
Setelah mereka sampai rumah, Ahmad memberikan nasi goreng yang mereka beli kepada Pak Satpam dan juga Pak Sopir yang menemani pak satpam berjaga di depan. sisanya, Ahmad bawa ke dapur bersama dengan martabak manis dan telor pesanan papa dan mamanya untuk diberikan kepada Bi Inah. selanjutnya Ahmad langsung naik ke lantai atas untuk beristirahat merenggangkan otot yang dari tadi tegang karena mereka berjalan-jalan.
Sedangkan Fitri dan Aurel langsung masuk ke dalam kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan istirahat.
Jam terus berdetak hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima pagi. setelah mereka semua selesai shalat subuh berjama'ah, Fitri, Aurel dan juga Bu Halimah langsung berjalan-jalan di area taman samping rumah.
Sedangkan Pak Hakim dan juga Ahmad memilih berolah raga di ruang fitness di dalam rumah tersebut.
saat jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. mereka semua kembali ke dalam rumah dan mandi serta bersih-bersih. jam tujuh tepat mereka sudah sampai di ruang makan. semuanya sudah duduk bersiap akan sarapan.
menu sarapan kali ini sama dengan yang Aurel makan tadi malam. yaitu nasi goreng kambing spesial yang mereka beli tadi malam ditambah dengan irisan timun dan juga telur dadar dan juga telur mata sapi buatan bi Inah. serta martabak manis dan telur sebagai teman ngopi dan ngeteh nanti.
"pah, ma coba deh cepetan cobain nasi goreng yang kita tadi malam beli. sumpah rasanya enak banget." kata Aurel.
"ya bentar dong sayang, baru juga duduk di suruh makan aja sama kamu. kan kita juga belum berdoa juga." kata Bu Halimah.
"ya udah buruan mama ambilin papa biar ngerasain. mana tahu bisa buat referensi menu di hotel dan restoran punya papa sama Mama." kata Aurel.
"iya bentar sayang." kata Pak Hakim.
"eh gimana tadi malam kulineran ya?? udah puas belum keliling-keliling cari makan??" tanya Bu Halimah sambil menyendokkan nasi ke dalam piring Pak Hakim.
"ya jelas belum dong ma. kan kalo siang belum jalan-jalan juga." kata Aurel.
"jadi pengen kulineran pas siang-siang nih??" tanya Pak Hakim.
"iya jelas dong pah. Aurel kan juga pengen banget beli es Doger, es cincau, cilok, siomay, batagor, mie kocok, sama soto Bandung." kata Aurel dengan polosnya.
"waduh banyak amat sayang. emangnya tadi malem gak kebeli semua??" tanya Bu Halimah.
"enggak ma. orang udah keburu kenyang duluan. hehe.."
"ya udah nanti suruh abangmu buat anterin kulineran lagi. nyari apa yang kamu pengen." kata Pak Hakim.
"ya deh gampang nanti." kata Aurel.
__ADS_1
"dek, kamu itu lagi ngidam atau gimana sih?? kok kepengennya banyak banget." tanya Ahmad.
"hush, gak boleh bilang kaya gitu. pamali. orang adek kamu aja belum nikah kok kamu ngomong ngidam aja." kata Bu Halimah.
"iya deh ma.. maafin aku. orang cuma bercanda juga." kata Ahmad.
"huh, Abang enak aja nuduh sembarangan. gini-gini aku juga masih perawan tahu." kata Aurel sewot.
"iya deh Abang percaya dek." kata Ahmad.
"eh bener kata kamu dek, nasi gorengnya enak banget. bisa buat referensi di hotel papa kalo gini. emangnya kamu beli di mana sih dek??" tanya Pak Hakim penasaran.
"nah kan apa aku bilang. tadi malem belinya di warung nasi goreng kambing bang gondrong yang mangkal di bawah pohon mahoni deket alun-alun itu loh pah."
"emangnya bukanya cuma malam aja po dek??" tanya Pak Hakim.
"kata temenku sih bukanya malem aja."
"tapi ini beneran enak banget loh dek. nasi goreng kaki lima rasa bintang lima." kata Bu Halimah.
''ya jelas dong."
"iya sayang. nanti juga kita makan tuh martabaknya. sekarang kan kita lagi sarapan."
"iya deh."
mereka semua kemudian melanjutkan sarapan yang tertunda dengan lahap karena nasi goreng kambing tersebut.
setelah mereka semua selesai sarapan, Bu Halimah mengajak Fitri untuk melihat kolam ikan di samping rumah. sekalian merawat tanaman dan bunga-bunga kesayangan Bu Halimah.
sedangkan Aurel kembali lagi ke kamar untuk mengambil laptop. pekerjaan sebagai asisten dosen yang diembannya, membuat dia harus selalu siap sedia jika dosen menyuruhnya untuk melakukan berbagai macam pekerjaan. seperti kali ini dia akan mengoreksi semua jawaban adik tingkatnya di kampus setelah ujian semester.
sementara Pak Hakim dan juga Ahmad hanya duduk santai sambil memakan martabak yang tadi malam anak-anaknya beli.
"mama aku mau tanya sesuatu boleh??" kata Fitri.
__ADS_1
"boleh aja nak. mau tanya apa emangnya??" tanya Bu Halimah sambil mencabuti rumput yang tumbuh di area pot.
"kan katanya mama ini punya restoran sendiri, tapi sejak aku disini kok mama gak ke restoran??"
"ya kan mama menghargai kamu nak, ada kalanya kita harus fokus pada pekerjaan kita dan ada kalanya juga kita harus mementingkan keluarga. kan kamu juga tahu sendiri kalo kita ini jarang ngmpul jadi satu. apalagi Aurel kan kuliahnya jauh dari sini. di luar kota." jelas Bu Halimah.
"omongan mama ada benarnya juga sih. restoran mama itu makanan yang di jual itu khas mana ma ?? apa Sunda , Chinese, Korean, Jawa, western, atau yang lainnya??"
"kan mama orang sunda, jadi mama buat satu resto khas Sunda dan yang satu lagi resto internasional. jadi kalo mau makan Chinese food ada, Korean food ada, dan western food juga ada."
"oh jadi mama punya dua resto??"
"iya, yang satu deket sama hotel punya papa dan yang satunya lagi ada di dalam mall di kota Bandung."
"wah asyik ya ma pasti kalo punya restoran sendiri."
"ya bisa dibilang begitu, hobi yang menguntungkan. kamu kan juga pinter masak. jadi besok kamu juga bisa nerusin usaha mama."
"ah aku belum bisa kalo ngurusin bisnis ma."
"ya besok mama ajarin ya kalo udah jadi mantu mama. oh ya nanti kita jalan-jalan ke resto mama yang ada mall yuk, sekalian ajak Aurel. dia pasti seneng banget."
"boleh mah."
"tapi kamu gak kecapean kan.??"
"enggak kok mah."
"ya udah nanti siang aja kita kesana ya. kan soalnya tadi kata Aurel dia masih sibuk tentang kuliahnya."
"ok ma."
mereka berdua pun kembali mencabuti rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman sambil ngobrol 🎅 untuk mengakrabkan diri.
sedangkan Ahmad dan sang ayah malah sekarang sibuk main catur di meja taman..
__ADS_1
bersambung....
Jangan lupa untuk selalu vote,. like, coment, follow author ya .....😊😊😊😊😊😊