Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bastian menginap dirumah Bella


__ADS_3

Bella dan Bastian pergi berdua ke


rumah Bella di desa.


“Ayo sayang berangkat sekarang.”


Kata Bella.


“Iya, kok aku jadi deg-degan


seperti ini, padahal aku sudah pernah bertemu dengan orang tuamu.” Kata


Bastian.


“Haha, santai saja sayang, tarik


nafas panjang biar rileks.” Kata Bella.


“Tanganku saja sampai dingin


seperti ini.” Kata Bastian.


“Aku pegang tanganmu, tarik nafas


dan tetap fokus karena perjalanan kita memakan waktu yang lama.” Kata Bella.


“Kalau hanya pegang tangan saja


mana bisa fokus? Kalau peluk sama cium baru deh aku akan lebih fokus.” Kata


Bastian.


“Tidak usah berlebihan.” Kata


Bella. Lalu Bastian menarik Bella dan menciumnya.


“Ehm lepas lepaskan mas.” Kata


Bella berusaha melepas pelukan dan ciuman Bastian.


“Ayolah sayang, kita sudah lama


tidak seperti ini karena kamu juga sangat sibuk. Ayolah sayang.” Kata Bastian


sambil menjulurkan bibirnya di depan wajah Bella.


“Biar aku yang mengemudi kalau


begitu.” Kata Bella sambil membuka pintu mobil namun Bastian menariknya dan


kali ini Bastian memarkirkan mobilnya di pinggir jalanan yang sepi.


“Kenapa berhenti di tempat yang


sepi seperti ini? Aku jadi takut deh.” Kata Bella. Kemudian Bastian menarik


Bella dan mencium serta ********** habis hingga Bella kesusahan mengatur


nafasnya.


“Astaga, apa yang kamu lakukan?”


Kata Bella.


“Sudahlah diam saja, kamu juga sangat


menikmatinya kan.” Kata Bastian.


“Kakak saja yang menikmatinya.”


Gerutu Bella.

__ADS_1


“Lalu kenapa kamu tadi melek


merem seperti itu?” Goda Bastian.


“Aku kaget tiba-tiba kak Bastian


menciumku seperti itu.” Kata Bella.


“Aku jadi ingin segera


menikahimu, aku tidak sabar ingin memilikimu seutuhnya.” Kata Bastian.


“Bagaimana dengan kedua orang tua


kakak? Bukankah mereka tidak menyukaiku bahkan sangat membenciku.” Kata Bella.


“Aku akan membuat mereka


menyetujui hubungan kita berdua. Bantulah aku sayang.” Kata Bastian.


“Tentu saja aku akan membantumu


kak, ayo kita berangkat sekarang.” Kata Bella.


Lalu mereka melanjutkan


perjalanan, dan beberapa jam kemudian mereka tiba di rumah orang tua Bella.


“Ayah, Ibu.” Panggil Bella.


“Bella, Bastian.” Kata ibu Bella


lalu memeluk Bella dengan erat.


“Ibu apa kabar? Baik-baik saja


kan?” Tanya Bella.


denganmu, Bastian datang juga ternyata.” Kata ibu Bastian. Kemudian Bastian


mencium tangan ibu dan ayah Bella.


“Silahkan masuk, ayo masuk nak


Bastian. ibu tadi sengaja masak makanan banyak khusus untuk kalian berdua.”


Kata ibu Bastian.


“Makan sekarang saja, pasti


kalian lapar.” Kata ayah Bella.


“Kalian makan duluan saja, aku


mau masuk ke kamar dulu.” Kata Bella.


“Bastian pakai kamar tamu tidak


apa-apa ya, atau mungkin mau menginap di vila yang itu atau bagaimana?” Tanya


ibu Bastian.


“Disini saja bu biar selalu


bersama dengan Bella, ayah dan juga ibu.” Kata Bastian tersipu malu.


“Aduh kalian ternyata sedang


kasmaran ya, jatuh cinta setiap hari.” Goda ibu Bastian yang membuat pipi


Bastian menjadi berwarna merah.

__ADS_1


“Kalian istirahatlah dulu kalau


begitu atau makan dulu juga tidak apa-apa terserah kalian, ayah dan ibu mau ke


kebun dulu.” Kata ayah Bella.


“Menginaplah disini saja, kamu


bisa pakai kamar tamu, biar aku antarkan kamu ke kamar lalu taruh barangmu


disana.” Kata Bella. Lalu Bella mengantarkan Bastian ke kamar tamu.


“Ini kamarnya, maaf ya kamarnya


tidak terlalu luas dan tidak ada kamar mandi dalamnya.” Kata Bella, Bastian


segera masuk dan mengunci pintunya.


“Yes akhirnya aku bisa menginap


di rumah orang tuamu, sekarang di rumah ini tinggal kita berdua saja, di bilik


cinta.” Goda Bastian.


“Jangan macam-macam kamu ya.


Gantilah pakaianmu lalu kita makan. Ibuku sudah menyiapkan makanan untuk kita.”


Kata Bella.


“Memangnya ayah dan ibumu


kemana?” Tanya Bastian.


“Oh ya waktu itu aku membeli


kebun teh milik kenalan ayahku, lalu ayah dan ibuku yang merawatnya, tapi aku


melarangnya jadi mereka menyuruh orang lain untuk merawat kebun teh itu, ayah


dan ibuku hanya mengawasi saja, lagipula orang-orang yang bekerja di kebun


milik orang tuaku adalah warga sini kok.” Kata Bella.


“Wah kamu sekarang benar-benar


sukses ya sayang, aku sangat bangga padamu.” Kata Bastian.


“Ini semua berkat bantuanmu, aku


juga sangat bangga padamu sayang.” Kata Bella.


Bastian pun mencium Bella.


“Hei, berani sekali kamu


menciumku didalam kamar seperti ini.” Kata Bella kesal. Bastian semakin


menjadi, kali ini dia mendorong Bella ke arah ranjang dan Bastian menindih


tubuh Bella.


“Apa yang kamu lakukan, jangan


kak aku takut.” Kata Bella sambil memejamkan matanya.


“Diamlah.” Kata Bastian. Lalu


Bastian mencium kening Bella, lalu mencium hidung Bella, bibir Bella dan leher


Bella hingga terdapat bekas kecupan Bastian yang menempel di leher Bella.

__ADS_1


__ADS_2