
"aku habisin ya makanannya." Rio
"eh, enak aja. kita bagi dua dong. kan yang ngajak Lo kesini gue." Ahmad
"iya deh iya. bawel banget sih." Rio
Vina dan Fitri yang mendengarkan perdebatan kecil dua lelaki itu hanya bisa tersenyum.
"udah ah gak usah rebutan gitu. kaya orang kelaparan aja sih." Fitri
"hehe maaf ya. kita berdua malu-maluin kamu nih." Ahmad
"iya gak papa kok."
selesai makan, mereka berempat kemudian berbincang-bincang santai setelah sebelumnya semua peralatan makan dan juga piring kotor sudah mereka bawa ke dapur untuk dibersihkan.
jam menunjukkan pukul 9 malam ketika mereka berdua pamit pulang. setelah keduanya pergi Vina mencecar Fitri dengan berbagai pertanyaan yang sudah dia persiapkan dari tadi.
sejak kedatangan kedua pria tampan itu, Vina selalu bertanya-tanya dalam hati. jika dia menanyakan maksud kedatangan mereka langsung itu terkesan tidak sopan. apalagi dia bukan pemilik rumah itu..
Huh sungguh menyebalkan, seharusnya dari tadi dia sudah menghujani Fitri dengan berbagai pertanyaan, tapi malah tertunda.
"Fit, Lo harus cerita sama gue." kata Vina
"iya gue tahu, tapi nanti dulu ya, gue harus beresin ini dulu sama cuci piring dulu. nanti setelah itu gue bakal cerita semuanya sama Lo." balas Fitri
"ya oke, biar gue yang beresin ini. sekarang mending Lo cuci piring deh di dapur. biar cepet kelar semuanya."
"siap boss." jawab Fitri sambil mengangkat tangan tanda hormat kepada Vina.
dua puluh menit kemudian keduanya sudah selesai dengan pekerjaan masing-masing.
sekarang keduanya berbaring di atas tempat tidur yang sama.
"Lo gak lupa sama janji Lo kan fit??" tanya Vina memulai obrolan.
"enggak lah. masa gue lupa sih. kebangetan itu namanya."
"ya udah sekarang cepetan cerita. udah malem nih."
"ya udah, mau mulai dari mana??"
"ya terserah elo, mau mulai dari mana."
"ya habisnya gue bingung, banyak banget yang mau gue ceritain ke elo."
"sekarang gini aja, gue yang tanya ya. nanti Lo cerita semuanya."
"oke.. siap."
"Lo tiap hari ke kantor dianter jemput sama siapa sih?? gak mungkin kan taxi online dapet orang sama terus tiap hari."
__ADS_1
"oh kalo yang itu sebenarnya gue di anter jemput sama Ahmad."
"gimana ceritanya Lo bisa dianter jemput sama dia??"
"udah diem dulu, bentar gue jelasin."
"oke."
"ceritanya beberapa hari lalu sebelum bapak sama ibu gue pulang kampung, dia ngajak kita sekeluarga makan di restoran. katanya sih dia menang tender gitu."
"terus...terus.."
"ya awalnya sih dia gak ngaku kenapa tiba-tiba ngajak makan malam kita. terus pas sampai di restoran, dia udah reservasi tempat sebelumnya di private room. katanya biar lebih nyaman ngobrolnya nggak ada orang yang denger. dan biar suasananya lebih nyaman."
"habis itu."
"ya kan ditanyain tuh sama bapak, ya katanya paginya dia menang tender gitu deh. terus tiba-tiba dia mau ngomong sesuatu yang serius sama kita."
"ngomong apa?"
"dengerin bener-bener tapi elo jangan kaget ya. apalagi ketawa.pliss."
"iya gue dengerin baik-baik kok. udah cepetan ngomong."
"sebenarnya, dia minta ijin sama bapak gue buat ngelamar gue. boleh apa gak gitu katanya."
"what??? ngelamar?? dia ngelamar Lo di depan kedua orang tua Lo gitu??"
"terus, bapak jawab apa Fit?? apa bapak sama ibu setuju??"
"kalo bapak sama ibu sih terserah gue aja, kan gue yang jalanin."
"lha elo jawab apa ke dia??"
"gue masih butuh waktu buat mengenal dia lebih dalam lagi. kan Lo tau sendiri kalo kita kenal cuma beberapa hari. makanya dia ngasih waktu gue satu bulan buat ngasih keputusan."
"oh gitu."
"dia juga ngasih cincin sama gue, kalo gue terima lamaran dia, gue bakal pake cincinnya tapi kalo gue nolak lamaran dia, dia nyuruh gue simpen tuh cincin."
"mana cincinnya?? apa gue boleh liat??"
"boleh kok, bentar ya gue ambilin dulu "
Fitri lalu beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju lemari pakaian. dia membuka lemari tersebut dan mengambil kotak cincin yang ada di dalam laci lemari itu.
"nih cincinnya." kata Fitri menyodorkan kotak cincin tersebut didepan wajah Vina."
Vina pun menerima kotak cincin tersebut.
"gue buka ya."
__ADS_1
"iya, buka aja."
saat membuka kotak cincin tersebut Vina dibuat takjub oleh cincin berlian itu.
"Fit, gue gak mimpi kan?? ini cincin cantik banget. berliannya itu lho. waww .. pasti ini cincin mahal."
"gak mimpi dong, nih gue cubit." kata Fitri sambil mencubit lengan Vina
"aww... sakit Fit."
"lagian Lo, tadi kan katanya gue suruh nyubit Lo."
"hehe, maaf. oh ya kapan Lo mau jawab lamaran dia??"
"3 Minggu dari sekarang. makanya sekarang gue masih dalam tahap pdkt sama dia. dia anter jemput gue tiap hari."
"oh gitu, terus tadi Lo ngajak dia makan malam sama sih Rio buat pdkt juga??"
"bukan gitu Vin, gue tuh gak enak sama dia. tadi kan gue ngajak dia ke supermarket deket kantor. nah pas gue mau bayar, malah dia yang bayarin. terus tadi dia nanya. kenapa belanjaannya banyak banget. ya gue ngomong lah kalo nanti malam Vina bakal nginep di rumah gue gitu."
"terus kenapa ngajak Rio.??"
"ya gue gak sejahat itu kali ngebiarin sahabat gue jadi obat nyamuk. ya makanya gue suruh dia ajak Rio. lagian gak enak juga sama tetangga sebelah kalo cewek malam-malam ngajak cowok makan di rumahnya cuma sendirian. tapi Lo suka kan kalo Ahmad ngajak Rio?? hayo ngaku deh.."
" hehehe, ya iya lah. tapi kan gue juga jaim kali. gak main sleding aja."
"Haha, akhirnya ngaku juga dia. mau gue comblangin gak sama dia??"
"apaan sih elo, gak usah lah. biar berjalan apa adanya aja deh. kalo dia juga suka sama gue, dia juga pasti akan ngomong ke gue"
",oke, terserah Lo aja"
"eh gue mau tanya satu hal lagi sama elo. tapi jawab jujur ya."
"iya tanya aja. kalo gue bisa jawab pasti akan gue jawab kok."
" Lo sebenarnya juga suka kan sama Ahmad. ngaku deh jangan bohong."
"iya emang gue juga udah suka sama dia, tapi kan gue juga gak mau di bilang cewek gampangan. baru kenal bentar aja mau diajak lamaran."
"iya juga. eh dah malem, tidur yuk. besok kan kita juga harus kerja."
"oke deh, yuk ah. gue juga udah capek banget nih. apalagi tadi lembur. eh nih Fit cincinnya. nanti ilang malah gue suruh ganti." kata Vina sambil memberikan kotak cincin itu kepada pemiliknya.
Fitri menerima kotak tersebut dan menyimpannya kembali ke lemari. setelah dia memastikan semua pintu dan jendela terkunci, dia pun kembali ke kamar dan langsung tidur..
bersambung....
jangan lupa untuk selalu vote...like...dan coment ya...
maaf kalo ceritanya berantakan, masih pemula, ...mohon dukungannya ya...
__ADS_1