
Akhirnya Bella pun pergi ke kamar
Bastian untuk ke toilet, karena bajunya kotor sehingga dia hanya mengenakan
handuk saja. Setelah itu dia keluar kamar namun pintunya terkunci dari luar dan
seketika lampunya juga mati.
“Apa ini? Apakah lampu mati? Tolong
buka pintunya?” Teriak Bella.
“Sedang lampu mati nyonya dan
saya tidak bisa melihat.” Kata mbak art.
“Astaga, cepat ambilkan tasku dan
buka pintu kamarnya.” Kata Bella.
“Saya tidak bisa melihat nyonya
karena sangat gelap.” Kata mbak art.
“Astaga ada-ada saja, kalau
begitu cepat nyalakan gensetnya.” Kata Bella.
“Tunggu sebentar nyonya, masih
diperbaiki karena rusak.” Kata mbak art.
“Ini tidak lucu, pasti kalian
berdua sedang mengerjai saya kan?” Teriak Bella.
“Sebentar nyonya, saya mau mencari
senter dahulu. Nyonya lebih baik didalam saja sampai lampu nyala kembali.” Kata
mbak art.
“Astaga kenapa jadi begini sih.” Gerutu
Bella. Lalu dia berjalan mencari sofa namun justru dia tersandung kaki Bastian
dan terjatuh di pelukannya. Jantung Bella berdetak sangat kencang.
“Astaga perasaan apa ini, aku
harus segera pergi dari sini bisa gawat kalau dia terbangun.” Kata Bella dalam
hati. Ketika Bella bangun, Bastian tersadar lalu memeluk Bella dengan sangat
erat.
“Tetaplah seperti ini beberapa
menit, aku benar-benar sangat merindukanmu.” Kata Bastian setengah sadar.
“Lepaskan aku, kita bukan
sepasang suami istri lagi.” Bisik Bella.
“Sampai kapanpun kamu adalah
wanitaku dan milikku.” Kata Bastian. Tiba-tiba Bastian meraba Bella hingga
tanpa sengaja menarik tali handuk yang melilit di perut Bella.
“Jangan lakukan itu. Lepaskan
aku.” Kata Bella sambil berusaha untuk melepaskan pelukan Bastian namun gagal
sudah. Bastian berhasil membuka tali handuk tersebut. Bastian mencium Bella, Bella pun membalas ciuman Bastian.
Mereka pun tak canggung saling
bermesraan layaknya pasangan suami istri.
__ADS_1
“Jangan pernah meninggalkanku.” Kata
Bastian sambil memeluk erat mantan istrinya tersebut.
“Kita tidak seharusnya melakukan
hal ini. Aku harap ini semua adalah mimpi.” Kata Bella.
“Aku sangat merindukanmu, aku
tidak ingin kehilangan dirimu sayang.” Kata Bastian.
Mereka benar-benar sedang dimabuk
cinta, mereka pun tertidur sambil berpelukan.
Keesokan paginya, Bastian
terbangun terlebih dahulu. Dia sangat senang karena disampingnya ada Bella. Sebenarnya
dia tersadar saat semalam namun dia berpura-pura terpengaruh alkohol saat
bercinta dengan Bella.
“Astaga apa yang aku lakukan
semalam? Aku merasa bersemangat hari ini.” Kata Bastian dalam hati. Tidak lama
kemudian Bella terbangun dan dia merasa kaget dan dia segera menutupi dirinya
dengan selimut.
“Kamu jahat.” Kata Bella sambil
memukul lengan Bastian.
“Aku tidak peduli.” Kata Bastian
lalu mencium pipi Bella berulangkali.
“Ummm lepaskan aku.” Kata
sekali karena Bastian menahan kaki dan tangan Bella.
“Diam dan jangan munafik, aku tau
semalam kamu sangat menikmatinya kan.” Kata Bastian sambil menatap mesra mantan
istrinya.
“Lepaskan aku, aku akan segera
bertunangan dengan Jordi.” Kata Bella lalu merapikan bajunya.
“Memangnya kamu mencintainya?”
Tanya Bastian.
“Tentu saja.” Kata Bella.
“Lalu kenapa semalam kamu mau
melakukan denganku? Kamu bahkan membalas ciumanku? Jujurlah padaku atau kamu
akan menyesal.” Kata Bastian.
“Kamu saja yang menikmatinya,
kamu yang menarikku dan melepas bajuku lalu menciumku argh sungguh membuatku gila.” Kata Bella
kesal.
“Kamu yang memulainya, kamu jatuh
di atasku.” Kata Bastian.
“Aku tidak sengaja tersandung
kakimu karena semalam lampu mati. Lagipula kamu terpengaruh alkohol, anggap
__ADS_1
saja semalam adalah suatu kesalahan kita. Minggir aku harus segera pergi.” Kata
Bella.
“Tidak, aku butuh jawabanmu. Apakah
kamu benar-benar telah melupakanku?” Tanya Bastian.
“Aku milik orang lain dan
sebentar lagi aku akan bertunangan dengan Jordi. Bukankah kamu juga akan segera
bertunangan dengan Vania?” Tanya Bella.
“Jangan banyak alasan, aku tau
sebenarnya kamu masih menyukaiku kan?” Tanya Bastian sambil mendekat tepat
didepan wajah Bella.
Tiba-tiba mbak art dan satpam
tanpa mengetuk pintu masuk ke kamar Bastian. Mereka pun kaget melihat Bella dan
Basian di atas ranjang apalagi Bella dan Bastian hanya tertutup oleh selimut saja.
“Astaga, maafkan kami.” Kata satpam.
“Sepertinya kalian akan kembali
lagi.” Kata mbak art lirih.
“Hei apa yang kamu lakukan? Jangan
berpikir macam-macam dan cepat keluar.” Kata Bastian.
“Aku harus pergi.” Kata Bella.
“Maafkan kamu tuan, maafkan kami
nyonya.” Kata satpam dan mbak art. Lalu mereka pun keluar.
“Jawab dulu pertanyaanku.” Kata Bastian
menarik tangan Bella.
“Lepaskan aku.” Kata Bella.
“Pakai saja baju milikku atau
kalau kamu mau kamu bisa pakai baju pengantin kita dulu.” Kata Bastian.
Tanpa banyak bicara, Bella segera
membuka lemari dan mencari baju milik Bastian.
Saking kesalnya, Bastian
tiba-tiba menggendong Bella dan membawanya ke atas ranjang kembali.
“Aaaaaaaaa apa yang kamu lakukan?
Lepaskan aku.” Kata Bella.
“Jawab dulu pertanyaanku atau.” Kata
Bastian.
“Atau apa?” Tantang Bella.
“Aku akan melakukan seperti yang kita lakukan semalam.”
Kata Bastian sambil menggelitik perut Bella, Bella yang tidak tahan pun
tertawa.
“Au au au lepaskan aku, geli
sekali mas.” Kata Bella.
__ADS_1
“Tidak akan kulepaskan.” Kata Bastian.