
Bella bingung bagaimana cara
mengeluarkan Bastian dari dalam kamarnya.
“Aduh punggungku sakit sekali
gara-gara kamu mendorongku tadi.” Rintih Bastian.
“Ini semua gara-gara kamu, coba
tadi kamu tidak masuk pasti tidak akan sampai seperti ini.” Gerutu Bella.
“Jangan banyak bicara, cepat
bantu aku keluar dari kolong tempat tidurmu.” Kata Bastian.
“Jangan terlalu keras bicaramu
nanti kak Dina bisa mendengarnya.” Kata Bella.
“Cepat bantu aku keluar.” Kata Bastian.
Kemudian Bella membantu Bastian keluar.
“Punggungku sakit sekali, apakah
kamu tidak ada salep anti nyeri atau koyo juga boleh, nyeri sekali punggungku. Kamu
harus bertanggungjwab dengan rasa sakitku ini.” Kata Bastian.
“Iya, tunggu sebentar aku mau
nyari obat nyeri dulu. Tunggu disini dan jangan berani keluar kamar.” Kata Bella.
“Cepat, aku tidak tahan rasanya
sakit sekali.” Kata Bastian.
Beberapa saat kemudian, Bella
membawakan koyo untuk Bastian.
“Ini untukmu, aku hanya ada koyo.”
Kata Bella memberikan koyo untuk Bastian.
Bastian pun membuka kaosnya,
tentu saja Bella berteriak.
“Aaaaaaa.” Teriak Bella.
“Hei hei tutup mulutmu nanti
kakakmu bisa mendengar.” Kata Bastian sambil membungkam mulut Bella.
“Apa maksudmu membuka kaos di
depanku.” Kata Bella.
“Aku mau menempel koyo di
punggungku.” Kata Bastian.
“Tapi kan bisa didalam toilet
atau dimana gitu.” Kata Bella sambil menunduk memejamkan matanya.
“Kalau aku keluar kamar lalu kak
Dina mengetahuiku bagaimana? Cepat bantu aku menempel koyo di punggungku.” Kata
Bastian.
“Aku tidak mau, pasang saja
sendiri.” Kata Bella.
“Aku tidak bisa meraihnya, cepat
bantu aku. Ini semua kan gara-gara kamu.” Gerutu Bastian.
Akhirnya Bella menempelkan koyo ke
punggung Bastian dengan perlahan.
__ADS_1
“Astaga lagi-lagi jantungku
berdetak sangat kencang, punggungnya saja semakin indah. Rasanya aku ingin
sekali memeluknya.” Kata Bella dalam hati.
“Sudah selesai.” Kata Bella.
“Terima kasih. Lalu kita
bagaimana ini, sudah malam juga. Kak Dina jadi menginap disini?” Tanya Bastian
sambil mengenakan kaosnya kembali.
“Iya, dia menginap disini. Nanti kalau
dia sudah tidur, kamu harus secepatnya keluar dari sini.” Kata Bella.
“Iya iya, aku lapar sekali. Apakah
ada makanan?” Tanya Bastian.
“Tidak ada karena aku belum
belanja bulanan, tapi aku ada mie instan.” Kata Bella.
“Cepat buatkan aku mie instan.” Kata
Bastian.
“Enak saja, berani sekali kamu
menyuruhku.” Kata Bella.
“Kamu tega membuatku kelaparan begini,
aku seperti ini juga karena kamu.” Kata Bastian.
“Dasar menyebalkan, terus saja
kamu menyalahkanku. Tunggu sebentar, aku mau keluar dulu.” Kata Bella.
Kemudian Bella keluar kamar dan
“Belum tidur kak? Kenapa tidak
masuk kedalam kamar?” Tanya Bella.
“Aku tidak bisa tidur, jadi aku
mau nonton tv saja disini. Sedang membuat apa kamu?” Tanya Dina.
“Aku membuat mie instan, perutku
lapar dan ingin memakan mie instan.” Kata Bella.
“Tumben sekali kamu malam-malam
begini makan mie instan.” Kata Dina.
“Iya kak lagi ingin makan mie
instan soalnya.” Kata Bella.
Setelah mie instan buatan Bella
matang, dia segera masuk kedalam kamar.
“Aku makan didalam kamar dulu ya,
selamat malam kak.” Kata Bella.
“Iya, besok pagi ayo kita keluar
untuk belanja makanan ya.” Kata Dina.
“Ah iya kak.” Kata Bella.
Didalam kamar.
“Wah baunya sangat harum.” Kata Bastian
langsung menyantap makanannya.
“Tunggu, kamu tidak makan?” Tanya
__ADS_1
Bastian.
“Tidak, aku kan sedang menjalani
diet jadi tidak boleh makan mie instan saat malam hari.” Kata Bella.
“Tubuhmu saja sudah kurus, jadi
untuk apa diet? Jordi yang menyuruhmu untuk diet?” Tanya Bastian.
“Tidak, aku hanya merasa sedikit
mengalami kenaikan berat badan.” Kata Bella.
“Ayo makanlah bersamaku.” Kata Bastian.
“Aku tidak mau.” Kata Bella. Namun
Bastian terus saja memaksa bahkan dia menyodorkan makanan tepat didepan mulut
Bella. Karena Bella kesal dia mendorong Bastian namun Bella justru terkena
tumpahan mie dan mengenai dadanya. Saking paniknya Bastian mengambil tumpahan
mie nya dan tidak sengaja menyentuh d*d* Bella, seketika suasana menjadi hening
dan mereka sangat canggung dan saling bertatapan.
“Apa yang kamu lakukan?” Tanya
Bella.
“Aku tidak tau, aku tidak sengaja
tapi kenapa rasanya sangat empuk.” Kata Bastian keceplosan.
“Lepaskan tanganmu.” Kata Bella.
“Bolehkah aku membantu
membersihkannya?” Tanya Bastian.
“Aku bisa melakukannya sendiri,
singkirkan tanganmu.” Kata Bella. Tiba-tiba Bastian menarik Bella dan
memeluknya, Bella pun sangat kaget.
“A a pa yang kamu lakukan? Lepaskan
aku.” Kata Bella.
“Anggap saja ini pengaruh dari alkohol,
aku ingin melakukan sebuah kesalahan denganmu malam ini.” Bisik Bastian.
“Kita tidak seharusnya melakukan
kesalahan.” Bisik Bella.
“Sekali saja pasti tidak apa-apa.”
Bisik Bastian.
“Cepat lepaskan aku.” Bisik
Bella.
“Baiklah kalau begitu, maafkan aku
karena bersikap tidak sopan padamu. Aku hanya bisa berharap semoga kamu bahagia
bersama Jordi.” Bisik Bastian, lalu dia melepaskan Bella.
“Aku tidak peduli apa itu
kesalahan.” Kata Bella. Kemudian Bella mencium Bastian dengan mesranya, begitu
juga dengan Bastian.
“Setelah ini kita lupakan
kejadian ini dan kita bisa hidup masing-masing dengan pilihan kita.” Kata
Bella.
__ADS_1