Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Bagian 20


__ADS_3

Bella bingung bagaimana cara


mengeluarkan Bastian dari dalam kamarnya.


“Aduh punggungku sakit sekali


gara-gara kamu mendorongku tadi.” Rintih Bastian.


“Ini semua gara-gara kamu, coba


tadi kamu tidak masuk pasti tidak akan sampai seperti ini.” Gerutu Bella.


“Jangan banyak bicara, cepat


bantu aku keluar dari kolong tempat tidurmu.” Kata Bastian.


“Jangan terlalu keras bicaramu


nanti kak Dina bisa mendengarnya.” Kata Bella.


“Cepat bantu aku keluar.” Kata Bastian.


Kemudian Bella membantu Bastian keluar.


“Punggungku sakit sekali, apakah


kamu tidak ada salep anti nyeri atau koyo juga boleh, nyeri sekali punggungku. Kamu


harus bertanggungjwab dengan rasa sakitku ini.” Kata Bastian.


“Iya, tunggu sebentar aku mau


nyari obat nyeri dulu. Tunggu disini dan jangan berani keluar kamar.” Kata Bella.


“Cepat, aku tidak tahan rasanya


sakit sekali.” Kata Bastian.


Beberapa saat kemudian, Bella


membawakan koyo untuk Bastian.


“Ini untukmu, aku hanya ada koyo.”


Kata Bella memberikan koyo untuk Bastian.


Bastian pun membuka kaosnya,


tentu saja Bella berteriak.


“Aaaaaaa.” Teriak Bella.


“Hei hei tutup mulutmu nanti


kakakmu bisa mendengar.” Kata Bastian sambil membungkam mulut Bella.


“Apa maksudmu membuka kaos di


depanku.” Kata Bella.


“Aku mau menempel koyo di


punggungku.” Kata Bastian.


“Tapi kan bisa didalam toilet


atau dimana gitu.” Kata Bella sambil menunduk memejamkan matanya.


“Kalau aku keluar kamar lalu kak


Dina mengetahuiku bagaimana? Cepat bantu aku menempel koyo di punggungku.” Kata


Bastian.


“Aku tidak mau, pasang saja


sendiri.” Kata Bella.


“Aku tidak bisa meraihnya, cepat


bantu aku. Ini semua kan gara-gara kamu.” Gerutu Bastian.


Akhirnya Bella menempelkan koyo ke


punggung Bastian dengan perlahan.

__ADS_1


“Astaga lagi-lagi jantungku


berdetak sangat kencang, punggungnya saja semakin indah. Rasanya aku ingin


sekali memeluknya.” Kata Bella dalam hati.


“Sudah selesai.” Kata Bella.


“Terima kasih. Lalu kita


bagaimana ini, sudah malam juga. Kak Dina jadi menginap disini?” Tanya Bastian


sambil mengenakan kaosnya kembali.


“Iya, dia menginap disini. Nanti kalau


dia sudah tidur, kamu harus secepatnya keluar dari sini.” Kata Bella.


“Iya iya, aku lapar sekali. Apakah


ada makanan?” Tanya Bastian.


“Tidak ada karena aku belum


belanja bulanan, tapi aku ada mie instan.” Kata Bella.


“Cepat buatkan aku mie instan.” Kata


Bastian.


“Enak saja, berani sekali kamu


menyuruhku.” Kata Bella.


“Kamu tega membuatku kelaparan begini,


aku seperti ini juga karena kamu.” Kata Bastian.


“Dasar menyebalkan, terus saja


kamu menyalahkanku. Tunggu sebentar, aku mau keluar dulu.” Kata Bella.


Kemudian Bella keluar kamar dan


“Belum tidur kak? Kenapa tidak


masuk kedalam kamar?” Tanya Bella.


“Aku tidak bisa tidur, jadi aku


mau nonton tv saja disini. Sedang membuat apa kamu?” Tanya Dina.


“Aku membuat mie instan, perutku


lapar dan ingin memakan mie instan.” Kata Bella.


“Tumben sekali kamu malam-malam


begini makan mie instan.” Kata Dina.


“Iya kak lagi ingin makan mie


instan soalnya.” Kata Bella.


Setelah mie instan buatan Bella


matang, dia segera masuk kedalam kamar.


“Aku makan didalam kamar dulu ya,


selamat malam kak.” Kata Bella.


“Iya, besok pagi ayo kita keluar


untuk belanja makanan ya.” Kata Dina.


“Ah iya kak.” Kata Bella.


Didalam kamar.


“Wah baunya sangat harum.” Kata Bastian


langsung menyantap makanannya.


“Tunggu, kamu tidak makan?” Tanya

__ADS_1


Bastian.


“Tidak, aku kan sedang menjalani


diet jadi tidak boleh makan mie instan saat malam hari.” Kata Bella.


“Tubuhmu saja sudah kurus, jadi


untuk apa diet? Jordi yang menyuruhmu untuk diet?” Tanya Bastian.


“Tidak, aku hanya merasa sedikit


mengalami kenaikan berat badan.” Kata Bella.


“Ayo makanlah bersamaku.” Kata Bastian.


“Aku tidak mau.” Kata Bella. Namun


Bastian terus saja memaksa bahkan dia menyodorkan makanan tepat didepan mulut


Bella. Karena Bella kesal dia mendorong Bastian namun Bella justru terkena


tumpahan mie dan mengenai dadanya. Saking paniknya Bastian mengambil tumpahan


mie nya dan tidak sengaja menyentuh d*d* Bella, seketika suasana menjadi hening


dan mereka sangat canggung dan saling bertatapan.


“Apa yang kamu lakukan?” Tanya


Bella.


“Aku tidak tau, aku tidak sengaja


tapi kenapa rasanya sangat empuk.” Kata Bastian keceplosan.


“Lepaskan tanganmu.” Kata Bella.


“Bolehkah aku membantu


membersihkannya?” Tanya Bastian.


“Aku bisa melakukannya sendiri,


singkirkan tanganmu.” Kata Bella. Tiba-tiba Bastian menarik Bella dan


memeluknya, Bella pun sangat kaget.


“A a pa yang kamu lakukan? Lepaskan


aku.” Kata Bella.


“Anggap saja ini pengaruh dari alkohol,


aku ingin melakukan sebuah kesalahan denganmu malam ini.” Bisik Bastian.


“Kita tidak seharusnya melakukan


kesalahan.” Bisik Bella.


“Sekali saja pasti tidak apa-apa.”


Bisik Bastian.


“Cepat lepaskan aku.” Bisik


Bella.


“Baiklah kalau begitu, maafkan aku


karena bersikap tidak sopan padamu. Aku hanya bisa berharap semoga kamu bahagia


bersama Jordi.” Bisik Bastian, lalu dia melepaskan Bella.


“Aku tidak peduli apa itu


kesalahan.” Kata Bella. Kemudian Bella mencium Bastian dengan mesranya, begitu


juga dengan Bastian.


“Setelah ini kita lupakan


kejadian ini dan kita bisa hidup masing-masing dengan pilihan kita.” Kata


Bella.

__ADS_1


__ADS_2