
Beberapa bulan kemudian.
Hari yang sangat ditunggu-tunggu
oleh Bastian dan Bella yaitu hari pernikahan mereka. Setelah mereka melakukan
prosesi akad nikah, mereka melanjutkan acara resepsi pernikahan yang sangat
mewah. Tamu undangan yang hadir juga sangat banyak, baik tamu undangan dari
dalam maupun luar negeri. Tampak wajah bahagia yang terpancar dari Bastian dan
Bella, namun tidak dengan ibu Bastian. Dia masih belum bisa menerima kenyataan
bahwa saat ini Bella telah resmi menjadi anak menantunya. Meskipun ayah Bastian
telah menerima Bella namun tidak dengan ibu Bastian. Dia juga telah
merencanakan akan menyingkirkan Bella suatu saat nanti.
“Selamat ya akhirnya kalian
menikah juga.” Kata Laura yang juga hadir ke pesta pernikahan tersebut.
“Terima kasih telah datang ke
pesta pernikahan kami.” Kata Bella.
“Aku benar-benar masih tidak
percaya kalau pada akhirnya kak Bastian akan memilihmu, aku sangat iri padamu.”
Kata Laura.
“Karena kami berjodoh jadi tidak
ada yang bisa menghalangi.” Kata Bella.
Kemudian Dio juga hadir dalam
pesta pernikahan tersebut. Dia menghampiri Bella namun dia ditarik oleh ibu
Bastian.
“Apa yang tante lakukan?” Tanya
Dio.
“Lama tidak berjumpa denganmu,
aku dengar bahwa kamu dulu pernah berpacaran dengan Bella, apakah itu benar?”
Tanya ibu Bastian.
“Memang benar namun Bella lebih
memilih anak tante.” Kata Dio.
__ADS_1
“Kalau memang kamu masih
menyukainya, perjuangkan, tante akan membantumu.” Kata ibu Bastian.
“Apa aku tidak salah dengar?”
Tanya Dio.
“Tidak, aku sangat tidak suka
dengan Bella.” Kata ibu Bastian.
“Apa tante yakin dan tidak
keberatan jika aku merebut Bella dari anak tante?” Tanya Dio.
“Sama sekali tidak, lebih cepat
akan lebih baik.” Kata ibu Bastian.
Lalu Dio menghampiri Bella untuk
memberikan ucapan selamat kepadanya.
“Hai, kamu sangat cantik sekali.”
Kata Dio.
“Terima kasih telah hadir di
menggangguku lagi.” Kata Bella.
“Sepertinya kamulah yang akan
menemuiku. Permisi, selamat malam.” Kata Dio, lalu dia segera pergi
meninggalkan pesta tersebut.
Setelah selesai pesta pernikahan
tersebut, Bastian dan Bella segera menuju ke hotel. Setibanya disana, Bella
terlihat kelelahan dan juga kesal.
“Kamu kenapa sayang?” Tanya
Bastian.
“Aku lelah, bolehkah aku tidur
terlebih dahulu?” Tanya Bella.
“Tapi kan ini malam pertama kita,
kamu sudah sah jadi istriku jadi kamu harus melayaniku.” Kata Bastian.
“Aku sangat lelah hari ini,
__ADS_1
tolong mengertilah kali ini sayang, aku mohon.” Kata Bella.
“Tidak bisa, kamu harus
melayaniku.” Kata Bastian. Lalu dia mendekati Bella dan akan menciumnya namun
Bella menutup matanya dan perlahan air matanya menetes. Bastian kemudian
menghentikannya dan menyuruhnya untuk tidur terlebih dahulu.
“Tidurlah, aku mau keluar
sebentar.” Kata Bastian.
“Mau kemana memangnya?” Tanya
Bella.
“Mau berenang.” Kata Bastian.
“Kenapa tidak berenang di kolam
dalam kamar saja? Apa gunanya kita menyewa hotel suite room kalau kamu justru
berenang di lobby?” Tanya Bella.
“Kamu marah padaku? Aku keluar
karena kamu tidak mau melayaniku.” Kata Bastian.
“Baiklah jika memang kamu
memaksaku, aku akan melayanimu sekarang.” Kata Bella, lalu dia menghampiri suaminya
dan menciumnya dengan mesra. Bastian pun mendorongnya ke dinding dan
menggendongnya ke ranjang.
“Aku mencintaimu istriku.” Kata Bastian.
“Aku juga mencintaimu suamiku,
hanya kepadamulah aku mengabdi. Aku milikmu seutuhnya.” Kata Bella.
“Mari kita lakukan bersama, kita
nikmati bersama semoga kita segera diberi anak ya. Bolehkah aku melakukannya
sekarang, aku tidak ingin memaksamu.” Tanya Bastian.
“Lakukanlah sekarang, maaf jika
tadi aku sedikit kesal denganmu. Aku mencintaimu suamiku.” Kata Bella. Lalu mereka
pun melakukannya dengan penuh gairah dan kasih sayang.
__ADS_1