Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bandung


__ADS_3

hari ini hari dimana Fitri dan Ahmad akan berangkat bersama ke Bandung. mengunjungi kedua orang tua Ahmad terlebih dahulu.


Ahmad menjemput Fitri dari kontrakannya pukul setengah sembilan pagi. dan jam sepuluh mereka berdua bertolak dari kediamannya Fitri menuju Bandung. Mereka memilih berangkat hari Selasa agar jalanan tidak macet dan memakan waktu yang lama.


mereka menempuh perjalanan sekitar tiga jam melewati tol. jam satu siang mereka sudah sampai di Bandung. tempat tinggal kedua orang tua Ahmad dan keluarga besarnya.


kebetulan adik Ahmad yang bernama Aurel baru pulang dari kampus karena baru selesai menjalani ujian semester di kampusnya. disana sebenarnya Aurel tinggal di rumah kos.dia mengambil jurusan Kedokteran di fakultas kedokteran universitas Airlangga Surabaya.


kampus yang cukup bergengsi dan mentereng mengingat Aurel juga mengambil jurusan kedokteran.


Mereka berdua sampai di rumah megah dua lantai yang memiliki halaman yang luas dan juga banyak mobil berderet. Komplek tersebut memang termasuk kompleks perumahan elit yang berada di atas bukit.


Dari kejauhan tampak pemandangan kota Bandung yang indah jika tidak tertutup kabut. Sekali lagi, Fitri dibuat takjub dengan keindahan rumah orang tua Ahmad.. Rumah mewah dengan gaya modern dan pilar-pilar yang besar berjejer rapi seperti membentuk barisan. di depan rumah juga terdapat kolam ikan yang besar dengan dihuni berbagai jenis ikan.


ikan-ikan disana juga tampak sehat dan gemuk-gemuk terlihat sang pemilik mengurusnya dengan telaten. di halaman samping rumah juga terdapat gazebo dan saung untuk sekedar bersantai di luar rumah.


bunga-bunga yang indah dan berwarna warni menambah keindahan rumah tersebut. Pot-pot besar dengan aneka warna bunga Bougenville yang berbentuk seperti bonsai dan juga banyaknya bunga anggrek yang berjejeran di sudut taman menambah asri suasana.


Apalagi ada ratusan bunga berbagai jenis yang berjejeran rapi di halaman rumah. pasti tukang kebun yang sangat profesional yang menyusunnya.


karena Fitri juga yakin kalau papa dan mama Ahmad merupakan orang yang sibuk.


sampai di rumah itu, Fitri di sambut sangat antusias oleh Bu Halimah. Bu Halimah juga memperkenalkan anak perempuannya yang juga adik dari Ahmad yaitu Aurel.


"nak, ayo sini silahkan masuk. ini kenalin calon adik ipar kamu namanya Aurel." kata Bu Halimah.


Aurel pun mengulurkan tangan berniat ingin berjabat tangan dengan Fitri. Fitri juga membalas uluran tangan Aurel.


"Fitri". ucapnya sambil tersenyum..


"senang bertemu denganmu. oh iya kamu kuliah dimana??" tanya Fitri basa-basi.


"aku kuliah di Surabaya mbak Universitas Airlangga." jawab Aurel.


Bu Halimah yang mendengarkan percakapan keduanya langsung mengerti kalo mereka berusaha untuk akrab.

__ADS_1


"ayo Fitri silahkan duduk. Kamu ini dek orang ada tamu juga gak di suruh duduk."


"hehe..maaf buk. ayo mbak silahkan duduk jangan sungkan. anggap aja rumah sendiri kan bentar lagi kita jadi saudara ipar." kata Aurel.


akhirnya Fitri pun duduk dan Aurel pun ikut duduk diikuti dengan Bu Halimah. sementara Ahmad sibuk mengeluarkan barang-barang yang ada di bagasi untuk di bawa masuk ke dalam.


Bik Inah sang pembantu keluar dari dapur membawa minuman dan berbagai camilan.


"ini non, tuan silahkan di minum." kata bi Inah.


Bu Halimah juga mempersilahkan tamunya untuk minum. "silahkan Fitri di minum dulu. kamu kan capek baru dari perjalanan jauh."


Ahmad yang sudah selesai dengan barang-barang bawaannya langsung ikut bergabung dengan mereka.


"ma, papah mana??" tanya Ahmad.


"biasalah kaya gak tau papah kamu aja. kan dia gila kerja yang pasti ya ada di kantor. katanya ada meeting dadakan dengan client yang dari Jepang kemarin tentang pembukaan hotel baru."


"ah papah selalu aja gitu. mikirin kerjaan terus." kata Ahmad.


"eh. mama mah gitu kan. gak kok sayang aku gak kaya gitu. bener deh sumpah." kata Ahmad.


"iya mbak, nanti kalo mas Ahmad kaya gitu tinggalin aja. cari yang lain." tambah Aurel.


"eh kamu malah ngajarin yang gak bener ya sama calon kakak ipar." kata Ahmad kepada adiknya..


"eh udah-udah. kakak adik kalo ketemu malah berantek kaya kucing sama tikus aja sih. Aurel tu bela-belain pulang dari Surabaya buat dateng di acara lamaran kamu malah berantem." ujar Bu Halimah.


"Iya nih kakak, orang aku jauh-jauh kesini buat dateng ke acara lamaran kakak sampe rumah malah di ajak berantem." kata Aurel.


Fitri yang melihat kedua kakak beradik itu hanya tersenyum membayangkan adik laki-lakinya yang juga sedang berada di luar kota menempuh pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana.


"oh ya Aurel kamu kuliah di fakultas apa di sana??" tanya Fitri mencairkan suasana.


"aku ambil fakultas kedokteran nih mbak. ini bentar lagi mau magang di rumah sakit yang ada di Surabaya."

__ADS_1


"oh magangnya juga di sana ya?? kirain boleh kalo magangnya juga disini. biar nemenin mama kamu gitu."


"gak boleh Mba, soalnya aku juga disana jadi asisten dosen jadi kerjaannya dobel. kalo pagi sampe sore aku bakal di rumah sakit dan sorenya kelarin pekerjaan dosen."


"wah dobel gitu ya. kamu hebat loh bisa jadi asisten dosen. mba bangga sama kamu."


"iya dong. Aurel gitu loh." sombong Aurel.


"oh ya Mba nanti sore kita jalan-jalan yuk di alun-alun kota Bandung. cari jajanan yang enak soalnya udah kangen banget sama makanan khas sini."


"ayokk, mba juga udah lama gak makan jajanan sini."


Aurel memang baru tadi malam tiba di Bandung dengan naik kereta api. dia sudah lama tidak pulang ke kampung halamannya di Bandung. dia juga sangat rindu dengan jajanan di kota Bandung. memang banyak pedagang yang menjajakan makanan khas Bandung seperti cireng, siomay, cimol dan aneka makanan lainnya. tapi menurut Aurel jika tidak di kota tempat makanan tersebut berasal rasanya lain.


"nanti malem aku mau beli cireng, cimol, cilok, siomay pokoknya banyak banget deh yang pengin aku beli."


"apa muat tuh perut??" goda Ahmad.


"pokoknya harus muat, kalo gak muat ya di bungkus kan bisa." ujar Aurel.


"ya udah mba Fitri suruh istirahat dulu di kamar tamu."


"ayo mba aku anter ke kamar tamu . mas Ahmad bawain barang calon istrinya dong." ujar Aurel.


" siap bocil."


"ih kok bocil sihh. kan aku udah besar."...


bersambung...


jangan lupa untuk selalu vote, like, dan coment ya ...


jangan lupa juga follow me...


tetep stay tune di novel ini... jangan kemana-mana... sebisa mungkin author juga update setiap hari....😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2