Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Calon Istri


__ADS_3

Malam harinya setelah Fitri masuk dan akan tidur di dalam kamar. ucapan Ahmad kembali terngiang di otaknya.


"Ananda Nurfitriyah, mau kah kau menjadi pendamping hidupku??" tanyanya begitu


"sungguh, sebenarnya aku langsung ingin menjawab ya. karena bagaimanapun aku juga sudah jatuh cinta padanya. tapi aku masih ragu. karena perkenalan singkat kita."


Fitri pun merasa sangat bersyukur karena cinta yang dia pendam tidak bertepuk sebelah tangan. Hatinya kian berbunga-bunga saat Ahmad menunjukkan cincin berlian kepadanya.


Dia kembali memandang cincin itu. " cincin ini memang bagus. selera dia memang bagus. tapi apa spesialnya aku dimatanya??. bahkan jika dia ingin memperistri model papan ataspun dia mampu. bukan sepertiku seorang pegawai pemerintahan." batinnya lagi


Butuh waktu untuk meyakinkan hatinya bahwa Ahmad memang yang terbaik untuk dirinya. Dan selama masih ada waktu, Fitri akan memanfaatkan itu untuk mengenal Ahmad lebih jauh. mengetahui seluk beluk keluarganya.


Karena bagaimanapun dia tidak akan mau untuk menikah tanpa restu kedua orang tua Ahmad. Ya , besok dia akan mencari tahu pelan-pelan.


Fitri takut Ahmad mempermainkan hatinya. Fitri takut Ahmad hanya memanfaatkan dirinya. sungguh ketakutan yang amat sangat berat. menilik dari kisah masa lalu Fitri yang pernah hampir diperkosa.


"Sungguh apakah Ahmad bisa dipercaya bahwa dia tidak akan menyentuhku??" batin Fitri


Akhirnya dia terlelap dalam tidurnya saat sang ibu memasuki kamar. tadi ibunya sedang berkemas karena besok mereka akan pulang ke Cimahi. sang ayah juga besok akan mengecek kendaraan terlebih dahulu sebelum dibawa berkendara jauh.


 


Di dalam kamarnya, Ahmad masih terjaga.. betapa gugupnya hati Ahmad tadi. Menyatakan ingin melamar Fitri di depan kedua orang tua Fitri. tapi dia sendiri malah belum berbicara kepada kedua orang tuanya tentang lamaran itu. Akhirnya dia berinisiatif untuk menelpon kedua orang tuanya. Mumpung masih pukul setengah sembilan malam. pasti keduanya masih belum tidur.


Dia langsung mengambil hape di dalam sakunya dan mendial nomor telepon sang ibu.


Tut...Tut...Tut...


Terdengar suara telepon dari ujung sana belum diangkat.


tak berapa lama terdengar suara dari ujung sana.


"hallo, assalamualaikum, ada apa nak?? tumben telpon mama." tanya suara dari seberang sana


"hallo ma. waalaikumsalam, papa ada kan?"


"ada nak, nih lagi duduk di samping mama. ada apa tumben telpon??"


"Ahmad mau bicara penting sama kalian pah, mah."


"bicara apa nak?? silahkan. kami pasti dengarkan." kata sang ayah

__ADS_1


"gini loh, pah mah. Ahmad udah dapet calon istri. jadi papah sama mama gak usah jodoh-jodohin aku lagi sama anak temen papah ya."


"beneran nak?? gimana orangnya?? cantik gak?? kayak Salsa?? kerja dimana??." tanya Bu Halimah


"ah mama, jangan tanya yang macem-macem dulu, kasiankan Ahmad." kata sang ayah


"iya nih mah." kata Ahmad


"ya udah besok Weekend kita kesana ya nak. kenalin sama mama. bawa calonmu ke rumah biar mama tes."


"mama jangan gitu dong, nanti dia takut sama mama. Ahmad juga baru pdkt."


"ya makanya biar mama yang tes, dia bisa masak gak dia layak jadi calon istri apa nggak."


"ya udah deh nurut, sama mama. Ahmad juga udah ngelamar dia pah, nah."


"kok kamu gak bilang-bilang sih nak."


"ya kan belum dijawab, kalo dia udah jawab dan mau jadi calon istri Ahmad, Ahmad bakal ngajak mama sama papah ngelamar secara resmi."


"gimana orangnya nak?? nanti kirim foto dia ke mama ya."


"oke.ya udah ya ma. Ahmad dah ngantuk seharian kerja. tutup dulu telponnya ya. mama sama papah juga jangan lupa istirahat,udah malem. bye.. assalamualaikum."


telpon pun di matikan dan Ahmad meletakkan hape di atas nakas.


"huft, mama ada-ada aja sih. pake mau ngetes Fitri segala lagi. bikin ribet aja urusannya. Oh ya, tadi mama minta di kirimin foto Fitri kan ya, ya udah aku kirim sekarang aja, keburu lupa."


Ahmad mencari-cari foto Fitri yang ada di dalam hapenya dan mengirimkan foto tersebut ke sang mama. Dia memang selalu mengabadikan momen bersama Fitri secara diam-diam tanpa sepengetahuan Fitri.



Foto candid Fitri



Foto selfie Ahmad


Tak lama setelah itu Ahmad kemudian terlelap karena rasa penat yang menghampiri tubuhnya. apalagi tadi dia bertemu sang mantan kekasih saat meeting tadi. Siangnya setelah meeting menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk karena cuti tempo hari. dan malamnya dia melamar Fitri di depan kedua orang tua Fitri.


**

__ADS_1


Di Bandung


Setelah mendapatkan telpon dari sang anak, pak Hakim dan sang istri belum juga terlelap. mereka masih ngobrol membahas calon mantu.


"pah, gimana ya calon istri anak kita?? cantik gak ya,??" Bu Halimah


"sudahlah ma, biarkan anak kita yang memilih jodohnya masing-masing. papah pasti tahu selera dia bagus."


" iya pah, mama juga tahu. tapi setidaknya dia tidak seperti Salsa yang matre. mama gak mau dia salah pilih lagi."


"mama jangan berpikiran seperti itu dong sama anak sendiri. besok hari Sabtu kita kesana ya, terus minggunya biar Ahmad ajak dia ke rumah."


"ide bagus tuh pah, ya sudah kita tidur yuk. ini udah malam juga."


Mereka terlelap dengan segera karena urusan pekerjaan yang padat. Sang ayah adalah seorang pengusaha perhotelan yang sukses. Dia memiliki beberapa hotel di Bandung. sedangkan sang mama adalah seorang sosialita dan juga pemilik salah satu restoran ternama di kota kembang tersebut.


keluarga Ahmad memang keluarga yang cukup terpandang. sebenarnya Ahmad bisa saja menjadi direktur utama atau CEO mengingat sang ayah sudah tidak muda lagi.


Tapi Ahmad masih bersikeras mengejar cita-cita nya menjadi seorang arsitek yang hebat hingga saat ini dia masih menekuni pekerjaannya.


Dia merasa senang dengan apa yang dia lakukan.


___


Keesokan harinya di rumah kontrakan Fitri ,sang ibu sudah memasak makanan untuk mereka sarapan. Balado telor dan juga tumis kangkung serta ikan asin. makanan yang bisa dibilang sederhana namun sangat enak di lidah. Mereka bertiga makan bersama di ruang depan.


Hari ini orang tuanya akan kembali pulang ke Cimahi.


"Pak, Bu kok cepet banget mau pulang sih. padahal kan Fitri masih kangen."


"ya sebenarnya kita juga berat ninggalin kamu nak, tapi gimana orang pekerjaan kita di sana gak bisa di tunda. apa kamu mau ikut sama kita??" tanya pak Sumarno


"enggak pak, besok lain waktu aja lagian besok pagi kan Fitri juga udah mulai berangkat kerja."


"kamu jaga diri baik-baik ya nak. besok jangan naik motor sendiri. minta tolong Ahmad suruh jemput. pasti dia mau."


"gak pak, gengsi Fitri mau ngomong duluan."


"ya udah sini bapak minta nomor hapenya biar bapak yang bilang."


bersambung....

__ADS_1


jangan lupa untuk like, vote.. dan coment ya....


__ADS_2