
cepat sekali jam berputar.. sekarang Fitri sudah sampai di halaman depan rumah kontrakannya. setelah semua barang bawaannya di bawa turun dan di masukkan ke dalam rumah,.
setelah memastikan semua barang-barang bawaan Fitri masuk ke dalam rumah, kini giliran Ahmad berpamitan kepada Fitri untuk kembali pulang di rumah pribadi miliknya.
"semuanya udah di masukin kan sayang??" tanya Ahmad.
"udah semua kok mas." jawab Fitri.
"ya udah kalo gitu mas pamit pulang dulu ya. besok pagi mas kesini lagi seperti biasanya." kata Ahmad.
"oke mas."
Ahmad kemudian masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju rumah miliknya.
jam 4.30 pagi.
Alarm ponsel berdering. menandakan jam sudah menunjukkan pukul setengah lima pagi. dengan segera Fitri bangun dari tidurnya dan bergegas menjalankan kewajibannya kepada Allah. setelah itu dia memasak untuk bekal makanan siang dan juga untuk sarapan pagi dirinya dan juga Ahmad.
jangan ditanya dari mana dia mendapatkan sayuran. sudah pasti ibunya membawakannya aneka sayuran yang di petik sendiri dari kebun mereka di kampung.
Bu Sundari membawakan putrinya beraneka ragam sayuran. sampai-sampai satu kardus sendiri berisi sayuran segar.
pagi ini Fitri memasak tumis brokoli dan wortel serta menggoreng lele dan menguleg sambal. supaya lebih cepat dan simple.
pukul 6 pagi Fitri sudah siap dengan semua aktivitasnya. makanan juga sudah tersusun rapi di atas meja.
tinggal memasukkan bekal ke dalam wadah dan menunggu Ahmad datang untuk menjemput Fitri dan makan bersama.
sementara itu, menunggu kedatangan Ahmad, Fitri akan membagikan oleh-oleh yang dia bawa kepada para tetangga di kontrakannya.
semalam sebelum tidur, Fitri sudah memisahkannya menjadi beberapa kantong plastik termasuk untuk ibu pemilik kontrakan yang letak rumahnya tak jauh dari rumah kontrakan Fitri.
__ADS_1
pukul 6.15 pagi
Ahmad baru tiba di kontrakan Fitri, dia mengetuk pintu rumah Fitri. setelah ada balasan dari dalam, Ahmad kemudian masuk ke dalam rumah dan makan bersama. tak lupa Fitri juga menyiapkan bekal untuk makan siang mereka berdua.
lima belas menit berselang, mereka berdua kemudian keluar rumah untuk berangkat ke kantor masing-masing. di dalam mobil hanya ada keheningan mereka berdua.tak ada sepatah katapun yang terucap di antara mereka. karena mereka berdua masih sibuk dengan angan-angan masing-masing.
sampai di depan kantor, Fitri langsung masuk ke dalam kantornya, tapi ternyata dia dihadang oleh Pak Joko. satpam kantor tempat Fitri bekerja.
"kemana aja sih neng?? kok udah seminggu gak kelihatan??" tanya pak Joko.
"hehe, iya pak. saya pulang kampung pak. nengokin orang tua saya." kata Fitri.
"oh, pantes udah lama gak kelihatan."
"eh iya pak, ini ada oleh-oleh buat bapak. diterima ya pak." kata Fitri sembari menyerahkan satu paper bag untuk pak Joko.
"ya pak. sama-sama. yang udah kalo gitu saya masuk dulu ya pak."
"oke neng."
Fitri kemudian langsung masuk ke dalam kantor. di dalam kantor sudah banyak karyawan yang datang di kantor termasuk Vina. sahabat terbaiknya.
"Weh, yang baru lamaran dah berangkat kerja nih." goda Vina.
"ih apaan sih Lo Vin, malu tahu di denger orang." kata Fitri.
"lah kenapa malu?? kan emang nyatanya kamu habis Lamaran kan."
"hehehe iya sih."
__ADS_1
"kayaknya aku mencium bau-bau calon pengantin nih." kata Malik teman satu kantor Fitri dan Vina.
"eh mas Malik, belum mas. masih lama. nanti kalo dah deket bakal aku kabarin kok."
"beneran ya. gak main sembunyi-sembunyi." kata Malik.
"eh buat apa sembunyi-sembunyi, kaya maling aja." kata Vina.
"eh iya, nih aku ada oleh-oleh buat kalian semua nih. nanti di bagi-bagi Sama yang lain ya."
"buat gue ada gak Fit??" tanya Vina.
"ada, tenang aja. nanti Lo ke rumah gue aja. semua oleh-oleh request Lo, udah gue beliin semua. tapi gak sempet gue bawa ke kantor. "
"ya udah deh. nanti pulang kerja gue ke rumah Lo aja." kata Vina.
"oke deh. gampang kalo itu. eh iya mas Malik, jangan lupa ya di bagiin ke temen-temen yang lain ya."
"beres Fit." kata Malik.
"oke deh."
Fitri kemudian kembali ke meja kerjanya untuk mempersiapkan semua dokumen yang akan dia kerjakan hari ini. ada setumpuk dokumen yang siap menanti untuk di kerjakan. termasuk beberapa proyek yang akan di kerjakan beberapa waktu yang akan datang.
jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Waktu bekerja sudah di mulai. tapi sebelum itu, Semua pekerja harus apel pagi dulu di halaman kantor.
tiga puluh menit berselang, semuanya kembali masuk ke kantor. Fitri sudah siap berkutat dengan laptop dan dokumen. begitu juga dengan semua karyawan yang lain. mereka semua sudah sibuk dengan pekerjaan yang ada di depan mata mereka. setumpuk dokumen yang sedang menunggu dead line.
bersambung....
maaf ya guys... lama gak dilanjutin lagi ceritanya.... soalnya ada banyak kesibukan yang menyita waktu banget...
insya Allah sekarang sudah update lagi...
__ADS_1
semoga kalian masih setia dengan cerita ini...
tetep stay tune with Menua Bersamamu...