
Bastian sedang menyiapkan makan
malam untuk Bella.
“Keluarlah, makan malam sudah
siap.” Kata Bastian.
“Aku kenyang, makanlah sendiri.
Aku ingin tidur lebih awal.” Kata Bella.
“Ayolah, lagipula kamu belum
makan apapun. Aku tidak ingin kamu jatuh sakit.” Kata Bastian.
“Berapa kali aku harus
mengatakannya padamu kalau aku tidak ingin makan.” Kata Bella.
“Kalau begitu, makanlah buah. Aku
akan mengambilkannya.” Kata Bastian.
Tidak lama kemudian, Bastian
menghampiri kamar Bella sambil membawa buah.
“Makanlah, ini buah kesukaanmu.”
Kata Bastian.
Tanpa berkata apapun Bella segera
memakan buah kiwi. Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan merasa pusing.
“Ah ah aduh kepalaku.” Kata
Bella.
“Ada apa? Apa yang terjadi?
Kepala kamu sakit?” Tanya Bastian panik.
“Aku seperti teringat sesuatu ah
ah aduh kepalaku.” Kata Bella.
“Kenapa? Lihat aku, apa yang
terjadi?” Kata Bastian sangat panik.
“Baju yang kamu pakai, apakah aku
yang membelikannya?” Tanya Bella.
“Jadi kamu ingat dengan baju yang
aku pakai? Memang benar kamu yang membelikannya. Apa yang kamu pikirkan tentang
baju ini?” Tanya Bastian.
“Ah aku tidak tau, aku hanya
ingat pernah membeli baju ini untuk seseorang namun aku lupa aku membeli untuk
siapa.” Kata Bella.
“Kamu yang membelikan baju ini
__ADS_1
untukku. Jangan memaksa, perlahan kamu akan mengingat semuanya.” Kata Bastian.
“Keluarlah, aku ingin tidur.”
Kata Bella.
Bastian pun membantu Bella dan
menarik selimut Bella.
“Tidurlah yang nyenyak, aku
selalu ada untukmu.” Kata Bastian.
Tiba-tiba Bella menarik tangan
Bastian.
“Ada apa? Apakah kamu ingin aku
tidur denganmu?” Tanya Bastian.
“Apakah diluar sedang hujan?”
Tanya Bella.
“Iya, kenapa?” Tanya Bastian.
“Tidak apa-apa.” Kata Bella.
“Kamu takut dengan suara petir
dan biasanya kamu tidur di pelukan dan dekapanku jika hujan dan banyak petir
begini.” Kata Bastian dalam hati.
“Aku keluar dulu kalau begitu ya,
Tiba-tiba petir menyambar dengan
sangat kencang. Seketika Bella terbangun dan berlari ke pelukan Bastian.
Bastian pun keasyikan dipeluk oleh Bella.
“Aku takut.” Kata Bella sambil
merengek.
“Aku tau kalau kamu sangat takut
dengan suara petir, aku akan menemanimu disini.” Kata Bastian.
“Apa yang aku lakukan jika ada
suara petir yang menyambar sangat kencang tadi?” Tanya Bella.
“Kamu ingin tau?” Tanya Bastian.
“Tentu saja.” Kata Bella.
“Kamu tidur dalam dekapan dan
pelukanku bahkan kamu tidak.” Kata Bastian.
“Cukup, jangan diteruskan.” Kata
Bella.
“Kenapa?” Tanya Bastian.
__ADS_1
“Aku tidak akan pernah melakukan
hal itu apalagi denganmu.” Kata Bella kesal.
“Astaga padahal kamu sangat manja
saat itu.” Goda Bastian.
“Cukup jangan bicara lagi
denganku. Duduk di atas sofa dan jangan banyak bicara.” Kata Bella sambil
menarik selimutnya.
“Kamu tega sekali menyuruhku tidur
di sofa.” Kata Bastian.
“Bukankah kamu bilang ingin
menjaga dan merawatku.” Kata Bella sambil mematikan lampu.
“Tapi kan.” Kata Bastian.
“Selamat malam.” Kata Bella.
“Astaga tega sekali dia, mana
bisa aku menontonnya tidur. Aku tidak tahan lagi aku benar-benar ingin
memeluknya dan tidur dengannya.” Gerutu Bastian.
Jam menunjukkan pukul 1 dini
hari, Bastian belum juga tidur. Dia pun memandangi Bella dari sofa.
“Ini benar-benar menyiksaku. Aku
akan tidur disampingnya.” Kata Bastian.
Akhirnya Bastian pun tidur
disamping Bella. Perlahan-lahan Bastian membuka selimut Bella lalu menariknya
kembali.
“Setidaknya aku bisa tidur
nyenyak dengan memandanginya meskipun saat ini aku tidak bisa menyentuhnya
apalagi memeluknya.” Kata Bastian. Tidak lama kemudian, Bastian tertidur
disamping Bella.
Lama kelamaan mereka semakin
dekat dan guling pembatas mereka pun sudah berada dilantai. Jadi mereka tidak
terpisahkan oleh apapun, Bella tanpa sadar memeluk Bastian karena menganggap
bahwa Bastian adalah guling. Begitu juga dengan Bastian yang semakin tidur
nyenyak karena berada di pelukan Bella. Bastian bahkan melepas pakaiannya
karena merasa panas dan gerah tanpa sadar lalu kembali memeluk Bella. Dia hanya
memakai celana pendek saja. Tangan Bastian tanpa sadar menarik piyama Bella
hingga tanpa sengaja tali bra milik Bella ikut terlepas. Mereka berdua pun
__ADS_1
tidur bersama sambil saling berpelukan mesra.