Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Persiapan Hantaran


__ADS_3

setelah pekerjaan Aurel beres, mereka bertiga bersiap untuk pergi ke restoran yang ada di dalam mall di kota Bandung. nama resto Bu Halimah adalah Double H resto. yang menyediakan aneka menu internasional.


Aurel mengenakan dress selutut berwarna biru Dongker senada dengan sepatu flat shoes yang dia kenakan. dan juga tas selempang kecil warna putih.


sedangkan Bu Halimah mengenakan tunik dan juga celana panjang dari brand ternama. tak lupa juga dia mengenakan tas dan juga sepatu high hells branded.


sementara Aurel hanya memakai celana jeans, kaos panjang polos dan juga sepatu sneakers warna putih kesukaannya.


Aurel memang terkesan seperti gadis tomboy yang memang jarang atau mungkin tidak pernah memakai dress di acara apapun dan pergi kemanapun. kecuali dipaksa oleh mamanya. tiga wanita dengan style yang berbeda-beda pula.


mereka bertiga sudah berkumpul di ruang keluarga. sekarang mereka meminta izin kepada pak Hakim dan juga Ahmad jika mereka akan pergi ke restoran milik Bu Halimah.


"pah, kita bertiga pergi ke restoran mama yang di mall ya. sekalian jalan-jalan di mall."


"ya udah ma. kalian berangkat aja di anter pak sopir ya. jangan nyetir sendiri. hati-hati di jalan ya."


"oke pah."


"mas, aku pergi dulu ya sama mama dan Aurel." kata Fitri kepada Ahmad.


"ya udah oke. hati-hati ya." kata Ahmad.


"oke."


dan mereka bertiga pun pergi ke mall Artagraha di pusat kota Bandung. perjalanan menuju mall tersebut memakan waktu sekitar setengah jam. Aurel duduk di kursi depan samping sopir, sedangkan Fitri dan Bu Halimah duduk di kursi belakang.


setengah jam berlalu, mobil sudah sampai di tempat parkir mall. mereka bertiga keluar dari mobil dan berjalan ke dalam mall.


"kita jalan-jalan dulu yuk, sebelum ke mampir ke Restoran mama." Bu Halimah.


"oke mah. ide yang bagus. kita mau pergi ke mana sekarang??"


"gimana kalo kita pergi ke butik langganan mama yang ada di sini. buat beli perlengkapan lamaran kakak kamu."


"emang mau beli apa aja mah??" tanya Aurel.


"ya kita lihat di sana ada apa aja. dan kamu Fitri, pilih sesuatu yang kamu suka untuk hantaran lamaran kalian nanti."


"tapi ma."


"udah gak usah tapi-tapian. ikut perintah mama. jangan membantah."


"iya deh ma. nurut."


mereka pun pergi ke sebuah butik langganan Bu Halimah. disana mereka memilih satu stel baju kebaya untuk hantaran. lalu mereka pergi ke sebuah toko sepatu branded, Bu Halimah menyuruh Fitri untuk memilih sebuah sepatu yang pas di kakinya dan juga cocok untuk dipakai Fitri.


"Fitri, kamu pilih sepatu yang kamu suka nak."


"tapi mah, ini kan harganya mahal."


"gak usah mikirin harga sayang, itu kan hantaran buat kamu nanti. udah cepet pilih aja mana yang kamu suka sayang." Bu Halimah.

__ADS_1


"iya mbak, pilih aja. aku bantu pilihin atau gimana??" Aurel.


"ya udah gak papa deh dek. bantu mbak pilihin ya." Fitri.


mereka pun memilih sepatu yang sekiranya disukai oleh Fitri. setelah mendapatkan sepatu yang cocok untuk Fitri, mereka bertiga akhirnya keluar dari toko sepatu tersebut. Fitri memilih sepatu flatshoes dengan warna biru muda dan juga sepasang sepatu high heels yang berwarna merah maroon pilihan Bu Halimah dan juga Aurel yang sesuai dengan kebaya yang dibeli tadi.


sekarang Bu Halimah mengajak Fitri dan Aurel untuk membeli dress Hantaran. Bu Halimah memilih dress dengan warna merah maroon dan juga biru laut. Fitri dan Aurel menurut saja. karena bagi Fitri, sulit untuk menolak kemauan Bu Halimah.


tak lupa juga Bu Halimah membeli handuk , skin care, dan juga pakaian dalam untuk hantaran lamaran pernikahan anaknya nanti. tak lupa juga Bu Halimah mengajak Fitri dan Aurel ke sebuah toko perhiasan.


setelah sampai di toko perhiasan, Bu Halimah memilih satu set perhiasan yang sekiranya cocok untuk calon menantunya tersebut.


Bu Halimah membeli kalung, tiga buah cincin, satu cincin untuk Ahmad, dan dua cincin untuk Fitri. satu buah gelang tangan dan kaki, sepasang anting. Aurel juga tidak mau kalah. dia minta di belikan kalung oleh sang mama. semuanya habis kira-kira hampir seratus juta.


setelah semuanya dibeli, Bu Halimah mengajak mereka berdua untuk pergi ke toko perlengkapan hantaran untuk membeli kotak sebagai tempat hantaran.


sebenarnya banyak barang yang di bawa hingga mereka bertiga kerepotan. akhirnya Bu Halimah menelpon pak sopir yang mengantar mereka tadi untuk menemuinya di sebuah toko perhiasan.


"pak Agus, tolong kesini bentar bisa gak??"


"baik nyonya, sekarang nyonya ada di sebelah mana???" kata pak Agus yang berprofesi sebagai sopir keluarga Hakim.


"saya ada di depan toko perhiasan Ismail di lantai dua."


"oh baik, nyonya. saya akan segera kesana."


"oke. saya tunggu."


tak butuh waktu lama , sepuluh menit kemudian pak Agus sampai di depan toko perhiasan Ismail.


"ada yang bisa saya bantu nyonya??"


"oh ya ini tolong bawakan barang-barang saya. terus di masukkan ke mobil ya pak. saya mau jalan-jalan lagi."


"baik nyonya."


Pak Agus langsung mengambil semua barang-barang belanjaan sang majikan.


"saya permisi dulu ya nyonya."


"iya pak. hati-hati ya."


"baik nyonya."


kemudian pak Agus langsung membawa semua barang-barang tersebut di bawa turun menuju mobilnya.


Bu Halimah mengajak calon menantu dan anak perempuannya untuk pergi ke toko perlengkapan hantaran.


"yuk sekarang kita pergi ke toko perlengkapan hantaran buat beli kotak hantaran."


"ayok mah." kata Aurel.

__ADS_1


Fitri pun hanya mengikuti kemana calon mertuanya dan calon adik iparnya pergi. beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di depan toko perlengkapan hantaran.


mereka bertiga Kemudian masuk ke dalam.


"ada yang bisa saya bantu Bu??"


"em saya sedang mencari kotak untuk hantaran." Bu Halimah.


"oh mari silahkan, saya tunjukkan dimana tempatnya." pelayan.


mereka bertiga kemudian berjalan mengikuti arahan pelayan menuju tempat kotak hantaran. di dalam sana ada banyak pilihan warna dan model kotak. ada yang terbuat dari kardus, kaca, kayu dan lainnya.


"ini Bu, silahkan dipilih sesuai keinginan anda."


"baik mbak. terima kasih ya." kata Bu Halimah.


Fitri dan Aurel membantu Bu Halimah untuk memilih kotak mana yang cocok untuk meletakkan hantaran lamaran.


setelah lama memilih, akhirnya pilihan mereka bertiga jatuh pada kotak yang alasnya kayu dan penutupnya plastik bening tebal. seperti kaca. mereka kemudian memilih beberapa ukuran. setelah fix dengan pilihan mereka, akhirnya Bu Halimah membeli semua kotak hantaran beserta perlengkapan lainnya.


"mbak. saya pilih yang ini semua ya. ada sepuluh kotak. terus pita dan aksesoris lainnya seperti bunga palsu dan kain flanel jangan lupa ya mbak."


"baik Bu."


"totalnya berapa semuanya??"


setelah di hitung-hitung ternyata totalnya sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah.


"totalnya Rp 1.500.000,. Bu. oke baik saya bayar cash di kasir ya. tapi bisa di antarkan sampai rumah nanti sore sekalian sama orang yang menata hantaran??"


"bisa Bu. tapi ada biaya tambahan untuk itu."


"itu tidak masalah. berapa biaya tambahannya??"


"kalo dari toko kami biasanya 300 ribu. seratus ribu untuk jasa antar barang. yang dua ratus ribu untuk jasa penghias kotak hantaran."


"baik mbak. jadi totalnya Rp 1.800.000,. ya."


"iya bu."


Bu Halimah pun mengeluarkan kartu ATM dan membayar semua biayanya.


"nanti hantarkan di alamat rumah saya yang ini ya Mba." kata Bu Halimah sambil menulis alamat rumah di secarik kertas.


"baik Bu. terima kasih sudah berbelanja di toko kami."


"sama-sama."


setelah semua urusan beres, mereka bertiga kemudian keluar dari toko tersebut...


bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu vote..like...coment..dan follow me ya...😊😊😊😊


__ADS_2