
“Aku mau keluar Van, aku bawa
mobil sendiri saja.” Kata Bella.
“Memangnya mau kemana sih?” Tanya
Vania sambil asyik memakan jajan.
“Aku mau ke kantor suamiku, dia
mau mentraktir staff nya makan siang. Mau ikut tidak?” Tanya Bella.
“Boleh deh, disana juga ada
temanku kok, dia kerja di tempat suamimu.” Kata Vania.
“Siapa Van? Aku mengenalnya
tidak?” Tanya Bella.
“Tidak, dia temanku saat kerja di
kantorku yang dulu kok. Kamu tidak mengenalnya, dia sekarang jadi manajer di
bagian pemasaran.” Kata Vania.
“Siapa namanya?” Tanya Bella.
“Carla, dia sekarang berubah
banget. Dulu dia terlihat sangat cupu dan terlihat bodoh haha. Sekarang dia
sangat cantik, body goal pokoknya selalu ingin terlihat berbeda. Aku sama dia
dulu sangat dekat lalu aku resign dan beberapa bulan kemudian dia juga resign
kabarnya sih dia ketahuan memiliki hubungan dengan atasanku.” Kata Vania.
“Apa kamu bilang? Aduh kok aku
jadi takut ya Van.” Kata Bella.
“Haha takut kenapa? Takut dia
menggoda suamimu? Dia sudah menikah kok tapi suaminya lebih tua sepuluh tahun
darinya, dia dijodohkan oleh orang tuanya. Tenang saja dia tidak akan berani
macam-macam kok.” Kata Vania.
“Hmmm baguslah, aku bersiap-siap
dulu ya Van.” Kata Bella.
“Aku pinjam bajumu dong Bell
kalau begitu, aku malu dong jika pakai baju ini. Padahal aku niatnya hanya
mampir sebentar ke rumahmu.” Kata Vania.
“Ambil aja di ruang biasanya,
pilih sesukamu.” Kata Bella.
“Ok, cepat ganti sana kalau
__ADS_1
gitu.” Kata Vania.
**
Bella dan Vania tiba dikantor
Bastian, Vania menemui Carla sedangkan Bella menemui suaminya. Seluruh staff
Bastian memuji Bella.
“Ya ampun istrinya pak Bastian
cantik ya.”
“Tentu saja dia kan model, tapi
sekarang kabarnya sedang hiatus karena ingin menjadi rumah tangga dan mengurus
pak Bastian.”
“Pantas saja pak Bastian sekarang
semakin tampan dan auranya bahagia sekali.”
“Maklum mereka kan pengantin
baru.”
Selamat siang, pak Bastiannya di
ruangannya ya?” Tanya Bella.
“Mari saya antarkan bu.” Kata pak
“Terima kasih.” Kata Bella.
Bella segera menemui Bastian di
ruangannya.
“Sayang.” Kata Bella.
“Astaga kaget aku sayang, kenapa
tidak menelfonku dulu sih.” Kata Bastian langsung memeluk dan mencium istrinya
tanpa memperdulikan siapapun.
“Eh ma maaf pak saya permisi
dulu.” Kata Zaki.
“Oh ya tutup pintunya.” Kata Bastian.
“Kamu apa-apaan sih menciumku
sembarangan, malu dilihat orang apalagi di kantor kamu ka nada kamera cctv
juga.” Kata Bella.
“Aku yang mengendalikan cctv aku
__ADS_1
bos nya, wajar lah kita sangat mesra seperti ini namanya juga pengantin baru
gimana sih kamu.” Kata Bastian.
“Aku tadi datang kesini bersama
Vania, tapi Vania sedang menemui temannya, namanya Carla dia manajer pemasaran.
Kamu harus hati-hati dengannya, aku tidak mau kamu tergoda atau digode oleh
dia.” Kata Bella.
“Hahaha astaga mana mungkin,
tidak ada yang bisa menandingimu, kamulah pemilik hatiku sayang.” Kata Bastian
sambil tetap mendekap istrinya.
“Hmmm iya iya, mas kenapa sih
kamu tidak jujur padaku soal makanan tadi. Dagingnya keras terus rasanya juga
hambar kenapa kamu tidak bilang jujur saja, pasti sulit ya menghabiskan makanan
yang tidak enak tadi, maafkan aku mas.” Kata Bella.
“Aku tidak ingin membuatmu kecewa
apalagi menyakiti perasaanmu, aku tau kamu bangun pagi lalu harus menyiapkan
makanan untukku, kalau aku bilang jujur pasti kamu akan sakit hati.” Kata Bastian.
“Itu sudah kewajibanku untuk
bangun pagi dan memasak untukmu, lain kali jujur saja kalau memang rasanya
tidak enak, aku juga sih yang salah karena tidak mencicipinya. Lain kali aku
akan memasak yang lebih enak lagi ya sayang, jangan kecewa denganku ya.” Kata
Bella.
“Tidak sayang.” Kata Bastian.
“Lepaskan aku mas, ayo kita pergi
sekarang.” Kata Bella.
“Tenang saja, sudah di atur kok
sama asistenku. Nanti kita tinggal datang lalu makan lalu kita pulang.” Kata Bastian.
“Kok pulang sih, belum waktunya
pulang mas.” Kata Bella.
“Bagaimana aku bisa fokus jika
kamu ada disini, yang ada aku ingin terus mendekap dan menciummu.” Kata Bastian
sambil mencium istrinya.
“Hmmm mayo kita pergi sekarang.” Kata
Bella.
__ADS_1
“Aku telfon asistenku dulu.” Kata
Bastian.