
Setelah mereka keluar dari toko tersebut, Bu Halimah mengajak Fitri dan Aurel untuk pergi ke lantai tiga tempat dimana food court berada dan disana juga tempat Restoran Bu Halimah berada.
"sayang, mama laper nih. yuk kita naik ke lantai tiga. buat makan di restoran mama."
"yuk mah, aku juga laper nih." kata Aurel sambil menarik tangan Fitri untuk mengikuti mereka ke lantai tiga.
mereka pun berjalan menuju eskalator dan naik ke lantai tiga. sampai di lantai tiga mereka langsung saja menuju ke restoran milik Bu Halimah berada.
Mereka semua langsung masuk ke dalam restoran membuat semua karyawan panik kalang kabut karena bos mereka datang. dan ada salah satu karyawan yang memanggil manager untuk memberi kabar bahwa bos datang. yah seperti inpeksi mendadak tiba-tiba kedatangan bos tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.
manager yang mengetahui Bu Halimah datang langsung keluar dari ruangan dan menyambut bos beserta nona muda dan seorang perempuan muda tersebut.
"silahkan nyonya. sudah saya siapkan ruangan pribadi khusus untuk nyonya."
"baik manager." kata Bu Halimah sambil tersenyum dan mengikuti arah kaki sang manager melangkah.
kebetulan setiap hari ruangan pribadi khusus untuk pemilik restoran memang selalu dibersihkan. manager yang bernama Adam memang selalu menyuruh cleaning servis untuk membersihkan ruangan tersebut. sebab, Bu Halimah dan keluarganya selalu datang mendadak dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
membuat Adam selalu waspada dan siaga . agar dia tidak dipecat oleh bosnya. terlebih Restoran tersebut memang memiliki banyak pelanggan dan setiap hari selalu ramai di kunjungi orang.
Restoran dengan berbagai menu khas manca negara, membuat pelanggan bebas memilih menu apa saja yang ingin dia makan. seperti Chinese food, western food, Korean food, dan Japanese food juga tersedia disana.
mereka juga mempekerjakan empat koki andalan yang memiliki keahlian memasak masing-masing. jadi sudah dipastikan rasa masakannya pasti enak dan membuat semua orang yang makan merasa ketagihan.
Bu Halimah berjalan sambil melihat sekeliling restoran miliknya. ada banyak pengunjung yang makan di restoran itu. menandakan bahwa Restoran tersebut masih menjadi primadona orang Bandung yang berkunjung ke mall Artagraha tersebut.
setelah sampai di depan ruang pribadi khusus untuk pemilik restoran, Adam mempersilahkan Bu Halimah dan kedua gadis itu masuk.
mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan tersebut. dan duduk di kursi masing-masing.
"restoran setiap hari selalu ramai kan dam." tanya Bu Halimah kepada Adam.
"iya Bu, selalu ramai seperti sekarang ini." jawab Adam.
"syukurlah kalau begitu. oh ya laporan penjualan untuk bulan ini belum kamu berikan ke saya kan."
"iya Bu, kemarin pembeli banyak sekali jadi kami semua kerepotan. sampai saya ikut melayani pelanggan." kata Adam.
__ADS_1
"ya sudah. bawa kesini laporannya segera dan bawakan tiga buku menu makanan untuk kita disini."
"baik Bu, saya akan ambilkan." Adam kembali keluar dari ruangan tersebut dan langsung menuju meja kerjanya untuk membawa buku laporan keuangan bulanan yang belum dia berikan kepada Bu Halimah. dan tak lupa juga mengambil tiga buku menu untuk di bawa ke dalam ruangan private milik bosnya.
lima menit kemudian, Adam tiba dengan membawakan map berisi laporan keuangan Restoran dan juga buku menu untuk mereka bertiga.
Adam kemudian memberikan map kepada Bu Halimah dan juga buku menu dia letakkan di atas meja.
Bu Halimah menerima map laporan keuangan bulan ini. sementara itu Fitri dan Aurel mengambil buku menu dan membukanya untuk memesan makanan yang akan mereka santap sebagai makan siang.
Fitri membolak-balik buku menu. karena dia tidak begitu paham dengan menu makanan yang ada di buku menu tersebut. lalu dia meminta saran Aurel tentang menu apa yang akan dia pesan.
"dek, mbak gak begitu paham menu ini. mbak cuma paham beberapa menu Chinese food saja. Menurut kamu menu apa yang enak dan sesuai sama lidah mbak??"
"emm..mbak pernah makan makanan western apa aja??"
"cuma steak aja. gak lebih."
"ya udah mendingan aku pesenin yang menurutku enak dan mbak juga bisa makan makanannya ya."
" oke."
Aurel pun memesan beberapa menu makanan yang ada di buku menu. seperti steak, sashimi, sushi , ramen, bebek Peking, fuyunghai, dan beberapa makanan Chinese food lainnya.
"dek, kok kamu pesen makanannya banyak banget. nanti kalo gak habis kan mubazir."
"enggak mbak, nyantai aja. semuanya pasti habis."
"lha terus minumnya kita mau pesen apa??"
"orange juice, green Tea sama lemon tes aja ya mbak."
"boleh deh."
pelayan kemudian mencatat semua menu makanan dan minuman yang dipesan dua gadis itu.
kebetulan manager dan Bu Halimah sedang membicarakan masalah pembukuan bulan ini di dalam ruangan Bu Halimah. sedangkan Aurel dan Fitri masih duduk di ruangan private yang bergabung menjadi satu dengan ruangan Bu Halimah. hanya terpisah sekat yang menutupi mereka.
__ADS_1
tadi Adam sudah memanggil pelayan terlebih dahulu untuk melayani dua gadis muda itu, sementara dia berbincang dengan pemilik restoran.
setelah pelayan menulis menu lalu keluar dari ruangan private untuk mempersiapkan makanan yang sudah di pesan oleh nona muda anak pemilik restoran dan juga temannya.
semua pelayan yang ada di situ memang sudah mengenal Aurel sedikit banyak. dan mereka juga tahu kalo Aurel itu adalah anak dari bos mereka Bu Halimah, pemilik dari Double H Resto.
sedangkan mereka mengira gadis muda yang bersama dengan Aurel adalah sahabat atau mungkin saudara dari Aurel. karena baru pertama kali ini mereka melihat Fitri di restoran ini.
mereka juga tidak tahu kalo itu adalah calon menantu Bu Halimah. calon istri dari Ahmad. putra pertama Bu Halimah dan Pak Hakim.
tak sampai setengah jam, semua makanan sudah tersedia di atas meja. menjadikan meja penuh dengan berbagai makanan yang tadi Aurel pesan.
Aurel merasa ada yang kurang dengan makanan yang ada di atas meja itu.
"mbak, kaya ada yang kurang ya makanannya." kata Aurel kepada Fitri.
"heem dek. kayaknya ada yang kurang tapi apa ya??" tanya Fitri.
pelayan yang tadi mencatat semua menu merasa bingung. " tapi ini sesuai dengan apa yang nona pesan dan saya menulisnya."
"oh mbak. aku tahu. yang kurang itu nasi putih. disini ada nasi putih kan." kata Fitri.
"oh iya mbak, bener banget nasi putih nya gak ada. kalo gitu kita minta tambah nasi putih dua porsi ya." kata Aurel.
"oh iya, nasi putih ada kok. apa mau nasi merah sekalian. biar saya ambilkan." kata pelayan.
"enggak mbak. nasi putih aja dua porsi ya." kata Aurel.
"baik."
pelayan lalu kembali keluar dan mengambil nasi putih untuk dua gadis muda itu.
"duh heran deh. makanan sebanyak itu masih minta nasi putih lagi. apa gak kekenyangan ya??" batin pelayan.
"ah bodo amat. anak bos mah bebas." batin pelayan itu lagi...
bersambung....
__ADS_1