
Akhirnya Bastian menceritakan
semuanya kepada Bella.
“Dulu aku dan kamu saling
mencintai, hubungan kita bermula sejak kuliah. Kemudian kita memutuskan untuk
menikah dan karena ada beberapa kesalahpahamn akhirnya kamu meminta untuk
berpisah, tidak lama kemudian Vania mendekatiku dan memintaku untuk
menikahinya, bisa dibilang dialah yang sebenarnya perusak rumah tangga kita
berdua karena dia saat itu selalu memprovokasi kita agar secepatnya berpisah.
Kemudian aku dan Vania menikah dan entah kenapa kita masih sering bertemu
mungkin karena kita masih saling mencintai. Aku bahkan berjanji akan berpisah
dengan Vania dan menikahimu kembali tapi kamu justru mengalami hal seperrti
ini.” Kata Bastian.
“Bisakah aku mempercayaimu?”
Tanya Bella.
“Tentu saja kamu bisa
mempercayaiku, aku akan menjawabnya dengan jujur dan tulus.” Kata Bastian.
“Ceritakan bagaimana kronologi
kenapa aku bisa mengalami hal ini hingga hilang ingatan.” Kata Bella.
“Aku tidak ingin memberitahumu
tentang hal ini.” Kata Bastian.
“Jangan khawatir, aku bertanya
padamu bagaimana status hubunganmu dengan Vania?” Tanya Bella.
“Aku sudah berpisah dengannya,
makanya aku meminta untuk mengurus dan merawatmu hingga sembuh.” Kata Bastian.
“Apakah Vania yang melakukan ini kepadaku?”
Tanya Bella. Namun Bastian hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Bella.
“Cepat jawab pertanyaanku.” Kata
Bella. Bastian pun kemudian meminta maaf kepada Bella sambil menundukkan
kepalanya.
__ADS_1
“Maafkan aku, ini semua salahku.”
Kata Bastian.
“Jadi benar Vania yang melakukan
ini padaku?” Tanya Bella sambil meneteskan air matanya.
“Kamu bisa menyalahkanku, jika
ingin marah lampiaskan saja kepadaku.” Kata Bastian.
“Lalu kamu berpisah dengan Vania
dan kembali kepadaku?” Tanya Bella.
“Aku rela jika kamu menyalahkanku
dan masuk ke penjara.” Kata Bastian.
“Vania yang salah, tapi kamu
adalah penyebab Vania mencelakaiku.” Kata Bella.
“Maafkan aku, aku akan menerima
semuanya.” Kata Bastian.
Bella menangis dan air matanya
membanjiri pipinya.
kepadamu.” Kata Bastian.
**
Akhirnya Bella melaporkan
kejadian ini kepada polisi, dan Vania pun dihukum. Namun Vania menyeret Bastian
karena Bastian bersalah karena menyembunyikan kesalahan Vania. Namun Bella
menghentikannya.
“Jangan hukum Bastian pak, dia
tidak bersalah. Saya telah memaafkannya.” Kata Bella.
“Bella maafkan aku, tolong jangan
masukkan aku kedalam penjara. Lagipula kamu masih selamat kan saat ini.” Kata
Vania.
Tanpa berkata-kata, Bella
menampar Vania.
__ADS_1
Plak
“Kamu benar-benar tidak tau diri,
kamu merusak dan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. Selamat membusuk
didalam penjara.” Kata Bella.
Setelah itu Bella kembali ke
apartemennya di antar oleh Bastian.
“Terima kasih kamu telah
menyelamatkanku.” Kata Bastian.
“Kemasi semua barangmu dan
pergilah dari tempatku.” Kata Bella.
“Apa? Jangan berkata seperti itu,
tolong beri aku kesempatan untuk merawatmu dan menjagamu sampai ingatanmu
kembali seperti semula.” Kata Bastian.
“Aku bisa menjaga diriku sendiri,
lagipula aku tidak bisa mengingatmu jadi untuk apa kita bersama.” Kata Bella.
“Aku yakin suatu saat ingatanmu
akan kembali lagi tapi beri aku kesempatan untuk menjagamu dan merawatmu.” Kata
Bastian.
“Bagaimana caramu membuatku
mengingat kembali?” Tanya Bella.
“Baiklah, beri aku waktu.” Kata Bastian.
“Butuh berapa lama aku bisa
kembali mengingatmu? Bagaimana jika memang Tuhan menakdirkanku untuk
melupakanmu?” Tanya Bella.
“Beri aku waktu, aku akan
membantumu untuk bisa mengingat semuanya.” Kata Bastian.
“Aku akan memberimu waktu 100
hari, jika memang sampai hari itu tiba dan aku masih belum bisa mengingatmu berarti
memang kita ditakdirkan untuk berpisah.” Kata Bella.
__ADS_1
“Terima kasih banyak sayang.” Kata
Bastian sambil memeluk Bella saking bahagianya.