
Bastian dan Bella benar-benar
terlarut dalam suasana, kini mereka berada di atas ranjang dan masih saling
berciuman sangat mesra layaknya adegan di film. Bahkan Bastian dengan berani
melepas pakaian Bella, Bella pun tampak menikmati semua permainan mantan
suaminya tersebut.
“Bolehkah aku melakukannya sayang?”
Tanya Bastian.
“Silahkan.” Kata Bella tanpa ragu
sedikitpun. Bastian pun akhirnya melepas pakaian Bella hingga mereka dalam
keadaan tanpa sehelai kain.
“Tunggu.” Kata Bella.
“Ada apa lagi?” Tanya Bastian.
“Setelah ini, kita tidak boleh
bertemu lagi dan kita akan menjalani hidup kita masing-masing dengan pilihan
kita masing-masing. Bahkan bulan depan aku dan Jordi akan bertunangan begitu
juga denganmu yang akan segera bertunangan dengan Vania. Pakailah pengaman, aku
tidak ingin mengambil resiko. Lagipula aku baru saja selesai datang bulan.”
Kata Bella.
“Aku selalu sedia, aku akan
memakainya dulu.” Bisik Bastian sambil membelai rambut Bella.
Setelah itu mereka berdua pun
melanjutkan permainan mereka hingga berkali-kali sampai puas. Mereka pun
tertidur sangat pulas dan saling berpelukan mesra dalam satu selimut.
“Apakah kamu benar-benar
menganggap bahwa ini adalah sebuah kesalahan?” Tanya Bastian.
__ADS_1
“Tentu saja.” Jawab Bella.
“Apakah hanya aku yang
menikmatinya? Bukankah kamu juga begitu menikmatinya?” Tanya Bastian.
“Aku tidak tau harus berkata apa.”
Kata Bella sambil terus memandangi wajah mantan suaminya itu.
“Apakah kita benar-benar tidak bisa
kembali lagi?” Tanya Bastian.
“Tidak bisa.” Kata Bella.
“Aku sangat merindukanmu, aku
bahkan masih belum percaya bahwa kita sudah berpisah. Setiap malam, aku sering
bermimpi tentangmu.” Kata Bastian tak terasa meneteskan air mata.
“Kamu telah memilih Vania, aku
juga telah memiliki Jordi. Aku tidak ingin kita saling menyakiti perasaan orang
lain.” Kata Bella sambil menghapus air mata Bastian.
terbaik yang pernah aku miliki. I love you, mungkin ini adalah salam perpisahan
kita.” Kata Bastian, dia pun mencium Bella kembali mulai ujung rambut hingga
ujung kaki telah dia jelajahi.
**
Keesokan paginya, jam menunjukkan
pukul 5 pagi. Badan Bella merasa memar dan kesakitan akibat ulah Bastian
semalam.
“Ah ah aduh badanku sakit semua,
bagaimana ini.” Kata Bella merintih kesakitan.
“Ada apa? Mana yang sakit? Bisakah
kamu berjalan?” Tanya Bastian khawatir.
__ADS_1
“Bagian itu yang sakit dan perih
tapi tidak apa-apa kok, lagipula aku benar-benar puas semalam. Gara-gara kamu
semalam.” Kata Bella senyum manja.
“Maaf, mungkin karena kita lama
tidak melakukannya jadi aku benar-benar sangat liar semalam hahaha. Biar aku
bantu kamu untuk bangun, aku bahkan bersedia untuk memandikanmu dan melakukan
apapun untukmu.” Kata Bastian lalu menggendong Bella keluar kamar.
“Hei hei cepat turunkan aku,
bagaimana jika kak Dina melihat dan mendengar kita, bisa gawat.” Bisik Bella.
“Dia pasti masih tertidur, kita
mandi bersama yuk.” Rayu Bastian sambil mencium leher Bella.
“Au au geli lepaskan aku,
bukankah kita sepakat bahwa setelah kejadian semalam maka kita tidak ada urusan
lagi.” Bisik Bella.
“Kita kan harus membersihkan diri
sayang, sudahlah jangan banyak tingkah. Pokoknya kita mandi bersama, aku akan
menerkam dan memakanmu nanti hahaha.” Bisik Bastian sangat nakal.
“Astaga kamu semakin meresahkan,
kasihan nanti Vania pasti kewalahan menghadapimu.” Kata Bella.
“Jangan membahasnya, seharusnya
kita fokus dengan urusan kita saja.” Kata Bastian tiba-tiba berubah menjadi
tegas.
“Maaf, cepat turunkan aku.” Kata
Bella.
“Tidak mau, tunggu sampai bathup
__ADS_1
nya penuh lalu kita mandi bersama. Ah kapan terakhir kali kita seperti ini.”
Kata Bastian.