Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 36


__ADS_3

Akhirnya Bastian menceritakan


semuanya kepada Bella.


“Dulu aku dan kamu saling


mencintai, hubungan kita bermula sejak kuliah. Kemudian kita memutuskan untuk


menikah dan karena ada beberapa kesalahpahamn akhirnya kamu meminta untuk


berpisah, tidak lama kemudian Vania mendekatiku dan memintaku untuk


menikahinya, bisa dibilang dialah yang sebenarnya perusak rumah tangga kita


berdua karena dia saat itu selalu memprovokasi kita agar secepatnya berpisah.


Kemudian aku dan Vania menikah dan entah kenapa kita masih sering bertemu


mungkin karena kita masih saling mencintai. Aku bahkan berjanji akan berpisah


dengan Vania dan menikahimu kembali tapi kamu justru mengalami hal seperrti


ini.” Kata Bastian.


“Bisakah aku mempercayaimu?”


Tanya Bella.


“Tentu saja kamu bisa


mempercayaiku, aku akan menjawabnya dengan jujur dan tulus.” Kata Bastian.


“Ceritakan bagaimana kronologi


kenapa aku bisa mengalami hal ini hingga hilang ingatan.” Kata Bella.


“Aku tidak ingin memberitahumu


tentang hal ini.” Kata Bastian.


“Jangan khawatir, aku bertanya


padamu bagaimana status hubunganmu dengan Vania?” Tanya Bella.


“Aku sudah berpisah dengannya,


makanya aku meminta untuk mengurus dan merawatmu hingga sembuh.” Kata Bastian.


“Apakah Vania yang melakukan ini kepadaku?”


Tanya Bella. Namun Bastian hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Bella.


“Cepat jawab pertanyaanku.” Kata


Bella. Bastian pun kemudian meminta maaf kepada Bella sambil menundukkan


kepalanya.

__ADS_1


“Maafkan aku, ini semua salahku.”


Kata Bastian.


“Jadi benar Vania yang melakukan


ini padaku?” Tanya Bella sambil meneteskan air matanya.


“Kamu bisa menyalahkanku, jika


ingin marah lampiaskan saja kepadaku.” Kata Bastian.


“Lalu kamu berpisah dengan Vania


dan kembali kepadaku?” Tanya Bella.


“Aku rela jika kamu menyalahkanku


dan masuk ke penjara.” Kata Bastian.


“Vania yang salah, tapi kamu


adalah penyebab Vania mencelakaiku.” Kata Bella.


“Maafkan aku, aku akan menerima


semuanya.” Kata Bastian.


Bella menangis dan air matanya


membanjiri pipinya.


kepadamu.” Kata Bastian.


**


Akhirnya Bella melaporkan


kejadian ini kepada polisi, dan Vania pun dihukum. Namun Vania menyeret Bastian


karena Bastian bersalah karena menyembunyikan kesalahan Vania. Namun Bella


menghentikannya.


“Jangan hukum Bastian pak, dia


tidak bersalah. Saya telah memaafkannya.” Kata Bella.


“Bella maafkan aku, tolong jangan


masukkan aku kedalam penjara. Lagipula kamu masih selamat kan saat ini.” Kata


Vania.


Tanpa berkata-kata, Bella


menampar Vania.

__ADS_1


Plak


“Kamu benar-benar tidak tau diri,


kamu merusak dan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. Selamat membusuk


didalam penjara.” Kata Bella.


Setelah itu Bella kembali ke


apartemennya di antar oleh Bastian.


“Terima kasih kamu telah


menyelamatkanku.” Kata Bastian.


“Kemasi semua barangmu dan


pergilah dari tempatku.” Kata Bella.


“Apa? Jangan berkata seperti itu,


tolong beri aku kesempatan untuk merawatmu dan menjagamu sampai ingatanmu


kembali seperti semula.” Kata Bastian.


“Aku bisa menjaga diriku sendiri,


lagipula aku tidak bisa mengingatmu jadi untuk apa kita bersama.” Kata Bella.


“Aku yakin suatu saat ingatanmu


akan kembali lagi tapi beri aku kesempatan untuk menjagamu dan merawatmu.” Kata


Bastian.


“Bagaimana caramu membuatku


mengingat kembali?” Tanya Bella.


“Baiklah, beri aku waktu.” Kata Bastian.


“Butuh berapa lama aku bisa


kembali mengingatmu? Bagaimana jika memang Tuhan menakdirkanku untuk


melupakanmu?” Tanya Bella.


“Beri aku waktu, aku akan


membantumu untuk bisa mengingat semuanya.” Kata Bastian.


“Aku akan memberimu waktu 100


hari, jika memang sampai hari itu tiba dan aku masih belum bisa mengingatmu berarti


memang kita ditakdirkan untuk berpisah.” Kata Bella.

__ADS_1


“Terima kasih banyak sayang.” Kata


Bastian sambil memeluk Bella saking bahagianya.


__ADS_2