Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 34


__ADS_3

Bastian menelfon Vania.


“Hallo, aku butuh bantuanmu.”


Kata Bastian.


“Ada apa?” Tanya Vania sedikit


ketakutan.


“Bella ingin bertemu denganmu,


jangan bicara apapun yang membuatnya bingung dan berpikir keras.” Kata Bastian.


“Untuk apa aku membantu kalian?”


Tanya Vania.


“Jika kamu menolak, hari ini juga


aku akan melaporkanmu ke penjara.” Ancam Bastian.


“Baiklah, aku akan menemuinya.”


Kata Vania.


“Satu jam lagi, aku tunggu di


kafe S.” Kata Bastian.


**


Setibanya di kafe S


“Vania.” Panggil Bella, Bella pun


langsung memeluk Vania.


“Hei, duduklah. Kamu datang


dengan siapa?” Tanya Vania.


“Aku datang sendiri.” Kata Bella.


Namun Bastian mengawasinya dari kejauhan sehingga Vania merasa tidak tenang


karena di awasi oleh Bastian.


“Aku sudah memesan minuman


kesukaanmu. Kamu sudah makan belum?” Tanya Vania.


“Sudah, kita minum saja karena aku


kenyang.” Kata Bella.


“Baiklah, bagaimana kabarmu? Aku


dengar kamu mengalami hilang ingatan sebagian, apa benar?” Tanya Vania.


“Iya, aku ingin bertanya suatu


hal denganmu.” Kata Bella.


“Ada apa? Tanyakan saja padaku.”


Kata Vania.


“Apa benar aku menjalin hubungan


dengan seorang laki-laki bernama Bastian? Ayah dan Ibuku bilang bahwa dia

__ADS_1


adalah calon suamiku, tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya, apakah aku punya


kenangan buruk dengannya sehingga aku melupakannya bahkan aku tidak ingat


apapun tentang dia.” Kata Bella.


“Apa? Jadi Bella lupa dengan


Bastian? Berarti dia tidak ingat bahwa aku yang telah membuatnya seperti ini,


kenapa juga kamu maish selamat sih. Aku harus membuatnya membenci Bastian


dengan begitu dia akan meninggalkan Bastian.” Kata Vania dalam hati.


“Kenapa kamu diam saja Van? Aku


butuh jawabanmu.” Kata Bella.


“Ah iya memang benar kamu akan


menikah dengan Bastian, kamu benar-benar tidak ingat apapun tentangnya? Oh iya


kenapa kamu bisa kehilangan ingatan seperti ini? Apa yang terjadi denganmu?”


Tanya Vania.


“Orang tuaku bilang bahwa aku


terjatuh di apartemenku, aku tidak ingat semuanya.” Kata Bella.


“Kamu bahkan bisa mengingat orang


tuamu dan teman-temanmu tapi kenapa kamu justru lupa dengan Bastian.” Kata


Vania.


“Aku juga tidak tau, apakah aku


“Mungkin Tuhan ingin


menyelamatkanmu dari dia, makanya Tuhan membuatmu lupa dengan Bastian.” Kata


Vania.


“Ceritakan padaku, kita kan dulu


satu kampus dan ibuku bilang bahwa Bastian juga satu kampus denganku.” Kata


Bella.


“Aku tidak ingin ikut campur


dengan kehidupanmu, maafkan aku.” Kata Vania.


“Setidaknya kasih tau aku seperti


apa calon suamiku yang bernama Bastian itu. Aku akan menikah dengannya namun


aku tidak ingat dia sama sekali.” Kata Bella.


“Hanya kamu yang tau seperti apa


dia sebenarnya, maaf aku harus kembali pulang karena aku ada janji dengan


seseorang.” Kata Vania.


“Apakah Bastian mengancammu?”


Tanya Bella.


“Dia semakin percaya denganku.” Kata

__ADS_1


Vania dalam hati.


“Maaf aku tidak bisa


memberitahumu.” Kata Vania.


“Ayolah, katakan saja padaku


seperti apa dia sebenarnya.” Kata Bella.


“Dia adalah mantan suamiku, dia


menceraikanku untuk menikahimu. Dia bukan laki-laki yang baik, maaf aku harus


mengatakan hal ini padamu.” Kata Vania, lalu dia pergi. Tentu saja Bella syok


mendengar ucapan Vania.


“Jadi Bastian adalah mantan suami


sahabatku sendiri, apakah aku dulu merebutnya dari Vania? Tidak tidak, tidak


mungkin aku melakukan hal seperti itu.” Kata Bella.


Kemudian Bella kembali pulang ke


apartemennya. Setibanya di apartemen, dia menghampiri kamar Bastian.


“Ada yang ingin aku bicarakan


denganmu.” Kata Bella.


“Ada apa? Oh iya sudah waktunya


kamu minum obat, sebentar aku akan menyiapkan obat untukmu.” Kata Bastian.


Bastian pun segera menyiapkan obat untuk Bella.


“Ini obat untukmu, minumlah dulu


baru kita bicara.” Kata Bastian sambil memberikan obat untuk Bella. Bella sangat


marah dan membuang obatnya lalu menyiram air ke wajah Bastian.


“Kamu kenapa? Kenapa kamu


menyiramku?” Tanya Bastian.


“Aku tidak ingin melihatmu, pergi


kamu dari sini.” Bentak Bella.


“Memangnya apa yang terjadi? Apa yang


Vania katakan kepadamu sehingga kamu berubah seperti ini?” Tanya Bastian.


“Kamu benar-benar laki-laki


buruk, aku benci denganmu. Lebih baik kembalilah kepada Vania, aku tidak ingin


disebut sebagai perusak rumah tangga.” Kata Bella.


“Kamu pasti salah paham,


dengarkan dulu penjelasanku.” Kata Bastian.


“Aku tidak mau mendengar


penjelasanmu.” Teriak Bella, Bella mengamuk sambil memukul Bastian hingga


tiba-tiba dia jatuh pingsan.

__ADS_1


__ADS_2