Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Hari bahagia


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


Hari yang sangat ditunggu-tunggu


oleh Bastian dan Bella yaitu hari pernikahan mereka. Setelah mereka melakukan


prosesi akad nikah, mereka melanjutkan acara resepsi pernikahan yang sangat


mewah. Tamu undangan yang hadir juga sangat banyak, baik tamu undangan dari


dalam maupun luar negeri. Tampak wajah bahagia yang terpancar dari Bastian dan


Bella, namun tidak dengan ibu Bastian. Dia masih belum bisa menerima kenyataan


bahwa saat ini Bella telah resmi menjadi anak menantunya. Meskipun ayah Bastian


telah menerima Bella namun tidak dengan ibu Bastian. Dia juga telah


merencanakan akan menyingkirkan Bella suatu saat nanti.


“Selamat ya akhirnya kalian


menikah juga.” Kata Laura yang juga hadir ke pesta pernikahan tersebut.


“Terima kasih telah datang ke


pesta pernikahan kami.” Kata Bella.


“Aku benar-benar masih tidak


percaya kalau pada akhirnya kak Bastian akan memilihmu, aku sangat iri padamu.”


Kata Laura.


“Karena kami berjodoh jadi tidak


ada yang bisa menghalangi.” Kata Bella.


Kemudian Dio juga hadir dalam


pesta pernikahan tersebut. Dia menghampiri Bella namun dia ditarik oleh ibu


Bastian.


“Apa yang tante lakukan?” Tanya


Dio.


“Lama tidak berjumpa denganmu,


aku dengar bahwa kamu dulu pernah berpacaran dengan Bella, apakah itu benar?”


Tanya ibu Bastian.


“Memang benar namun Bella lebih


memilih anak tante.” Kata Dio.

__ADS_1


“Kalau memang kamu masih


menyukainya, perjuangkan, tante akan membantumu.” Kata ibu Bastian.


“Apa aku tidak salah dengar?”


Tanya Dio.


“Tidak, aku sangat tidak suka


dengan Bella.” Kata ibu Bastian.


“Apa tante yakin dan tidak


keberatan jika aku merebut Bella dari anak tante?” Tanya Dio.


“Sama sekali tidak, lebih cepat


akan lebih baik.” Kata ibu Bastian.


Lalu Dio menghampiri Bella untuk


memberikan ucapan selamat kepadanya.


“Hai, kamu sangat cantik sekali.”


Kata Dio.


“Terima kasih telah hadir di


menggangguku lagi.” Kata Bella.


“Sepertinya kamulah yang akan


menemuiku. Permisi, selamat malam.” Kata Dio, lalu dia segera pergi


meninggalkan pesta tersebut.


Setelah selesai pesta pernikahan


tersebut, Bastian dan Bella segera menuju ke hotel. Setibanya disana, Bella


terlihat kelelahan dan juga kesal.


“Kamu kenapa sayang?” Tanya


Bastian.


“Aku lelah, bolehkah aku tidur


terlebih dahulu?” Tanya Bella.


“Tapi kan ini malam pertama kita,


kamu sudah sah jadi istriku jadi kamu harus melayaniku.” Kata Bastian.


“Aku sangat lelah hari ini,

__ADS_1


tolong mengertilah kali ini sayang, aku mohon.” Kata Bella.


“Tidak bisa, kamu harus


melayaniku.” Kata Bastian. Lalu dia mendekati Bella dan akan menciumnya namun


Bella menutup matanya dan perlahan air matanya menetes. Bastian kemudian


menghentikannya dan menyuruhnya untuk tidur terlebih dahulu.


“Tidurlah, aku mau keluar


sebentar.” Kata Bastian.


“Mau kemana memangnya?” Tanya


Bella.


“Mau berenang.” Kata Bastian.


“Kenapa tidak berenang di kolam


dalam kamar saja? Apa gunanya kita menyewa hotel suite room kalau kamu justru


berenang di lobby?” Tanya Bella.


“Kamu marah padaku? Aku keluar


karena kamu tidak mau melayaniku.” Kata Bastian.


“Baiklah jika memang kamu


memaksaku, aku akan melayanimu sekarang.” Kata Bella, lalu dia menghampiri suaminya


dan menciumnya dengan mesra. Bastian pun mendorongnya ke dinding dan


menggendongnya ke ranjang.


“Aku mencintaimu istriku.” Kata Bastian.


“Aku juga mencintaimu suamiku,


hanya kepadamulah aku mengabdi. Aku milikmu seutuhnya.” Kata Bella.


“Mari kita lakukan bersama, kita


nikmati bersama semoga kita segera diberi anak ya. Bolehkah aku melakukannya


sekarang, aku tidak ingin memaksamu.” Tanya Bastian.



“Lakukanlah sekarang, maaf jika


tadi aku sedikit kesal denganmu. Aku mencintaimu suamiku.” Kata Bella. Lalu mereka


pun melakukannya dengan penuh gairah dan kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2