
Bella dan Bastian menuju ke bandara. Setibanya disana, mereka berdua segera turun dan masuk ke dalam bandara.
“Sayang kamu serius kita langsung pergi? KIta bahkan tidak bawa baju ganti loh? Tadi juga pulang sebentar hanya ambil paspor aja.” Kata Bastian.
“ATM kamu banyak isinya kan?” Tanya Bella.
“Iya tapi apa tidak kita rencanakan terlebih dahulu saja sebelum pergi kesana? Memangnya kita mau kesana berapa hari?” Tanya Bastian.
“Lihat saja nanti, kalau aku ingin langsung pulang ya kita langsung kembali pulang tapi kalau aku ingin berlibur ya mungkin akan menginap dan stay disana beberapa hari. Kamu bilang sendiri kan padaku kalau selalu menuruti keinginanku dan tidak pelit kepadaku.” Kata Bella.
“Tapi ini beda cerita sayang astaga, sayang tunggu jangan tinggalkan aku.” Panggil Bastian sambil mengejar Bella.
Setelah itu mereka pun segera menaiki pesawat. Didalam pesawat, Bella segera tidur karena kelelahan.
“Bersandarlah di pundakku sayang.” Kata Bastian.
“Tidak perlu, ada bantal yang jauh lebih empuk daripada pundakmu.” Kata Bella.
“Dia benar-benar menguji kesabaranku.” Kata Bastian dalam hati.
Ketika Bella tidur, Bastian memesan makan dan minum.
“Selamat menikmati makanannya.” Kata salah satu pramugari.
“Terima kasih.” Kata Bastian. Bastian pun segera menyantap makanannya.
__ADS_1
Dua jam kemudian, mereka tiba di bandara internasional Incheon atau bandara di Korea Selatan. Mereka segera turun dari pesawat. Mereka benar-benar tidak membawa barang satupun, Bella hanya membawa tasnya yang berisi makeup, dompet dan ponsel serta charger ponsel sedangkan Bastian hanya membawa tas kecil yang berisi dompet, ponsel dan charger ponsel.
“Kita sudah sampai, sekarang kita kemana?” Tanya Bastian kesal.
“Kita ke kota Seoul, menuju ke kafe tempat yang aku inginkan. Kita naik kereta saja.” Kata Bella.
Bella seakan sudah hafal dengan negara yang ia kunjungi, dia sama sekali tidak kesulitan dalam beradaptasi disana, dia segera membeli kartu untuk naik transportasi umum dan tidak lupa menukar uang mereka.
“Apakah kamu pernah kesini?” Tanya Bastian.
“Tentu saja, dulu aku pernah pemotretan disini waktu membintangi iklan. Jadi aku tidak asing dengan tempat ini. Ayo kita naik kereta.” Kata Bella.
“Hmmmm syuting, pemotretan semua dia ingat tapi kenapa dia hanya melupakan aku. Benar-benar menyebalkan sekali, dia membuatku tersiksa.” Kata Bastian dalam hati.
Mereka menaiki kereta, selama diperjalanan Bella memandangi pemandangan indah sepanjang perjalanan mereka. Bastian menjadi semakin terpesona dengan Bella karena hari itu Bella tampak bahagia sambil memancarkan senyumannya.
“Masih lama tidak sampainya?” Bisik Bastian.
“Kurang tiga stasiun lagi kita akan sampai.” Kata Bella.
“Aku sama sekali tidak bisa bicara disini karena tidak paham dengan bahasa mereka.” Bisik Bastian.
“Aku juga tidak bisa tapi masih bisa memahami bahasa mereka sedikit-sedikit, lagipula disini banyak petunjuk dan papan nama yang menggunakan bahasa inggris setidaknya kita bisa mengerti.” Kata Bella.
“Pokoknya aku mengandalkanmu hari ini karena aku tidak tau sama sekali.” Kata Bastian.
__ADS_1
“Berikan atm kamu kepadaku.” Kata Bella.
“Bukannya tadi sudah kamu ambil semua? Didalam tasku hanya ada ponsel dan charger ponsel saja.” Kata Bastian.
“Oh sepertinya dompet kamu ada didalam tasku. Sepertinya aku ingin menetap disini beberapa hari. Aku ingin berlibur disini.” Kata Bella.
“Boleh sayang tapi jangan terlalu lama, aku kan harus bekerja juga.” Bisik Bastian.
“Jadi kamu tidak suka? Baiklah setelah ini kita kembali ke bandara dan segera pesan tiket penerbangan ke Indonesia.” Kata Bella kesal.
“Bukan begitu maksudku sayang.” Kata Bastian.
“Kamu mengingkari ucapanmu lagi, aku sangat kesal denganmu.” Kata Bella.
“Astaga bukan begitu maksudku, baiklah baiklah kita menetap disini beberapa hari. Sudah berapa hari aku tidak masuk kerja.” Kata Bastian.
“Kamu kan pemiliknya jadi kamu bisa memantaunya dari sini kan. Bilang saja kamu pelit padaku.” Kata Bella.
“Kalau aku pelit mana mungkin aku mau tiba-tiba pergi ke luar negeri dadakan seperti ini apalagi ATM milikku ada ditanganmu.” Kata Bastian.
“Jadi kamu menyalahkan aku ya?” Bisik Bella.
“Aku bukan menyalahkan kamu sayang, baiklah aku yang salah, sudah sudah jangan diperpanjang lagi. Keretanya lama sekali sih kok tidak sampai-sampai dari tadi.” Gerutu Bastian.
“Kereta disini salah satu kereta tercepat.” Bisik Bella.
__ADS_1
“Iya iya.” Kata Bastian lirih. Bella tersenyum dalam hatinya.
“Emang enak aku kerjain, makanya jadi suami jangan suka genit sama wanita lain. Meskipun aku saat ini sama sekali tidak denganmu tapi karena saat ini aku adalah istrimu tetap saja kesal jika kamu bermesraan dengan wanita lain.” Kata Bella dalam hati.