
"kenapa kamu takut?? apa yang kamu takutkan dari mereka??."
"aku takut mereka gak suka sama aku. karena kita tidak selevel"
"jangan takut, kamu kan belum ketemu sama mereka. jadi kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak ya."
"tapi..."
"sudahlah, jangan cemas apalagi gugup. sekarang kamu fokus sama pekerjaan kantor dulu. karena kan ketemunya besok bukan sekarang."
"baiklah.."
tak terasa sekarang mereka sudah ada di depan kantor Fitri.
"dah sana turun, mau sampai kapan kamu melamun terus."
Fitri pun akhirnya tersadar dari lamunannya.
"eh iya, tapi ini bisa dibuka kan?? gak kaya kemarin." menunjuk seatbelt yang terpasang.
"bisa kok, udah aku benerin tadi malam pas pulang dari rumah kamu. apa mau aku bukain lagi??" goda Ahmad sambil menaik turunkan kedua alis matanya.
"eh gak, aku bisa sendiri." dengan cepat Fitri membuka seatbeltnya kemudian keluar dari mobil lalu menutup pintu keras.
Ahmad yang melihat kelakuan Fitri hanya geleng-geleng kepala dari dalam mobil.
--
di Bandung
"Pah, kapan kita akan berangkat ke Jakarta??" tanya Bu Halimah
"ya nanti setelah urusan papah selesai mah." jawab Pak Hakim
"terus kapan pah?? ini saja sudah malam Sabtu."
"besok pagi kita berangkat dari sini ya, sayang. udah dong jangan di tekuk gitu mukanya. nanti gak cantik lagi loh." goda pak hakim
"enggak gitu pah, mama gak sabar aja pengen ketemu calon mantu. oh ya pah. gimana kalo mama belanja dulu di supermarket deket sini. dianterin sama Pak Anto."
"kenapa sih mah kok buru-buru. kaya disana gak ada supermarket aja."
"ya ada sih, tapi kan kalo sampe sana papa laper gimana?? apa mama laper. tau sendiri kan kalo anak kita itu gak punya asisten rumah tangga. cuma ada satpam aja di rumah."
"ya kan besok kita bisa beli di jalan sekalian berhenti bentar. cuma barang beli sayur aja kok repot."
"ih papa gak peka. ya udah deh mamah pergi aja. percuma ngomong sama papah." kata Bu Halimah meninggalkan sang suami.
"mamah mau kemana??"
"mau ke kamar. tidur. capek dah malem."
"ya sudah, jangan lupa siap-siap buat besok ya mah. jangan sampe ada barang yang ketinggalan."
"iya papah."
Bu Halimah pun menaiki tangga menuju kamarnya untuk mempersiapkan barang yang akan di bawa besok ke rumah anak laki-lakinya.
__ADS_1
--
Sorenya, Ahmad kembali menjemput Fitri di depan kantornya.
Fitri juga sudah menunggu di depan gerbang. Fitri yang melihat ada mobil Ahmad langsung menghampiri dan masuk ke dalam mobil tersebut.
"eh, ke supermarket lagi yuk." ajak Ahmad.
"buat apa??."
"temenin aku belanja dong. mau gak?? nanti malam kan mamah sama papa dateng. kamu kan tahu sendiri kalo aku gak bisa milih sayuran." kata Ahmad berbohong.
"katanya pagi datengnya. kok sekarang malam??"
"iya soalnya papah ada meeting mendadak di sana. jadi berangkat sore dari Bandung. nanti malem kan sampe."
"oh, gitu. boleh deh. yuk berangkat sekarang."
Ahmad pun kembali melajukan mobilnya menuju supermarket seperti kemarin. karena tadi sang papah menelpon jika mereka akan sampai di Jakarta malam hari. dan sudah pasti sang mamah merajuk. karena papahnya lebih memilih meetting itu dari pada pergi ke Jakarta di pagi hari.
keduanya sudah ada di dalam supermarket sekarang. Ahmad berjalan sambil mendorong troli belanja sedangkan Fitri berjalan disampingnya.
"apa yang kamu butuhkan buat di rumah??"
"semua barang-barang dapur."
"oke sekarang kita ke arah sana dulu,." kata Fitri sambil beralih berjalan didepannya.
Fitri mengambil semua perlengkapan dapur termasuk gula, teh, kopi, susu. dan yang lainnya.
"ada lagi??" tanya Fitri
"mamah kamu biasanya suka sayuran apa?? atau gak, apa makanan kesukaan mamah kamu ??"
"mamah sih biasanya makan steak, chicken chop. kalo sayur ya biasa kaya kamu kemarin beli."
"oke, kita beli sayurannya dulu aja ya."
Fitri memilih beberapa sayuran untuk di masukkan kedalam troli. dia memasukkan kentang, wortel, paprika, timun, tomat, bayam, selada, buncis, kacang panjang, dan lainnya.
"sekarang kita ke bagian bumbu dapur yuk."
"oke" kata Ahmad mengikuti Fitri berjalan.
Fitri memasukkan semua bumbu dapur lengkap. termasuk bumbu masakan western seperti parsley, oregano, daun basil, dan lainnya.
"mamah kamu suka seafood gak?? "
"suka sih."
"oke kita ambil seafoodnya."
Fitri mengambil cumi, udang, kepiting dan makanan laut lainnya.
" yuk sekarang tinggal ke stan daging. buat beli daging ayam sama daging sapi."
Fitri mengambil satu ekor ayam dan juga sekilo daging sapi tenderloin.
__ADS_1
"segini cukup??" tanya Fitri
"cukup kok, ya udah yuk ke kasir."
mereka berjalan ke kasir. setelah semua barang selesai dibayarkan. mereka kembali ke dalam mobil.
Ahmad terlebih dulu mengantarkan Fitri pulang. sebelum pulang ke rumahnya.
"makasih ya, udah di bantuin belanja."
"iya sama-sama."
"besok pagi aku jemput kamu ya. jam 9 udah harus siap. oke cantik." kata Ahmad sambil mengedipkan mata
"ih genit deh." kata Fitri malu-malu. sebenarnya ada semburat merah di pipinya. entah mengapa dia merasa bahagia jika dekat dengan Ahmad.
"gak papa dong. Sama calon istri gitu."
"ih ngarep. ya udah aku turun dulu."
"oke bye, sampe ketemu besok ya. jangan lupa dandan yang cantik." goda Ahmad.
Fitri yang tak memperdulikan perkataan Ahmad langsung masuk kedalam rumah kontrakan.
dia masuk ke dalam kamar sambil merebahkan dirinya sebentar.
"malem ini aku mau masak apa ya??"
Fitri lalu berfikir sebentar.
"ah mending aku masak pecel lele sama lalapan aja yang simpel. tinggal goreng lele sama nguleg sambel."
dia pun berganti pakaian dan memulai aksi memasaknya.
tak sampai satu jam, makanan pun siap.
setelah membersihkan diri dan makan malam. Fitri kembali masuk ke dalam kamar. membayangkan wajah kedua calon mertuanya.
"gimana ya tanggapan mereka sama aku?? apa mereka suka sama aku atau gak?? kalo gak suka gimana??" kata Fitri seorang diri
"ah liat besok aja deh. siapa tahu mereka gak seperti yang aku pikirkan sebelumnya. positif thinking Fitri. semangat ketemu calon mertua."
Fitri menyemangati dirinya sendiri.
"oh ya, besok mau pake baju apa ya?? mending aku pilih-pilih baju dulu deh, buat di pake besok."
Fitri beranjak dari tempat tidur dan membuka lemarinya. memilih baju apa yang akan dia kenakan esok .
lama memilih baju, akhirnya pilihannya jatuh pada dress lengan pendek berwarna hijau tosca yang panjangnya di bawah lutut. agar memunculkan kesan sopan. untuk kedua calon mertuanya.
bersambung....
jangan lupa untuk selalu like...
follow...
vote... dan juga coment ya...
__ADS_1
maaf kalau ceritanya gaje.. maklum masih pemula..😊😊😊
dukung author terus ya ..🤗🤗🤗