
Bastian menelfon Vania.
“Hallo, aku butuh bantuanmu.”
Kata Bastian.
“Ada apa?” Tanya Vania sedikit
ketakutan.
“Bella ingin bertemu denganmu,
jangan bicara apapun yang membuatnya bingung dan berpikir keras.” Kata Bastian.
“Untuk apa aku membantu kalian?”
Tanya Vania.
“Jika kamu menolak, hari ini juga
aku akan melaporkanmu ke penjara.” Ancam Bastian.
“Baiklah, aku akan menemuinya.”
Kata Vania.
“Satu jam lagi, aku tunggu di
kafe S.” Kata Bastian.
**
Setibanya di kafe S
“Vania.” Panggil Bella, Bella pun
langsung memeluk Vania.
“Hei, duduklah. Kamu datang
dengan siapa?” Tanya Vania.
“Aku datang sendiri.” Kata Bella.
Namun Bastian mengawasinya dari kejauhan sehingga Vania merasa tidak tenang
karena di awasi oleh Bastian.
“Aku sudah memesan minuman
kesukaanmu. Kamu sudah makan belum?” Tanya Vania.
“Sudah, kita minum saja karena aku
kenyang.” Kata Bella.
“Baiklah, bagaimana kabarmu? Aku
dengar kamu mengalami hilang ingatan sebagian, apa benar?” Tanya Vania.
“Iya, aku ingin bertanya suatu
hal denganmu.” Kata Bella.
“Ada apa? Tanyakan saja padaku.”
Kata Vania.
“Apa benar aku menjalin hubungan
dengan seorang laki-laki bernama Bastian? Ayah dan Ibuku bilang bahwa dia
__ADS_1
adalah calon suamiku, tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya, apakah aku punya
kenangan buruk dengannya sehingga aku melupakannya bahkan aku tidak ingat
apapun tentang dia.” Kata Bella.
“Apa? Jadi Bella lupa dengan
Bastian? Berarti dia tidak ingat bahwa aku yang telah membuatnya seperti ini,
kenapa juga kamu maish selamat sih. Aku harus membuatnya membenci Bastian
dengan begitu dia akan meninggalkan Bastian.” Kata Vania dalam hati.
“Kenapa kamu diam saja Van? Aku
butuh jawabanmu.” Kata Bella.
“Ah iya memang benar kamu akan
menikah dengan Bastian, kamu benar-benar tidak ingat apapun tentangnya? Oh iya
kenapa kamu bisa kehilangan ingatan seperti ini? Apa yang terjadi denganmu?”
Tanya Vania.
“Orang tuaku bilang bahwa aku
terjatuh di apartemenku, aku tidak ingat semuanya.” Kata Bella.
“Kamu bahkan bisa mengingat orang
tuamu dan teman-temanmu tapi kenapa kamu justru lupa dengan Bastian.” Kata
Vania.
“Aku juga tidak tau, apakah aku
“Mungkin Tuhan ingin
menyelamatkanmu dari dia, makanya Tuhan membuatmu lupa dengan Bastian.” Kata
Vania.
“Ceritakan padaku, kita kan dulu
satu kampus dan ibuku bilang bahwa Bastian juga satu kampus denganku.” Kata
Bella.
“Aku tidak ingin ikut campur
dengan kehidupanmu, maafkan aku.” Kata Vania.
“Setidaknya kasih tau aku seperti
apa calon suamiku yang bernama Bastian itu. Aku akan menikah dengannya namun
aku tidak ingat dia sama sekali.” Kata Bella.
“Hanya kamu yang tau seperti apa
dia sebenarnya, maaf aku harus kembali pulang karena aku ada janji dengan
seseorang.” Kata Vania.
“Apakah Bastian mengancammu?”
Tanya Bella.
“Dia semakin percaya denganku.” Kata
__ADS_1
Vania dalam hati.
“Maaf aku tidak bisa
memberitahumu.” Kata Vania.
“Ayolah, katakan saja padaku
seperti apa dia sebenarnya.” Kata Bella.
“Dia adalah mantan suamiku, dia
menceraikanku untuk menikahimu. Dia bukan laki-laki yang baik, maaf aku harus
mengatakan hal ini padamu.” Kata Vania, lalu dia pergi. Tentu saja Bella syok
mendengar ucapan Vania.
“Jadi Bastian adalah mantan suami
sahabatku sendiri, apakah aku dulu merebutnya dari Vania? Tidak tidak, tidak
mungkin aku melakukan hal seperti itu.” Kata Bella.
Kemudian Bella kembali pulang ke
apartemennya. Setibanya di apartemen, dia menghampiri kamar Bastian.
“Ada yang ingin aku bicarakan
denganmu.” Kata Bella.
“Ada apa? Oh iya sudah waktunya
kamu minum obat, sebentar aku akan menyiapkan obat untukmu.” Kata Bastian.
Bastian pun segera menyiapkan obat untuk Bella.
“Ini obat untukmu, minumlah dulu
baru kita bicara.” Kata Bastian sambil memberikan obat untuk Bella. Bella sangat
marah dan membuang obatnya lalu menyiram air ke wajah Bastian.
“Kamu kenapa? Kenapa kamu
menyiramku?” Tanya Bastian.
“Aku tidak ingin melihatmu, pergi
kamu dari sini.” Bentak Bella.
“Memangnya apa yang terjadi? Apa yang
Vania katakan kepadamu sehingga kamu berubah seperti ini?” Tanya Bastian.
“Kamu benar-benar laki-laki
buruk, aku benci denganmu. Lebih baik kembalilah kepada Vania, aku tidak ingin
disebut sebagai perusak rumah tangga.” Kata Bella.
“Kamu pasti salah paham,
dengarkan dulu penjelasanku.” Kata Bastian.
“Aku tidak mau mendengar
penjelasanmu.” Teriak Bella, Bella mengamuk sambil memukul Bastian hingga
tiba-tiba dia jatuh pingsan.
__ADS_1