
Setelah Pak Sumarno meminta nomor hape Ahmad dan memasukkannya ke dalam ponsel miliknya.
Pak Sumarno langsung menghubungi Ahmad. terdengar nada sambung dari ujung sana dan tak lama kemudian ada suara yang menjawab panggilan telpon tadi.
"hallo, maaf ini siapa ya.?"
"hallo nak, ini bapak. Pak Sumarno bapaknya Fitri."
"oh maaf pak, saya tidak tahu. gimana kabarnya pak?? apa ada yang bisa saya bantu??"
"Alhamdulillah bapak sehat, gini loh nak. bapak mau minta tolong sama nak Ahmad boleh??"
"boleh dong pak, katakan saja apa yang bisa saya bantu pasti saya akan lakukan."
"nanti sore kan bapak sudah mau balik ke Cimahi, dan besok pagi Fitri juga sudah mulai berangkat ke kantor lagi. apa kamu mau besok pagi mengantar dia ke kantor??"
"oh iya pak, dengan senang hati saya akan mengantarkan Fitri kalo perlu menjemputnya juga tidak masalah."
"ah syukurlah kalo kamu mau, maaf ya bapak merepotkan kamu. soalnya bapak takut terjadi sesuatu dengan Fitri kalo dia naik motor sendirian apalagi dia juga belum benar-benar pulih."
"iya pak, saya paham. saya mengerti maksud bapak. sekalian pendekatan sama Fitri boleh kan pak." ijin Ahmad
"boleh nak, biar kalian semakin dekat dan akrab. siapa tahu nanti Fitri luluh. ya sudah bapak tutup telponnya dulu ya. sampai bertemu lain waktu."
"iya pak, semoga kita bertemu sebulan lagi. saat hari lamaran itu tiba. bapak dan ibu nanti hati-hati di jalan ya. salam buat Fitri."
"baik nak. ya sudah. "
telpon kemudian dimatikan oleh pak Sumarno. dia lega karena Ahmad mau mengantar jemput Fitri ke tempat kerja.
"gimana pak?? apa dia mau??"
"ya jelas mau dong, kalo dia gak mau gak bakal bapak restuin jadi calon mantu."
"ih bapak apaan sih. kalo aku yang gak mau gimana??" goda Fitri
Bu Sundari datang dari dapur menghampiri bapak dan anak yang sedang berbincang-bincang tersebut. dan ikut menimpali obrolan mereka.
"lah sok jual mahal, padahal aslinya juga seneng banget mau di antar jemput sama Ahmad. iya kan sayang."
Bu Sundari tahu sebenarnya sang putri juga mencintai pria tersebut. tapi menurutnya keputusan putrinya untuk sok jual mahal sudah betul karena dia juga belum tahu bagaimana sifat asli sang calon menantunya itu.
"iya buk, tapi kan Fitri juga gak bisa langsung nerima dia gitu aja. kata cewek gampangan."
"betul itu nak."
Setelah obrolan tadi, sang ayah langsung pergi ke bengkel untuk mengecek mesin mobilnya. sedangkan sang ibu memasak makan malam untuk mereka. mereka akan makan malam dulu sebelum berangkat. ..
***
Paginya Ahmad bangun dengan senyum yang mengembang, walaupun sebenarnya hatinya berdebar-debar saat ingin bertemu dengan pujaan hatinya.
Selesai mandi dan menggunakan pakaian kantor dengan jas yang dia tenteng di tangan kirinya, dia lalu keluar kamar dan mengambil tas kerja di dalam ruang kerja. dia tak lupa sarapan roti yang diolesi dengan selai.
Langsung pergi menuju rumah kontrakan Fitri. dua puluh menit perjalanan dia akhirnya sampai di tempat tujuan.
__ADS_1
Ahmad mengetuk pintu,
tok..tok..tok..
terdengar suara menyahut dari dalam.
"iya sebentar" kata Fitri
Fitri langsung membuka pintu dan mendapati Ahmad sudah ada di depannya,
"ini baru jam 6.45 pagi, Lo kepagian datengnya. gue aja baru selesai masak. lo udah sarapan belum?."
"udah sih sama roti plus selai."
"ya udah sini masuk dulu, sarapan disini mau gak??"
"gak ah, gue udah kenyang."
"masak cuma makan roti aja kenyang, sini makan dulu, gue mau mandi dulu ya, Lo tunggu di situ sambil sarapan." kata Fitri sambil menunjuk meja berisi makanan.
"oke."
Ahmad pun masuk dan menunggu di dalam. di depannya ada capcay dan ikan tongkol masak pedas. serta ada buah apel yang sudah di kupas.
tiga puluh menit kemudian Fitri sudah keluar dari kamar dengan pakaian rapi langsung menuju ke ruang depan.
"ngapain di liatin aja, yuk makan. jangan sungkan. kebetulan gue masak banyak hari ini."
"ya udah deh. nyoba dikit aja boleh kan."
Ahmad langsung mengambil makanan yang ada di depannya tadi. yang selama 30 menit tak berhenti dilihatnya.
Saat mencoba suapan pertama dan mengunyahnya. Ahmad langsung berkata.
" emmm ..enak, ini enak banget. ini lo yang masak??"
"iya gue sendiri yang masak, emang lo lihat orang lain selain gue di rumah ini??"
"ya kan kali aja lo delivery order."
"enggak lah, gue masak sendiri kok. ya udah dihabisin makannya."
"iya deh gue habisin." Ahmad kemudian kembali mengambil sayur dan lauk dan memakannya dengan lahap.
"pelan-pelan dong makannya. nanti keselek loh." baru saja Fitri berhenti berbicara tiba-tiba..
"uhuk...uhuk...." Ahmad tersedak
buru-buru Fitri mengambilkan air putih yang ada di depannya. kemudian menyerahkannya pada Ahmad. dan Ahmad langsung menenggaknya tanpa sisa
"pelan-pelan minumnya dong.baru aja gue selesai ngomong. udah keselek beneran kan."
"iya maaf."
"lagian ngapain sih buru-buru, gak ada yang minta juga."
__ADS_1
"hehe maaf . habisnya masakan lo enak sih."
"makasih. eh iya nih makanannya masih ada banyak, lo mau buat bekal makan siang??"
"emang boleh gue bawa ke kantor??"
"boleh dong."
"ya udah deh mau kalo gitu."
"iya bentar, gue ambil tempat makan dulu ya."
"oke"
Fitri mengambil tempat makan yang ada di dapur dan kemudian membagi makanan tadi menjadi dua bagian. untuk dirinya dan untuk Ahmad. tak lupa juga dia menaruh kupasan apel di dalam bekal tersebut.
Setelah selesai memasukkan makanan dan membereskan sisa piring kotor di dapur, mereka langsung berangkat ke kantor.
Di dalam mobil, Fitri hanya menatap jalanan, sedangkan Ahmad masih fokus menyetir dan sesekali tersenyum sendiri. tak menyangka bisa ada di satu mobil yang sama dengan pujaan hatinya.
Ahmad memulai percakapan mereka terlebih dahulu.
"Lo nanti pulang jam berapa?? biar gue jemput."
"enggak tahu juga, kan kadang lembur. mana gue kemaren kan cuti seminggu lebih."
"ya kan cuti sakit, masa iya bos Lo keterlaluan banget ngasih kerjaan banyak buat Lo."
"ya kan gue gak tau, orang gue juga belum masuk ke kantor."
"bisa gak, mulai sekarang kita manggilnya kamu aku aja, gak usah pake lo gue segala. biar lebih enak gitu."
"oke deh. terserah Lo."
"nah gitu dong"
"ya udah nanti kalo aku pulang, nanti aku hubungi kamu aja biar enak."
"oke siap boss"
15 menit kemudian, Fitri turun di depan kantornya. Pak Joko langsung menyapa Fitri, karena sudah seminggu lebih dia tidak melihat Fitri berangkat bekerja.
"wah Fitri, kemana aja?? lama banget gak masuk kerja. kenapa??
"ijin pak. ada keperluan."
"oh gitu, tumben kamu dianterin mobil, biasanya juga naik motor sendiri."
"iya pak, itu taxi online."
bersambung....
jangan lupa untuk like... vote... dan coment ya....
semoga suka sama ceritanya...
__ADS_1
☺️☺️☺️☺️