
Papa Danendra pun angkat Suara, sebaiknya nanti jika Cantika kemari kita segera memberitahukannya.
Charliepun berpamitan untuk menjemput Cantika karena tidak mau Bolos sekolah.
Sesampai Di rumah Cantika sudah siap dan langsung saja Charlie mengajak Cantika berangkat, karena takut terlambat, sesampainya di sekolah merekapin ke kelas masing-masing.
Di kelas Charlie sedang memikirkan kejadian di rumahsakit, akankah Cantika sedih atau bagaimana?bahkan sampai pelajaran Usai Charlie tak fokus kepada pelajaran.
Setelah pulang sekolah Charlie berniat mengajak Cantika ke rumahsakit tetapi akan menjemput sang Bundo Cantika dulu, dalam hati Cantika pun curiga ada apa sebenarnya.
Sesmpai Di rumah Cantika pun menanggil sang Bundo untuk pergi kerumahsakit, tak butuh waktu lama tibalah di rumahsakit, Papa dan Mama Danendra mengajak Cantika untuk ke kantin agar pembicaraan lebih nyaman, setelah di kantin, Mama Menjelaskan duduk permasalahanya, di lanjutkan dengan Bundo menjelaskan kejadian silam, Cantika sontak saja menangis tersedu-sedu pasalnya dia tak percaya dengan kenyataan yang ada.
__ADS_1
Papa Danendra berkata " sekarang kita tidak memaksa Cantika untuk mendonorkan Ginjal, tetapi ijinkan kami untuk merawatmu nak, Cantika hanya singkat menjawab " Maaf Om, ijinkan Cantika memikirkan semua ini, sebelum Operasi dilakukan Cantika akan mengabari Om dan Tante". ( lalu berlalu pergi meninggalkan rumahsakit )
Charliepun ikut berpamitan menyusul Cantika, sesampai di depan rumahsakit Cantika menangis tersedu-sedu, dengan mengulurkan sapu tangan Charlie memeluk Cantika, kemudian mengajaknya ke sebuah taman.
Di taman Lampion Cantika merasa sedikit terhibur, tetapi hatinya masih gundah, dengan memegang lengan Charlie dia berkata " jika aku adik Danendra, apakah kamu masih bersedia jadi pendamping hidupku???
Sontak saja Charlie menjawab " Aku tak perduli masa lalumu seperti apa?karena aku mau jadi masa depanmu " (ahayyyy author nulis sambil guling-guling ini karena bucin)
Kemudian berjalan-jalan di taman lampion, setelah di rasa lelah Cantika mengajak Charlie pulang kerumah.
Sesampai di rumah, Bundo berkata " Nak, tolong jangan abaikan Papa dan Mama Danendra karena beliau orangtua kandungmu, dan untuk Donor Ginjal, Bundo mohon pikirkan kesehatan kakakmu.tak ada jawaban dari Cantika langsung saja menuju di kamarnya, di kamar dia hanya duduk dengan menulis Diary kesayangan, sembari menitihkan Airmata.
__ADS_1
Di Hati Cantika berat meninggalkan sang Bundo yang sudah berjuang untuk dirinya, apalagi mendengar Danendra adalah kakak kandungnya yang sedang berjuang di ruang ICU, setelah menulis Diary yang begitu menguras emosi dan jiwa ia pun terlelap.
Paginya dia ijin untuk tidak ke sekolah karena harus ke rumahsakit untuk menjelaskan kepada Papa Danendra.
Sesampainya di rumahsakit, Cantika menjelaskan bahwa ia ingin Bundo ikut jika tinggal bersama Papa dan Mama,juga Danendra.
Cantika juga setuju untuk mendonorkan Ginjalnya Esok pagi, Charlie yang datang dan mendengarnya pun shock, dan berkata " Om dan Tante, Saya mohon jangan donorkan ginjal Cantika, alangkah lebih baik kita mencari pendonor yang cocok, saya mohon Om, saya tidak mau kehilangan Cantika.(dengan menunduk)
Dan Papa Danendra pun mengiyakan permintaan Charlie, Sontak Charlie memeluk Papa Danendra lalu berkata " setelah Danendra sembuh saya ingin melamar Cantika Om " ( be gentle guys si babang...etdah idaman banget tuh)
to be continue Guys
__ADS_1
🙏🙏🙏💙💙💙