Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Gagal


__ADS_3

"ayolah sayang. aku tahu kamu pasti sebenarnya ingin menyentuhnya kan. apa kamu mau yang di bawah sana??." goda Salsa "Kalau kamu mau, dengan senang hati aku akan melayanimu sepulang kantor nanti."


"aku tidak mau tidur dengan perempuan murahan sepertimu. aku tahu entah sudah berapa banyak laki-laki yang tidur denganmu di hotel."


"oh ternyata kamu tahu ya sayang. tapi sayang sekali ya, aku belum pernah merasakan punyamu itu." sambil menunjuk ke arah celana yang di pake Ahmad.


"aku tidak mau asal masuk lobang, apa lagi lubangmu sudah dijamah puluhan lelaki. bisa-bisa punyaku terinfeksi penyakit menular."


"tidak akan sayang, karena mereka selalu memakai ******. jadi aman dari penyakit itu."


"dasar perempuan gila."


"aku gila karenamu."


"hah, karena aku?? apa kamu tidak ingat siapa yang pergi meninggalkan diriku dan memilih berjalan dengan laki-laki lain?? apa kamu lupa??."


"sudahlah sayang. lupakan masa lalu itu. ayo kita buka lembaran baru."


Dan tiba-tiba pintu lift terbuka. Ahmad langsung saja keluar dari lift dan berjalan menuju tangga darurat. dia akan kembali ke lantai lima dimana ruang kerjanya berada.


"huh sial. gagal lagi deh." batin Salsa.


"tenang saja Ahmad, gak akan aku biarkan kau lepas begitu saja dari genggamanku. akan ku buat dirimu tergila-gila padaku. dasar pria sok jual mahal."


Salsa langsung memakai blazernya kembali lalu berjalan menuju toilet untuk merapikan dandanan yang sedikit berantakan.


__


Ahmad langsung menuruni tangga secepat kilat. takut perempuan itu menyusulnya. Dia memang sudah tidak mau lagi berurusan dengan wanita licik seperti Salsa.


"huh dasar wanita gila." kata Ahmad membanting tasnya di atas meja.


Para sahabatnya yang sudah sampai di dalam ruang kerja dibuat bingung oleh kelakuan Ahmad pagi ini. tidak biasanya dia marah-marah sepagi ini.


"heh bro kalem dong, jangan marah-marah gini." ujar Rio memenangkan.


"gimana gue bisa kalem. pagi-pagi udah digodain sama jalang." kata Ahmad sambil mengatur nafasnya.


"hah jalang??. siapa??." tanya Andri.


"siapa lagi kalau bukan Salsa itu."


"emang dia ada disini??." Rio.

__ADS_1


"terus nyatanya gue ketemu dia di lift. kalo gak ada disini terus dimana??" Ahmad.


"ya maksudnya ngapain juga dia disini??." Rio.


"mana gue tahu, emangnya gue siapanya ??."


"meeting kali sama bos. kan kemarin perusahaan ini kita ada kerja sama dengan perusahaan tempat dia bekerja." Nisa.


"mungkin." Rio.


"emang Lo diapain sama dia sampe marah-marah gitu??." tanya Andri penasaran.


"gimana gak gila coba. dia ngajak gue ngamar nanti malem di hotel."


"wah dasar perempuan gak bener." Rio.


"emang cerita awalnya gimana sih?? sampe bisa di lift sama dia??" Andri.


Ahmad menceritakan awal mula bertemu Salsa tadi pagi. dia menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. membuat para sahabatnya tidak menyangka bahwa Salsa akan seliar itu didepan laki-laki.


"kalo gue jadi elo mending gue tubruk aja sekalian tuh cewek. kesempatan kan. ibarat kucing liar kalo dikasih ikan asin langsung doyan." Rio.


"itu kan elo bukan gue. gue mah ogah main celap celup sana sini. Dah tau gak higenis lobang dia. hih amit-amit deh." Ahmad.


"tapi kamu gak gitu kan sayang??." tanya Nisa kepada Andri.


"ya gak lah sayang. punyaku masih perjaka ting-ting. belum pernah salah masuk lobang."


"heh gak usah sayang-sayangan di depan gue. kalian gak tau ya jiwa jomblo gue meronta-ronta." Rio.


"rasain Lo. makanya cari pacar yang bener bukan kerjanya cuma celap-celup sana sini." Andri.


"iya deh. gue coba nanti. eh setahu gue body Salsa masih aduhai ya kan. gunung kembarnya juga besar. apa sedikitpun elo gak nafsu bro??."tanya Rio kepada Ahmad.


"ya gue laki-laki normal. ya jelas nafsu lah. tapi akal sehat gue masih bisa berjalan normal. gue gak mau dijebak sama dia. apalagi kejadian ini di lift dan ada cctv kan."


"ya katanya Salsa kan di matiin cctvnya." Rio


"gue gak percaya sama dia. dia itu licik. gue gak mau lamaran gue sama Fitri jadi gagal karena dia."


"hah lamaran?? kapan??" tanya ketiga sahabatnya kepada Ahmad.


Ahmad memang tidak menceritakan perihal lamaran kepada para sahabatnya. sehingga mereka juga bingung akan secepat itu Ahmad akan melaksanakan lamaran dengan Fitri.

__ADS_1


"tapi Lo gak nyicil dulu kan sama dia??." tanya Rio.


"nyicil apaan??." tanya Ahmad polos.


"ya nyicil bikin anak dulu lah. masa cicil angsuran." tambah Andri.


"gak lah. gue gak sebejat Rio ya."


"eh kenapa elo jadi bawa-bawa gue sih??." Rio.


"ya kan gue cuma ngomong aja. gak tau gimana faktanya." sanggah Ahmad.


Ahmad pun akhirnya menceritakan perihal lamaran itu kepada para sahabatnya. mereka jadi tahu kalau Ahmad ingin melamar kekasihnya di luar kota bulan depan.


"wah selamat ya, akhirnya mau bentar lagi mau nikah nih." kata Nisa.


"iya, gue juga gak nyangka kalo bakal secepat itu." tambah Andri.


"ya doain aja semoga acaranya berjalan dengan lancar ya."


"aamiin." jawab ketiganya bersamaan.


__


Di ruang meeting..


Salsa ikut meetting dengan bosnya dan juga para kolega lainnya. karena tadi dia di dalam kamar mandi terburu-buru sebab rapat sudah hampir di mulai.


Salsa lupa mengancingkan blazernya, sehingga kedua gunung kembarnya melambai-lambai ingin di sentuh. membuat para lelaki yang ada di dalam ruangan tersebut tak fokus saat sedang meetting..


Mata lelaki mana yang tak tergoda dengan pemandangan indah di depannya. wajah cantik, body goals, pakaian seksi, wangi. kurang apa lagi coba.


Hanya pria yang punya kelainan seksual yang tidak berminat dengan wanita secantik Salsa. apalagi dengan suara sensualnya yang membuat bulu kuduk berdiri.


"semua pria memandang ke arahku, mereka pasti tertarik padaku. tapi kenapa Ahmad sekarang berbeda ya?? dia tidak seperti dulu. atau mungkin dia punya kelainan setelah aku tinggal pergi??." batinnya


saat sedang melamun dan memainkan pulpennya, tiba-tiba bolpen itu terpental agak jauh di depannya. dia lalu agak sedikit membungkuk kedepan untuk mengambil pulpen tersebut.


Pemandangan di depan mata pak Yusuf koleganya membuat tongkat yang ada di bawah sana berdiri. bagaimana tidak didepan matanya terlihat jelas dua benda kenyal bulat sempurna yang besar menantang ingin dihisap menyembul di balik tank top yang salsa kenakan.


"sungguh pemandangan yang langka" batin Pak Yusuf. membuat matanya melotot dan mulutnya membuka sampai air liurnya hendak menetes.


disaat seperti itu pak Amir selaku pemimpin rapat langsung berdehem dan dengan segera pak Yusuf kembali menatap layar di depannya yang berisi diagram dan juga garis ....

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2