Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Season 2 Episode 11


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Bastian telah menyiapkan makanan


untuk Bella.


“Pulanglah, aku yang akan menjaga


dia.” Kata Bastian kepada Vania.


“Kamu yakin? Sepertinya dia masih


sangat marah denganmu. Semalam saja Bella tidak ingin menemuimu bahkan tidak


menolak panggilan darimu.” Kata Vania.


“Tidak apa-apa, aku akan menerima


semua tamparan, pukulan dan apapun darinya.” Kata Bastian.


“Baiklah, aku kembali pulang dulu


kalau begitu.” Kata Vania.


Tidak lama kemudian, Bella


terbangun.


“Sayang kamu sudah bangun.” Kata Bastian.


“Kenapa kamu masih disini? Bukankah


aku sudah bilang padamu bahwa aku tidak mau melihatmu. Pergilah dari sini.” Kata


Bella.


“Hari ini kamu sudah boleh pulang


sayang, aku datang kesini untuk menjemputmu dan kita akan pulang ke rumah.” Kata


Bastian.


“Aku tidak mau kembali pulang ke


rumah. Aku akan tinggal terpisah dan aku tidak mau bertemu denganmu.” Kata Bella.


“Maafkan aku sayang, aku mohon


maafkan aku.” Kata Bastian memohon maaf kepada istrinya.


“Aku benar-benar sangat


membencimu. Keluar dan pergi dari sini, aku bisa pulang sendiri. Aku bahkan


tidak butuh bantuanmu.” Kata Bella.


“Maafkan aku sayang, aku memang


bersalah padamu tapi ini semua juga bukan sepenuhnya salahku. Jika saja kamu


memberitahuku bahwa kamu sedang hamil maka aku juga tidak akan seperti itu


padamu.” Kata Bastian. Bella pun menampar dan menjambak Bastian.


“Aku benci denganmu aku kesal


denganmu huhuhu. Seharusnya kamu mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu tapi

__ADS_1


kamu justru marah padaku.” Bentak Bella sambil menangis.


“Maafkan aku sayang, aku minta


maaf padamu.” Kata Bastian sambil memeluk istrinya dan menangis di pelukan


istrinya.


“Lepaskan aku huhuhu.” Kata Bella.


“Aku akan membawa barangmu dan


kita kembali pulang ke rumah ya.” Kata Bastian.


“Lepaskan tanganku. Jaga jarak


dariku dan jangan berani mendekatiku karena aku masih sakit hati denganmu.” Kata


Bella.


“Baiklah.” Kata Bastian.


Kemudian Bastian membawa istrinya


kembali pulang ke rumah namun Bella sama sekali tidak merespon suaminya, Bella


hanya terdiam tanpa memperdulikan ucapan Bastian.


“Istirahatlah, aku akan


mengambilkan minum untukmu.” Kata Bastian. Tidak lama kemudian, Bastian datang


membawa air minum untuk istrinya.


“Minumlah, kamu harus banyak


membuatkanmu makanan.” Kata Bastian. Tanpa basa basi, Bella menumpahkan air


minum tersebut dan memjatuhkan gelasnya, setelah itu dia pergi keluar kamar.


“Kamu mau pergi kemana?” Tanya Bastian.


Namun Bella tidak menjawab pertanyaan suaminya. Lalu Bastian membersihkan


pecahan gelas tersebut.



“Tuhan tolong kembalikan istriku


seperti sebelumnya, aku tau ini bukan sepenuhnya salahku tapi aku rela jika dia


menyalahkanku. Tapi jujur aku tidak sanggup seperti ini bahkan aku tidak tega


melihat dia seperti itu.” Kata Bastian dalam hati.


 


**


Bella berdandan lalu pergi dari


rumah.


“Kamu mau pergi kemana


malam-malam begini? Biar aku yang mengantarmu ya.” Kata Bastian.

__ADS_1


“Lepaskan aku.” Kata Bella.


“Baiklah, memangnya kamu mau


pergi kemana? Kamu butuh apa? Apakah kamu mau membeli makanan? Biar aku yang membeli


ya, kamu tunggu dirumah saja ya sayang.” Kata Bastian. Namun Bella hanya


terdiam dan tetap pergi. Akhirnya Bastian menariknya dan memeluknya dari


belakang.


“Sayang, aku mengerti bagaimana


perasaanmu. Bukan hanya kamu yang kehilangan tapi aku juga kehilangan anak


kita. Kita sabar ya dan tetap terus berusaha, suatu saat pasti kita akan segera


diberi kepercayaan untuk memiliki seorang anak. Jika kamu seperti ini, aku


menjadi sangat khawatir denganmu. Aku mohon ikhlaskan semua ini ya, demi kita. Jika


kamu marah maka salahkan saja aku, kamu bisa menamparku atau mencaci maki aku


sepuasmu sampai kamu puas.” Kata Bastian. Lalu Bella menampar suaminya


berkali-kali sambil menangis histeris.


“Aku ibu yang buruk, aku ibu yang


tidak bisa menjaga anakku sendiri huhuhu. Maafkan ibu nak.” Kata Bella menangis


histeris. Bastian pun ikut menangis dan tak henti-hentinya memeluk istrinya


tersebut.



“Menangislah sepuasmu sayang,


jika marah maka lampiaskan padaku.” Kata Bastian. Tiba-tiba Bella kembali


pingsan, kemudian Bastian membawanya kedalam kamar dan segera menelfon dokter. Tidak


lama kemudian dokter pun datang.


“Bagaimana kondisi istri saya? Dia


menangis terus dan marah-marah juga dok.” Kata Bastian.


“Kondisi psikis dia belum stabil,


saran saya sering-seringlah mengajaknya berbicara dan ajak untuk melakukan


hal-hal yang dia sukai agar dia bisa melupakan dan mengikhlaskannya.” Kata dokter.


“Baik dok, terima kasih banyak


sebelumnya.” Kata Bastian.


“Kalau begitu saya permisi dulu


ya.” Kata dokter.


Bastian pun menjaga istrinya


disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2