
satu bulan berselang...
Fitri dan Ahmad seperti biasanya. mereka selalu bersama kemanapun mereka pergi. Ahmad dengan setia selalu mengikuti keinginan Fitri. apapun itu. tapi memang pada dasarnya Fitri pun bukan tipe wanita yang matre dan memanfaatkan kondisi.
dia masih seperti biasa, perempuan yang periang dan mandiri. apapun dia kerjakan sendiri selagi dia masih bisa. dia tak akan meminta bantuan kepada siapapun.
Ahmad saja sampai heran dibuatnya.
"sayang, apa kamu gak capek. tiap hari melakukan hal yang sama??" tanya Ahmad.
"enggak dong. aku malah seneng banget tau mas. rasanya hatiku nyaman aja gitu." ujar Fitri.
"eh, sekarang kan hari Minggu. gimana kalo nanti kita jalan-jalan ke mall gitu. sekalian aku mau beli jas sama dasi yang baru."
"lho, bukannya jas kamu itu banyak ya mas. kok mau beli lagi sih??"
"ya gak papa kali. lagian bosen tau kalo pake yang itu itu mulu." ujar Ahmad merengek..
"iya deh nanti aku temenin. tapi nanti temenin aku juga ya buat beli stok bahan makanan di rumah. soalnya udah abis." kata Fitri.
"emangnya kamu maunya beli stok bahan makanan dimana?? di supermarket apa di pasar??" tanya Ahmad.
"terserah mas aja deh."
"ye. orang kamu yang mau belanja kok terserah aku sih." ujar Ahmad bingung.
"ya kalo mas bawa aku ke pasar oke. bawa aku ke supermarket juga oke." ujar Fitri santai.
"ya udah kita ke mall aja dulu. sambil jalan-jalan. nanti pulangnya kita mampir ke supermarket yang ada di mall. kan biasanya ada tuh. biar sekalian."
"ya udah deh gak papa."
"lagian kalo di supermarket kan kita bisa bawa troli. di dorong gitu. kalo di pasar kan harus pake tas belanjaan. ribet."
"alesan aja kamu mas."
"ya emang bener kan kaya gitu sayang."
"iyain aja deh. biar gak ngambek."
"nah gitu dong. eh iya sayang. kapan nih kita mau nikah. dah gak sabar mas mau cium kamu."
"ih. mas mesum." ujar Fitri memerah.
"ya daripada kita gak nikah - nikah. malah timbulnya zina dan fitnah. kapan kamu siapnya sayang??"
"ya sabar dong. aku juga perlu waktu buat memantapkan hati." kata Fitri.
"emang kamu gak mau nikah sama aku??"
"ya mau mas. tapi bukan sekarang."
"siapa juga yang nyuruh kamu buat nikah sekarang." goda Ahmad.
",ya maksudnya buat waktu dekat ini."
"emang kamu mau aku nikah sama orang lain??"
"ya kalo mau nikah sama orang lain juga silahkan. berarti kita gak berjodoh. aku juga gak mau maksain kehendak orang lain kok."
"ye ngambek nih .."
,"siapa juga yang ngambek. ya udah kalo mau nikah. nikah aja sana.". kata Fitri sewot.
"iya deh. maaf sayang.. mas cuma bercanda kok. mas bakal nunggu kamu sampai kapan pun. bahkan sampai memutih rambutku.. pokoknya Menua Bersamamu deh.."
"gombal. ya udah kapan mau ke mall nya??? Sekarang apa nanti??"
"nurut kamu aja deh."
"orang kamu yang mau belanja kok malah tanya aku sih. aneh." kata Fitri lagi.
" ya udah sekarang kita makan dulu aja. kan sayang masakanmu kalo gak dimakan nanti mubazir."
"ya udah bentar. nanti aku siapin dulu makanannya. kamu tunggu di meja makan aja mas."
"siap boss." kata Ahmad pada Fitri.
__ADS_1
mereka berdua akhirnya sarapan sambil saling diam membisu dalam angan masing-masing.
Fitri kembali memikirkan ucapan Ahmad tadi tentang dia akan mencari perempuan lain untuk dinikahi kalau dia tidak segera memberikan keputusan tentang kapan mereka akan menikah. sebenarnya dalam lubuk hatinya dia masih bimbang. masih terlalu cepat menurutnya untuk menikah dalam waktu dekat ini. tapi dia sudah terlanjur menerima tunangan Ahmad. jadi secara tidak langsung mereka akan menikah dalam waktu dekat ini.
begitu pula dengan Ahmad, dia kembali berfikir apakah calon istrinya itu memang benar-benar mau menikah dengannya atau tidak. dalam hati kecilnya. dia kembali bimbang..
"Ya Tuhan.. beri aku jalan keluar dari setiap masalah yang aku hadapi. aku tidak ingin terlalu lama berada dalam posisi ini. yang membuatku sangat sulit untuk berfikir." batin Ahmad.
tak seberapa lama kemudian mereka berdua sudah selesai makan. kemudian Fitri kembali merapikan sisa makanan yang ada di atas meja untuk dibawanya kembali ke dapur.
"sini aku bantuin sayang." kata Ahmad menawarkan diri.
"udah gak usah mas. aku bisa sendiri kok." kata Fitri sambil membawa piring kotor dan berjalan ke dapur.
"ya udah deh kalo gak boleh." kata Ahmad lagi.
Fitri kembali dari dapur. "kapan mau pergi ke mall?? jadi apa tidak? kalo gak jadi aku mau istirahat. capek. "
"iya jadi kok. bentar lagi. jam 9 an gimana??"
" ya udah aku siap-siap dulu kalo gitu." ujar Fitri sambil berjalan menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap.
"jangan lama-lama ya sayang."
"ya." jawab Fitri singkat.
jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Fitri sudah keluar dari kamar. dia hanya memakai celana jeans panjang dan juga kaos lengan panjang. tak lupa memakai sneakers warna biru dongker kesukaannya.
"yuk . jalan udah siap nih." kata Fitri.
"kok tumben sayang kamu pake celana jeans. biasanya pake dress." kata Ahmad melihat penampilan calon istrinya itu.
"ya gak papa kan sekali-kali."
"iya gak papa sih."
"ya udah ayok jalan. keburu siang."
"oke bosss."
"kita mau ke mall mana sayang??"
"terserah mas aja deh. aku mah ngikut aja."
"ya udah. kalo gitu kita pergi ke mall yang di Jakarta Selatan aja ya. kali- kali cari suasana baru. "
"boleh."
____
1 jam berlalu. karena ini hari Minggu jadi jalanan agak sedikit macet. makanya mereka satu jam perjalanan baru sampai.
setelah Ahmad memarkirkan mobilnya. mereka berdua lalu berjalan ke dalam mall dan langsung menuju ke lantai 2. sambil berkeliling mencari toko baju khusus laki-laki.
lama mencari. akhirnya mereka menemukannya di lantai tiga dekat dengan lift.
keduanya langsung masuk ke dalam toko tersebut.
"silahkan, ada yang bisa saya bantu??" tanya pelayan toko kepada keduanya.
"saya mau cari jas mbak. ada di sebelah mana ya kira-kira??" tanya Ahmad.
"oh baik pak. mari saya antar." ujar pelayan toko kepada Ahmad.
mereka berdua kemudian mengikuti kemana pelayan tersebut berjalan.
"disini pak letak jasnya. silahkan di pilih dulu mau yang warna apa."
"baik mbak." kata Ahmad.
Ahmad kemudian memilih beberapa jas yang sesuai dengan ukurannya dia juga mencoba jas tersebut dan bercermin. mencocokkan jas pada dirinya. "menurutmu bagus yang mana yang??''
"ya semuanya bagus sih menurutku. apa kamu mau pilih warna yang kamu gak punya aja mas. biar kesannya beda gitu."
"oh ya bener juga katamu." kata Ahmad kepada Fitri.
__ADS_1
"mending kamu beli jas warna abu muda, apa kalo gak warna biru dongker apa yang lainnya gitu."
"emmmm..bentar seingatku aku gak punya jas yang warna itu deh. ya udah deh aku ikut saran kamu aja deh yang. ditambah warna hitam satu dan warna abu tua satu." kata Ahmad.
"ya terserah kamu aja. kan kamu yang mau beli mas. tapi apa gak kebanyakan ya.??"
"enggak lah. biar besok-besok gak belanja lagi. biar sekalian gitu." kata Ahmad pada Fitri.
"mbak, saya mau jas yang ini. 4 buah ya mbak." kata Ahmad pada pelayan sambil menyerahkan 4 jas yang dia pilih.
"oh ya mbak. kalo dasi di sebelah mana ya??"
"itu di ujung pak, mari saya antarkan."
"oke.."
mereka berdua kembali mengikuti pelayan tersebut.
"disini pak. silahkan boleh dipilih dahulu mana yang sesuai. apa sekalian mau beli kemejanya pak??"
"boleh. disebelah mana??"
"disebelah situ". sambil menunjuk ke arah gantungan yang berisi banyak kemeja.
"mas, kamu mau beli kemeja lagi?? katanya tadi cuma mau beli dasi sama jas aja." tanya Fitri.
"biar sekalian sayang. besok-besok gak perlu belanja lagi.. masa iya kamu mau calon suamimu yang tampan ini dibilang gak pernah beli baju cuma gara-gara pake baju yang itu-itu aja."
"iya deh. terserah kamu."
"ya udah makanya pilihin dong warnanya. nanti sekalian pilihin sama dasinya juga. biar serasi gitu."
"oke. kamu yang belum punya kemeja warna apa mas??"
"entahlah yang. aku lupa. tapi kebanyakan kan emang warna hitam dan coklat. pokoknya warna gelap deh."
"ya udah aku pilihin kamu warna ini aja." sambil melihat-lihat di dalam gantungan kemeja.
"ini cocok deh mas buat kamu. jadi kelihatan fresh gitu." mengambil kemeja warna biru laut.
"hemmm. boleh juga."
"apa yang ini??? mengambil warna merah maroon. "atau yang ini aja mas warna coklat susu."
"aku nurut aja yang penting cocok buat aku pake ke kantor."
"oke.."
Fitri memilih beberapa warna kemeja dan dasi untuk kekasihnya itu. dia mencocokkan beberapa kemeja dan dasi yang dirasa cocok menurut dia.
akhirnya Ahmad dan Fitri fix dengan 5 buah kemeja dan 5 buah dasi yang berlainan warna dan motif. supaya bisa dipakai bergantian. dan juga 4 buah jas.
setelah itu mereka berdua membayar semua belanjaan di kasir. dan langsung keluar menuju supermarket di lantai satu. Mereka berjalan menggunakan eskalator supaya bisa melihat sekeliling mall.
"yakin nih mau ke supermarket. gak jalan-jalan dulu disini?? tanya Ahmad pada Fitri.
"yakin mas. nanti kelamaan."
"oke deh."
sesampainya di supermarket, Ahmad langsung mengambil troli belanja dan memasukkan barang belanjaannya ke dalamnya. tak lupa Fitri juga mengambil satu troli belanja lagi.
"eh sayang. kan aku udah bawa troli. ngapain kamu bawa troli lagi??"
"masa iya baju mau dicampur sama sayuran. mending aku bawa troli sendiri aja kalo gitu."
"iya deh ...iya nyonya."
mereka langsung menuju stand sayuran berada.. dan juga stand daging ayam. dan juga ikan serta seafood. tak lupa juga membeli buah-buahan.
"ada lagi yang mau dibeli apa gak nih yang??"
"emmm... oh iya.. bumbu dapur mas. udah pada abis soalnya."
"oke... kita meluncur kesana."
setelah dirasa cukup banyak barang belanjaan mereka. lalu mereka membayar semuanya ke kasir. tak terasa sekarang sudah jam makan siang. akhirnya mereka memilih makan siang di restoran yang ada di mall tersebut setelah sebelumnya menaruh semua belanjaan ke dalam mobil..
__ADS_1
bersambung....
tetep stay tune ya... sampai menuju halal pokoknya...😍😍😊😊