Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Bagian 21


__ADS_3

Bastian dan Bella benar-benar


terlarut dalam suasana, kini mereka berada di atas ranjang dan masih saling


berciuman sangat mesra layaknya adegan di film. Bahkan Bastian dengan berani


melepas pakaian Bella, Bella pun tampak menikmati semua permainan mantan


suaminya tersebut.


“Bolehkah aku melakukannya sayang?”


Tanya Bastian.


“Silahkan.” Kata Bella tanpa ragu


sedikitpun. Bastian pun akhirnya melepas pakaian Bella hingga mereka dalam


keadaan tanpa sehelai kain.


“Tunggu.” Kata Bella.


“Ada apa lagi?” Tanya Bastian.


“Setelah ini, kita tidak boleh


bertemu lagi dan kita akan menjalani hidup kita masing-masing dengan pilihan


kita masing-masing. Bahkan bulan depan aku dan Jordi akan bertunangan begitu


juga denganmu yang akan segera bertunangan dengan Vania. Pakailah pengaman, aku


tidak ingin mengambil resiko. Lagipula aku baru saja selesai datang bulan.”


Kata Bella.


“Aku selalu sedia, aku akan


memakainya dulu.” Bisik Bastian sambil membelai rambut Bella.


Setelah itu mereka berdua pun


melanjutkan permainan mereka hingga berkali-kali sampai puas. Mereka pun


tertidur sangat pulas dan saling berpelukan mesra dalam satu selimut.


“Apakah kamu benar-benar


menganggap bahwa ini adalah sebuah kesalahan?” Tanya Bastian.

__ADS_1


“Tentu saja.” Jawab Bella.


“Apakah hanya aku yang


menikmatinya? Bukankah kamu juga begitu menikmatinya?” Tanya Bastian.


“Aku tidak tau harus berkata apa.”


Kata Bella sambil terus memandangi wajah mantan suaminya itu.


“Apakah kita benar-benar tidak bisa


kembali lagi?” Tanya Bastian.


“Tidak bisa.” Kata Bella.


“Aku sangat merindukanmu, aku


bahkan masih belum percaya bahwa kita sudah berpisah. Setiap malam, aku sering


bermimpi tentangmu.” Kata Bastian tak terasa meneteskan air mata.


“Kamu telah memilih Vania, aku


juga telah memiliki Jordi. Aku tidak ingin kita saling menyakiti perasaan orang


lain.” Kata Bella sambil menghapus air mata Bastian.


terbaik yang pernah aku miliki. I love you, mungkin ini adalah salam perpisahan


kita.” Kata Bastian, dia pun mencium Bella kembali mulai ujung rambut hingga


ujung kaki telah dia jelajahi.


**


Keesokan paginya, jam menunjukkan


pukul 5 pagi. Badan Bella merasa memar dan kesakitan akibat ulah Bastian


semalam.


“Ah ah aduh badanku sakit semua,


bagaimana ini.” Kata Bella merintih kesakitan.


“Ada apa? Mana yang sakit? Bisakah


kamu berjalan?” Tanya Bastian khawatir.

__ADS_1


“Bagian itu yang sakit dan perih


tapi tidak apa-apa kok, lagipula aku benar-benar puas semalam. Gara-gara kamu


semalam.” Kata Bella senyum manja.


“Maaf, mungkin karena kita lama


tidak melakukannya jadi aku benar-benar sangat liar semalam hahaha. Biar aku


bantu kamu untuk bangun, aku bahkan bersedia untuk memandikanmu dan melakukan


apapun untukmu.” Kata Bastian lalu menggendong Bella keluar kamar.


“Hei hei cepat turunkan aku,


bagaimana jika kak Dina melihat dan mendengar kita, bisa gawat.” Bisik Bella.


“Dia pasti masih tertidur, kita


mandi bersama yuk.” Rayu Bastian sambil mencium leher Bella.


“Au au geli lepaskan aku,


bukankah kita sepakat bahwa setelah kejadian semalam maka kita tidak ada urusan


lagi.” Bisik Bella.


“Kita kan harus membersihkan diri


sayang, sudahlah jangan banyak tingkah. Pokoknya kita mandi bersama, aku akan


menerkam dan memakanmu nanti hahaha.” Bisik Bastian sangat nakal.


“Astaga kamu semakin meresahkan,


kasihan nanti Vania pasti kewalahan menghadapimu.” Kata Bella.


“Jangan membahasnya, seharusnya


kita fokus dengan urusan kita saja.” Kata Bastian tiba-tiba berubah menjadi


tegas.


“Maaf, cepat turunkan aku.” Kata


Bella.


“Tidak mau, tunggu sampai bathup

__ADS_1


nya penuh lalu kita mandi bersama. Ah kapan terakhir kali kita seperti ini.”


Kata Bastian.


__ADS_2