Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 47


__ADS_3

Bella berpura-pura tidur namun sebenarnya dia tidak bisa tidur. Dia ketakutan dengan suaminya sendiri, dia takut suaminya akan melakukannya lagi kepadanya. Sedangkan Bastian semakin khawatir dengan kondisi istrinya. Dia pun menawarinya makan dan minum.


“Sayang, apakah kamu tidak merasa lapar? Dari tadi pagi kamu belum makan atau minum, aku takut kamu semakin kesakitan loh sayang. Ayolah makan sedikit saja atau minumlah air putih.” Kata Bastian.


“Lepaskan, jangan menyentuhku. Aku sama sekali tidak lapar atau haus, aku hanya ingin tidur. Lebih baik pergilah keluar, mumpung sedang di luar negeri.” Kata Bella.


“Mana mungkin aku tega meninggalkanmu sendiri disini sayang.” Kata Bastian.


“Kamu sangat berisik, aku tidak bisa istirahat sekalipun.” Kata Bella.


“Aku pijit ya agar kondisimu semakin membaik.” Kata Bastian.


“No, stop jangan lakukan apapun bahkan menjauhlah dariku.” Kata Bella.


“Kamu kenapa sih? Aneh sekali.” Gerutu Bastian.


Lama-kelamaan Bastian curiga dengan istrinya. Akhirnya dia membangunkan istrinya dan memaksa untuk mengajaknya pergi keluar.


“Cepat bangunlah, aku tau sebenarnya kamu hanya berpura-pura saja kan.” Kata Bastian sambil membangunkan istrinya.


“Aaaaaaa lepaskan aku, jangan menyentuhku.” Teriak Bella sambil menutupi dirinya dengan selimut.


“Kamu kenapa sih sayang? Apa yang terjadi? Apa yang salah denganku?” Tanya Bastian.


“Aku tidak apa-apa, sepertinya aku kelelahan.” Kata Bella.


“Cepat bangun, lebih baik kita keluar untuk menghirup udara segar. Kita jauh-jauh kesini jadi harus kita manfaatkan waktu kita dengan baik.” Kata Bastian.


“Aku sedang tidak ingin pergi keluar.” Kata Bella.


“Kenapa kamu terus menunduk? Tatap aku dan lihat aku.” Kata Bastian.


“Lupakan, aku ingin tidur saja hari ini.” Kata Bella.


“Baiklah, jika itu maumu. Aku akan keluar sendiri, jangan mencariku apalagi menungguku.” Kata Bastian sangat marah.


Bella pun jadi merasa bersalah kepada suaminya.

__ADS_1


“Tunggu.” Kata Bella.


“Ada apa?” Tanya Bastian.


“Baiklah, aku akan ikut.” Kata Bella.


 


 


 


 


**


Bastian dan Bella keluar, mereka berjalan-jalan di sekitar penginapan.


“Mau pergi kemana?” Tanya Bella.


“Terserah, lagipula aku asing dengan tempat ini. Kamu kan pernah kesini sebelumnya, pasti lebih tau kan.” Kata Bastian.


“Aku sudah lama waktu datang kesini jadi aku lupa.” Kata Bella.


Namun Bastian hanya diam saja dan hanya berjalan mengikuti jalan. Sedangkan Bella merasa bersalah kepada suaminya.


“Bagaimana jika kita pergi ke kampung korea? Disana kita bisa melihat banyak hal seperti rumah tradisional jaman kerajaan dan kita bisa mengenakan pakaian khas nya juga.” Kata Bella.


“Iya.” Kata Bastian sangat singkat.


“Sial, sepertinya dia mengetes kesabaranku.” Kata Bella dalam hati.


Kemudian dia mencari peta lokasi tempat yang dia tuju melalui ponselnya.


“Lokasinya dekat dari sini ternyata, kita hanya tinggal naik kereta, bis ataupun taksi. Bagaimana? Kita naik apa?” Tanya Bella.


“Terserah.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu kita naik taksi saja agar lebih cepat sampai.” Kata Bella.


Selama perjalanan, Bastian hanya diam saja. Tidak lama kemudian, mereka sampai di tempat yang dituju. Mereka pun segera turun dari taksi dan masuk kedalam wisata istana kerajaan Korea.


“Wah tempatnya semakin bagus, dulu aku pernah pemotretan disini.” Kata Bella.


Namun Bastian hanya diam saja dan asyik duduk sambil menikmati pemandangan. Hal ini membuat Bella semakin kesal dengan suaminya.


“Kamu kenapa sih? Dari tadi diam saja dan tidak mengatakan apapun. Aku capek-capek membawamu kesini bahkan menyarankan untuk datang kesini tapi seperti ini tanggapanmu, hanya diam saja. Benar-benar menyebalkan dan tidak menghargai usahaku.” Kata Bella.


“Harusnya aku yang marah kepadamu, kamu berpura-pura sedang sakit kan untuk menolak keinginanku, memangnya kamu lupa dengan kejadian semalam? Memangnya hanya aku yang menikmatinya saja?” Kata Bastian.


“Bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak siap dan tidak ingin melakukannya tapi kamu terus saja memaksaku bahkan pada akhirnya aku hanya bisa pasrah.” Kata Bella.


“Kamu lupa ya bahwa aku adalah suamimu dan kamu adalah istriku, sudah sewajarnya jika istri harus menuruti semua kemauan suami termasuk melayaninya dengan baik. Tapi selama ini aku hanya bersabar menghadapimu bahkan kamu sama sekali tidak pernah menganggapku kan. Lupakan, aku ingin pergi sendiri, kembalilah ke penginapan.” Kata Bastian, lalu dia pergi begitu saja meninggalkan Bella.


“Kenapa jadi dia yang marah kepadaku, bahkan dia meninggalkanku. Lalu ucapanmu tadi apa? Padahal baru tadi pagi bilang akan setia denganku tapi sekarang dia meninggalkanku. Dasar laki-laki menyebalkan.” Kata Bella sangat kesal. Akhirnya dia pergi ke tanpa tujuan hampir berjam-jam bahkan sampai malam hari.


Akhirnya dia pun kembali ke penginapan. Setibanya di penginapan, Bella melihat Bastian tergeletak di lantai. Bella berteriak karena kaget.


“Aaaaaaaaaa Bastian kamu kenapa? Cepat bangun, aku mohon bangunlah. Astaga kamu bau alkohol, kenapa kamu harus minum-minum seperti itu sih.” Kata Bella sambil membantu Bastian berdiri lalu merebahkannya di atas sofa. Bella melepas sepatunya dan mengambilkan minum untuk Bastian.


“Cepat bangun, cepat sadarlah.” Kata Bella sangat khawatir.


“Ah siapa ini? Ah kamu Bella istriku ya? Ah kamu sangat jahat padaku, pergi dari sini. Aku tidak ingin melihatmu, kamu bahkan melupakanku.” Kata Bastian akibat pengaruh alkohol.


“Kamu bicara apa sih, aku memang tidak mengingatmu saat ini tapi jika melihatmu seperti ini, tentu saja aku sangat khawatir.” Kata Bella sambil memeluk Bastian.


“Lepaskan aku, itu kata-kata yang sering kamu katakan kepadaku. Padahal aku sudah lama merindukanmu dan ingin memelukmu sayang.” Kata Bastian.


“Jangan banyak bicara, kamu sedang mabuk saat ini. Cepat tidurlah.” Kata Bella sambil memindahkan Bastian ke atas ranjang.


“Astaga berat sekali tubuhmu, benar-benar membuatku kesusahan saja.” Kata Bella.


“Ah sayangku kemarilah kepadaku.” Kata Bastian menarik Bella sehingga Bella jatuh tepat di atas tubuh Bastian, Bastian pun segera memeluknya dengan sangat erat.


“Astaga lepaskan aku, kamu mabuk berat.” Kata Bella berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.

__ADS_1


Bastian mencium istrinya dan menarik baju istrinya, sedangkan Bella berusaha menghindar namun gagal. Mereka pun akhirnya tidur bersama dan Bastian memeluk istrinya dengan sangat erat.


__ADS_2