
Aurelia Maulida Putri Al Hakim. gadis manis yang berusia 21 tahun. putri pasangan Pak Hakim dan Bu Halimah. dia melanjutkan kuliah di Universitas Airlangga fakultas kedokteran. hari ini dia libur kuliah karena setelah melewati ujian semester.
Dia memutuskan untuk pulang ke kota asalnya di Bandung. beberapa hari yang lalu mamanya memberi kabar bahwa kakak kesayangannya akan melamar seorang gadis. Bu Halimah menyuruh Aurel untuk pulang ke Bandung.
Bu Halimah menyarankan agar Aurel pulang menggunakan pesawat terbang saja supaya hemat waktu dan juga tenaga. Tapi Aurel menolaknya. dia sudah bosan jika naik pesawat terbang terus. terlebih lagi dia juga jarang naik kereta api jarak jauh.
Maka dari itu Aurel memutuskan untuk pulang menggunakan kereta api. dia memesan tiket melalui aplikasi online supaya lebih hemat waktu dan tidak bolak-balik ke stasiun.
malam ini dia berkemas. mengemasi barang-barangnya untuk di bawa pulang. ketika dia sedang berkemas, telponnya berdering. ternyata yang menelponnya adalah mamanya.
"hallo assalamualaikum." jawab Aurel.
"hallo nak. waalaikumsalam." Bu Halimah.
"ada apa ma?? kok tumben telpon?? apa ada hal penting??"
"kamu ini, mamanya telpon kok dikatain tumben. kebangetan banget."
"hehe..maaf mama ku sayang. jangan marah dong. ya udah iya..iya.. ada apa mama telpon??"
"enggak, mama cuma mau nanya aja sama kamu."
"nanya apa emangnya mah??"
"kamu jadi kan besok pulang ke Bandung??"
"em, jadi kok mah."
" kapan berangkatnya??"
"besok pagi mah. jam 7.40 kalo gak salah." jawab Aurel.
"naik apa??"
"naik kereta api mah."
"kenapa naik kereta sih sayang. kan kamu bisa naik pesawat. biasanya juga kalo pulang ke Bandung selalu naik pesawat."
"ya gak papa dong mah. orang aku juga pengen sekali-kali naik kereta api."
"kan kalo naik pesawat sampe rumah cepet sayang."
__ADS_1
"ah gak mah. gak seru. udah bosen juga aku naik pesawat. aku pengen naik kereta. lagian aku juga gak sendirian kok. sama temen aku."
"cuma berdua??"
"iya berdua aja. temen aku juga cewek kok mah. jadi mama gak usah khawatir gitu sama aku. aku juga udah besar kok. bisa sendiri."
"temen kamu juga turun di Bandung kan sayang."
"enggak mah. dia turun di Cirebon. rumahnya di Cirebon."
"lah nanti kamu ke Bandungnya sendirian dong."
"iya."
"terus nanti kalo kamu kenapa-napa di jalan gimana??? di copet atau di hipnotis gitu." kata Bu Halimah yang mulai mengkhawatirkan anaknya.
"enggak mama ku sayang. kan aku berangkatnya juga pagi. sampe Bandung palingan juga jam 7 malem. pokoknya mama gak usah khawatir sama aku."
"ya udah deh. tapi kamu hati-hati di jalan ya. Nanti kalo udah sampai Bandung kabarin. biar mama suruh sopir buat jemput kamu."
"oke. ya udah deh ma. aku mau lanjut beres-beres lagi nih. terus langsung istirahat besok pagi habis subuh harus udah stay di stasiun."
"ya udah deh. sampe ketemu di rumah ya."
"waalaikumsalam."
Aurel langsung menutup panggilan telpon dan kembali menyiapkan barang-barang yang akan dia bawa ke Bandung.
Tak lupa juga dia selalu membawa laptopnya kemanapun dia pergi. untuk mengerjakan berbagai tugas dari dosen-dosennya.
selama di Surabaya, Aurel ngekos di kos-kosan putri. satu kamar satu orang dengan kamar mandi di dalam beserta kasur dan juga almari. bisa di bilang kos-kosan mevvah. maklum anak orang kaya.
jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. saatnya dia untuk beristirahat agar besok pagi bisa bangun lebih awal untuk berangkat ke stasiun.
---
hari berganti, sekarang jam sudah menunjukkan pukul setengah 5 pagi. Bunyi alarm Aurel sudah menggema di seisi ruangan. membuat sang pemilik langsung bangun dari tidurnya.
Setelah dia cuci muka mandi dan bersih-bersih tak lupa juga menunaikan kewajiban kepada Tuhan. Aurel langsung saja memesan taxi online. Anjani sahabatnya yang juga hari ini akan pulang bersama dengan Aurel sudah siap di depan kos-kosan.
Aurel keluar dari kamar kos-kosannya dan membawa semua barang-barang yang akan dibawanya pulang. dia hanya membawa satu koper kecil barang-barang yang berisi oleh-oleh untuk keluarganya. dan juga satu tas ransel yang berisi laptop dan juga perlengkapan pribadinya.
__ADS_1
setelah semuanya beres, dia mengunci pintu kamar dan berpamitan kepada ibu kos. kebetulan taxi online yang Aurel pesan juga sudah datang.
mereka berdua langsung memasukkan barang-barang ke dalam mobil dan mobil pun melaju menuju stasiun pasar Turi.
tak sampai satu jam mereka sudah sampai di depan stasiun. setelah Aurel membayar biaya taxi mereka langsung masuk ke dalam stasiun untuk menscan tiket dan mencetaknya di dalam mesin scan.
tak sampai lima menit, mereka berdua langsung duduk di kursi tunggu di dalam stasiun. untuk menunggu kedatangan kereta dan check in tiket keberangkatan.
"eh Jani, kita duduk disini aja yuk, biar gak kejauhan dari pintu masuk check in." kata Aurel.
"iya boleh deh. eh ngomong-ngomong kamu udah sarapan apa belum??"
"aku belum sarapan nih. kamu??"
"aku juga belum. ya udah aku beli roti sama camilan dulu di minimarket sebelah sana. kamu disini aja tungguin barang-barang kita.''
"oke. jangan lupa beli minuman juga ya. ini uangnya." kata Aurel sambil menyerahkan selembar uang seratus ribu.
"oke deh. kamu tunggu sini aja ya. jangan kemana-mana." sambil menerima uang dari Aurel.
"oke."
Anjani langsung pergi ke minimarket di dalam stasiun tersebut dan membeli camilan dan minuman untuk mereka sarapan. tak lupa dia juga membeli roti.
beberapa saat kemudian, Anjani sudah kembali lagi membawa beberapa kantong plastik makanan dan minuman.
"kok banyak amat belinya??" tanya Aurel.
"iya nih. kan mana tau kamu tadi kelupaan gak bawa camilan. jadi aku beli sekalian. sama aku beli beberapa buah-buahan."
"ya udah deh. yuk kita makan. nanti keburu check in."
lima belas menit setelah mereka makan roti, petugas kereta api mengumumkan bahwa kereta Argo Wilis tujuan Surabaya Pasar Turi - Bandung akan segera tiba. penumpang di mohon bersiap-siap.
Dua gadis itu langsung saja membereskan semua barang-barang bawaannya dan juga mempersiapkan tiket serta KTP untuk check in. setelah kereta tiba, dua gadis itu langsung masuk ke dalam gerbong kereta menuju tempat duduk yang tertera pada tiket. mereka duduk di kursi Eksekutif di gerbong nomor 2 di belakang lokomotif.
mereka duduk berdampingan di kursi nomor 7A dan 7B. Fitri memilih duduk di samping jendela. karena ingin melihat pemandangan Surabaya pagi itu.. meninggalkan kota Surabaya untuk bertemu dengan keluarga yang sudah sangat lama ditinggalkan....
bersambung....
jangan lupa untuk selalu vote..like... coment..dan follow author ya....
__ADS_1
maaf banget yang nanyain kenapa updatenya lama, soalnya author juga lagi sibuk banget nih...gak bisa setiap saat pegang hp apalagi punya anak kecil..mohon maklum ya para readers kesayangan author...😘😘😘😘😘