Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bella marah dengan Bastian


__ADS_3

Bastian tiba di


apartemennya, dia segera menelfon Bella, namun Bella tidak menjawabnya.


Keesokan paginya dia pergi ke rumah Bella.


“Bella sudah


bangun?” Tanya Bastian kepada Vania.


“Belum,


sepertinya dia kelelahan. Silahkan masuk kak.” Kata Vania.


“Aku ke kamarnya


langsung saja.” Kata Bastian.


“Ok kak.” Kata


Vania.


Bastian masuk


kedalam kamar Bella, Bella masih tertidur. Bastian mendekati Bella lalu


membangunkannya.


“Hei bangun,


sudah siang.” Kata Bastian.


“Aduh aku masih


ngantuk, keluar sana.” Kata Bella.


“Kamu demam ya?


Badanmu hangat seperti ini. Kamu kenapa?” Tanya Bastian.


“Cepat keluar,


aku tidak mau di ganggu, cepat pergi.” Kata Bella sambil menendang Bastian.


Akhirnya Bastian keluar dari kamar Bella dan menemui Vania yang sedang menonton


tv.


“Van.” Panggil


Bastian.


“Iya kak ada


apa?” Tanya Vania.


“Kemarin Bella


pergi lagi tidak setelah aku antar pulang?” Tanya Bastian.


“Kemarin dia


langsung masuk kamarnya dan belum keluar sampai sekarang.” Kata Vania.

__ADS_1


“Tidak keluar


kamar sama sekali?” Tanya Bastian.


“Iya, memangnya


kenapa kak? Kalian lagi bertengkar ya? Jangan sakiti dia kak apalagi sampai


menyakiti perasaannya, kakak sudah meninggalkannya cukup lama tanpa kabar lalu


kalian bertemu kembali, kalau sampai kakak menyakiti Bella aku benar-benar


sangat kecewa dan marah sekali dengan kakak.” Kata Vania.


“Hei hei tidak


mungkin lah aku menyakitinya, mana tega aku menyakiti dia. Coba kamu antarkan


makanan ke kamarnya.” Kata Bastian.


“Kenapa tidak


kak Bastian saja yang memberikannya?” Tanya Vania.


“Kamu kan


manajernya, harusnya lebih perhatian dong sama Bella.” Kata Bastian.


“Loh kakak kan


pacarnya bahkan kalian berencana untuk menikah.” Kata Vania.


“Van, aku


lapar.” Kata Bella dari depan kamarnya.


bangun? Mau makan apa? Mau aku pesankan makanan?” Tanya Vania.


“Aku ingin makan


mie instan yang super pedas.” Kata Bella lalu menutup pintunya dengan keras.


“Ada apa sih


tumben sekali dia seperti itu, biasanya dia tidak seperti itu deh, wah pasti


gara-gara kak Bastian ya.” Kata Vania.


“Enak saja kalau


bicara, mana mungkin gara-gara aku. Cepat buatkan makanan sana untuk Bella.”


Kata Bastian.


Lalu Vania


menyuruh ART untuk membuatkan makanan.


Beberapa menit


kemudian, makanan untuk Bella sudah siap, ART segera mengantarkan makanan untuk


Bella ke kamarnya.

__ADS_1


“Biar aku saja


yang mengantarkannya.” Kata Bastian. Lalu Bastian ke kamar Bella untuk


mengantarkan makanan. Dia langsung masuk, dan Bella masih terlihat murung.


“Ini makanannya,


cepat makanlah. Kenapa tidak makan makanan yang lain saja, masih pagi sudah


makan mie instan.” Kata Bastian sambil menyuapi makanan ke mulut Bella.


“Aku bisa makan


sendiri, pergilah aku tidak ingin melihatmu untuk saat ini.” Kata Bella.


“Aku akan pergi


setelah aku selesai menjelaskan semuanya kepadamu, karena aku tidak ingin ada


kesalahpahaman lagi di antara kita.” Kata Bastian.


“Hari ini aku sibuk


karena banyak kerjaan.” Kata Bastian.


“Tidak usah


berbohong, Vania mengatakan kepadaku kalau hari ini tidak ada kerjaan.” Kata


Bastian.


“Dasar Vania


awas kamu ya.” Gerutu Bella.


“Cepat makanlah,


aku akan menunggumu.” Kata Bastian.


Lalu Bella


segera memakan makanannya.


“Lain kali tidak


usah menemui Dio lagi, dia itu hanya ingin memisahkan kita dan merusak hubungan


kita karena dia masih menyukaimu dan ingin kembali lagi denganmu.” Kata


Bastian.


“Jadi wanita itu


siapa kamu? Kekasihmu sewaktu di Amerika atau jangan-jangan masih menjalin


hubungan dengannya sampai saat ini?” Tanya Bella.


 


 


 

__ADS_1


Info :


Jangan lupa like nya ya readers biar makin semangat update nya, terima kasih.


__ADS_2