Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Sisi Lain Salsa


__ADS_3

Semenjak Salsa putus dengan Ahmad memang dia sering gonta-ganti pacar. dia juga putus karena selingkuh dari Ahmad. pacarnya dulu yang bernama Rendi sering mengajaknya ke club malam. ya walaupun Rendi memang laki-laki tajir. tapi dia juga bermain wanita. tak terkecuali dengan Salsa.


Saat itu sebenarnya salsa menolak untuk diajak ke club malam. tapi Rendi mengancam akan memutuskan hubungan dengan dirinya dan juga mengambil semua barang-barang yang sudah di berikan kepada Salsa.


Dengan berat hati akhirnya Salsa mau di ajak ke club malam tempat biasa Rendi nongkrong dan minum disana.


Sampai di dalam club malam, betapa terkejutnya Salsa akan keadaan club malam yang dipenuhi oleh perempuan-perempuan yang sexy nan cantik dengan baju hampir telanjang. bergelayutan manja di lengan para lelaki. yang minta dilayani.


Salsa juga terkejut takkala ada seorang perempuan menghampiri Rendi kekasihnya. sambil bergelayutan manja di lengan sang kekasih.


"sayang, kamu mau apa?? tanya wanita itu.


tapi Rendi hanya diam saja sambil mengisyaratkan dengan mata bahwa wanita itu harus pergi.


Wanita itu yang sudah paham dengan gerak-gerik Rendi langsung menjauh dari sana. menyisakan Rendi dan juga Salsa yang masih berdiri mematung.


Rendi menarik tangan Salsa.


"ayo ikut aku, akan ku tunjukkan teman-temanku padamu."


Salsa hanya diam saja sambil mengikuti kemana Rendi membawanya pergi. mereka menaiki tangga menuju lantai dua. di dalam sana ada sebuah bar besar dengan dua orang bartender dan tak jauh dari situ ada banyak lagi wanita-wanita malam yang siap melayani pria mana saja.


Rendi berjalan menuju bar tersebut sambil salah satu tangannya menggandeng tangan Salsa.


Sang bartender yang bernama Dio memang sudah akrab dengan Rendi menyapanya terlebih dahulu.


"Hay bro, sama siapa nih??" Dio


"sama cewek gue lah." Rendi.


"kok gue baru lihat dia disini. biasanya Lo juga gak sama dia. sama si Dinda."


"diem Lo jangan banyak ba*ot." Rendi.


Dio pun diam. tanpa bertanya terlalu jauh. dia sudah hafal di luar kepala perangai sahabatnya yang satu ini. sehingga dia lebih baik diam dari pada memperkeruh suasana.


"ya udah dah deh. Lo mau minum apa??."

__ADS_1


"minuman yang kaya biasanya. yang enak tapi ya. dua belas."


"oke. ditunggu ya."


Salsa masih terus mengamati sekeliling. melihat berbagai ragam manusia yang ada di dalam sana dengan diiringi suara musik yang keras dan juga kelap-kelip lampu warna warni membuat matanya sakit.


Dua minuman sudah selesai Dio buat. dia menyerahkannya pada Rendi dan juga Salsa.


"hai manis siapa namamu??."


Belum juga Salsa menjawab pertanyaan Dio, Dio malah sudah di bentak oleh Rendi.


"diem Lo, jangan ganggu cewek gue."


"iya..iya maaf.. cuma mau kenalan doang kok. siapa tahu kalo Lo bosen boleh deh lempar ke gue."


"enak aja. emangnya gue barang." kata Salsa menjawab.


"maaf nona, saya hanya bercanda."


begitu juga dengan gelas kedua,ketiga dan keempat berhasil dihabiskannya karena ancaman Rendi. sehingga malam ini Salsa mabuk berat. dia bahkan mengigau sendiri saking pusing kepalanya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Salsa mabuk separah ini.


Ini sebenarnya rencana Rendi untuk meniduri sang kekasih. karena dari sekian banyak wanita yang dekat dengannya. hanya Salsa saja yang belum pernah dia tiduri. bahkan hubungannya dengan Salsa sudah terjalin hampir setahun lamanya.


"akhirnya malem ini kamu milikku sayang." batin Rendi.


Rendi membawa Salsa masuk ke mobilnya, karena tadi mereka berangkat bersama menggunakan mobil Rendi. Mobil melesat menuju apartemen milik Salsa


Remdi memang sering keluar masuk ke dalam apartemen Salsa untuk mengantar jemputnya. Jadi sudah pasti dia hapal sandi pintu di apartemen Salsa.


Rendi kemudian membopong Salsa menuju kamarnya. tanpa pikir panjang, dia melepaskan semua pakaian yang menutupi tubuh kekasihnya itu. setelahnya, dia melepaskan pakaian miliknya sendiri.


"waw... ini yang aku inginkan darimu sayang. tapi kenapa kamu selalu sok jual mahal padaku." kata Rendi memandang tubuh polos kekasihnya.


Sementara Salsa masih tergeletak tak berdaya di atas ranjang dengan tubuh polosnya.


Rendi mulai melancarkan aksinya. Melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum ke inti. Dia meremas gundukan gunung kembar sang kekasih dan mulutnya mulai menghisap di salah satu bagiannya.

__ADS_1


Salsa menggelinjang sedikit, tapi masih tak sadarkan diri.


Rendi menyusuri lekuk tubuh kekasihnya, menandakan bekas kepemilikan dimana-mana. di leher maupun di gunung kembarnya.


Setelah puas dengan gunung kembar, matanya kembali tertuju pada inti tubuh sang kekasih. surga dunia untuk setiap orang.


"apakah kau masih perawan sayang?? mari kita coba." ujar Rendi pada dirinya sendiri.


Rendi menjil*t inti tubuh dari sang kekasih. perlahan namun pasti dia kembali melakukannya hingga ada sedikit cairan yang keluar dari sana. tak lupa dia coba memasukkan jarinya kesana. tapi masih sempit. belum bisa.


"oh ternyata kamu masih perawan ya sayang. bersyukur aku mencobanya terlebih dahulu. seandainya saja kamu dengan suka rela menyerahkan milikmu padaku, pasti kita berdua sudah melayang ke surga dunia." Rendi bercelo, seorang diri.


Rendi semakin tak sabar, miliknya sudah menegang dari tadi. saat melihat tubuh polos Salsa. Ukurannya bisa dibilang lebih besar dari pria normal lainnya. mungkin karena dia keturunan luar negeri dengan badan yang tinggi dan tegap. jadi miliknya pun lebih besar.


"mari kita bersenang-senang sayang." batinnya sambil salah satu tangannya mengarahkan sang junior ke dalam sarangnya.


"kita coba sarang baru juno." panggilan Rendi kepada juniornya.


Dengan susah payah Rendi memasukkan Juno ke lubang sempit itu. lubang yang belum di masuki oleh siapapun. Perlahan, Rendi mengayunkan tubuhnya keatas dan kebawah mencoba terus memasuki inti tubuh Salsa.


Salsa sedikit meringis kesakitan, tapi dia masih tak sadarkan diri. Rendi masih terus melancarkan aksinya. menikmati surga dunia dari sang kekasih. ritme yang Rendi mainkan pelan, setelah dia sampai di titik terdalam, dia mempercepat ritmenya.


tiga puluh menit kemudian dia memuntahkan laharnya ke atas tubuh Salsa. ya karena dia tidak mau memiliki anak ataupun terikat perkawinan dengan perempuan manapun saat ini. dia masih ingin bersenang-senang dengan banyak wanita. Karena lupa tidak membawa sarung, jadi dia memuntahkannya di atas tubuh Salsa.


Berpacu sendiri sangat melelahkan, dia pun tumbang di sisi sang kekasih yang masih pingsan. Rendi juga melihat ada sedikit bercak darah di sprei bawah. darah keperawanan milik Salsa.


"ah terima kasih sayang, ternyata lubang milikmu memuaskan ku. dan ternyata perawan yang terenak. masih sempit tidak seperti wanita yang sering aku tiduri di luar sana." batinnya sambil mengelus lembut pipi sang kekasih.


dia lalu menyelimuti Salsa dan tidur bersama...


bersambung...


jangan lupa ya mampir ke karya aku yang satunya



jangan lupa juga untuk selalu like...coment...dan follow me ya...

__ADS_1


__ADS_2