
Bastian tiba di
apartemennya, dia segera menelfon Bella, namun Bella tidak menjawabnya.
Keesokan paginya dia pergi ke rumah Bella.
“Bella sudah
bangun?” Tanya Bastian kepada Vania.
“Belum,
sepertinya dia kelelahan. Silahkan masuk kak.” Kata Vania.
“Aku ke kamarnya
langsung saja.” Kata Bastian.
“Ok kak.” Kata
Vania.
Bastian masuk
kedalam kamar Bella, Bella masih tertidur. Bastian mendekati Bella lalu
membangunkannya.
“Hei bangun,
sudah siang.” Kata Bastian.
“Aduh aku masih
ngantuk, keluar sana.” Kata Bella.
“Kamu demam ya?
Badanmu hangat seperti ini. Kamu kenapa?” Tanya Bastian.
“Cepat keluar,
aku tidak mau di ganggu, cepat pergi.” Kata Bella sambil menendang Bastian.
Akhirnya Bastian keluar dari kamar Bella dan menemui Vania yang sedang menonton
tv.
“Van.” Panggil
Bastian.
“Iya kak ada
apa?” Tanya Vania.
“Kemarin Bella
pergi lagi tidak setelah aku antar pulang?” Tanya Bastian.
“Kemarin dia
langsung masuk kamarnya dan belum keluar sampai sekarang.” Kata Vania.
__ADS_1
“Tidak keluar
kamar sama sekali?” Tanya Bastian.
“Iya, memangnya
kenapa kak? Kalian lagi bertengkar ya? Jangan sakiti dia kak apalagi sampai
menyakiti perasaannya, kakak sudah meninggalkannya cukup lama tanpa kabar lalu
kalian bertemu kembali, kalau sampai kakak menyakiti Bella aku benar-benar
sangat kecewa dan marah sekali dengan kakak.” Kata Vania.
“Hei hei tidak
mungkin lah aku menyakitinya, mana tega aku menyakiti dia. Coba kamu antarkan
makanan ke kamarnya.” Kata Bastian.
“Kenapa tidak
kak Bastian saja yang memberikannya?” Tanya Vania.
“Kamu kan
manajernya, harusnya lebih perhatian dong sama Bella.” Kata Bastian.
“Loh kakak kan
pacarnya bahkan kalian berencana untuk menikah.” Kata Vania.
“Van, aku
lapar.” Kata Bella dari depan kamarnya.
bangun? Mau makan apa? Mau aku pesankan makanan?” Tanya Vania.
“Aku ingin makan
mie instan yang super pedas.” Kata Bella lalu menutup pintunya dengan keras.
“Ada apa sih
tumben sekali dia seperti itu, biasanya dia tidak seperti itu deh, wah pasti
gara-gara kak Bastian ya.” Kata Vania.
“Enak saja kalau
bicara, mana mungkin gara-gara aku. Cepat buatkan makanan sana untuk Bella.”
Kata Bastian.
Lalu Vania
menyuruh ART untuk membuatkan makanan.
Beberapa menit
kemudian, makanan untuk Bella sudah siap, ART segera mengantarkan makanan untuk
Bella ke kamarnya.
__ADS_1
“Biar aku saja
yang mengantarkannya.” Kata Bastian. Lalu Bastian ke kamar Bella untuk
mengantarkan makanan. Dia langsung masuk, dan Bella masih terlihat murung.
“Ini makanannya,
cepat makanlah. Kenapa tidak makan makanan yang lain saja, masih pagi sudah
makan mie instan.” Kata Bastian sambil menyuapi makanan ke mulut Bella.
“Aku bisa makan
sendiri, pergilah aku tidak ingin melihatmu untuk saat ini.” Kata Bella.
“Aku akan pergi
setelah aku selesai menjelaskan semuanya kepadamu, karena aku tidak ingin ada
kesalahpahaman lagi di antara kita.” Kata Bastian.
“Hari ini aku sibuk
karena banyak kerjaan.” Kata Bastian.
“Tidak usah
berbohong, Vania mengatakan kepadaku kalau hari ini tidak ada kerjaan.” Kata
Bastian.
“Dasar Vania
awas kamu ya.” Gerutu Bella.
“Cepat makanlah,
aku akan menunggumu.” Kata Bastian.
Lalu Bella
segera memakan makanannya.
“Lain kali tidak
usah menemui Dio lagi, dia itu hanya ingin memisahkan kita dan merusak hubungan
kita karena dia masih menyukaimu dan ingin kembali lagi denganmu.” Kata
Bastian.
“Jadi wanita itu
siapa kamu? Kekasihmu sewaktu di Amerika atau jangan-jangan masih menjalin
hubungan dengannya sampai saat ini?” Tanya Bella.
__ADS_1
Info :
Jangan lupa like nya ya readers biar makin semangat update nya, terima kasih.