Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Masak


__ADS_3

"pa, ma. kenalin ini Fitri." kata Ahmad kepada kedua orang tuanya.


Fitri pun langsung maju dan menyalami mereka berdua.


"oh jadi kamu yang namanya Fitri. kenalin saya Halimah mamanya Ahmad dan ini papanya Ahmad namanya Hakim." kata Bu Halimah sambil memperkenalkan suaminya.


Bu Halimah yang melihat Fitri untuk pertama kalinya dibuat takjub dengan kecantikan alami Fitri. dia tidak berdandan berlebihan. bahkan terkesan natural. sesuai dengan kulit putih mulusnya. ditambah dress yang berwarna hijau tosca membuatnya lebih muda dan segar.


"cantik juga anak ini. tapi apa dia juga memiliki kepribadian yang cantik seperti wajahnya??. nanti aku coba tes saja." batin Bu Halimah.


"iya Tante Om, nama saya Fitri. senang bertemu dengan kalian."


"ayo nak Fitri, silahkan duduk." kata Pak Hakim.


Bu Halimah pun langsung bangkit dari sofa dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk tamunya tersebut.


"sebentar ya, ibu ke dapur dulu."


"baik Bu."


Beberapa saat kemudian, Bu Halimah sudah datang dengan membawa nampan berisi 4 cangkir teh."


"silahkan di minum nak Fitri."


"eh iya Om, Tante. maaf sudah merepotkan kalian."


"tidak kok." Pak Hakim.


Bu Halimah sudah kembali duduk di samping suaminya.


"apakah kamu sudah lama berkenalan dengan Ahmad nak??"


" belum om, baru 2 Minggu ini."


"oh ,saya kira sudah lama kenal sama Ahmad."


"tidak om, hanya kebetulan kami beberapa kali ketemu dan pada saat itu saya mengalami kecelakaan lalu di tolong oleh mas Ahmad dan teman-temannya."


"hah kecelakaan?? dimana?? apa kamu baik-baik saja??"


"iya, satu Minggu yang lalu saya ditabrak motor, di mall XX tapi gak papa kok."


"berapa usia kamu??"


"saya baru 24 tahun mau jalan 25 tahun."


"kamu kerja dimana??"


"saya kerja di kantor kementrian sosial dekat dengan kantor mas Ahmad."


"lalu kamu tinggal dimana??? apakah kedua orang tuamu disini??."

__ADS_1


"saya tinggal di rumah kontrakan tidak jauh dari kantor kok om, tante. kalau kedua orang tua saya, tinggal di luar kota. tepatnya di Cimahi."


"kalau begitu dekat ya dari Bandung. ya kan."


"iya om, Tante."


Fitri merasa sangat-sangat gugup di cerca beberapa pertanyaan oleh kedua calon mertuanya. padahal itu hanya pertanyaan yang sepele.


"udah ah, ma pa tanya-tanya mulu dari tadi." kata Ahmad


"ya gak papa dong sayang. kan kami juga pengen kenal sama nak Fitri. ya lan Fitri."


"iya om...bener kok."


mereka pun berbincang-bincang di ruang tamu. obrolan mereka semakin asyik dan menarik karena Fitri juga pandai mengimbangi obrolan mereka. Fitri juga sudah terlihat biasa saja. tidak merasa grogi ataupun gugup lagi.


Jam menunjukkan pukul 11 siang. Bu Halimah pamit ke dapur untuk membuat makan siang.


Fitri pun menawarkan bantuan kepada Bu Halimah.


"biar Fitri bantu masak Tante, gak papa kan." tanya Fitri.


"oh boleh dong, dengan senang hati."


mereka berdua pun berjalan menuju dapur.


"kamu udah cantik begini mau masak. emang gak papa nak?!" kata Bu Halimah basa-basi.


"gak papa dong Tante."


"kan kalau kotor bisa di cuci tan. udah gak papa biar Fitri bantuin. Tante mau masak apa emangnya??"


"ya udah nih pake dulu celemeknya" menyodorkan celemek kepada Fitri.


"Tante bingung juga nih mau masak apa. nih ada ayam sama seafood. terus ada buncis, wortel, timun sama nanas," kata Bu Halimah sambil menunjukkan bahan makanan yang dia ambil dari lemari es.


"gimana kalau kita buat acar, terus ayam saus teriyaki, tumis buncis sama tomyam tante??."


"ide bagus tuh. ya udah yuk mulai masak."


Mereka berdua pun menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk memasak. saat sedang asyik memasuki, tiba-tiba ponsel Bu Halimah berbunyi.


"Fitri, kamu lanjutin masaknya ya. Tante mau terima telpon dulu."


"baik Tante."


Bu Halimah menerima panggilan telpon tersebut. ternyata dari sahabat lamanya yang sudah sangat lama tidak berkirim kabar.


Akhirnya mereka berdua ngobrol hingga lupa waktu. Bu Halimah bahkan lupa jika dia sedang memasak. untung ada Fitri yang membantunya.


Fitri yang melihat Bu Halimah sedang asyik berbicara di telepon langsung mengambil alih semuanya. dia yang memasak sendiri. dengan cekatan dia memotong sayuran dan aneka bahan masakan lainnya. karena sudah biasa jadi dia sudah sangat lihai mengolah bahan masakan tersebut.

__ADS_1


"semoga masakan ku sesuai sama lidah om dan Tante. kalo menurut lidah Ahmad kan sudah pas, orang dia selalu makan masakanku." batinnya.


tiga menu makanan sudah selesai di buat, tinggal mematangkan tomyam saja. Bu Halimah yang akhirnya sadar bahwa dia tadi sedang memasak langsung mematikan telponnya dan kembali ke dapur.


"boleh juga gadis ini, baru di tinggal sebentar sudah bisa menyelesaikan berbagai masakan. tapi belum tentu rasanya enak. lihat saja." batin Bu Halimah


"duh..duh..duh... maafin Tante ya Fitri, keasyikan ngobrol malah Tante jadi lupa ninggalin kamu sendiri di dapur. gimana apa yang perlu Tante bantu??"


"iya gak papa kok Tante. ini udah siap. tinggal nunggu seafoodnya empuk terus selesai deh. oh ya mangkuknya dimana Tante?? buat naruh masakannya."


"iya sebentar Tante cari dulu ya, soalnya udah lama gak kepake jadi lupa nyimpennya dimana. maklumlah Ahmad cuma tinggal sendirian di rumah ini. dia susah dibilangin suruh nyari asisten rumah tangga. katanya belum waktunya.gitu.,"


"maklumlah Tante. namanya juga anak laki-laki.,"


Tak lama kemudian semuanya sudah matang, dan mereka menyusunnya di meja makan. setelah semuanya siap, Bu Halimah memanggil sang suami dan anaknya.


"Pah, sayang. makan yuk. udah siap tuh makanannya.,"


"oke siap deh mah." jawab keduanya bersamaan.


mereka lalu berjalan menuju meja makan. Fitri masih berada di dapur untuk mencopot celemek yang dia pake tadi dan juga mengelap keringat yang keluar dari dahinya.


"Fitri, ayo makan sama-sama."


"iya Tante,"


Fitri lalu mengikuti Bu Halimah menuju meja makan..lalu duduk di sampingnya.


"wah, kayaknya enak nih makanannya." kata Ahmad


"iya nih, papa jadi gak sabar mau nyicipin."


Mereka menyendokkan nasi, sayur dan lauk ke piring masing-masing. setelah berdoa, akhirnya mereka semua makan siang bersama. saat Bu Halimah menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.


"Hem... ini enak juga. ternyata dia bisa masak seenak ini. hampir gak percaya aku, biasanya kan gadis jaman sekarang jarang banget yang bisa masak." batinnya.


"em.. mah ini enak, tapi kayanya nih beda dari masakan mama."


"iya pa, ini semuanya masakan Fitri,"


"wah ternyata kamu pinter masak ya nak." kata Pak Hakim


"iya pah, setiap hari aja Ahmad di masakin sama Fitri. dibawain bekal lagi. emang calon istri idaman."


Fitri yang mendengar ucapan Ahmad tersipu malu. lalu menunduk.


"ah enggak kok om, tante. mas Ahmad terlalu berlebihan." kata Fitri..


"oh, jadi sekarang kamu dibawain bekal terus sama Fitri. pantes sekarang badan kamu lebih berisi." kata Bu Halimah


"iya dong mah, kan makan teratur dan juga sehat. gak jajan sembarangan lagi."

__ADS_1


bersambung....


jangan lupa vote like dan coment... ya say...πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ€—πŸ€—β˜ΊοΈ


__ADS_2