
Pelayan kembali dengan membawa dua porsi nasi putih dalam piring. setelah itu, dia kembali keluar untuk melayani pelanggan yang lain.
"mbak ayo di makan. di jamin pasti makanan di restoran ini pasti enak. aku sengaja pesen masing-masing satu porsi biar kita bisa nyobain semua makanan ini." kata Aurel yang mulai memotong steak dan dia letakkan di atas piringnya. kemudian meletakkan separuhnya lagi di atas piring Fitri.
"mbak bisa sendiri kok dek. gak usah di ambilin. nanti kesannya mbak minta di layani kamu lagi." kata Fitri yang merasa sungkan.
"udah gak papa kok mbak. yuk di makan."
Fitri dan Aurel kemudian memakan steak yang ada di atas piringnya. satu gigitan pertama daging rasanya lumer di mulut. gak ada alot-alotnya sama sekali. semua empuk dan dengan seasoning yang pas. cocok untuk lidah orang Indonesia. mungkin karena diolah oleh koki yang ahli dalam masakan western.
"Hem.. ini enak banget dagingnya dek. empuk lumer di mulut." kata Fitri.
"nah apa aku bilang mbak. enak kan. ya udah kita cobain makanan yang lain."
karena Fitri memang tidak suka makanan Jepang. terlebih karena makanan tersebut masih mentah. jadi Aurel kembali memanggil pelayan. dia memanggil pelayan yang tadi untuk membawakan menu chicken chop dengan saus blackpaper.
beberapa saat kemudian, pelayan kembali dengan membawa satu porsi chicken chop. Fitri langsung mencoba makanan tersebut. dan lagi-lagi dia merasa ketagihan dengan rasa makanan di restoran calon mertuanya itu.
bahkan Fitri makan satu porsi chicken chop dengan kentang goreng sampai habis tak bersisa.
"enak banget ya mbak. sampe piringnya licin kaya gitu." goda Aurel.
"hehe iya nih dek. enak banget bikin mbak ketagihan."
"kapan-kapan minta ajarin mama buat masak chicken chop mbak. mama bisa kok buatnya. dan yang jelas gak kalah enak dari masakan chef yang buat ini."
"iya deh besok kapan-kapan minta ajarin mama."
Bu Halimah keluar dari ruangan bersama Adam dan mendengar percakapan Fitri dan Aurel. langsung ikut nimbrung obrolan mereka.
"ada apa ini pake bawa-bawa nama mama segala.??"
"mama kapan keluarnya??" tanya Aurel terkejut.
"barusan aja sama Adam. ya kan dam." akta Bu Halimah.
"i...iya Bu." kata Adam.
"ya sudah kalau begitu saya permisi dulu Bu. nanti kalo ada apa-apa langsung panggil saya ya Bu." sambung Adam.
"iya." jawab Bu Halimah.
__ADS_1
setelah Adam pergi, Bu Halimah kemudian menarik kursi dan duduk.
"eh kalian makan kok gak ajak-ajak mama sih??."
"lagian mama kan lagi dinuk, ngurusin pembukuan." kata Aurel.
" iya juga sih. hehe..maafin mama ya, kalian jadi mama tinggalin."
"gak papa kok mah. yuk mah makan. masih banyak nih makanannya'' kata Fitri.
"iya sayang. ini kalian pesen makanan sebanyak ini??" tanya Bu Halimah yang melihat banyaknya makanan di atas meja.
"ini aku semua mah yang pesen." kata Aurel.
"kok banyak banget sih sayang, nanti kalo gak habis gimana?? mubazir kan??."
"gak mah, nyantai aja. nanti aku yang habisin."
"ya udah ah mama juga udah laper banget nih. yuk lanjut makan lagi." kata Bu Halimah lalu mengambil piring kosong yang sudah tersedia di sana.
Bu Halimah kemudian mengambil beberapa potong daging bebek Peking yang masih utuh belum di sentuh oleh kedua gadis itu lalu mencocolnya menggunakan sambal yang telah di sediakan.
"eh kalian tadi ngomongin mama kenapa?"
"gak papa kok mah. itu mbak Fitri tadi cuma mau minta di ajarin masak chicken chop." kata Aurel.
"oh kalo cuma chicken chop mama bisa masak kok. besok kapan-kapan mama ajarin ya."
"oke mah. siap." balas Fitri.
"ya udah ayok makan lagi."
mereka bertiga kemudian makan dengan lahap karena sedari tadi disibukkan dengan membeli perlengkapan untuk hantaran lamaran Fitri dan juga Ahmad.
tiga puluh menit kemudian mereka semua sudah kenyang dan makanan di atas meja sudah habis tak bersisa.
"ma, makasih ya semua makanannya enak banget." ujar Fitri.
"iya sayang. sama-sama." kata Bu Halimah sambil tersenyum.
"makanya mbak, besok sering-sering datang ke Bandung. terus makan di restoran mama." kata Aurel.
__ADS_1
"eh kamu apaan sih dek. nanti dikira mbak maunya yang gratisan aja. gak mau keluar uang." ujar Fitri.
"ya bukan begitu mbak. sering-sering jengukin mama sama papa kesini. ajak mas Ahmad sekalian. dia kan juga jarang pulang ke Bandung.'' Aurel.
"iya kaya kamu. kamu kan juga jarang pulang ke Bandung nengokin mama sama papa disini." timpal Bu Halimah.
"ih mama apa-apaan sih. kan aku juga sibuk kuliah bukan cuma main. lagian kan jauh jarak dari Surabaya ke Bandung." Aurel beralasan.
"kan naik pesawat juga gak nyampe dua jam udah sampai Bandung." ujar Bu Halimah.
"udah-udah gak usah berantem ma, dek. yuk kita keluar deh. jalan-jalan lagi." kata Fitri.
"ya udah yuk jalan-jalan lagi. kamu mau beli apa emangnya??" tanya Bu Halimah kepada Fitri.
"hehe... gak beli apa-apa mah. cuma mau ke wahana permainan. yuk dek kita naik wahana permainan." ajak Fitri kepada Aurel.
kebetulan di lantai tiga ada Timezone dan juga bioskop sekaligus banyak Restoran dan juga food court.
"gak mau mbak. aku mau nonton film aja di bioskop. kebetulan lagi ada film bagus." Aurel.
"terus mama gak di ajak nih??" tanya Bu Halimah.
''ya udah yuk nonton film aja. emang judulnya apa??" tanya Fitri.
"Transformers. mama kalo mau ikut ayokk." Aurel.
"aduh gak deh kalo film luar negeri. mama mendingan di sini aja ngelanjutin ngecek data keuangan Restoran."
"ya udah kalo gitu. kita berdua pergi dulu ya ma." kata Fitri.
"oke. hati-hati ya."
"bye mama." kata Aurel.
mereka berdua kemudian keluar dari restoran tersebut untuk menuju ke bioskop yang ada di dekat Restoran. sedangkan Bu Halimah memanggil pelayan untuk membersihkan piring sisa makanan tadi. yang mereka bertiga makan.
pelayan kemudian datang dan membersihkan semua sisa makanan dan piring yang ada di atas meja di ruang privat Bu Halimah.
Aurel sekarang sudah mengantre untuk membeli tiket di bioskop. sedangkan Fitri membeli pop corn dan juga minuman untuk di bawa masuk ke dalam bioskop. sebenarnya Fitri menolak ketika di suruh membelikan popcorn karena beralasan dia sudah kenyang habis makan siang. tapi tetap saja Aurel memaksa karena itu untuk camilan dia di bioskop....
bersambung....
__ADS_1