Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bagian 37


__ADS_3

Bastian sedang menyiapkan makan


malam untuk Bella.


“Keluarlah, makan malam sudah


siap.” Kata Bastian.


“Aku kenyang, makanlah sendiri.


Aku ingin tidur lebih awal.” Kata Bella.


“Ayolah, lagipula kamu belum


makan apapun. Aku tidak ingin kamu jatuh sakit.” Kata Bastian.


“Berapa kali aku harus


mengatakannya padamu kalau aku tidak ingin makan.” Kata Bella.


“Kalau begitu, makanlah buah. Aku


akan mengambilkannya.” Kata Bastian.


Tidak lama kemudian, Bastian


menghampiri kamar Bella sambil membawa buah.


“Makanlah, ini buah kesukaanmu.”


Kata Bastian.


Tanpa berkata apapun Bella segera


memakan buah kiwi. Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan merasa pusing.


“Ah ah aduh kepalaku.” Kata


Bella.


“Ada apa? Apa yang terjadi?


Kepala kamu sakit?” Tanya Bastian panik.


“Aku seperti teringat sesuatu ah


ah aduh kepalaku.” Kata Bella.


“Kenapa? Lihat aku, apa yang


terjadi?” Kata Bastian sangat panik.


“Baju yang kamu pakai, apakah aku


yang membelikannya?” Tanya Bella.


“Jadi kamu ingat dengan baju yang


aku pakai? Memang benar kamu yang membelikannya. Apa yang kamu pikirkan tentang


baju ini?” Tanya Bastian.


“Ah aku tidak tau, aku hanya


ingat pernah membeli baju ini untuk seseorang namun aku lupa aku membeli untuk


siapa.” Kata Bella.


“Kamu yang membelikan baju ini

__ADS_1


untukku. Jangan memaksa, perlahan kamu akan mengingat semuanya.” Kata Bastian.


“Keluarlah, aku ingin tidur.”


Kata Bella.


Bastian pun membantu Bella dan


menarik selimut Bella.


“Tidurlah yang nyenyak, aku


selalu ada untukmu.” Kata Bastian.


Tiba-tiba Bella menarik tangan


Bastian.


“Ada apa? Apakah kamu ingin aku


tidur denganmu?” Tanya Bastian.


“Apakah diluar sedang hujan?”


Tanya Bella.


“Iya, kenapa?” Tanya Bastian.


“Tidak apa-apa.” Kata Bella.


“Kamu takut dengan suara petir


dan biasanya kamu tidur di pelukan dan dekapanku jika hujan dan banyak petir


begini.” Kata Bastian dalam hati.


“Aku keluar dulu kalau begitu ya,


Tiba-tiba petir menyambar dengan


sangat kencang. Seketika Bella terbangun dan berlari ke pelukan Bastian.


Bastian pun keasyikan dipeluk oleh Bella.


“Aku takut.” Kata Bella sambil


merengek.


“Aku tau kalau kamu sangat takut


dengan suara petir, aku akan menemanimu disini.” Kata Bastian.


“Apa yang aku lakukan jika ada


suara petir yang menyambar sangat kencang tadi?” Tanya Bella.


“Kamu ingin tau?” Tanya Bastian.


“Tentu saja.” Kata Bella.


“Kamu tidur dalam dekapan dan


pelukanku bahkan kamu tidak.” Kata Bastian.


“Cukup, jangan diteruskan.” Kata


Bella.


“Kenapa?” Tanya Bastian.

__ADS_1


“Aku tidak akan pernah melakukan


hal itu apalagi denganmu.” Kata Bella kesal.


“Astaga padahal kamu sangat manja


saat itu.” Goda Bastian.


“Cukup jangan bicara lagi


denganku. Duduk di atas sofa dan jangan banyak bicara.” Kata Bella sambil


menarik selimutnya.


“Kamu tega sekali menyuruhku tidur


di sofa.” Kata Bastian.


“Bukankah kamu bilang ingin


menjaga dan merawatku.” Kata Bella sambil mematikan lampu.


“Tapi kan.” Kata Bastian.


“Selamat malam.” Kata Bella.


“Astaga tega sekali dia, mana


bisa aku menontonnya tidur. Aku tidak tahan lagi aku benar-benar ingin


memeluknya dan tidur dengannya.” Gerutu Bastian.


Jam menunjukkan pukul 1 dini


hari, Bastian belum juga tidur. Dia pun memandangi Bella dari sofa.


“Ini benar-benar menyiksaku. Aku


akan tidur disampingnya.” Kata Bastian.


Akhirnya Bastian pun tidur


disamping Bella. Perlahan-lahan Bastian membuka selimut Bella lalu menariknya


kembali.


“Setidaknya aku bisa tidur


nyenyak dengan memandanginya meskipun saat ini aku tidak bisa menyentuhnya


apalagi memeluknya.” Kata Bastian. Tidak lama kemudian, Bastian tertidur


disamping Bella.


Lama kelamaan mereka semakin


dekat dan guling pembatas mereka pun sudah berada dilantai. Jadi mereka tidak


terpisahkan oleh apapun, Bella tanpa sadar memeluk Bastian karena menganggap


bahwa Bastian adalah guling. Begitu juga dengan Bastian yang semakin tidur


nyenyak karena berada di pelukan Bella. Bastian bahkan melepas pakaiannya


karena merasa panas dan gerah tanpa sadar lalu kembali memeluk Bella. Dia hanya


memakai celana pendek saja. Tangan Bastian tanpa sadar menarik piyama Bella


hingga tanpa sengaja tali bra milik Bella ikut terlepas. Mereka berdua pun

__ADS_1


tidur bersama sambil saling berpelukan mesra.


__ADS_2