Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Bagian 17


__ADS_3

Akhirnya Bella pun pergi ke kamar


Bastian untuk ke toilet, karena bajunya kotor sehingga dia hanya mengenakan


handuk saja. Setelah itu dia keluar kamar namun pintunya terkunci dari luar dan


seketika lampunya juga mati.


“Apa ini? Apakah lampu mati? Tolong


buka pintunya?” Teriak Bella.


“Sedang lampu mati nyonya dan


saya tidak bisa melihat.” Kata mbak art.


“Astaga, cepat ambilkan tasku dan


buka pintu kamarnya.” Kata Bella.


“Saya tidak bisa melihat nyonya


karena sangat gelap.” Kata mbak art.


“Astaga ada-ada saja, kalau


begitu cepat nyalakan gensetnya.” Kata Bella.


“Tunggu sebentar nyonya, masih


diperbaiki karena rusak.” Kata mbak art.


“Ini tidak lucu, pasti kalian


berdua sedang mengerjai saya kan?” Teriak Bella.


“Sebentar nyonya, saya mau mencari


senter dahulu. Nyonya lebih baik didalam saja sampai lampu nyala kembali.” Kata


mbak art.


“Astaga kenapa jadi begini sih.” Gerutu


Bella. Lalu dia berjalan mencari sofa namun justru dia tersandung kaki Bastian


dan terjatuh di pelukannya. Jantung Bella berdetak sangat kencang.


“Astaga perasaan apa ini, aku


harus segera pergi dari sini bisa gawat kalau dia terbangun.” Kata Bella dalam


hati. Ketika Bella bangun, Bastian tersadar lalu memeluk Bella dengan sangat


erat.


“Tetaplah seperti ini beberapa


menit, aku benar-benar sangat merindukanmu.” Kata Bastian setengah sadar.


“Lepaskan aku, kita bukan


sepasang suami istri lagi.” Bisik Bella.


“Sampai kapanpun kamu adalah


wanitaku dan milikku.” Kata Bastian. Tiba-tiba Bastian meraba Bella hingga


tanpa sengaja menarik tali handuk yang melilit di perut Bella.


“Jangan lakukan itu. Lepaskan


aku.” Kata Bella sambil berusaha untuk melepaskan pelukan Bastian namun gagal


sudah. Bastian berhasil membuka tali handuk tersebut. Bastian mencium Bella, Bella pun membalas ciuman Bastian.


Mereka pun tak canggung saling


bermesraan layaknya pasangan suami istri.

__ADS_1


“Jangan pernah meninggalkanku.” Kata


Bastian sambil memeluk erat mantan istrinya tersebut.


“Kita tidak seharusnya melakukan


hal ini. Aku harap ini semua adalah mimpi.” Kata Bella.


“Aku sangat merindukanmu, aku


tidak ingin kehilangan dirimu sayang.” Kata Bastian.


Mereka benar-benar sedang dimabuk


cinta, mereka pun tertidur sambil berpelukan.


Keesokan paginya, Bastian


terbangun terlebih dahulu. Dia sangat senang karena disampingnya ada Bella. Sebenarnya


dia tersadar saat semalam namun dia berpura-pura terpengaruh alkohol saat


bercinta dengan Bella.


“Astaga apa yang aku lakukan


semalam? Aku merasa bersemangat hari ini.” Kata Bastian dalam hati. Tidak lama


kemudian Bella terbangun dan dia merasa kaget dan dia segera menutupi dirinya


dengan selimut.


“Kamu jahat.” Kata Bella sambil


memukul lengan Bastian.


“Aku tidak peduli.” Kata Bastian


lalu mencium pipi Bella berulangkali.


“Ummm lepaskan aku.” Kata


sekali karena Bastian menahan kaki dan tangan Bella.


“Diam dan jangan munafik, aku tau


semalam kamu sangat menikmatinya kan.” Kata Bastian sambil menatap mesra mantan


istrinya.


“Lepaskan aku, aku akan segera


bertunangan dengan Jordi.” Kata Bella lalu merapikan bajunya.


“Memangnya kamu mencintainya?”


Tanya Bastian.


“Tentu saja.” Kata Bella.


“Lalu kenapa semalam kamu mau


melakukan denganku? Kamu bahkan membalas ciumanku? Jujurlah padaku atau kamu


akan menyesal.” Kata Bastian.


“Kamu saja yang menikmatinya,


kamu yang menarikku dan melepas bajuku lalu menciumku argh sungguh membuatku gila.” Kata Bella


kesal.


“Kamu yang memulainya, kamu jatuh


di atasku.” Kata Bastian.


“Aku tidak sengaja tersandung


kakimu karena semalam lampu mati. Lagipula kamu terpengaruh alkohol, anggap

__ADS_1


saja semalam adalah suatu kesalahan kita. Minggir aku harus segera pergi.” Kata


Bella.


“Tidak, aku butuh jawabanmu. Apakah


kamu benar-benar telah melupakanku?” Tanya Bastian.


“Aku milik orang lain dan


sebentar lagi aku akan bertunangan dengan Jordi. Bukankah kamu juga akan segera


bertunangan dengan Vania?” Tanya Bella.


“Jangan banyak alasan, aku tau


sebenarnya kamu masih menyukaiku kan?” Tanya Bastian sambil mendekat tepat


didepan wajah Bella.


Tiba-tiba mbak art dan satpam


tanpa mengetuk pintu masuk ke kamar Bastian. Mereka pun kaget melihat Bella dan


Basian di atas ranjang apalagi Bella dan Bastian hanya tertutup oleh selimut saja.


“Astaga, maafkan kami.” Kata satpam.


“Sepertinya kalian akan kembali


lagi.” Kata mbak art lirih.


“Hei apa yang kamu lakukan? Jangan


berpikir macam-macam dan cepat keluar.” Kata Bastian.


“Aku harus pergi.” Kata Bella.


“Maafkan kamu tuan, maafkan kami


nyonya.” Kata satpam dan mbak art. Lalu mereka pun keluar.


“Jawab dulu pertanyaanku.” Kata Bastian


menarik tangan Bella.


“Lepaskan aku.” Kata Bella.


“Pakai saja baju milikku atau


kalau kamu mau kamu bisa pakai baju pengantin kita dulu.” Kata Bastian.


Tanpa banyak bicara, Bella segera


membuka lemari dan mencari baju milik Bastian.


Saking kesalnya, Bastian


tiba-tiba menggendong Bella dan membawanya ke atas ranjang kembali.


“Aaaaaaaaa apa yang kamu lakukan?


Lepaskan aku.” Kata Bella.


“Jawab dulu pertanyaanku atau.” Kata


Bastian.


“Atau apa?” Tantang Bella.


“Aku akan melakukan seperti yang kita lakukan semalam.”


Kata Bastian sambil menggelitik perut Bella, Bella yang tidak tahan pun


tertawa.


“Au au au lepaskan aku, geli


sekali mas.” Kata Bella.

__ADS_1


“Tidak akan kulepaskan.” Kata Bastian.


__ADS_2