
Bella dan Bastian pergi berdua ke
rumah Bella di desa.
“Ayo sayang berangkat sekarang.”
Kata Bella.
“Iya, kok aku jadi deg-degan
seperti ini, padahal aku sudah pernah bertemu dengan orang tuamu.” Kata
Bastian.
“Haha, santai saja sayang, tarik
nafas panjang biar rileks.” Kata Bella.
“Tanganku saja sampai dingin
seperti ini.” Kata Bastian.
“Aku pegang tanganmu, tarik nafas
dan tetap fokus karena perjalanan kita memakan waktu yang lama.” Kata Bella.
“Kalau hanya pegang tangan saja
mana bisa fokus? Kalau peluk sama cium baru deh aku akan lebih fokus.” Kata
Bastian.
“Tidak usah berlebihan.” Kata
Bella. Lalu Bastian menarik Bella dan menciumnya.
“Ehm lepas lepaskan mas.” Kata
Bella berusaha melepas pelukan dan ciuman Bastian.
“Ayolah sayang, kita sudah lama
tidak seperti ini karena kamu juga sangat sibuk. Ayolah sayang.” Kata Bastian
sambil menjulurkan bibirnya di depan wajah Bella.
“Biar aku yang mengemudi kalau
begitu.” Kata Bella sambil membuka pintu mobil namun Bastian menariknya dan
kali ini Bastian memarkirkan mobilnya di pinggir jalanan yang sepi.
“Kenapa berhenti di tempat yang
sepi seperti ini? Aku jadi takut deh.” Kata Bella. Kemudian Bastian menarik
Bella dan mencium serta ********** habis hingga Bella kesusahan mengatur
nafasnya.
“Astaga, apa yang kamu lakukan?”
Kata Bella.
“Sudahlah diam saja, kamu juga sangat
menikmatinya kan.” Kata Bastian.
“Kakak saja yang menikmatinya.”
Gerutu Bella.
__ADS_1
“Lalu kenapa kamu tadi melek
merem seperti itu?” Goda Bastian.
“Aku kaget tiba-tiba kak Bastian
menciumku seperti itu.” Kata Bella.
“Aku jadi ingin segera
menikahimu, aku tidak sabar ingin memilikimu seutuhnya.” Kata Bastian.
“Bagaimana dengan kedua orang tua
kakak? Bukankah mereka tidak menyukaiku bahkan sangat membenciku.” Kata Bella.
“Aku akan membuat mereka
menyetujui hubungan kita berdua. Bantulah aku sayang.” Kata Bastian.
“Tentu saja aku akan membantumu
kak, ayo kita berangkat sekarang.” Kata Bella.
Lalu mereka melanjutkan
perjalanan, dan beberapa jam kemudian mereka tiba di rumah orang tua Bella.
“Ayah, Ibu.” Panggil Bella.
“Bella, Bastian.” Kata ibu Bella
lalu memeluk Bella dengan erat.
“Ibu apa kabar? Baik-baik saja
kan?” Tanya Bella.
denganmu, Bastian datang juga ternyata.” Kata ibu Bastian. Kemudian Bastian
mencium tangan ibu dan ayah Bella.
“Silahkan masuk, ayo masuk nak
Bastian. ibu tadi sengaja masak makanan banyak khusus untuk kalian berdua.”
Kata ibu Bastian.
“Makan sekarang saja, pasti
kalian lapar.” Kata ayah Bella.
“Kalian makan duluan saja, aku
mau masuk ke kamar dulu.” Kata Bella.
“Bastian pakai kamar tamu tidak
apa-apa ya, atau mungkin mau menginap di vila yang itu atau bagaimana?” Tanya
ibu Bastian.
“Disini saja bu biar selalu
bersama dengan Bella, ayah dan juga ibu.” Kata Bastian tersipu malu.
“Aduh kalian ternyata sedang
kasmaran ya, jatuh cinta setiap hari.” Goda ibu Bastian yang membuat pipi
Bastian menjadi berwarna merah.
__ADS_1
“Kalian istirahatlah dulu kalau
begitu atau makan dulu juga tidak apa-apa terserah kalian, ayah dan ibu mau ke
kebun dulu.” Kata ayah Bella.
“Menginaplah disini saja, kamu
bisa pakai kamar tamu, biar aku antarkan kamu ke kamar lalu taruh barangmu
disana.” Kata Bella. Lalu Bella mengantarkan Bastian ke kamar tamu.
“Ini kamarnya, maaf ya kamarnya
tidak terlalu luas dan tidak ada kamar mandi dalamnya.” Kata Bella, Bastian
segera masuk dan mengunci pintunya.
“Yes akhirnya aku bisa menginap
di rumah orang tuamu, sekarang di rumah ini tinggal kita berdua saja, di bilik
cinta.” Goda Bastian.
“Jangan macam-macam kamu ya.
Gantilah pakaianmu lalu kita makan. Ibuku sudah menyiapkan makanan untuk kita.”
Kata Bella.
“Memangnya ayah dan ibumu
kemana?” Tanya Bastian.
“Oh ya waktu itu aku membeli
kebun teh milik kenalan ayahku, lalu ayah dan ibuku yang merawatnya, tapi aku
melarangnya jadi mereka menyuruh orang lain untuk merawat kebun teh itu, ayah
dan ibuku hanya mengawasi saja, lagipula orang-orang yang bekerja di kebun
milik orang tuaku adalah warga sini kok.” Kata Bella.
“Wah kamu sekarang benar-benar
sukses ya sayang, aku sangat bangga padamu.” Kata Bastian.
“Ini semua berkat bantuanmu, aku
juga sangat bangga padamu sayang.” Kata Bella.
Bastian pun mencium Bella.
“Hei, berani sekali kamu
menciumku didalam kamar seperti ini.” Kata Bella kesal. Bastian semakin
menjadi, kali ini dia mendorong Bella ke arah ranjang dan Bastian menindih
tubuh Bella.
“Apa yang kamu lakukan, jangan
kak aku takut.” Kata Bella sambil memejamkan matanya.
“Diamlah.” Kata Bastian. Lalu
Bastian mencium kening Bella, lalu mencium hidung Bella, bibir Bella dan leher
Bella hingga terdapat bekas kecupan Bastian yang menempel di leher Bella.
__ADS_1