
malam sebelum tidur, Fitri teringat Sahabatnya yang ada di Jakarta. siapa lagi kalo bukan Vina.
Fitri berinisiatif untuk menelpon Vina. karena dia tahu jam segitu Vina pasti belum tidur. Fitri mengambil ponsel yang ada di atas nakas dan mencari kontak nama Vina di ponselnya.
setelah ketemu, Fitri mendial nomor hp Vina. terdengar nada tersambung di seberang sana tapi belum juga di angkat oleh pemiliknya.
beberapa kali Fitri mencoba menghubungi Vina, tapi masih saja belum diangkat juga. hingga pada panggilan telpon ke sepuluh baru di angkat oleh Vina.
"Hallo. assalamualaikum." kata Vina.
"waalaikumsalam." jawab Fitri.
"sory Fit. gue habis dari kamar mandi. kebelet banget tadi. lama ya nunggunya. gak diangkat-angkat."
"pantesan lama banget."
"eh iya. kemana aja Lo. kok gak ada kabar. gue kira Lo udah lupa sama gue."
"ya maaf Vin. gue sibuk nyiapin acara lamaran gue. jadi gak sempet pegang hape."
"Halah, sibuk nyiapin acara lamaran apa sibuk pacaran sama calon suami??"
"ih apa sih kamu."
"hayo ngaku."
"ngaku apaan sih.??? eh iya Lo apa kabar??"
"Alhamdulillah baik. Lo sendiri apa kabar ???"
"Alhamdulillah gue juga baik. eh, gimana kerjanya?? lancar??"
"yah lancar-lancar aja sih. kaya biasanya."
"syukurlah kalo gitu."
"kapan Lo balik lagi ke Jakarta?? gue udah kangen nih. pengen di masakin makanan sama lo. pengen curhat juga sama lo."
"ya udah sabar sih. besok Senin gue juga udah kerja lagi kok."
"bener??"
"iya bener. masak bohong sih."
"syukurlah kalo gitu. eh ngomong-ngomong Lo tau gak?? ada berita heboh lho di kantor."
"berita apa??? sejak kapan Lo doyan ngegosip kaya gini?? perasaan dulu Lo gak kaya gini." tanya Fitri.
"ih apaan sih fit. dengerin dulu berita dari gue."
__ADS_1
"iya deh iya. gue dengerin. udah Lo cepet ngomong."
Vina pun menceritakan gosip heboh yang melanda kantornya satu Minggu ini. ternyata gosip tentang orang yang melabrak Fitri beberapa waktu lalu di kantin kantornya yang melakukan korupsi dana kantor untuk membeli barang-barang branded kesukaannya.
Fitri yang mendengar berita tersebut merasa sangat terkejut. padahal senior yang melabraknya dulu terkesan orang yang jujur walaupun mulutnya jahat dan tukang ngegosip.
"ah masak sih mba Rini kaya gitu Vin??"
"iya beneran Fit. masa gue bohong sama Lo sih. ini pokoknya kasus itu lagi booming di kantor."
"Lo tau dari mana???"
"ya gue tahu dari mas Burhan senior kita yang sering lembur bareng gue lah."
"bener gak tuh beritanya?? jangan-jangan cuma gosip yang beredar aja buat jatuhin mbak Rini."
"enggak Fit. ini beneran. kalo Lo gak percaya, besok Senin kan Lo berangkat ke kantor. biar Lo tahu sendiri deh."
"emang dana apa sih yang dia korupsi??"
''dana bansos buat pembangunan Panti Asuhan Mutiara Bunda itu lho. proposal yang bulan kemarin di ambil alih sama timnya mbak Rini dan Anis."
"tapi masak mbak Rini kaya gitu sih. dia kan terkenal orang yang jujur kalo soal uang. tapi ya kalo mulutnya udah pasti pedes."
"iya bener. yang namanya orang kan gak tau kita kedepannya kaya gimana. ada kalanya mungkin dia tergiur sama ajakan temen sosialitanya yang selalu pake barang-barang branded ya kan."
"kamu tahu?? uangnya itu tuh buat dia arisan sosialita sama buat beli tas branded."
"emang iya?? emangnya berapa dana yang dia korupsi??? banyak gak??."
"iya.. banyak banget loh.."
"berapa???"
"500 juta."
"hah?? banyak banget.. gak salah tuh.. "
"enggak. jadi tuh ceritanya dana buat pembangunan Panti Asuhan kan 1 milyar. nah, dia sunat dananya jadi setengahnya. yang setengah dia bagi sama timnya buat dikorupsi."
"oh gitu ceritanya."
"iya makanya dia bentar lagi di penjara kalo gak bisa membalikkan uang yang di korupsi. dan timnya juga bakal di pecat secara tidak hormat."
"waduh jadi ribet ya urusannya kalo kaya gitu."
"iya , makanya kalo masalah proyek kaya gitu aku juga takut. apalagi kalo ada dana yang selisih dikit aja jadi deg-degan."
"ya udah pokoknya yang pasti kita kerja yang bener. jangan sampai tergiur uang yang banyak."
__ADS_1
"iya itu pasti dong sob."
"ya udah sih. kita bahas yang lainnya aja. dari pada ngegosip kaya gini jadi gak berfaedah."
"iya kan. eh besok gue nitip oleh-oleh dong."
"beres pokoknya. emang Lo mau oleh-oleh apa??"
"ya pokoknya oleh-oleh yang enak deh."
"apa aja?? kan banyak yang enak-enak.".
"ya udah. gue mau sale pisang, gepuk, kue balok, semprong, keripik daun singkong, sama picnic roll yang tengahnya isinya telur."
"apa lagi??"
"mau juga dong peuyeum. sama surabi."
" oke deh beres pokoknya."
"makasih ya. Lo emang sahabat terbaik yang gue punya."
"ah berlebihan Lo."
"tapi ngomong-ngomong kalian mau mampir ke Bandung dulu gak??"
"ya mampir dong. buat pamitan sama keluarga besar mas Ahmad."
"tapi nginep disana lagi gak Fit."
"emangnya kenapa??"
" ya gak. takutnya kan kalo nginep di Bandung ada beberapa makanan yang basi kalo dibiarin lama. nanti gue gak jadi makan oleh-oleh dari Lo."
"Lo gak usah khawatir deh. pokoknya nanti begitu sampai sana nanti kita gak nginep. palingan siang sampai Bandung, terus sorenya kita berangkat lagi deh ke Jakarta."
"ya udah deh kalo gitu. berarti oleh-oleh pesanan gue aman."
" pastinya.
"ya udah sekarang kan dah malem. besok gue juga harus kerja lagi nih. udah dulunya telponnya. salam buat ibuk sama bapak ya."
"oke deh. ya udah besok gue juga bakal nyari oleh-oleh pesanan lo ke pasar. oke. nanti gue sampein ke bapak sama ibu."
"assalamualaikum."
"waalaikumsalam.."
akhirnya setelah telpon dari Vina mati, kini giliran Fitri bersiap untuk tidur. karena besok sore dia akan pergi ke pasar untuk membeli oleh-oleh untuk teman-teman di kantor dan di kontrakannya.
__ADS_1