu semakin membaik kamu juga akan bisa secepatnya kembali pulang.


“Pulang? Aku bahkan tidak ingin


bertemu dengan Bastian.” Kata Bella.


Karena kondisi Bella semakin


memburuk dan terus berusaha menyalahkan dirinya dan tidak bisa tenang akhirnya


dokter memberikan obat tidur kepada Bella dan tidak lama kemudian Bella


tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2