
"terus."
"kamu tau gak, dia nyiapin tempat yang romantis banget buat kita berdua. terus kita juga makan malam bersama ala-ala candle light dinner gitu deh."
"beneran?? serius??."
"iya. masa gue bohong sih sama sahabat gue sendiri."
"terus??."
"ya dia ngelamar gue untuk kedua kalinya pas di pantai. kita berdua pake baju warna putih. terus setelah gue nerima lamaran dia, kita
kejar-kejaran di pantai kaya film India gitu deh. pokoknya romantis gitu deh."
"terus kapan rencananya kalian mau nikah??."
"gak tau juga sih, tapi kata dia secepatnya. dari pada kita berduaan terus nanti timbulnya zina dan fitnah. kaya di kantor tuh. mereka kan pada fitnah gue. nyebar berita yang gak bener tentang gue. gue gak mau masalah itu berlarut-larut. apalagi sampe atasan kita tahu. bisa berabe urusannya."
"emmm. iya juga ya. bener kata Lo. eh tapi Lo udah kenal sama keluarganya Ahmad belum sih??."
"udah beberapa kali ketemu kok. keluarganya itu baik dan ramah. tapi kalo adiknya aku gak tau orang kita juga belum pernah ketemu."
"emang dia lagi dimana??"
"kuliah di luar kota katanya sih."
"terus apa orang tua Ahmad juga tinggal disini??"
"enggak, mereka berdua tinggal di Bandung. mereka ngurusin bisnis disana."
"wae... dari keluarga kaya raya dong calon suami Lo."
"mungkin.."
"tapi kenapa dia malah gak mau nerusin bisnis orang tuanya ya, malah sibuk kerja di perusahaan orang."
"ya karena dia itu sejak dulu pengen banget jadi arsitek. terus dia mewujudkan impiannya sendiri. dia gak mau di cap sebagai anak yang numpang kesuksesan sama orang tua. tapi katanya kalo mereka udah tua dan gak bisa mikirin pekerjaan lagi, dia bakal ambil alih semua pekerjaan orang tua dia."
"oh gitu." Vina mulai paham seluk beluk keluarga calon suami sahabatnya.
Vina merasa senang ada orang yang juga menyayangi Fitri apa adanya. karena dia tahu Fitri anak yang baik dan sopan.
__ADS_1
Tapi Vina juga was-was tentang gosip yang disebarkan seniornya di kantor tempat mereka bekerja. Dia sengaja memutar balikkan fakta yang sebenarnya tidak terjadi.
Menjelek-jelekkan Fitri di depan orang lain. mengatakan bahwa Fitri itu simpanan pria kaya. dia perebut kekasih orang. Menyebut perempuan murahan yang hanya sebagai pemuas nafsu pria.
Tapi kata-kata yang menyakitkan hati Fitri tidak Vina sampaikan. karena Vina tidak tega melihat sahabatnya menangis. saat ini Fitri sedang bahagia jadi Vina tidak mau merusak kebahagiaan yang dialami oleh Fitri..
Jam sudah malam, Vina pamit pulang. dia tidak menginap di rumah Fitri karena dia tidak membawa seragam kantornya. terlebih besok bukan hari libur.
Setelah Vina pamit pulang, Fitri kemudian masuk ke dalam kamar dan tidur.
--
Ahmad sudah berada di dalam kamar. dia baru saja selesai mandi. dia lalu turun ke bawah menuju taman di samping rumah.
menikmati aneka tanaman yang ada di taman. sebelum malam menjelang, dia terlebih dahulu memesan makanan di aplikasi online. 2 porsi ayam bakar dan acar. tak lupa dia juga memesan 2 buah es jeruk sebagai pelepas dahaga.
tak sampai 1 jam pesanan datang dan di antarkan Pak Maman menuju taman samping. karena tadi Ahmad sudah menelepon Pak Maman jika dia ada di taman samping rumah.
mereka berdua pun duduk bersama disana sambil berbincang-bincang tentang banyak hal. hari sudah petang keduanya lalu pergi dari taman menuju tempatnya masing-masing. Ahmad menuju ruang makan dan pak Maman menuju pos satpam. Ahmad makan malam sendirian di meja makan. menikmati seporsi ayam bakar dan juga segelas es jeruk. setelah kenyang dia kembali ke atas menuju ruang kerjanya.
mempersiapkan materi untuk besok meetting dengan client. satu jam berlalu, Ahmad menyudahi pekerjaannya dan dia berfikiran untuk menghubungi kedua orang tuanya. karena kalo jam segini mereka pasti sedang bersantai.
Ahmad mendial nomor sang mama, dan tanpa menunggu lama. Bu Halimah sudah mengangkat telponnya.
"hallo sayang, nih lagi nyantai di depan tv. ya pasti gak ganggu lah. orang anak mama sendiri kok."
"oh ya, papa ada disana nggak??."
"tuh papa lagi baca koran. kenapa emangnya??."
"Ahmad mau ngomong penting sama kalian."
"ngomong apa nak??" tanya sang ayah.
"aku ada kabar baik buat kalian."
"apa itu??" tanya sang mama kepada anaknya. padahal Bu Halimah juga sudah menduga itu pasti kabar tentang lamaran anaknya yang di terima oleh sang kekasih.
"Fitri nerima lamaran aku pa, ma."
"terus kapan kamu akan melamar dia secara resmi membawa papa dan mama??"
__ADS_1
"nanti secepatnya, aku belum ngobrol sama dia. jadi kalo besok udah fix tanggal lamarannya nanti kita kabari."
"jangan di tunda-tunda ya nak. kalo bisa secepatnya. oke sayang. mama sama papa gak mau kalo sampe terlalu lama. kami juga ingin gendong cucu secepatnya."
"ih kalian, orang lamaran aja belum kok mau gendong cucu aja, mau nyuruh aku nyicil dulu baru nikah kemudian??."
"heh, jangan sembarang kalo ngomong. mama gak mau kamu kaya gitu. nikahi dia secepatnya biar gak terjadi hal yang tak di inginkan."
"oke siap ibu negera."
"terus masalah nanti lamarannya bawa apa aja gimana ma??."
"udah kamu tenang aja biar mama yang urusin. kamu terima beres aja."
"nah gitu dong. baru namanya mamaku tersayang. Oh ya ma, Aurel juga di suruh Dateng dong. kan mama tau sendiri kalo sama aku dia gak akur. pliss ya."
"ya nanti kalo dia libur kuliah. ya makanya kalo bisa secepatnya. mama udah siapin baju couple buat kalian lamaran nanti."
"kapan mama nyiapinnya?? kan mama di Bandung."
"kamu gak inget pas kita fitting baju beberapa Minggu yang lalu sama Fitri??."
"oh, jadi itu semua rencana mama. terus kenapa gak bilang sama aku ma??."
"ya biar surprise aja. sekalian buat seragam keluarga kita. tapi baju kamu sama Fitri mama ganti warna yang lain. biar kelihatan yang tunangan itu siapa."
"oh gitu, makasih ya ma.. aku sayang banget sama mama."
"sama papa nggak sayang nih??."
"ya sayang pah, tapi lebih sayang sama mama."
"kalo udah nikah besok gak boleh manja lho sama mama. nanti istri kamu cemburu."
"siapp bos. ya udah ya ma pa udah malem. aku tutup dulu telponnya. kalian juga jangan lupa istirahat ya."
"iya nak."
Ahmad lalu menutup panggilan telepon. dia lalu pergi ke kamarnya.
Merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dan membayangkan akan seperti apa lamarannya nanti..
__ADS_1
"mama emang the best deh. aku gak nyangka kalo dia udah nyiapin semuanya buat lamaran aku." batin Ahmad tersenyum...